
Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dan shalat isya di mushala, Viara telah sampai di rumah dinasnya
"Loh Viara, udah pulang? Bukannya kamu bilang masih dua hari lagi di kota?" Tanya Ila yang nongkrong sendirian di depan teras rumah
"Kamu tahu sendiri kan, jadwal mengajar di sekolah sudah berubah. Aku punya jadwal mengajar di kelas 2 dan 3 besok" Ucap Viara lesu
"Jangan lemas begitu dong, harus tetap semangat!!" seru Ila menyemangati temannya
"Hahha iyah-iyah. Ini ada camilan yang aku beli di kota tadi, kita makan bareng yuk sama teman-teman" Ajak Viara diangguki Ila sambil tersenyum.
Kini mereka telah duduk melingkar diatas karpet
"Ehh Viara, bagaimana kabar bang Pandu?" Tanya Devan sambil meminum coklat panas
"Iyah Viara, kami dengar jika bang Pandu tertembak saat bentrokan 4 hari yang lalu" Lanjut Juna
"Alhamdulillah bang Pandu nggak apa-apa, hanya perlu dirawat lagi di rumah sakit beberapa hari lagi" Jawab Viara tersenyum
"Sayang banget yah sama bang Pandu, sampai-sampai selalu nginap di kota" kata Syifa sambil mengunyah kue kering
"Haha Iyah dong, kalau nggak disayang nanti nggak sembuh sakitnya" Jawab Ila membuat semua teman-temannya tertawa
"Hahha iyah-iyah, ayo dihabisin camilannya, aku ke kamar dulu yah pengen istirahat. Udah capek banget nih" Ucap Viara sambil berdiri dari duduknya
"Iyah Viara, selamat malam" Ucap kelima rekan guru Viara
"Selamat malam juga teman-teman" Ucap Viara tersenyum dan segera berlalu masuk kedalam kamar. Viara tersenyum melihat cincin yang indah melingkar di jari manisnya dan merebahkan dirinya di ranjang
Drrtt.... Drrtt...Drrttt
Viara langsung meraih ponselnya yang berdering di atas nakas
"Bang Pandu" gumam Viara senang dan langsung menjawab panggilan Video Pandu
"Assalamu'alaikum sayang, udah sampai di rumah?" Tanya Pandu lembut
"Walaikumsalam udah dari tadi bang" jawab Viara tersenyum
"Kenapa adek belum tidur hmm?" Tanya Pandu lembut
"Nggak bisa tidur, adek kangen sama abang" ucap Viara memeluk bantal gulingnya
"Hahha Iyah sayang, tunggu abang pulang yah, setelah itu kita jalan-jalan keliling desa"
"Iyah siap bang" seru Viara senang
"Sekarang adek tidur yah, abang temani dari sini" ujar Pandu lembut.
"Iyah bang, datang di mimpi adek yah" Ucap Viara tersenyum dan perlahan-lahan menutup matanya dengan panggilan Video yang masih terhubung
"Abang juga rindu sama kamu dek. Jaga diri baik-baik yah, abang sayang kamu" Ucap Pandu tersenyum melihat wajah Viara yang sudah tertidur pulas.
Pandu membaringkan tubuhnya dan perlahan-lahan menutup matanya
"Aku hanya menyayangimu Viara, hanya kamu seorang"
__________
Hari ini di lapangan desa tengah diadakan bazar barang-barang daur ulang untuk memperingati hari daur ulang sedunia. Viara dengan semangat membawa semua barang-barang yang dibuatnya selama 2 bulan di waktu luangnya ke stand miliknya yang disediakan panitia. Keempat teman Viara juga tengah menyusun barang-barang milik mereka di stand masing-masing.
Para warga desa berbondong-bondong datang ke lapangan dan ikut melihat-lihat barang-barang hasil daur ulang dari para peserta. Para peserta juga bisa menghasilkan uang dari karya mereka yang bisa dibeli oleh warga yang menyukainya
Setelah kepala desa memberi ucapan sambutan dan meresmikan bazar daur ulang, para warga antusias dan segera menghampiri stand yang tersedia dari ujung ke ujung lapangan
"Wah bu, ini cantik banget, bunganya dari kantung plastik yah bu?" Tanya seorang wanita yang berdiri didepan stand Viara sambil memegang bunga hasil karya Viara
"Iyah bu, ini adalah bunga dari kantung kresek. Selain warna merah, di sini juga tersedia warna putih, hijau, biru, merah muda dan juga kuning bu" Ucap Viara menunjukkan bunga dari dalam kardus penyimpanannya
"Wah, indahnya" seru Wanita itu berbinar dan langsung memegang bunga yang dikeluarkan dari dalam kardus lengkap dengan Vas dibawahnya
__ADS_1
"Vas nya juga terbuat dari plastik yah bu?" Tanya seorang warga yang baru saja menghampiri stand Viara setelah mendengar seruan wanita tadi
"Iyah bu, Vas bunga ini juga dari botol plastik yang dibuat beraneka bentuk agar hasilnya pas saat dipadukan dengan bunganya" Ujar Viara menjelaskan.
Viara tersenyum senang melihat stand miliknya yang telah ramai dengan para pengunjung yang melihat dan memuji-muji karyanya
"Apa biaya pembuatan bunga ini lengkap dengan potnya sangat mahal bu?" Tanya Salah satu pengunjung
"Sama sekali murah dan tak membuat dompet menipis, barang-barang tambahan seperti lem, lakban hijau dan juga kawat sangatlah terjangkau harganya, jadi jangan takut untuk mencoba menciptakan karya seperti ini. Selain bentuknya yang indah, pembuatannya juga gampang loh" seru Viara menjelaskan
"Begitu yah bu, tapi dilihat dari sesi estetika ini diatas rata-rata loh bu. Bunga dari kantung plastik ini sangatlah indah dan tak kalah dengan produk toko. Lalu bagaimana cara membuatnya?" Tanya salah satu pengunjung wanita
"Mari saya tunjukkan" Ujar Viara tersenyum dan mulai memutar video pembuatan kerajinan bunga dari kantung kresek di layar tancap di stand miliknya
Para pengunjung stand Viara berbinar dan manggut-manggut melihat proses pembuatan yang begitu gampang dan mudah dipahami. Karena masih ada pengujung standnya yang kebingungan, Viara mengeluarkan semua alat-alatnya dan mulai mempraktekkan langsung cara pembuatan karyanya didepan para pengunjung. Para pengunjung yang melihat Viara yang membuat karya sambil menjelaskan tersenyum dan juga ikut membantu Viara menyelesaikan praktekan nya yang belum selesai
10 menit kemudian, karya yang dipraktekkan Viara tadi sudah jadi dan kembali mendapatkan pujian dan ucapan kagum dari pengunjung standnya. Para pengunjung itu satu-persatu membeli bunga milik Viara yang harganya terjangkau dan tak menguras dompet. Tak lupa mereka meminta Video proses pembuatan karya dari Viara agar mereka bisa mempraktikkannya di rumah
"Alhamdulillah, terimakasih bu" ucap salah satu pengunjung
"Sama-sama Bu, semoga berhasil yah" ucap Viara tersenyum dibalas anggukan oleh pengunjung itu sambil tersenyum
Santi yang juga tengah berkeliling stand langsung menghampiri Viara yang memiliki banyak pengunjung di stand nya
"Wah Viara, pantas saja banyak pengunjung disini, ternyata karyamu seindah dan secantik ini" seru Santi memegang bunga karya Viara
"Alhamdulillah jika kamu juga menyukainya Santi" kata Viara tersenyum
"Aku bantu yah" ujar Santi diangguki Viara sambil tersenyum.
Viara dan Santi kini melayani para pengunjung yang memborong dan membeli karya Viara hingga semua karya Viara habis terjual
"Terimakasih bu" ujar salah satu pengunjung terakhir
"Sama-sama bu, semoga bermanfaat yah" Ucap Santi tersenyum pada pengunjung terakhir yang telah meninggalkan stand Viara
"Terimakasih sudah membantuku yah Santi" Ucap Viara senang
"Ini aku sudah menyiapkan satu bunga lagi untukmu" kata Viara mengeluarkan satu pot bunga lengkap dengan bunganya kepada Santi
"Wah terimakasih Viara, 15 ribu kan?"
"Nggak usah dibayar, ini khsusus untukmu, diterima yah" pinta Viara sambil tersenyum
"Alhamdulillah, terimakasih Viara" ucap Santi senang dan menerima bunga yang disodorkan Viara
"Sama-sama Santi, sering-seringlah main di rumah dinas ku yah"
"Siap komandan, kalau begitu aku pergi dulu yah, aku harus bantu ibu didepan sana" pamit Santi ramah
"Yaudah, Hati-hati Santi" Ujar Viara tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Santi yang sudah menjauh bersama bunga di tangannya.
Viara tersenyum melihat suasana standnya dan langsung mengemas barang-barang diatas meja stand miliknya
"Permisi bu, apa cintanya masih ada?" Tanya salah satu pengunjung pria.
Viara yang mengenali suara itu mendongkakkan kepalanya dan tersenyum manis pada pengunjung tampannya
"Kalau cinta selalu ada untukmu, meski tak terlihat diatas meja" ujar Viara tersenyum dan berhambur memeluk lelaki yang sangat dicintainya
"Sayang banget sama abang" lirih Viara memeluk Pandu erat
"Abang juga sayang banget sama kamu dek" balas Pandu mengusap punggung Viara
"Abang udah pulang? Bukannya abang harus dirawat 2 hari lagi yah di rumah sakit?" Tanya Viara lembut
"Abang nggak tahan kalau lama-lama di rumah sakit tanpa kamu sayang. Karena obat untuk abang sembuh nggak ada di rumah sakit, karena kamulah obat untuk abang" ucap Pandu mengelus puncak kepala Viara
"Tapi abang nggak bandel kan pas minta pulang sama dokter?" Tanya Viara kembali
__ADS_1
"Tentu saja....."
"Tentu saja bandel dek" Ucap Bang Zardan yang telah berdiri disamping Pandu
"Nggak mungkin lah, cakep-cakep begini masa bandel sih" bantah Pandu membela diri
"Benar begitu kak?" Tanya Viara pada bang Zardan
"Jangan percaya dek, banyak bohongnya itu" ucap Pandu mencegah Viara yang berjalan ke depan bang Zardan
"Iyah lo ara, kakak nggak bohong. kamu tahu tadi pagi dia rewel mau minta pulang, padahal masih 2 hari lagi dia dirawat di rumah sakit. Dia bahkan nggak mau makan sama minum obat meksipun sudah dibujuk berkali-kali sama dokter cantik. Bahkan dia ditahan oleh beberapa perawat karena mau melarikan diri dari ruang rawatnya. Dia berteriak-teriak untuk terlepas dari perawat yang menahannya seolah dia akan disunat lagi. Karena para dokter sudah kewalahan menghadapi sikapnya, akhirnya dokter mengizinkannya pulang" ucap Bang Zardan menahan tawa melihat tatapan tajam Pandu padanya
Viara tersenyum dan geleng-geleng kepala membayangkan tingkah Pandu yang diceritakan Bang Zardan
"Kenapa abang bandel sih, kan dokternya cuma pengen abang sembuh dan dirawat" ucap Viara mengenggam tangan Pandu
"Abang udah sehat kok dek, lihat kan abang udah segar begini jadi nggak perlu dirawat lagi. Abang cuma pengen pulang kok, nggak betah abang kalau lama-lama di rumah sakit" ujar Pandu menjelaskan
"Haha Iyah bang, adek percaya sama abang. Tapi lain kali jangan diulangi lagi yah"
"Siap komandan" ujar Pandu membuat Viara tertawa dan mencubit gemas pipi Pandu.
Setelah selesai membersihkan stand miliknya, Viara ditemani Pandu untuk berjalan-jalan di stand peserta lainnya yang masih ramai diminati pengunjung. Viara menarik tangan Pandu dan berjalan menghampiri kepala desa yang tengah mengobrol bersama beberapa warga
"Permisi pak kepala desa, bapak-bapak semua" Sapa Viara ramah
"Ehh bu Viara, ada apa?" Tanya Pak kepala desa.
Viara tersenyum dan mengeluarkan amplop dari tas selempangnya
"Ini pak, uang hasil penjualan benda-benda kerajinan saya tadi. Semoga dapat bermanfaat untuk desa kita yah" ujar Viara menyodorkan amplop pada pak kepala desa
"Tapi bu, ini adalah uangmu. Uang yang ibu hasilkan dari karya buatan ibu sendiri, jadi uang ini milik ibu, kami tidak memungut biaya untuk acara ini" tolak pak kepala desa sopan
"Tidak pak, saya membuat semua kerajinan saya untuk membantu desa kita untuk mengurangi sampah yang masih bisa digunakan. Saya melakukan ini untuk desa ini pak, saya juga sudah mendapatkan berbagai pelajaran dan banyak hal dari desa ini. Maka diterima yah pak, walaupun tidak banyak, semoga bisa membantu perkembangan desa kita" ujar Viara tersenyum.
Pak kepala desa mengangguk dan menerima amplop yang diberikan Viara
"Alhamdulillah, terimakasih yah bu Viara. In syaa Allah uang ini akan kami gunakan sebaik mungkin. Rencananya kami akan memperbaiki pipa yang rusak dengan uang ini" tutur pak kepala desa penuh terimakasih
"Iyah pak, semoga bermanfaat yah" Ucap Viara dibalas anggukan oleh bapak-bapak
"Kami pamit yah bapak-bapak semua, assalamu'alaikum" ucap Viara diikuti oleh Pandu
"Walaikumsalam" jawab semua bapak-bapak serentak " Viara tersenyum dan Viara kembali mengenggam tangan Pandu untuk berjalan pulang bersamanya
"Ternyata kamu baik juga yah dek" ucap Pandu tersenyum
"Alhamdulillah jika adek bisa berbuat yang terbaik untuk desa ini. Sudah banyak hal dan pelajaran yang adek dapat di desa ini, dan adek pengen desa ini menjadi desa yang maju meskipun jauh dari perkotaan" balas Viara menatap indahnya langit malam
"Kalau harapan adek untuk hubungan kita berdua bagaimana?" Tanya Pandu lembut
"Adek hanya pengen bisa selalu ada di samping abang, adek pengen hidup bersama abang selamanya. Adek pengen tua dan mati di dalam pelukan abang, boleh nggak?" Tanya Viara merangkul lengan Pandu sambil tersenyum
"Boleh toh sayang, abang juga pengen hidup bersamamu selamanya. Setelah tugas kita berdua selesai di desa ini, maka abang akan temui orang tuamu dan melamarmu di depan komandan batalyon" seru Pandu mengecup sekilas pipi Viara yang berjalan di sampingnya
"Haha Iyah bang, akan adek tunggu waktu itu tiba, waktu dimana hanya adek yang berhak memiliki abang sepenuhnya" ujar Viara
"Termasuk........ goda Pandu menaik turunkan alisnya
"Ihh abang ini" Seketika tawa Pandu pecah melihat wajah merona Viara
"Haha iyah-iyah sayang, ayo kita pulang" kata Pandu tersenyum merangkul bahu Viara berjalan di sampingnya
"Aku hanya ingin hidup bersamamu bang, tapi aku takut takdir akan memisahkan kita kembali. Semoga aku bisa sembuh dan hidup menua bersamamu. Hanya satu keinginanku sebelum pergi, yaitu ingin bahagia bersamamu"
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak biar author makin semangat untuk update episode selanjutnya yah😉
__ADS_1
Terimakasih Semua
Love You All😘💞