
Setelah kembali dari rumah dinas Viara, Pandu mendaratkan bokongnya di kursi depan pos dan menutup wajahnya dengan lengan bawah tangannya
"Hai Bang, apa yang kau pikirkan. Ini dimakan dulu roti sama kopi panasnya" Ucap bang Rama menyerahkan piring yang dipegangnya di depan Pandu dan ikut duduk disamping Pandu
"Terimakasih yah bang" kata Pandu langsung menyerumput kopinya
"Sama-sama bang. Ngomong- ngomong apa yang terjadi pada dek Viara yah bang? Ila tadi bilang kalau semalam Viara hanya duduk dan termenung sendirian sedangkan semua orang tengah merayakan ulang tahun Danru" kata Bang Rama kebingungan
"Aku juga bingung bang, apa yang terjadi di pesta semalam sehingga membuatnya menangis, bahkan sampai demam tinggi" kata Pandu memikirkan kondisi Viara yang menangis semalam
"Permisi abang-abang,apa Danru nya ada?" Tanya Asya yang berdiri di depan pos.
Byuurrrr
Bang Rama dan Pandu menyemburkan kopinya bersamaan saking terkejutnya melihat Asya ada disini
"Kamu? Sejak kapan kamu disini?" Tanya Pandu terkejut menatap Asya
"Sejak kemarin bang, aku sengaja datang jauh-jauh kesini untuk memberi kejutan pada bang Andra semalam" Jawab Asya sambil tersenyum. Mendengar ucapan Asya, Pandu dan bang Rama terdiam di tempat
"Jadi Viara menangis semalam karena.... "
"TOLONGGGG!!!!!" Teriak Ila lantang didepan pintu. Andra yang baru pulang langsung berlari masuk kedalam rumah dinas para guru, begitu juga dengan Pandu dan bang Rama yang khawatir berlari mengikuti Andra
"Astaghfirullah dek, kenapa badanmu panas seperti ini dek Ya Tuhan" Kata Andra cemas mengendong Viara ke luar rumah
"Pandu, cepat siapkan mobil kita harus segera membawanya ke rumah sakit kota" perintah Andra. Pandu mengangguk dan langsung berlari ke truk diikuti semuanya termasuk Andra yang mengendong Viara yang tak sadarkan diri dengan suhu tubuhnya yang lebih tinggi dari sebelumnya
"Astaghfirullah dek, apa yang terjadi padamu?" Kata Andra cemas melihat wajah pucat Viara. Semua orang yang duduk dibelakang ikut sedih dan cemas melihat kondisi Viara
"Bang, Viara akan baik-baik saja kan hiks.. Hiks.." lirih Ila ketakutan disamping Bang Rama
__ADS_1
"Tenang yah dek, berdoa semoga Viara baik-baik saja" ucap Rama mengelus punggung bergetar Ila
Andra melakukan pertolongan pertama dengan mengompres kening Viara . Andra juga membuka jaketnya dan memakaikan jaketnya ditubuh Viara yang tak sadarkan diri diatas pangkuannya. Pandu dan Asya yang melihat perhatian Andra pada Viara melalui kaca depan menghela nafas kasar, tak terasa bulir bening lolos dari mata Asya, sedangkan Pandu hanya terdiam dan berusaha tetap tenang sambil memperhatikan jalanan di depannya
"Sepertinya Andra yang akan menjadi pendampingmu dek, kau sangat mencintainya hingga kondisimu seperti ini. Dari matanya, Andra juga memiliki cinta yang terpendam untukmu,lagipula sejak dulu hatimu hanya untuk Andra bukan" Batin Pandu tersenyum getir mengamati perhatian Andra dari kaca depan
__________
Setelah sampai di rumah sakit, Andra kembali berlari sambil mengendong Viara kedalam rumah sakit
"Dokter,tolong teman saya dokter!!" Pinta Andra dengan suara tinggi
"Astaghfirullah Viara!!!" Teriak Dokter Citra terkejut melihat kondisi Viara yang sangat memprihatinkan di gendongan Andra.
"Baringkan dia disini" perintah dokter Citra. Andra membaringkan Viara dan ikut membantu perawat mendorong brankar Viara ke ruang IGD. Dokter Citra mengurungkan niatnya untuk pulang karena harus menangani pasien sekaligus teman dekatnya yang terbaring lemah di depannya
"Kalian tunggu disini" titah Dokter Citra
"Akan kulakukan yang terbaik untuk menolongnya" Ucap dokter citra langsung menutup pintu ruang IGD dan berlari mendekati brankar Viara.
Semua teman-teman Viara menunggu dengan cemas di depan ruang IGD tersebut, sementara Pandu berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah mengingat kondisi Viara yang begitu memprihatinkan dan perhatian yang diberikan Andra tadi. Begitu juga dengan Asya, dia berusaha untuk tetap tegar melihat banyaknya cinta di mata Andra untuk Viara
__________
Sementara didalam ruang IGD
"Dokter, suhu tubuhnya sangat tinggi, juga denyut nadinya semakin lama semakin melemah" Ujar salah satu perawat
"Dokter, pasien juga mengalami kesulitan bernapas"
Dokter Citra langsung memasangkan alat bantu pernapasan di hidung Viara juga menancapkan jarum infus di tangannnya. Rekan dokter Citra juga membantu membersihkan darah dan mengobati luka di pergelangan tangan Viara yang kembali berdarah
__ADS_1
Setelah 20 menit melakukan penanganan, dokter Citra kembali bernafas lega karena suhu tubuh dan detak jantung Viara kembali normal, begitu juga dengan nafasnya yang kembali teratur seperti semula
"Stres dan tertekan membuatmu seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi padamu. Terkahir kali kau datang disini dengan wajah senang, mengapa sekarang kau kembali terbaring lemah didepanku" lirih dokter Citra mengelus kepala Viara dengan lembut
"Sebaiknya aku beritahu yang sebenarnya tentangmu kepada teman-temanmu, tapi aku akan tetap memegang janjiku untuk tidak memberitahu tentang penyakit yang kau derita. Izinkan aku yah" Ucap Dokter Citra tersenyum melihat wajah teduh Viara yang masih tak sadarkan diri. Dokter Citra menguatkan hatinya dan melangkah keluar ruang IGD menemui teman-teman Viara
"Bagaimana kondisi teman saya dokter?" Tanya Andra setelah dokter Citra keluar dari ruang IGD
"Kondisinya sudah lebih baik sekarang, kalian bisa menemuinya setelah dia dipindahkan ke ruang rawatnya" semua orang bernafas lega mendengar ucapan dokter Citra
"Apa diantara kalian ada yang bernama Andra?" Tanya dokter Citra
"Dengan saya sendiri dokter, ada apa?" kata Andra yang berdiri tepat di depan dokter Citra. Dokter Citra tersenyum menatap pria di depannya dan langsung mengajaknya untuk berbicara di ruangannya
"Kemarilah,ada yang ingin kubicarakan padamu, ikuti saya" Ajak dokter citra berjalan ke ruangannya diikuti Andra, Pandu dan Asya dibelakangnya.
Setelah memasuki ruangan dokter Citra, ketiganya duduk tepat didepan meja dokter Citra. Dokter Citra menghela nafasnya dan mulai menatap mata Andra
"Apa anda tidak asing dengan seseorang yang bernama Viara?" Tanya dokter Citra. Andra tersenyum dan menganggukkan kepalanya
"Iyah dokter, Viara adalah nama yang tidak asing bagiku, walaupun dia sangat jauh dariku tapi namanya begitu indah di hatiku. Aku sangat mencintainya dokter, sudah lama aku mencarinya namun aku tak kunjung menemukannya" tutur Andra menjelaskan
"Tunggu!!!Apa dokter tahu sesuatu tentang Viara?" Tanya Andra terkejut
"Aku adalah dokter yang menangani dan merawat gadis bermasker itu. Gadis itu tinggal di desa N bersama neneknya dan dia adalah putri dari komandan batalyon xxxxxxxxx" jawab dokter Citra tepat mengenai sasaran
"Benar dokter, katakan padaku apa dokter pernah bertemu dengannya? Katakan dia dimana dokter. Sejak dulu aku selalu mencarinya karena aku pernah mengikat janji bersamanya. Namun karena pendidikan dan tugasku sebagai abdi negara membuatku sulit untuk menemukannya" Pinta Andra memohon. Dokter citra mengontrol nafasnya dan tersenyum kepada Andra
"Viara, Gadis bermasker yang kau cari, dia ada disini. Kamu datang dan membawanya untuk dirawat olehku beberapa menit yang lalu" tutur Dokter Citra tersenyum
"Jadi Viara, Viara si guru itu adalah gadis bermasker itu adalah.....Viaraku!!!"
__ADS_1
Bersambung.......