Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 51. Milik Viara Bukan Kiara


__ADS_3

📩Dokter Citra


Viara, kebetulan besok adalah hari minggu dan bertepatan dengan jadwal kemoterapimu. Apa kamu bisa datang ke kota besok?


📩Viara


Tentu saja aku akan kesana untuk menjalani kemoterapi selanjutnya dokter


📩Dokter Citra


Baiklah Viara, apa kamu masih mengalami gejala selama 2 bulan belakangan?


📩Viara


Aku masih mengalaminya dokter, tapi hanya seminggu dua kali dokter. Apa ada kemajuan dengan proses penyembuhan ku dokter?


📩Dokter Citra


Ucapanmu sepertinya benar Viara, sudah ada kemajuan terkait proses penyembuhanmu. Nanti besok kita akan memastikannya bersama-sama yah


📩Viara


Oke dokter


Setelah membalas pesan dokter Citra, Viara langsung meletakkan ponselnya di nakas dan perlahan-lahan menutup matanya


"Semoga aku bisa sembuh"


__________


Sudah 2 bulan berlalu semenjak hari mengambil keputusan dulu. Danru dan personilnya yang baru juga sudah menjalankan tugasnya di desa itu selama 2 bulan. Sudah banyak bantuan dan keamanan bagi warga desa yang ditunjukkan oleh para prajurit baru tersebut.Danru yang baru juga termasuk teman baik Viara sewaktu Viara tinggal di Asrama bersama orang tuanya.


Begitu juga dengan hubungan Viara dan Pandu yang sudah banyak mengalami perubahan. Viara sudah menempatkan hati dan mencintai Pandu dengan sepenuh hati setelah semua perhatian dan cinta yang dia berikan untuknya. Viara selalu tersenyum dan terbayang wajah Pandu setiap saat, begitu juga dengan Pandu yang selalu setia menunggu Viara di depan sekolah untuk menjemput Viara pulang bersamanya


Walaupun Pandu sering dikejar-kejar oleh Kiara, putri sekretaris desa, tapi hati Pandu hanyalah untuk Viara. Sudah banyak cara yang dilakukan gadis itu untuk bisa menarik perhatian Pandu, namun usahanya selalu berakhir gagal karena Pandu sama sekali tidak tertarik padanya


"Hati-hati di kota yah sayang, jaga diri baik-baik disana. Kabari abang kalau kamu sudah sampai yah" Ucap Pandu menyempatkan diri untuk mengantar pujaan hatinya di halte bus desa sebelah


"Iya bang, abang juga jaga hati adek yah. Jangan sampai abang tertarik tuh sama si Kiara. Jangan mentang-mentang namanya mirip sama Viara, terus abang cinta lagi sama dia. Adek punya banyak mata-mata disini. Kalau sampai ketahuan awas kamu bang" Kata Viara mengingatkan


"Hahah Iyah dek, tapi kalau tertarik sedikit nggak apa-apa kan?" Kata Pandu menaik turunkan alisnya


"Tetap tidak boleh, abang hanya milik adek dan hanya untuk adek, bukan untuk orang lain" Ucap Viara memeluk Pandu


"Begitu juga dengan abang sayang. Abang hanya milik adek dan hati abang hanya untuk adek. Hanya Viara yang ada di hati abang, bukan Kiara atau siapapun itu. Jadi adek tenang yah, akan abang jaga hatimu selalu dan tak akan abang melukainya, karena hanya adeklah cinta terakhir abang" Ucap Pandu dibalas anggukkan kepala oleh Viara sambil tersenyum


"Adek pamit yah bang, sampai jumpa besok. Assalamu'alaikum abang sayang" Ucap Viara menyalami tangan Pandu dan melambaikan tangannya


"Walaikumsalam, hati-hati sayang" jawab Pandu tersenyum sambil membalas lambaian tangan Viara.


Viara tersenyum manis pada kekasihnya dan mulai melangkahkan kakinya menaiki bus yang sebentar lagi akan mengantarnya pergi ke kota

__ADS_1


"Selamanya hatiku hanya untukmu dek. Terimakasih sudah mencintaiku dengan tulus dan menghapus sakit hatiku selama ini. Tak akan ku sia-siakan pengorbananmu dalam menerimaku sepenuh hati. Akan kujaga hati dan kutahan rinduku hanya untukmu saja wahai wanita pilihanku" batin Pandu menatap bus yang semakin menjauh dari hadapannya.


Saat membalikkan badannya untuk kembali pulang, Pandu terkejut melihat Kiara yang berdiri tak jauh darinya.


Gadis itu tersenyum manis dan berjalan mendekati Pandu sambil menenteng kantung belanjaannya


"Bang Pandu, tadi ayahku bilang untuk datang ke rumah. Ada yang ingin ayahku bicarakan denganmu karena Danru sedang pergi mengamankan bupati yang datang berkunjung di desa sebelah" Ucap Kiara


"Hmm Iyah, ayahmu sudah memberitahuku semalam. Kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Pandu datar


"Aku berbelanja kebutuhan rumah disini bang, karena di desa harganya lumayan mahal jadi aku kesini" Jawab Kiara tersenyum manis pada Pandu


"Ohh, kalau begitu aku pamit kembali ke desa duluan" Ucap Pandu mulai memakai helm nya


"Bang, bolehkah aku pulang bersamamu? Jika menunggu jemputan ayahku datang itu memakan waktu yang cukup lama sedangkan aku sudah tidak tahan disini" Pinta Kiara merasa sangat kepanasan di bawah terik matahari


Pandu mengela nafasnya kasar dan memberikan helm pada Kiara


"Naiklah" perintah Pandu. Kiara tersenyum dan langsung naik ke jok belakang motor Pandu


"Terimakasih yah bang" Ucap Kiara senang, sedangkan Pandu hanya diam tak menghiraukannya dan fokus pada jalanan didepannya


Kiara yang memang ingin mendekati Pandu sejak dulu mulai merencanakan sesuatu yang bisa menggoda lelaki normal seperti Pandu. Viara melingkarkan tangannya di pinggang Pandu dan memeluk Pandu dari belakang. Pandu yang terganggu dengan hal itu ingin sekali melepaskan rangkulan tangan wanita ini di pinggangnya, namun karena jalan yang curam dan berlubang memaksanya untuk tetap fokus pada jalanan didepannya


"Bagus, sepertinya dia mulai menyukaiku. Biasanya dia akan melepaskan tanganku saat aku merangkul lengan dan pinggangnya seperti ini" Batin Kiara merasa senang karena Pandu tidak mencegahnya kali ini.


Kiara menurunkan tangannya kebawah dan meraba-raba bagian bawah perut Pandu hingga Pandu mengalami kesulitan. Pandu ingin melepaskan tangan wanita itu, namun karena tanjakan jalan yang curam didepannya membuatnya kembali terpaksa memperhatikan jalan didepannya secara hati-hati sebelum mereka berdua terjatuh ke sisi jalan yang merupakan jurang yang cukup dalam.


Pandu berusaha menahan sensasi gairah ditubuhnya merasakan sentuhan wanita itu yang berhasil membuat benda miliknya terbangun dan menegang di bawah sana.


Setelah menempati jalan yang beraspal, Pandu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar wanita di belakangnya ketakutan dan melepaskan tangannya yang nakal itu. Namun dugaan Pandu salah karena wanita itu malah bertambah memeluk pinggangnya erat dan satu tangannya lagi masih mengusap bagian bawahnya.


"Ahh sial!!" Pandu menghentikan motornya secara mendadak membuat wanita di belakang terkejut dan hampir terpental kedepan.


Pandu menarik tangan wanita itu dari pinggangnya dan menghempaskannya dengan kasar


"Sebaiknya jaga pikiran dan tanganmu sebelum kamu kuturunkan di jalan berhutan ini" Amarah Pandu membuat wanita dibelakangnya ketakutan.


Drrrtt.... Drrrtt... Drrrtt..


Pandu merogoh ponselnya yang bergetar, saat Pandu membaca nama kontak yang menghubunginya, Pandu tersenyum dan berniat memanas manasi wanita dibelakangnya


"Halo sayang, ada apa hmm?"Tanya pandu lembut sambil memperbaiki resletingnya yang sedikit turun.


Pandu menahan tawa melihat wajah kesal wanita dibelakangnya lewat kaca spion motornya


"Halo sayang, abang dimana sekarang? Udah sampai di pos?" Tanya Viara di seberang sana


"Abang lagi dijalan sayang, masih agak lama sampai di desa. Kenapa telepon abang? Baru juga 10 menit yang lalu ketemu, udah kangen lagi yah?" Tanya Pandu manja membuat wanita dibelakangnya mengepalkan tangannya


"Iyah Bang, adek udah rindu sama abang. Abang nggak lagi sama siapa-siapa kan?" Tanya Viara di seberang sana

__ADS_1


"Nggak sayang, kan abang udah bilang untuk jagain hati kamu. Mana mungkin abang tergoda dengan wanita diluar sana jika abang sudah punya kamu sayang, hanya kamu saja yang ada di hati abang, hanya V I A R A saja wanita yang abang cintai" Ujar Pandu sengaja mengejakan nama Viara dengan suaranya yang lantang agar memberi efek jera pada wanita pengganggu dibelakangnya


"Yaudah hati-hati di jalan yah bang, adek sayang Abang" Ucap Viara tersenyum


"Iyah sayang, abang juga sayang sama kamu" Pandu kembali menahan tawa melihat wajah Kiara yang seperti bom yang akan meledak.


Setelah mengucapkan salam, Pandu mematikan sambungan telepon dan langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang


"Kamu boleh bermesraan bersama kekasihmu sekarang, tapi akan ku pastikan sebentar lagi kekasihmu akan membencimu karena ulahku" batin Kiara menahan amarah


__________


Setelah sampai di kota, Viara langsung menuju ke rumah sakit tempatnya berobat


"Assalamu'alaikum dokter Citra" Sapa Viara setelah memasuki ruang rawatnya


"Walaikumsalam Viara, silahkan berbaring" Jawab dokter Citra tersenyum sambil mempersiapkan alat untuk melakukan kemoterapi pada Viara


"Bagaimana bisa kamu berakhir bersama bang Pandu, bukan bersama bang Andra. Bukannya kalian berdua sudah saling mengetahui dan saling mencintai satu sama lain setelah berpisah cukup lama?" Tanya dokter Citra menatap kebingungan pada Viara.


Viara tersenyum dan mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup tutupi. Dokter Citra menyunggingkan senyumnya dan berhambur memeluk Viara setelah mendengar penuturan Viara


"Kamu memang wanita yang baik Viara. Kamu mengorbankan kebahagianmu demi membuat orang lain bahagia. Jika aku jadi kamu, maka aku akan tetap mempertahankan egoku untuk kebahagianku saja, karena aku tak bisa jika mengikhlaskan orang yang aku cintai cukup lama" Ucap dokter Citra.


Viara tersenyum dan membalas pelukan dokter Citra padanya


"Apa tidak pernah terbesit di hatimu untuk mempertahankan egomu demi kebahagiaanmu Viara? Kamu sudah banyak sekali berkorban untuk orang-orang di sekitarmu, mengapa kamu tidak memikirkan dirimu dan kebahagiaanmu sendiri? Mengapa kamu selalu mengalah hanya demi membuat orang lain bahagia?" Tanya Dokter Citra


"Aku awalnya memang berpikir seperti itu dokter. Mana mungkin aku bisa mengorbankan cintaku demi kebahagiaan orang lain? Namun orang-orang disekitarku mengajarkanku banyak hal sehingga aku mengambil keputusan ini. Keputusan berat yang selalu berhasil memeras air mataku setiap aku mengingatnya. Tapi dibalik keputusan yang kuambil, setidaknya ada hati yang bahagia dan ada hati yang tidak tersakiti. Dengan berkorban apa aku tidak layak mendapatkan bahagia? Tentu aku juga layak bahagia bersama orang yang mencintaiku. Aku bernafas lega mengetahui bahwa cintaku sekarang sudah berbahagia dengan wanita yang juga sangatlah baik. Aku yakin wanita itu pasti bisa membahagiakan dan mendampinginya selama hidupnya dan aku tidak akan menyesal akan hal itu. Aku justru bahagia jika orang yang aku cintai bahagia bersama orang lain yang jauh lebih baik dan sehat dari diriku. Dengan keputusan yang ku ambil kemarin, aku mendapatkan cinta dari keluarga baru dan cinta dari orang yang mencintaiku" Jawab Viara sambil tersenyum


"Cinta dari orang yang mencintaimu?" Tanya dokter Citra kembali


"Iyah dokter, aku lega aku tidak menyakiti hatinya. Aku senang jika dia tidak menyesal karena pernah mencintaiku. Aku bahagia telah mengambil keputusan yang benar sehingga aku tidak menyakitinya. Menyakiti orang yang juga mencintaiku sejak awal kami bertemu 8 tahun yang lalu. Dia memilih memendam perasaannya sendiri karena dia tahu aku dicintai oleh sahabatnya, begitu juga sebaliknya. Aku sudah sering membuatnya menangis dan tersakiti karena ulahku yang selalu ingin dekat dengan orang yang aku cintai. Jika aku mempertahankan egoku dengan tetap memilih bersama dengan orang yang aku cintai, tentu akan ada dua hati yang tersakiti dan hati seorang ibu yang tidak bisa memenuhi permintaan terakhir suaminya. Oleh karena itu aku tidak akan pernah menyesal mengambil keputusan itu, justru aku bangga melihat senyuman yang berhasil kuciptakan di wajah-wajah orang terdekatku" Ucap Viara tersenyum pada dokter Citra yang terharu mendengarkan ceritanya


"Jadi katakan dokter, apa aku masih bisa sembuh dan hidup sedikit lebih lama lagi, aku masih ingin memperjuangkan cintaku dengan lelaki yang juga mencintaiku. Aku ingin membayar semua cinta dan air mata yang dia keluarkan untukku"Tanya Viara.


Dokter Citra menghapus air matanya dan tersenyum pada Viara


"Aku akan berusaha untuk menyembuhkanmu. Jika memang kamu tidak bisa sembuh, setidaknya aku bisa berusaha untuk membuatmu tetap bernafas dan menjalani hari-hari indahmu sebelum kamu pergi meninggalkan kami semua" Ucap Dokter Citra diangguki Viara sambil tersenyum


"Bagaimana, sudah siap menjalani kemoterapi selanjutnya?"


Viara mengangguk dan menjawab dokter citra sambil tersenyum dan mengatakan


"Aku siap dokter"


Bersambung.........


Jangan lupa tinggalkan jejak biar author makin semangat untuk update episode selanjutnya yah😉


Terimakasih Semua

__ADS_1


Love You All😘💞


__ADS_2