
Tak terasa, hari yang ditakuti Viara telah tiba. Hari dimana dia akan berpisah dengan orang yang dia cintai setelah beberapa bulan menghabiskan waktu bersama. Hari ini juga merupakan hari dimana dia akan mengambil keputusan terberat dalam hidupnya.
Mereka berdua sudah memantapkan hati untuk menerima segala kemungkinan yang ada. Tapi siapa yang tak kenal dengan Andra? Andra adalah seorang prajurit tangguh dan juga setia kepada negara dan orang tercintanya. Negara sudah diperjuangkan, begitu juga dengan cinta yang harus tetap diperjuangkan. Andra akan terus berjuang agar dia bisa mencematkan cincin pilihannya ditangan kekasihnya.
Namun kembali lagi pada kemungkinan yang bisa saja terjadi, seperti saat ini. Bu Dewi, ibunya Andra telah datang bersama Asya untuk meminta keputusan dan jawaban dari Viara
"Semoga keputusanku ini sudah benar Ya Rabb" batin Viara berharap sambil menahan air matanya agar tidak tumpah.
Dengan langkahnya yang pelan, Viara melangkah mendekati Andra sambil meneteskan air mata yang tak bisa lagi dia bendung. Viara menatap lelaki di depannya sangat lama sambil berderai air mata dan berhambur memeluknya erat
"Tak terasa, waktu kita bersama hanya sampai disini bang. Abang akan segera pergi dan tidak lagi menemani hari-hari adek setelah ini" lirih Viara menangis di dalam pelukan Andra.
Andra mengangukkan kepalanya dalam pelukan Viara dan mengusap lembut punggung bergetar Viara mencoba untuk menguatkannya.
"Jadi nak, bagaimana keputusanmu? Maafkan ibu yang telah membawamu keposisi yang serumit dan sesulit ini didalam hidupmu. Ibu akan berusaha untuk menerima apapun keputusanmu nak" Ucap Bu Dewi tersenyum kepada Viara.
Sementara Pandu hanya terdiam menahan sakit mengamati situasi di depannya. Pandu berusaha tegar menahan air matanya dan langsung pergi menjauh karena usahanya untuk tidak meneteskan air mata gagal total. Hatinya tidak ingin melihat hari kehancurannya. Hari dimana dia akan mengikhlaskan cintanya untuk pergi bersama orang lain, apalagi ibu dari orang itu telah datang jauh-jauh kesini untuk menemui mereka. Tanpa sepatah kata, Pandu berjalan menjauhi pos dengan air mata yang kembali siap tumpah kapanpun itu.
Ila yang melihat itu ingin sekali berlari dan memeluk Pandu mencoba untuk menguatkannya, namun Bang Rama menahan tangannya dan menggeleng pelan agar membiarkan Pandu sendirian dulu sebelum menerima semua ini dengan lapangan dada
Dengan ucapan bismillah, Viara meraih kedua tangan Andra dan menggenggamnya sangat erat
"Maafkan aku bang, dalam hal memilikimu hanya ibumu saja yang paling berhak. Aku tidak bisa terus memaksa takdir untuk menuliskan agar kita bersama jika takdir menginginkan untuk kita tidak bersama. Dengan ini, adek minta sama abang untuk penuhi baktimu kepada ibumu, terimalah perjodohan yang diinginkan kedua orang tuamu, dan berusahalah untuk menerima Asya sebagai pendamping hidupmu" Ucap Viara membuat semua orang terdiam di tempat.
Asya meneteskan air mata mendengar keputusan Viara, Asya sangat tahu betapa beratnya pengorbanan yang harus dilakukan Viara dalam mengambil keputusan seberat dalam hidupnya
"Tapi dek, abang hanya sayang sama kamu, abang hanya ingin kamu menjadi pendamping abang selamanya. Abang hanya mau kamu dek" lirih Andra meneteskan air mata dan menenggelamkan wajahnya yang berderai air mata di bahu Viara
__ADS_1
"Abang memang benar, adek juga sayang banget sama abang. Adek hanya ingin agar abang menjadi pendamping adek untuk selamanya. Tapi inilah takdir kita bang, kita harus terpisah dan merajut bahagia bersama orang yang berbeda" lirih Viara menahan air matanya agar tidak tumpah
"Tapi bahagia yang sesungguhnya adalah saat kamu mencintai dan dicintai oleh orang itu meskipun orang itu berbeda dari inginmu. Lakukan ini demi adek dan kedua orang tua abang yah. Seberapa besar pun cinta adek untuk Abang, cinta dan kasih sayang mereka jauh lebih besar daripada cinta adek untuk abang. Sudah sepantasnya abang membalas kebaikan dan cinta keduanya dengan menuruti ucapan dan keinginan mereka. Mereka adalah orang tua, mereka hanya menginginkan agar anak-anaknya bahagia di dalam hidupnya" Ucap Viara berusaha tegar sambil mengusap punggung bergetar Andra yang menangis dalam diam di bahunya
"Adek mohon yah bang, berusahalah untuk mencintai Asya seperti abang mencintai adek. Asya juga adalah wanita yang baik, dia pasti bisa menjaga dan mendampingi abang. Memang sangatlah sulit untuk membuka hati kepada orang lain setelah satu nama yang dulu sudah tertanam di hati sejak lama, tapi seiring berjalannya waktu, nama itu akan perlahan-lahan hilang dan digantikan dengan nama yang baru. Nama yang ditakdirkan untuk abang cintai dan dicintai abang. Nama yang ditakdirkan untuk mendampingi abang selamanya. Berusahalah menerima Asya dengan sepenuh hati, agar abang bisa menyambut kebahagiaan yang Tuhan tuliskan untuk abang bersamanya" kata Viara berusaha tersenyum dan menguatkan Andra, padahal air mata yang ditahannya tak lagi bisa terbendung dan siap untuk mengalir deras kembali
Andra menghapus air matanya dan mengenggam kedua tangan Viara kedepan
"Baiklah dek, akan abang penuhi permintaan dan pengorbananmu. Akan abang laksanakan permintaan kedua orang tua abang. Abang akan berusaha untuk menerima perjodohan ini dan membuka hati untuk asya, tapi satu permintaan abang untukmu dek"
"Katakanlah bang" Ucap Viara tersenyum kepada Andra
"Maukah adek menjadi adik abang, maukah adek menjadi bagian dari keluarga abang? selama ini ibu tidak memiliki seorang anak perempuan yang selalu dia inginkan. Maukah adek menjadi anak perempuan yang diinginkan ibuku? Benarkan Bu"
Bu Dewi mengangukkan kepalanya sambil meneteskan air mata dan berlari memeluk keduanya
Viara menghapus air matanya dan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum
"Iyah abang, ibu, adek siap" Ucap Viara tersenyum dan berhambur memeluk keduanya
"Abang janji akan menjagamu dek, menjaga bukan berarti harus menjadi pendamping bukan? tapi menjagamu sebagai seorang kakak untukmu" Ucap Andra menangkup kedua pipi Viara dan mengecup keningnya.
Viara menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis pada Andra. Viara berbalik dan merentangkan tangannya pada Asya yang terharu dan berlari memeluknya
"Terimakasih Viara hiks.. Hiks.. Terimakasih banyak atas pengorbananmu ini. Aku tahu ini sangatlah berat untukmu, kumohon maafkan aku" lirih Asya menangis deras di bahu Viara.
Viara menganggukkan kepalanya dan menangkup kedua pipi Asya. Asya menghapus air matanya dan memegang kedua tangan Viara yang menangkup pipinya
__ADS_1
"Katakan apa yang bisa kulakukan untukmu atas segala pengorbanan yang kamu lakukan untukku dan juga untuk keluarga orang yang aku sayangi" pinta Asya memohon
"Cukup cintai dan jagalah bang Andra dengan sepenuh hatimu. Temani dan dampingi dia di kala dia mengalami kesusahan dan butuh sandaran. Dan cintailah dia melebihi cintaku padanya. Jika kamu berani melukainya maka hadapilah aku" Asya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Viara.
Asya mengusap air matanya dan kembali memeluk Viara dengan penuh kasih sayang.
Andra tersenyum melihat keduanya dan memeluk ibunya yang berada di dalam rangkulannya sejak tadi. Ila dan Bang Rama saling pandang dan tersenyum sambil bertepuk tangan diikuti para prajurit yang menyaksikan adegan haru didepan mereka
Prok... Prok.. Prok.. Seru tepukan tangan para prajurit bersamaan
"Selamat Danru, semangat dek Viara" seru para prajurit
"Dek Viara tenang aja, masih ada abang kok. Abang siap untuk jagain adek selanjutnya" Ucap bang Jaya mendapatkan tawa dari semua orang.
Andra menyunggingkan senyumnya dan membawa Viara kedalam pelukannya
"Terimakasih sudah berbagi kisah dan pengalaman mencintai yang hebat bersama abang yah. Abang janji akan terus menjagamu dan membuatmu bahagia. Abang akan carikan kamu lelaki yang jauh lebih baik agar bisa mendampingimu kelak" kata Andra diangguki Viara yang berada di dalam pelukannya
"Semoga bahagia sayang meskipun kamu tidak bersamaku. Setidaknya dari pengorbananku, dari semua cinta yang pernah kita lukiskan bersama, aku memperoleh cinta dan kasih sayang dari keluarga yang baru. Semoga setelah ini hanya akan ada takdir bahagia untuk kita sambut dan jalani kedepannya" batin Viara tersenyum didalam pelukan Andra
Bersambung....
Jangan Lupa tinggalkan jejak biar author makin semangat untuk update episode selanjuntya yah😉
Terimakasih semua
Love You All😘💕
__ADS_1