
"Adek" Ucap Pandu tersenyum pada Viara yang berdiri di depannya.
Viara membalas senyuman Pandu dan melayangkan tangannya tepat di pipi Pandu
PLAK....
Tamparan keras berhasil mengenai pipi Pandu hingga kepala Pandu menengok kesamping. Semua orang yang antusias menjadi diam dan tertegun dengan tindakan yang dilakukan Viara barusan, begitu juga dengan ila yang melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Viara menarik kerah baju Pandu dan menatap matanya
"Kenapa kamu tega menyakitiku? Apakah cintaku padamu sudah tidak berarti lagi hingga kamu menghancurkan segalanya? Mengapa kamu membuatku hancur. Aku sudah berusaha untuk membayar setiap air mata dan sakit hati yang kamu terima saat mencintaiku, tapi mengapa kau malah membuatku menangis seperti ini" Tegas Viara dengan mata yang tak mampu lagi membendung air matanya
"Kenapa dek? Apa maksudmu? Abang sangat mencintaimu dek, tidak mungkin abang akan......"
"DIAM!!!" Teriak Viara membungkam Pandu
"Jangan menyangkal lagi bang hiks.. hiks.. Apakah cintamu padaku hanya kepalsuan semata hiks.. hiks.. Kamu tidak mencintaiku, justru kamu mematahkan hatiku" lirih Viara terduduk di tanah dan menutup wajahnya yang terus menumpahkan air matanya
"Dek, apa yang kamu katakan. Abang tidak mengerti dek" Ucap Pandu menangkup kedua pipi Viara.
Viara melepaskan kasar tangan Pandu dari pipinya dan merogoh ponselnya. Viara mencari gambar itu di galeri ponselnya dan menunjukkannya pada Pandu
"Lihatlah"
Pandu meraih ponsel Viara dan tertegun melihat gambar itu. Gambar itu memperlihatkan separuh wajahnya yang tertangkap kamera tengah tidur bersama seorang wanita yang dia kenali dan wanita itu mengenggam benda kepemilikannya
"Tidak dek, abang tidak melakukan hal itu. Ini bukan abang dek, percaya sama abang" Ucap Pandu berusaha menjelaskan
"Mau sampai kapan abang menyangkal lagi hmm? Hati adek udah hancur berkeping-keping hiks...Untuk percaya sama abang, sangatlah sulit dan maafkan aku" lirih Viara berlari masuk ke rumah dinasnya dan mengunci pintu dari dalam kamar
"Dek buka pintunya, dengarkan abang dulu dek. Ini tidak seperti yang adek pikirkan" Ujar Pandu menggedor-gedor pintu sambil menahan air matanya
"Pergilah bang, jangan ganggu aku" lirih Viara jatuh terduduk dan menangis sambil memeluk lututnya.
Bang Zardan mengambil ponsel milik Viara di tanah tertegun melihat gambar yang terlihat di layar itu.
Bang Zardan melangkahkan kakinya mendekati mendekati ila dan memberikan ponsel Viara padanya
__ADS_1
"Ini berikanlah pada temanmu" ujar Bang Zardan kembali berjalan mendekati Pandu
"Sudahlah bro, biarkan dia tenang dulu. Setelah itu kamu bisa menjelaskan semuanya padanya" Ucap Bang Zardan mengusap punggung bergetar Pandu.
Dengan amarah dan rahangnya yang mengeras, Pandu berlari ke motornya dan melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan banyak tanda tanya bagi semua orang
Setelah sampai di rumah pak Karman, Pandu masuk tanpa meminta izin dan langsung menampar pipi Kiara sangat keras hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Beruntung saat itu pak Karman sedang keluar mengurus masalah kemanan sawahnya
"Berani sekali kamu melakukan itu? Melakukan hal-hal yang kau jadikan cara yang halal agar kau memiliki orang itu. Dimana hati dan pikiranmu? Apa serendah itu harga dirimu menjadi seorang wanita" Tegas Pandu menatap tajam kepada Kiara
"Sudah kubilang bukan, aku akan membuatmu dibenci oleh kekasihmu karena kau selalu menolak cinta dan perasaanku padamu" Jawab Kiara santai
"Ketahuilah cintamu itu hanya obsesi semata. Dan apa kamu bilang, perasaan? Cih. Bahkan kamu tidak mengerti arti perasaan itu sebenarnya" Pandu berdecih
"Cintaku bukan obsesi, aku mencintaimu bang!!" Teriak Kiara meneteskan air mata
"Kau pikir aku akan membalas cinta dari wanita licik sepertimu? kau pikir setelah berhasil menyentuhku kamu akan mendapatkan jiwa ragaku? Cih, Jangan berharap terlalu tinggi nona, karena wanita murahan sepertimu tak pantas untuk dicintai" Tegas Pandu menekan setiap kalimatnya
"Terserah kamu mau menganggapku apa, yang penting aku sudah memisahkan kekasihmu darimu. Jika aku tidak bisa memilikimu, maka orang lain juga tidak bisa memilikimu" Tegas Kiara semakin meneteskan air mata mendengar kata-kata pedas yang keluar dari mulut Pandu
"Walaupun memang kamu berhasil menyentuhku, setidaknya aku tidak menanamkan benihku pada wanita murahan sepertimu" Ucap Pandu tersenyum mengejek pada Kiara dan bergegas kembali ke posnya
"Sudah kubilang bukan, caramu adalah cara yang salah. Cintamu tidak salah padanya, hanya nafsumu yang berlebihan itulah yang menjadi kehancuranmu" batin Santi menatap wanita yang terduduk menagis di depannya
__________
"Bagaimana abang menjelaskan padamu dek? Abang nggak mungkin lakuin hal itu. Abang hanya sayang padamu dek, dari dulu, kini hingga tubuh abang tak bernyawa lagi. Cinta abang tulus untukmu, tak mungkin abang main-main soal hati. Dengarkan abang dek" lirih Pandu yang masih setia berdiri di depan kamar Viara.
Karena tak kunjung membuka pintu, Pandu tersenyum getir menatap pintu kamar Viara dan berjalan kembali ke pos karena hari yang sudah menjelang malam
Di depan posnya Pandu terus mengirim pesan permintaan maaf kepada Viara namun tak kunjung terbalaskan. Sudah puluhan kali panggilan namun tak kunjung dijawab oleh Viara
"Maafkan abang dek, percayalah abang nggak mungkin setega itu padamu" lirih Pandu menutup wajahnya dengan punggung tangannya. Tak tega melihat temannya termenung sendirian, bang Zardan menghampiri Pandu dan duduk disampingnya
"Sudahlah Pandu, semua pasti ada jalan keluarnya" Ucap Bang Zardan mengusap punggung Pandu
"Tapi bang, dia begitu marah padaku. Aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku sangat mencintainya bang, tidak mungkin aku melukai hatinya dengan sengaja" Ujar Pandu dengan matanya yang memerah menahan amarah dan air mata
__ADS_1
"Tenanglah Pandu, bersabarlah. Aku mengerti apa yang kamu rasakan. ucapanmu memang benar, aku mengenalmu sangat baik dan kamu bukanlah pria yang seperti itu. Kita akan meninjau semuanya dari awal" Ucap Bang Zardan berusaha menenangkan Pandu
"Kemana kamu kemarin setelah mengantar Viara? Kok malam baru pulang?" Tanya Bang Zardan
"Seperti yang kukatakan padamu semalam Bang, aku ke rumahnya Pak Karman untuk mengobrol tentang senjata berbahaya yang ditemukan di sawahnya" Jawab Pandu
"Lalu, kenapa kamu pulang malam?" Tanya Bang Zardan sekali lagi
"Saat itu tubuhku lemah Bang, jadi Pak Karman menyuruhku tidur di kamar tamu karena tidak mungkin aku pulang dengan keadaan pusing dan lemah seperti itu" Jawab Pandu
"Mungkin disaat kamu tertidur itulah kesempatan yang dilakukan Kiara untuk menikmati tubuhmu" Ujar Bang Zardan membuat Pandu tertegun
"Tapi aku tidak percaya jika akulah pria yang tidur bersamanya itu. Saat aku terbangun, pakaianku masih melekat di tubuhku dan masih rapi" bantah Pandu tak percaya
"Tidak Pandu, pakaianmu tidaklah rapi. semalam kamu pulang dengan resleting yang tidak di tutup dan menampakkan benda milikmu yang sedikit keluar, apa kamu tidak menyadarinya?"
"Yang benar Bang?" Pandu menganga tak percaya dengan ucapan Bang Zardan, dan menggelengkan kepalanya jika dia tidak menyadarinya
"Iyah benar pandu"
_________
Ila mendekati Viara yang tertidur lelap di ranjangnya dan meletakkan ponsel milik Viara di mejanya. Ila merasa iba melihat Viara yang sudah tertidur lelap walaupun masih sesenggukan
"Kasihan sekali kamu Viara, pasti hatimu sangatlah hancur. Tapi Bang Pandu bukan seperti itu Viara. Aku percaya Bang Pandu tidak melakukan hal seperti itu karena bang Pandu bukanlah lelaki nakal. Dia sangatlah baik dan tulus mencintaimu. Tidak mungkin dia melakukan sesuatu yang melukai hatimu" Ucap Ila memakaikan selimut pada Viara
Ila kembali melihat gambar di ponsel Viara dan mengamatinya dengan intens
"Aku yakin ini bukanlah Pandu, disini wajahnya hanya tertangkap kamera separuh saja dan terdapat banyak perbedaan disini. Aku yakin ini bukanlah Pandu meski separuh wajahnya terlihat sangat mirip. Akan ku selidiki siapa lelaki ini sebenarnya" Ucap Ila memindahkan foto tersebut dari ponsel Viara ke ponsel miliknya
"Semoga kebenarannya segera terungkap, dan kuharap ini bukanlah Pandu meski separuh wajahnya sama persis dengannya"
Bersambung......
Jangan lupa tinggalkan jejak biar author makin semangat untuk update episode selanjutnya😉
Terimakasih semua
__ADS_1
Love You All😘💞