
"Berkunjunglah nanti ke rumah ibu yah nak, pintu rumah ibu akan selalu terbuka lebar untukmu" Ucap Bu Dewi memeluk Viara dengan penuh kasih sayang.
Viara mengangukkan kepalanya sambil tersenyum dan mengusap lembut punggung Bu Dewi yang memeluknya
"Sekarang abang pulang dulu yah dek, jaga diri adek baik-baik disini yah. Kalau ada yang ganggu atau macam-macam sama kamu maka beritahu abang, maka abang akan menghajarnya untukmu" Ucap Andra mengusap lembut puncak kepala Viara
"Hahaha siap komandan" Ucap Viara tersenyum manis pada Andra
"Abang pergi dulu yah, assalamu'alaikum adikku sayang" Ucap Andra mengecup kening Viara untuk yang terakhir kali
"Walaikumsalam abang" Ucap Viara menyalami tangan Andra untuk yang terakhir kalinya.
"Assalamu'alaikum dek Viara" seru para prajurit serentak
"Walaikumsalam abang-abang semua, hati-hati di perjalanan yah" para prajurit mengangguk sambil tersenyum dan segera memasuki truk
"Sampai jumpa dek Viara, semoga kita bertemu lagi" Ucap Bang Jaya melambaikan tangannya pada Viara dan diikuti semua prajurit
"Iyah bang, sampai jumpa" balas Viara melambaikan tangannya pada semua prajurit yang menjadi teman baiknya selama mereka bertugas di sini.
Sebelum naik ke truk, Andra berbalik dan tersenyum pada Viara
"Sampai jumpa yah dek, jangan nangis kita akan bertemu lagi" seru Andra melemparkan topinya kepada Viara
"Iyah bang" Viara tersenyum dan melambaikan tangannya pada Andra dan semua prajurit yang sudah berjalan menjauh ikut terbawa bersama truk yang mereka naiki
"Senang bisa mencintaimu abang" gumam Viara meneteskan air mata dan memeluk topi Andra.
Viara menyeka air matanya dan menyunggingkan senyumnya menatap truk yang hampir tak terlihat lagi. Viara tidak ingin berpisah dengan air mata, karena Viara pernah menangisi kepergian Andra dulu. Sekarang hanya ada senyuman iklas di wajah Viara melepaskan kepergian orang yang disayanginya
Viara membalikkan badannya dan beralih menatap Ila yang tersenyum padanya
"Dimana bang Pandu?" Tanya Viara. Ila tersenyum dan menyampaikan sesuatu lewat senyuman manisnya.
Viara yang dapat mengerti isyarat dan senyuman Ila menyunggingkan senyumnya dan langsung melangkahkan kakinya menyusul Pandu yang sejak tadi sudah menghilang
__________
Di tepi pasir putih, Viara menatap punggung seorang perwira berbaju loreng yang menatap lurus kedepan. Duduk beralaskan pasir dengan punggung yang bergetar hebat mendengar suara deruan ombak yang seolah mengerti isi hatinya. Matanya yang indah tak henti-hentinya meneteskan air mata menatap senja yang sebentar lagi akan tenggelam. Tubuhnya yang rapuh bisa saja ikut terbawa angin yang berhembus mewarnai suasana pantai sore ini.
Viara melangkahkan kakinya mendekati perwira itu dan duduk tepat di sampingnya
"Senja memang akan pergi dan hilang setelah ini, tapi senja juga berjanji akan tetap datang menyinari dan memberi harapan baru bagi siapapun yang memandangi nya" kata Viara ikut mengamati cahaya senja di depan sana
"Adek!!" kata Pandu terkejut.
Viara tersenyum manis menatap Pandu dan dengan tangan indahnya, Viara menghapus air mata yang menggenang di pipi dan sudut mata lelaki tampan itu dengan lembut
"Kenapa menangis? Apakah candaan dan kata-kataku selama ini hanya dianggap angin lalu saja hmm?" Pandu menggeleng pelan kepada Viara
"Bukannya adek seharusnya pergi bersama Danru yah, kan adek juga cinta sama dia. Danru pasti sudah melamar adek sampai-sampai ibunya datang jauh-jauh kesini untuk menemui calon menantunya. Lalu kenapa adek tidak pergi bersamanya?" Tanya Pandu berusaha tetap tegar menatap wanita yang tersenyum manis disampingnya.
__ADS_1
Viara mengusap pipi Pandu dengan lembut dan beralih menatap senja didepan sana. Viara mulai menceritakan semua tentang keputusan yang diambilnya tadi. Mendengar itu, Pandu menoleh pada Viara. seketika senyuman manis terpancar indah di wajahnya mendengar penjelasan wanita disampingnya.
Pandu merasa lega dalam hatinya saat tak melihat adanya cincin yang melingkar di jari manis Viara. Beban dan sakit hatinya seolah diangkat seketika oleh suara lembut wanita di sampingnya yang selalu saja datang disaat dia butuh sandaran
Setelah menjelaskan semuanya, Viara beralih menatap Pandu yang tengah tersenyum sambil menatapnya
Viara meraih kedua tangan Pandu dan menggenggamnya kedepan
"Apakah masih ada kesempatan dihati abang untuk adek?" Tanya Viara menatap mata Pandu
"Adek....."
"Izinkan adek belajar untuk membuka hati untuk abang. Sudah cukup adek membuatmu menangis karena memilih orang lain yang bukan dirimu, sekarang izinkanlah adek untuk menebus semua sakit hati dan air mata yang mengalir di pipi ini. Adek janji akan membayar setiap air mata yang menetes di pipi ini dengan senyuman. Adek janji akan membalas cinta yang selama ini terpendam dan tersimpan rapi di hati ini. Tapi berikanlah adek waktu untuk mengganti semuanya menjadi bahagia. Berikanlah adek kesempatan untuk kembali memiliki hati dan cinta ini. Berikanlah adek waktu untuk belajar membuka hati untukmu. Adek janji tidak akan membuatmu menangis lagi. Adek janji hanya akan ada tawa dan senyuman bahagia yang terpancar di wajah ini. Berikanlah aku kesempatan" pinta Viara penuh harap dan mencium punggung tangan Pandu sangat lama.
Pandu reflek memeluk Viara dan menangis bahagia di bahunya. Pandu merasa sangat bahagia hingga dia tak mampu merangkai nya lewat kata-kata
"Apa abang setuju?" Pandu mengangguk cepat didalam pelukan Viara.
Viara tersenyum dan mengelus punggung Pandu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Viara mengusap kepala Pandu dan mengecup lembut pipi Pandu yang berada di samping wajahnya
"Terimakasih sudah memberiku kesempatan. Sudah yah, jangan menangis lagi. Setelah ini hanya akan ada air mata dan senyum bahagia yang terlukis di wajah ini. Dan mulai saat ini, aku akan belajar untuk mencintaimu, hanya kamu seorang. Ajarkan aku caranya untuk mencintaimu selalu hingga aku tidak akan menyimpan nama orang lain dihatiku selain namamu saja yah" Ucap Viara menangkup kedua pipi Pandu.
Viara mengusap lembut bulir bening yang masih menggenang di pipi Pandu sambil tersenyum. Pandu menyentuh kedua tangan Viara yang menangkup pipinya dan mengangukkan kepalanya sambil tersenyum manis pada Viara
Pandu merogoh saku celana lorengnya dan menyodorkan sekotak cincin emas didepan Viara
"Bolehkah aku.... " Viara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis pada Pandu
Pandu tersenyum meraih tangan Viara dan menyematkan cincin pilihannya di jari manis wanita yang dicintainya. Viara melakukan hal yang sama dengan menyematkan cincin di jari manis Pandu. Pandu tersenyum melihat Viara yang memasang cincin di jari manisnya dan kembali memeluk Viara
"Terimakasih sudah menungguku yah bang. Izinkan aku belajar mencintaimu, mencintai kamu seorang Pandu" kata Viara mengecup lembut pipi Pandu yang memeluknya erat
"Ayo bang, kita kembali. Matahari sudah terbenam sekarang" ajak Viara dibalas anggukkan kepala oleh Pandu sambil tersenyum.
Pandu mengenggam tangan Viara dan berjalan pulang bersamanya sambil tersenyum cerah
"Teruslah tersenyum seperti ini bang, wajahmu jauh lebih indah saat kamu tersenyum" batin Viara menyunggingkan senyumnya menatap tangannya yang digenggaman erat oleh Pandu
_________
"Viara, kamu mau kemana?" Tanya Ila pada Viara yang duduk didepan meja riasnya
"Aku mau ke depan pos tentara Ila" Jawab Viara sambil memperbaiki hijab syar'inya.
Ila tersenyum senang melihat cincin yang melingkar di jari manis Viara. Cincin emas yang terdapat ukiran inisial P❤V sebagai hiasan diatasnya yang Ila yakini sebagai inisial Pandu dan Juga Viara.
"Ahh Viara, selamat yah. Aku ikut bahagia untukmu" Ucap Ila senang dan memeluk Viara
"Terimakasih Ila, berkat ucapan dan nasehatmu selama ini, aku mulai menyadari keputusan apa yang harus ku ambil. Aku belum mencintainya, tapi belum bukan berarti tidak bukan? Dia adalah orang yang dekat dengan hatiku. Aku akan berusaha untuk mencintainya sepenuh hatiku dan menjaga perasaannya padaku. Aku tidak ingin membuatnya kecewa karena pernah mencintaiku" Ucapan tulus Viara diangguki Ila sambil tersenyum
"Perjuangkan apa yang sudah menjadi keputusanmu Viara, aku akan selalu mendukung setiap keputusanmu. Semoga bahagia yah" Viara tersenyum dan membalas pelukan teman baiknya
__ADS_1
__________
Sementara di depan pos para tentara
📩Bang Pandu
Bang, aku sudah berhasil mendapatkannya. Perjuanganku dalam berharap dan mencintainya dalam diam membuatku memperoleh buah yang manis
📩Bang Zardan
Wah selamat yah, aku turut bahagia untukmu. Kamu mencintai orang yang tepat bang, Viara adalah gadis yang baik. Dia tidak akan pernah mengambil keputusan yang akan merugikan salah satunya. Terus perjuangkan dia bang, jangan dilepaskan. Aku bersyukur kamu telah menemukan cinta yang baru setelah kau hancur beberapa tahun yang lalu
📩Bang Pandu
Iyah bang, alhamdulillah. Akan ku jaga dia sepenuh hatiku dan tidak akan pernah kulepaskan wanita sebaik dirinya didalam hidupku
Pandu tersenyum setelah membalas pesan dari teman baiknya itu dan meletakkan ponselnya diatas meja
"Assalamu'alaikum bang" Sapa Viara berdiri di depan pos sambil tersenyum manis
"Walaikumsalam dek, kemarilah" Viara mengangukk dan beranjak duduk di depan Pandu
"Abang udah makan belum?" Pandu menggeleng pelan kepada Viara.
Viara tersenyum dan langsung membuka rantang yang dipegangnya yang berisi makanan yang dia siapkan untuk Pandu
"Kalau begitu abang makan dulu yah, sini adek suapin" kata Viara dengan senyuman tulusnya.
Pandu mengangukkan kepalanya sambil tersenyum dan membuka mulutnya menerima suapan wanita yang dicintainya itu
"Bagaimana enak nggak bang?" Tanya Viara
"Enak dek" Balas Pandu mengelus puncak kepala Viara dan kembali mengunyah makanannya.
Viara menyunggingkan senyumnya dan kembali menyuapi Pandu sambil sesekali bercanda bersamanya
"Alhamdulillah, terimakasih yah dek. Makanan adek selalu enak di lidah abang" Ucap pandu setelah meneguk sebotol air mineral
"Sama-sama bang" Ucap Viara tersenyum dan membersihkan sisa air di bawah bibir Pandu
"Ngomong-ngomong abang sendiri yah di pos?" Tanya Viara
"Iyah dek, mau temani abang sebentar nggak?" Tanya Pandu mengambil gitar di sampingnya
"Ayo bang" balas Viara tersenyum dan mulai bernyanyi bersama Pandu
"Semoga memang kamulah yang ditakdirkan Tuhan untuk menjadi pendampingku. Aku akan berusaha untuk sembuh agar bisa bersamamu selamanya. Maafkan aku yang pernah membuatmu terluka, aku janji akan memberimu cinta dan kasih sayang hingga kamu lupa sakit hati kemarin. Aku akan berusaha untuk mencintaimu setulus hati, akan ku lukiskan namamu dalam hatiku, hanya namamu saja Lettu Pandu Praditya Meheswara"
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak biar author makin semangat untuk update episode selanjutnya yah😉
__ADS_1
Terimakasih semua
Love You All😘💕