
"Sayang" panggil Pandu lembut. Pandu melangkah kakinya dan memeluk tubuh istrinya dari belakang yang tengah duduk berhias didepan cermin
"Iyah sayangku" balas Viara sambil tersenyum dan mengusap lembut pipi suaminya
"Terimakasih untuk malam kejutan itu yah, terimakasih banyak istriku. Abang bahagia banget. Walaupun malam bahagia itu sehari yang lalu, tapi rasa bahagianya masih terkenang dihati abang. Terimakasih sudah menjaga milikku yah sayang" kata Pandu bahagia dan mengecup puncak kepala Viara dengan lembut
"Teruslah tersenyum seperti ini yah sayang, jika abang bahagia itu adalah hadiah terindah untuk adek" balas Viara mengusap pipi Pandu sambil tersenyum bahagia.
Pandu menggendong tubuh Viara dan mendudukkannya diatas pangkuannya
"Abang... Apa abang izinkan adek untuk bekerja menjadi guru kembali?" Tanya Viara sedikit gugup karena takut suaminya akan menolak permintaannya
"Tentu saja sayang, abang mengizinkanmu. Asalkan kamu tidak melupakan abang dan kewajibanmu sebagai istri abang" kata Pandu tersenyum manis pada istrinya. Viara mengangukkan kepalanya sambil tersenyum dan berhambur memeluk suaminya
"Terimakasih yang bang. Adek janji akan tetap menjalankan dan memenuhi semua kewajiban adek. Adek janji akan selalu menjaga suami adek saat dia tertidur dan terbangun dari tidurnya. Aku menyayangimu sayang" Kata Viara mengecup lembut pipi suaminya yang ada di samping wajahnya
"Aku juga meyayangimu sayang" Pandu sambil tersenyum dan mengusap kepala istrinya yang mendekapnya sangat erat.
Viara melepaskan pelukannnya dan melahap bibir Pandu dengan penuh kasih sayang, sementara tangannya dilingkarannnya di leher suaminya. Pandu tersenyum dalam hatinya dan semakin membuka mulutnya agar istrinya dengan mudah menelusuri rongga mulutnya dengan ciuman lembutnya.
Setelah berbalas ciuman selama beberapa saat, Viara melepaskan ciumannya dan mengusap bibir suaminya dengan lembut
"Terimakasih sayangku" ujar Viara menatap suaminya sambil tersenyum senang
"Sama-sama sayang. Ngomong-ngomong adek mau melamar pekerjaan di sekolah mana?" Tanya Pandu pada wanita yang masih duduk di pangkuannya
"Adek sudah mengajukan lamaran di sekolah yang pernah adek bekerja dulu sebelum adek ikut program guru di desa terpencil itu semalam. Hari ini adek ketemu kepala sekolahnya langsung untuk mengetahui apakah adek diizinkan kembali mengajar di sekolah itu atau tidak. Tapi jika memang adek tidak diterima, maka adek tetap akan berusaha menjadi pengajar disekolah lain" tutur Viara menjelaskan
"Baiklah sayang, ayo abang antar kesana" ajak Pandu mengenggam tangan istrinya dan melangkah keluar rumah bersamanya.
Pandu memakaikan helm di kepala Viara dan membantunya untuk duduk nyaman di belakang jok motornya. Setelah memastikan semuanya aman, Pandu membunyikan motornya dan melajukannya membelah jalanan kota untuk mengantar istrinya ke tempat tujuan
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit, kini Viara telah sampai di sekolah dasar tempatnya mengajar dulu. Salah satu sekolah dasar yang cukup terkenal di kota B dan para pelajaran yang kebanyakan adalah anak-anak cerdas
"Terimakasih sudah antar adek sampai kesini yah sayang, abang semangat kerjanya" kata Viara menyerahkan helm pada suaminya
"Iyah sayang, adek juga semangat yah" kata Pandu mengusap puncak kepala Viara yang tertutup hijab
"Siap Komandan, kalau bagitu adek masuk dulu yah, Assalamualaikum suamiku sayang" kata Viara meraih tangan Pandu dan menyalaminya sedikit lama. Setelah menyalami suaminya, Viara celingak celinguk melihat sekitarnya dan ketika merasa suasananya aman, Viara mendekatkan wajahnya dan mengecup kedua pipi suaminya dengan lembut. Pandu tertawa dalam hatinya melihat tingkah istrinya yang sangat lucu baginya
"Walaikumsalam adek sayang" balas Pandu tersenyum dan mengecup kening istrinya. Viara mengangguk dan melambaikan tangannya Pada suaminya yang sudah melaju dengan motornya
"Aku mencintaimu Panduku" gumam Viara tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke sekolah dasar tersebut.
Setelah menunggu beberapa saat di kantin sekolah, Viara kembali melangkahkan kakinya menuju ke ruang kepala sekolah untuk menemui pemimpin sekolah tersebut
"Assalamu'alaikum, permisi pak Kepala sekolah" salam Viara didepan pintu
"Walaikumsalam, bu Viara silahkan masuk" Ucap pak kepala sekolah senang dan mempersilahkan guru terbaik itu untuk duduk di kursi yang ada di depan mejanya
"Langsung saja yah bu Viara, anda diterima mengajar kembali di sekolah kami. Tugas anda masih sama seperti dulu, pasti murid-murid anda sangat senang bisa kembali diajari oleh ibu. Terimakasih sudah kembali lagi ke sekolah kami yah bu" Seru Pak Kepala sekolah.
Viara tersenyum senang dan menjabat tangan kepala sekolah
"Alhamdulillah, terimakasih banyak pak. Terimakasih masih mengizinkan saya mengajar di sekolah ini dan mengemban semua amanah dari tugas-tugas saya. Saya janji akan menjalankan tugas saya sebaik mungkin dan ikut aktif dalam memajukan sekolah ini pak" tutur Viara
"Sama-sama Bu Viara, selamat bertugas kembali. Mulai besok anda bisa mengajar di sekolah kami" tutur pak kepala sekolah ramah
"Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu yah pak, saya juga harus melihat jadwal mengajar saya" pamit Viara sopan
"Baik Bu Viara, silahkan" Viara menyunggingkan senyumnya dan berlalu keluar ruangan kepala sekolah menuju ke ruang guru.
Sesampainya di ruang guru, Viara disambut hangat dan tawa senang teman-teman guru Viara yang masih bekerja di sekolah itu. Viara tersenyum senang dan memperkenalkan diri pada guru-guru baru yang ada di sekolah itu
"Hai semua, perkenalkan nama saya Viara, saya guru mata pelajaran matematika. Semoga kita dapat bekerja sama dengan baik yah" Ucap Viara memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.
Semua guru-guru baru itu menjabat tangan Viara dan mulai memperkenalkan diri masing-masing.
Beberapa menit kemudian, para guru baru tersebut menjadi teman Viara bahkan sesekali bercanda bersamanya karena Viara adalah guru yang sangat ramah dan pandai bergaul. Bahkan para guru baru itu senang bercengkrama dengan Viara tanpa ada kecanggungan atau malu-malu sama sekali
"Bu Henny, Bu Viara itu siapa yah? Apa dia sebelumnya pernah bekerja di sekolah ini?" Tanya bu Salma pada guru yang duduk disamping mejanya. Bu Salma sejak tadi terus mengamati Viara dari mejanya
"Bu Viara dulu pernah bekerja di sekolah ini bu. Dia adalah guru matematika terbaik disekolah ini. Berkatnya banyak anak-anak yang sebelumnya tidak pandai atau tidak suka pelajaran matematika, sekarang sudah banyak murid yang menjadi peminat matematika. Bu Viara juga berhasil membawa anak-anak didiknya mengikuti Olimpiade matematika antar provinsi dan membawa piala peringkat pertama bu. Hebat kan bu Viaranya" kata Bu Henny berbinar senang
__ADS_1
"Ohh guru matematika juga yah, aku ingin lihat seberapa hebat guru yang satu ini. Aku ingin menguji apakah keahlian matematikanya jauh lebih hebat dariku atau tidak" batin Salma tersenyum smirk dan segera berlalu keluar ruang guru tanpa berkenalan dengan Viara
"Hahahha, kalau begitu saya permisi dulu yah teman-teman, saya harus mempersiapkan segalanya untuk mulai mengajar besok" Pamit Viara ramah
"Baiklah Bu Viara" jawab semuanya serentak
"Assalamu'alaikum semuanya" kata Viara sambil tersenyum
"Walaikumsalam Bu Viara"
Setelah keluar dari ruang guru, Viara berjalan keluar gerbang dan langsung menaiki taksi online yang di pesannya tadi
"Guru baru yah bu?" Tanya supir taksi tersebut pada penumpangnya yang tengah mengetik sesuatu di ponselnya
"Iyah pak" jawab Viara ramah dan kembali memperhatikan ponselnya
"Mau diantar kemana bu?" Tanya supir itu kembali
"Seperti aplikasi saja pak, di supermarket yang ada di jalan nomor xxxxxxxx" kata Viara menjelaskan
"Boleh nggak sebelum saya antar kesana, kita bermain sebentar disini?" Tanya supir itu menyeringai licik. Viara mengangkat kepalanya dan memicingkan matanya menatap supir tersebut
"Anda jangan macam-macam pak" Tegas Viara menatap tajam pada supir tersebut. Tiba-tiba muncul seorang pria dari kursi belakang dan langsung duduk tepat disamping Viara
"Jangan galak-galak dong cantik" goda lelaki itu menyentuh pipi Viara. Amarah Viara seketika memuncak dan langsung menepis kasar tangan pria itu yang menyentuh pipinya
"Anda angan macam-macam yaa, sebelum saya teriak dan laporin ini semua pada pihak berwajib" Ancam Viara dengan sorot mata membunuhnya
"Hahahha, sudah kubilang sayang jangan galak-galak, aku tidak ingin menganggumu kok, aku hanya ingin memuaskan dirimu" goda lelaki disamping Viara
PLAK....
Tamparan keras berhasil didaratkan Viara di wajah lelaki itu hingga pandangannya menoleh kesamping
"Hei, jaga sikapmu nona!!" Teriak supir taksi tersebut terkejut dengan perlakuan Viara barusan
"Berani sekali kamu yah!!!" Geram lelaki disamping Viara langsung menahan Viara. Lelaki itu semakin memeluk Viara yang terus memberontak didalam pelukannya
"Lepaskan aku, Lepaskan!!!!" Teriak Viara berusaha terlepas dari cengkraman lelaki itu. Lelaki itu tetap memeluk tubuh Viara erat dan semakin mempererat pelukannya di dada Viara. Ketika lelaki itu akan menyentuh buah dada Viara, Viara langsung menyenggolnya menggunakan sikutnya dan berusaha membuka kaca mobil
"Lepaskan aku!!!! Sebelum ku laporkan kamu ke pihak berwajib" Tegas Viara berusaha terlepas dari cengkraman lelaki itu, namun tenaga Viara yang tak sebanding dengan lelaki itu hingga akhirnya lelaki itu semakin memeluk Viara erat.
Ketika Viara tengah berusaha melepaskan cengkraman lelaki itu, Viara melihat ke depan dan tersenyum melihat banyak polisi militer dan beberapa polisi lainnya yang tengah merazia dan memeriksa surat-surat kendaraan.
"Abang" gumam Viara senang melihat suaminya ada diantara para polisi militer di pinggir jalan tersebut
Merasa orang yang memeluknya lengah, dengan sisa tenaganya Viara mendorong keras tubuh lelaki itu dan mendaratkan bogem mentah diwajahnya
Bughh
"Aargggg" ringis lelaki itu merasakan sakit di pipinya.
Viara membuka kaca mobil dan langsung memanggil suaminya
"Aba......." Ucap Viara terputus karena lelaki itu langsung membekap mulut Viara dan pak supir langsung menutup kaca mobil.
Viara meneteskan air mata melihat kebelakang karena suaminya tidak menyadari panggilannya
"Abang, tolong adek" batin Viara meneteskan air mata. Viara terus memberontak dan berusaha terlepas dari lelaki itu dengan air mata yang tak henti-hentinya terjatuh dari matanya
"Hahahha lihatlah suamimu bahkan tidak mendengarkanmu" Ucap lelaki itu tertawa kejam melihat air mata Viara.
Viara terus berusaha melepas cengkraman lelaki itu yang memeluknya erat, namun tetap saja Viara tidak bisa terlepas karena tenaga lelaki itu tidak sebanding dengan tenanganya
"Bantu Aku Ya Allah, selamatkan aku dari makhluk tak berhati ini. Jika menang aku tiada setelah ini, tolong jagalah suamiku demi aku Ya Rabb" batin Viara berdoa demi keselamatannya. Viara terus berdoa memohon perlindungan dengan air mata yang terus tumpah dari matanya
Tiba-tiba terdengar sirine polisi dari arah belakang taksi. Ketiga orang yang ada di taksi tersebut menoleh kebelakang, seketika senyum Viara mengembang melihat suaminya tengah mengejar taksi yang dinaikinya menggunakan motor polisi diikuti 3 motor lainnya dibelakangnya
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah" batin Viara senang dan langsung menghapus air matanya
"Gawat!!! Polisi militer menyebalkan itu mengejar kita Tuan" Ucap supir tersebut cemas pada lelaki yang memeluk Viara dari belakang
"Cepat, tambah kecepatannya" perintah lelaki itu yang diangguki supir tersebut.
__ADS_1
Para polisi militer itu kembali menambah kecepatan motornya mengejar taksi yang sepertinya ingin main-main dengannya
"Kau lihat polisi militer yang ada di motor yang paling depan, dia itu suamiku" Ucap Viara berusaha menakuti dua orang tersebut
"Aku tidak peduli meski suamimu itu anti bom" ketus lelaki itu datar
"Berhenti!!!!" Teriak salah satu personil Pandu dengan megafon di tangannya
"Supir belok ke kanan" Perintah pria tersebut
"Baik Tuan" supir tersebut membelokkan taksinya tepat kearah hutan.
Didalam mobil tersebut, Viara kembali berusaha melawan lelaki yang semakin mencengkramnya
"Lepaskan aku!!!" geram Viara mengigit keras tangan lelaki itu
"Aarghhh dasar wanita rubah" geram lelaki itu melayangkan tangannya, namun niatnya untuk menampar Viara terhenti karena melihat tatapan membunuh salah satu perwira dibelakang Viara.
Viara seketika menoleh kebelakang dan menyungging senyum melihat suaminya berada tepat disamping taksi yang dinaikinya
"Abang" gumam Viara meneteskan air mata bahagianya
"Sebaiknya kalian turun!!!" Tegas Pandu sambil melajukan motornya disamping taksi yang terus melaju tersebut
"Tidak akan!!!" Seru supir tersebut semakin menambah kecepatan taksinya.
Pandu yang merasa tertantang apalagi istrinya sedang menjadi tahanan di mobil tersebut tersenyum smirk dan semakin menambah kecepatan motornya
Karena telalu melaju dengan kecepatan tinggi, supir tersebut kehilangan kendali mobilnya hingga mobilnya berputar-putar di jalanan. Pandu turun dari motornya dan berlari kerarah taksi tersebut. Karena pak supir yang sudah kelelahan mengontrol kecepatan putaran taksi tersebut, taksi yang dikendarainya akhirnya menabrak pohon besar yang ada di pinggir jalan
BRAK
5 detik sebelum bahaya juga ikut menimpanya, Viara menekan tombol pembukaan pintu mobil di dekatnya dan melompat keluar
Melihat itu, Pandu dengan sigap menangkap istrinya yang melompat keluar dan membawanya kedalam pelukannya
"Kalian tahanlah para brengsek yang ada di mobil tersebut" perintah Pandu pada personilnya
"Siap laksanakan" jawab ketiga personil tersebut dan berlari menghampiri mobil yang ringsek karena menabrak pohon tersebut
"Abang hiks... Adek takut abang" lirih Viara bergetar ketakutan didada suaminya
"Tenang sayang, semuanya sudah baik-baik saja. Tak akan pernah abang membiarkanmu terluka" kata Pandu mengelus lembut punggung istrinya yang bergetar ketakutan
"Lapor komandan, dua pria di taksi tersebut sudah meninggal" lapor salah satu personil Pandu
"Baiklah, sebentar lagi tim akan datang dan mengevakuasi jasadnya" jawab Pandu masih memeluk istrinya
"Siap komandan"
Tak berselang lama, tim yang dimaksud Pandu telah datang dan langsung mengevakuasi jenazah yang ada di taksi tersebut
"Abang hiks..." lirih Viara ketakutan dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada suaminya ketika jenazah tersebut dievakuasi
"Jangan melihatnya sayang" kata Pandu menahan kepala istrinya agar tetap bersembunyi didadanya.
Setelah proses evakuasi itu selesai, Pandu mengecup kening istrinya dan menenangkannya didalam pelukannya
"Sudah yah dek, jangan takut lagi. Semuanya sudah selesai kok" kata Pandu lembut.
Viara mengangkat kepalanya menoleh kearah taksi yang sudah diderek itu seketika bernafas lega. Viara bersyukur dalam hatinya karena masih diberi kesempatan untuk hidup dan menghabiskan sisa umurnya bersama suaminya
"Alhamdulillah, Terimakasih Ya Rabb" gumam Viara senang dan kembali memeluk suaminya erat
"Terimakasih sudah datang di waktu yang tepat yah bang" Ucap Viara sambil tersenyum manis
"Sama-sama istriku sayang, bukannya suamimu ini pernah berjanji untuk selalu melindungimu? Maka akan kujaga dan ku lindungi kamu selalu, karena aku menyayangimu sayang dan tidak akan kubiarkan kamu terluka selama kamu ada di sisiku" balas Pandu mengecup kening istrinya dengan lembut
"Ayo sayang, abang antar pulang yah" ajak Pandu mengenggam tangan istrinya dan mendudukkannya dengan nyaman di jok belakang motor. Viara melingkarkan tangannya di pinggang suaminya dan menyunggingkan senyumnya melihat wajah Pandu dari kaca spion
"Sudah siap sayang?" Tanya Pandu lembut
"Sudah bang" jawab Viara sambil tersenyum. Setelah memastikan semuanya aman, Pandu melajukan motornya membelah jalanan kota sambil mendengarkan cerita-cerita istrinya yang berhasil diterima di sekolah tempatnya mengajar dulu
__ADS_1
"Teruslah tertawa dan tersenyum seperti ini yah sayang. Melihatmu tertawa bahagia adalah anugerah terindah untukku. Jangan pernah takut selama aku ada disampingmu, aku akan selalu menjagamu di sepanjang perjuanganmu mendampingiku"
Bersambung......