
"Teman-teman, ayo bangunlah ini sudah pagi" Ujar Viara membangunkan teman-teman sekamarnya
"5 menit lagi Viara" Ucap pelan Ila sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya
"Iyah Viara, 5 menit lagi" ujar Syifa semakin memeluk bantal gulingnya
"Yaudah" Jawab Viara dan beranjak mengambil tasnya
"Viara, kok pagi-pagi kamu sudah rapi, mau kemana?" Tanya Ila masih menutup matanya
"Mau ke kota, hari ini kan kita akan pergi membeli kebutuhan rumah bersama para tentara" Jawab Viara sambil memakai tas selempangnya
"Astaghfirullah" Ujar Ila dan Syifa serentak langsung meraih handuk dan berlari ke 2 kamar mandi yang berbeda. Viara menahan tawa dan geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua temannya. Mendengar ponselnya bergetar tanda adanya pesan masuk, Viara merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya
📩Dokter Citra
Viara ini hari minggu, kebetulan aku ada di kota C, apakah hari ini kamu siap untuk melakukan pemeriksaan?
📩Viara
Ohh ya, baiklah dokter aku akan segera ke kota hari ini, kebetulan hari ini aku akan ke kota untuk membeli kebutuhan logistik. Masih di rumah sakit yang sama kan dokter?
📩Dokter Cinta
Iyah Viara, aku tunggu yah
📩Viara
Oke dokter
Setelah membalas pesan dokter citra, Viara segera ke ruang tengah untuk bergabung dengan kedua teman guru laki-lakinya
"Hei, kalian sedang membahas apa?" Tanya Viara
"Apa kau tahu Viara, 5 hari lagi adalah hari ulang tahun bang Danru, kami sedang memikirkan hadiah apa yang harus kami berikan pada teman kami yang satu itu" seru Devan
"Ulang tahun Danru? Bang Andra?" Tanya Viara berbinar
"Iyah Viara" jawab Juna
"Aku akan menyiapkan hadiah terbaik untuk bang Andra" batin Viara senang
"Hei kalian cewek-cewek, cepat kali udah jam berapa ini" gerutu Devan
"Iya-iya sebentar"
"Yaudah yuk" ucap Syifa berjalan keluar diikuti teman-temannya
"Ayo kalian naiklah" ucap Andra mempersilahkan para guru untuk naik
"Bang Andra nggak masuk?" Tanya Viara
"Abang duduk didepan dek, temanin pratu Denis mengemudi" balas Andra tersenyum. Andra mengenggam tangan Viara untuk membantunya naik keatas
"Terimakasih yah bang"
"Sama-sama dek, sekarang duduk yang nyaman yah, abang ke depan dulu" ucap Andra diangguki Viara sambil tersenyum.
__ADS_1
"Dek, kemarilah duduk disini" panggil Pandu menepuk tempat kosong disampingnya
"Abang udah sehat?" Tanya Viara senang sambil menyentuh kening Pandu setelah duduk disamping Pandu
"Iyah dek, alhamdulillah" balas Pandu sambil tersenyum manis pada Viara.
"Semuanya sudah siap?" Tanya Andra
"Siap bang" jawab semua penumpang serentak. Setelah memastikan semuanya siap, Andra mulai tancap gas dan mengemudikan truk menuju ke kota.
Selama perjalanan terdengar canda tawa penumpang di belakang, namun Viara hanya diam dan memperhatikan candaan dan hiburan teman-temannya yang bisa membuat siapa saja untuk tertawa. Viara terus terdiam sambil menahan sensasi berputar dikepalanya dan menahan sesaknya nafas didadanya
"Dek, ada apa? kamu sakit dek?" Tanya Pandu membuat semua orang menghentikan tawanya dan ikut mengamati Viara
"Ahh nggak bang, adek hanya lelah saja" balas Viara mencoba tersenyum agar tidak menimbulkan kekhawatiran pada teman-temannya
"Tapi Viara, kita baru saja jalan selama 1 jam, masih 4 jam lagi kita sampai ke kota" ujar ila yang ikut cemas melihat wajah pucat Viara
"Iyah dek, wajah kamu pucat banget, apa yang sakit dek?" Tanya Pandu cemas
"Air.. Air" ucap Viara pelan dan hampir tak terdengar. Mendengar ucapan pelan Viara dibelakangnya, Andra langsung mengambilkan air dan diberikannya kepada Pandu. Pandu langsung mengambil botol air itu dan membantu Viara untuk minum
"Pelan-pelan minumnya dek" kata Pandu mengelus keringat di kening Viara
"Kalau adek mau tidur, bersandar aja di bahu abang yah" Ucap Pandu lembut sambil mengusap tumpahan air di sudut bibir Viara
"Tapi nanti bahu abang pegal seperti dulu" kata Viara pelan
"Nggak dek, bahu abang nggak akan pegal kok, tidurlah" Ucap pandu membawa kepala Viara untuk bersandar di dadanya, sedangkan tangannya dia lingkarkan di belakang Viara. Karena sudah tak kuat lagi menahan sensasi pening dikepalanya, Viara akhirnya tertidur lelap di dalam rangkulan hangat itu. Andra tersenyum melihat Viara yang tertidur lelap dan kembali memperhatikan jalanan, sedangkan para teman-teman Viara dibuat melongo tak percaya dengan perhatian yang dilakukan Pandu kembali
"Kenapa teman kalian bisa seperti ini?" Tanya Pandu kepada teman-teman Viara
Setelah itu, tidak ada lagi canda yang terdengar dibelakang, mereka juga ikut tertidur sama seperti Viara karena cuaca diluar yang hujan deras, begitu juga Andra yang kelelahan setelah menyetir cukup jauh dan sekarang digantikan oleh pratu Denis yang mengambil alih kemudi
Kecuali Pandu, dia terus terjaga sambil mengelus bahu Viara. Pandu menyunggingkan senyumnya melihat Viara yang begitu cantik saat terlelap seperti ini. Pandu membuka seragam lorengnya dan dipakaikannya kepada Viara agar Viara tidak kedinginan sambil tersenyum manis menatap wajah pucat itu
"Wajahmu tidak asing dek, seolah kita pernah bertemu sebelumnya. Tapi aku lupa dimana dan kapan kita pernah bertemu. Apakah kau Viara gadis desa itu, gadis remaja bermasker yang berhasil mencuri hatiku. Akan ku cari tahu siapa sebenarnya dirimu dek" batin Pandu tanpa sadar mengecup kening Viara yang terlelap di dalam rangkulannya
"abang" panggil Viara pelan
"Iyah dek, ada apa hmm?" Tanya Pandu lembut
"Abang nggak sakit kalau adek bersandar didada abang seperti ini?" Tanya Viara pelan masih merasakan pening yang luar biasa dikepalanya. Pandu menyunggingkan senyumnya dan mengelus punggung Viara dengan penuh kasih sayang
"Tidak dek, abang nggak kenapa-napa kok. Selamanya dada ini akan selalu siap menjadi sandaranmu" Viara menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan Pandu dan kembali menutup matanya
"Tidur yang nyenyak yah dek, aku berjanji akan selalu menjagamu selama kamu berada di sisiku" gumam Pandu menyandarkan pipinya di puncak kepala Viara yang bersandar di dadanya
Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, kini mereka semua telah sampai di pasar kota
"Syukurlah kamu tidak pucat lagi dek, ayo bangun, kita sudah sampai" Ucap Pandu lembut menepuk-nepuk pipi Viara
"Bang kita sudah sampai yah" ucap Viara mengecek matanya
"Dari tadi kita sampai loh dek"
"Benarkah, dimana teman-temanku?" Tanya Viara terkejut
__ADS_1
"Kami disini Viara" jawab Ila sambil tersenyum
"Ayo dek, turun" ucap Andra mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Viara. Saat Viara akan melompat, Andra langsung menggendongnya membuat para prajurit dan guru bertanya-tanya, sementara Pandu kembali tersenyum getir melihat itu tepat didepan matanya, karena memang posisi Pandu berada di belakang Viara
"Cieee" goda syifa diikuti teman-temannya
"Pertahankan Danru" Seru Pratu Denis membuat wajah Viara merona merah seperti udang rebus
Mengerti jika temannya ini sedang cemburu, Rama mendekati Pandu dan menepuk bahunya. Rama mengepalkan tangannya sebagai bentuk ucapan agar Pandu lebih bersemangat dan kuat. Pandu yang mengerti arti kepalan itu tersenyum dan segera turun dari truk dan bersikap seolah hal yang barusan dilihatnya tidak berpengaruh baginya
"Hahha sudah-sudah, ayo kita langsung berpencar dan cari barang yang diperlukan. 2 jam lagi kita kumpul disini yah, sudah pada hafal kan area pasar ini" Ujar Andra sebagai komandan regu
"Siap sudah bang" jawab semuanya serentak
"Oke silahkan berpencar" ucap Andra segera berpencar bersama para prajurit lainnya.
"Bang Pandu, terimakasih yah" Ucap Viara tersenyum manis pada Pandu
"Ehh Viara, mau kemana? Pasarnya kan didepan sana?" Tanya Ila yang melihat Viara berjalan kearah yang berbeda
"Aku mau ke rumah sakit sebentar, mau beli vitamin, soalnya vitamin yang kemarin udah habis" Jawab Viara tersenyum
"Abang temani kesana yah dek" pinta pandu dicegah oleh Viara
"Nggak usah bang, adek sendiri aja kan rumah sakitnya dekat dari sini" Ucap Viara meyakinkan Pandu
"Yaudah, kalau adek mengalami masalah atau perlu sesuatu, segera hubungi abang yah" kata Pandu kembali
"Iyah bang siap" Ucap Viara tersenyum manis pada Pandu dan melangkahkan kakinya menuju rumah sakit tempatnya mengecek kesehatannya
______
Sesampainya di rumah sakit
"Permisi dokter Citra" Ucap Viara setelah memasuki ruangan Dokter Citra di rumah sakit itu
"Ehh Viara, masuklah" ucap dokter Citra tersenyum
"Bagaimana kondisimu Viara, apa kamu masih mengalami gejala terkait penyakitmu?" Tanya dokter Citra setelah Viara berbaring di brankar
"Iyah dokter, kemarin aku mengalami mimisan, dan tadi pagi saat perjalanan kesini nafasku sangat sesak dokter, sampai-sampai kepalaku pusing" tutur Viara menjelaskan
"Baiklah aku akan memeriksamu sekarang" Ucap dokter Citra mulai memeriksa kondisi Viara. Setelah 10 menit melakukan pemeriksaan, dokter Citra menghela nafas kasar sambil membelakangi Viara, namun Viara yang sangat kuat indra pendengarannya bisa mendengar helaan nafas kasar dokter Citra
"Katakan dokter, apa penyakit ku semakin parah?" Tanya Viara cemas. Dokter citra membalikkan badannya dan berusaha untuk tersenyum kepada Viara
"Iyah Viara, sel-sel kankermu mulai menyebar hampir di seluruh badanmu, kecuali kepala dan kedua kakimu Viara. Tapi karena kamu mulai merasakan pusing dan sedikit gangguan di indera penglihatanmu, mungkin sel kankernya sudah sampai di kepalamu hanya saja sel nya belum tersebar merata" tutur dokter Citra menjelaskan
"Lalu apakah aku masih bisa bertahan dokter?" Lirih Viara menjatuhkan air matanya
"Iyah Viara, karena obat yang sering kamu konsumsi sangat membantu untuk memperlambat penyebaran kankernya, tapi kita harus tetap melakukan kemoterapi sekarang agar sel yang belum tersebar di kepalamu dimatikan" jawab dokter Citra
"Apakah waktu kemoterapinya lama dokter? aku hanya punya sedikit waktu disini?" Tanya Viara kembali
"Tidak lama Viara, dan kau tidak akan merasakan mual dan pusing yang teramat sangat. Bagaimana kau setuju?"
"Baik dokter, lakukanlah yang terbaik" Ucap Viara diangguki dokter citra sambil tersenyum. Dokter citra mulai menyiapkan alat dan langsung melakukan kemoterapi di tubuh Viara
__ADS_1
"Hamba mohon berikanlah aku waktu lagi Ya Rabb, jika menang dalam waktu dekat hamba akan pergi menghadap-Mu, maka hamba mohon berikanlah kebahagiaan di hari-hari terakhir hamba. Sebelum mata ini tak mampu lagi menatap indahnya ciptaan-Mu dan sebelum tangan ini tak bisa lagi meraih sesuatu didepan mata, maka izinkanlah hamba untuk bahagia Ya Rabb"
Bersambung......