Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 46. Satu Nama Dihati Sang Prajurit


__ADS_3

Di dalam truk TNI AD yang sedang melaju menuju lokasi satgas


"Mungkin memang benar, bahagiamu bukanlah bersamaku dek" Batin Pandu menatap jam tangan pemberian Viara yang melingkar indah di pergelangan tangannya


"Kenapa bengong bang?" Tanya Bang Rama menepuk bahu Pandu disampingnya


"Aku hanya lelah bang" sangkal Pandu tersenyum pada Bang Rama


"Abang pasti lelah bukan karena perjalanan jauh kan, tapi abang lelah menanggung semuanya sendirian. Abang juga merasakan sesuatu yang aneh di hati abang melihat dek Viara sama Danru tadi siang kan" Pandu mengangguk pelan pada Bang Rama dan kembali melihat ke bawah


"Apa abang udah menyerah sekarang?" Tanya Bang Rama kembali


"Aku belum menyerah bang, aku masih berjuang. Tapi kenyataan selalu menampar dan memaksaku untuk menyerah" Jawab Pandu getir


"Wah bang, jam tangan abang bagus banget. Waktu aku ke toko jam, katanya jam tangan ini buatan lokal dan cuma tersedia 5 jam saja yang baru diproduksi seperti ini" seru Serda Bima


"Ini jam tangan pemberian seseorang yang sangat berarti bagiku, tentu pilihannya juga tak kalah spesial darinya" Jawab Pandu menerbitkan senyumnya


"Cieeee" goda para prajurit serentak


"Bang, ceritain dong orang spesial di hati abang itu, pengen tahu siapa yang berhasil merebut hati abang, sama pengen tahu bagaimana trik jitu wanita itu memporak-porandakan hati abang" kata serda Bima diserukan oleh rekan-rekannya


"Dia adalah orang yang sangat berarti dan spesial di hatiku. Setiap bersamanya, aku bebas menjadi diriku sendiri. Setiap menatap mata dan senyumannya, hatiku selalu tenang dibuatnya. Setiap dia mengenggam tanganku, aku mendapatkan banyak semangat dan alasanku untuk tetap kuat dan maju kedepan. Sejak kecil aku selalu mendambakan kasih sayang seorang ibu, tapi dengan perhatiannya aku seolah mendapatkan kasih sayang yang tak kalah dari cinta seorang ibu. Dia selalu ada disaat aku terpuruk, dia selalu ada disaat tubuhku rapuh dan perlu sandaran, dan dia selalu ada disaat aku memanggil namanya. Aku sangat mencintainya, dan aku ingin menghabiskan sisa nafasku bersamanya. Tapi biarlah takdir yang menentukan arah cintaku ini. Yang intinya aku tidak akan pernah menemukan sosok seperti dia lagi di dunia ini"


"Jangan menyerah, semangat!!!" seru para prajurit dibalas anggukkan kepala oleh Pandu sambil tersenyum


_________________


📩Bang Iqbal


Viara, besok ayah dan ibumu berkunjung ke markas besar di kota loh


📩Viara


Benarkah bang? Tapi mengapa bunda tidak memberitahuku yah?


📩Bang Iqbal


Bundamu tadi menelponmu,tapi katanya ponselmu tidak aktif. Jadi dia memberitahu padaku jika besok mereka akan ke markas. Mungkin sekarang dalam perjalanan

__ADS_1


📩Viara


Begitu yah. Besok adek ikut abang ke markas besar di kota yah, pengen ketemu ayah bunda


📩Bang Iqbal


Boleh, tapi jangan bangun kesiangan yah, besok jam 6.30 pagi kita tancap gas


📩Viara


Hahah oke siap bang


"Aku akan memberi kejutan untuk Ayah dan Bunda besok" gumam Viara senang hingga dia melupakan kesedihan hatinya. Viara langsung merebahkan dirinya dan perlahan-lahan menutup mata tak sabar menunggu hari esok


___________


Seperti percakapannya tadi malam, kini Viara telah rapi dan tengah menunggu kedatangan Iqbal di depan rumah dinasnya. Setelah Iqbal datang, mereka berdua langsung pergi ke kota sambil bercanda dan tertawa disepanjang perjalanan. Karena candaan receh Iqbal, Viara bahkan melupakan masalah dan kesedihan yang selalu menamparnya sejak kemarin.


Setelah sampai di markas besar, Viara yang melihat kedua orang tuanya berjalan keluar dari kantor berbinar bahagia dan berlari kencang kearah keduanya


"Ayah... Bunda!!!" Panggil Viara senang dan berhambur memeluk keduanya


"Hehhe, Viara kangen ayah sama bunda tahu" Ucap Viara tersenyum dan kembali memeluk orang tuanya


"Kami juga merindukanmu sayang. Bagaimana kabarmu selama ini?" Tanya Bunda Hana mengusap puncak kepala Viara


"Alhamdulillah baik bunda, banyak banget yang pengen Viara ceritain ke ayah dan bunda" seru Viara senang


"Hahahha, kalau begitu mari kita masuk ke ruangan ayah sementara disini" Ajak Ayah Vian merangkul kedua wanita hebatnya dan berjalan masuk ke ruangan yang disediakan untuknya selama disini


Didalam ruangannya, mereka makan bersama dengan khidmat dan mulai mengobrol tentang pengalaman masing-masing, sementara Bunda Hana menyusun piring bekas makanan mereka dan membawanya ke dapur. Bunda Hana mencegah putrinya yang akan membantunya karena Bunda Hana ingin putrinya menghabiskan waktu bersama ayahnya sebelum mereka kembali ke daerah tempat mereka berasal


"Ohh yah nak, tadi katanya ada yang mau diceritakan sama ayah bunda. Ceritakanlah nak" Ujar Bunda Hana sambil tersenyum pada putrinya yang duduk di seberangnya.


Viara menghela nafasnya dan mulai menceritakan apa yang mengganggu pikirannya sejak semalam


"Ini kisah tentang seorang wanita bunda. jadi begini, wanita itu sangat mencintai kekasihnya, begitu juga sebaliknya Bunda. Mereka selalu bersama dan berniat ke jenjang yang lebih indah. Tapi suatu ketika, kenyataan berkata jika lelaki yang menjadi kekasih wanita itu telah dijodohkan dengan wanita lain. Perjodohan karena balas budi bunda. Dulu kehidupan lelaki itu dan keluarganya sangatlah susah dan terpuruk, tapi semenjak ayah dari wanita lain itu membantu mereka, akhirnya mereka terlepas dari keterpurukan dan hidup berkecukupan. Tapi bagaimana dengan wanita yang menjadi kekasih lelaki itu bunda, apakah dia memang harus merelakan kekasihnya untuk bersanding dengan wanita lain, sedangkan mereka berdua saling mencintai?. Jika memang mereka harus terpisah karena perjodohan itu, apakah wanita itu tidak bisa bahagia bunda?. Wanita itu sangat mencintai kekasihnya, tentu dia akan sangat hancur saat melihat kekasihnya menikahkan dengan wanita lain selain dirinya. Mengapa Tuhan tidak mengizinkan dia bahagia bersama seseorang yang dia cintai bunda? Apa memang wanita itu tidak pantas bahagia bersama orang dia cintai?" Tanya Viara menahan air matanya agar tidak tumpah.


Bunda Hana yang mengerti arah pembicaraan putrinya mengangukkan paham sambil tersenyum dan beralih menatap mata putrinya

__ADS_1


"Siapa bilang dia tidak berhak bahagia nak? Semua wanita berhak bahagia, entah dengan pria yang dia cintai atau pria yang mencintainya" kata Bunda Hana


"Maksud bunda?" Tanya Viara bingung


Bunda Hana tersenyum pada Ayah Vian yang duduk di sampingnya dan beralih menatap putrinya


"Kau tahu sayang, bunda juga mengalami hal yang sama dengan wanita itu" ujar Bunda Hana membuat Viara tertegun dan melongo tak percaya


"Dulu, bunda juga dijodohkan dengan seorang pria demi balas budi juga. Pria itu adalah anak dari sahabat kakek dan bunda juga mencintai pria itu. Dulu hidup mereka sangat terpuruk, dan sangatlah sulit semenjak ayah pria itu meninggal. Tapi kakekmu dengan suka rela membantu mereka keluar dari keterpurukan hingga hidup mereka berkecukupan. Oleh karena itu ibu dari pria itu menjodohkan putranya dengan bunda sebagai balas budi atas kebaikan kakek kepada mereka. Begitu juga dengan kakekmu yang menjodohkan bunda dengan pria itu karena kakekmu tahu jika bunda diam-diam mencintai pria itu. Tapi takdir berkata lain nak, lelaki itu tidak mau menikahi bunda karena dia sudah memiliki kekasih. Dia menolak perjodohan kami tepat didepan mata bunda sehingga bunda sangatlah hancur saat itu nak. Ditambah lagi mereka akan segera melangsungkan pernikahan mereka dalam waktu dekat tentu semakin menyiksa batin bunda (Novel Satu Nama Dihati Sang Prajurit)" Hana tersenyum dan menghapus air mata yang mengalir di pipi putrinya


"Akhirnya mereka menikah nak, dan hari itu bunda sangatlah hancur, bunda merasa sangat sedih karena tak bisa memenuhi permintaan terakhir kakekmu sebelum dia meninggal dunia. Bunda sudah berusaha menyembunyikan pernikahan mereka dari nenekmu, namun lama kelamaan kebenaran itu akan terungkap juga. Nenekmu melihat undangan pernikahan mereka dan pergi melabrak keduanya di rumah pria itu. Bunda sudah berusaha mencegah pria itu untuk berkata sesuatu yang menyakiti nenek, namun karena pria itu tak tahan dengan amarah nenek dia jadi berbalik menghina bunda dan juga nenek. Karena tak kuat menerima kenyataan itu, nenekmu terkena serangan jantung mendadak dan meninggal dunia" Bunda Hana berhenti menjelaskan karena melihat putrinya yang menatap tajam kearah ayahnya


"Tunggu bunda, apa pria itu adalah ayah?" Tanya Viara menatap tajam pada ayahnya.


Hana dan Vian saling pandang dan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi putrinya


"Kok malah ketawa sih" Ucap Viara mengerucutkan bibirnya


"Nggak mungkin ayah sejahat itu sayang, mana mungkin ayah menyakiti wanita yang paling ayah sayangi ini" Ucap Ayah Vian mengecup pipi istrinya


"Viara udah nggak kenal lagi sama ayah yah" lirih Ayah Vian berpura-pura sedih


"Nggak kok ayah, Viara sayang banget sama ayah, mana mungkin Viara lupa sama ayah. Maafin Viara yah" bujuk Viara memelas. Vian tersenyum dan mengelus puncak kepala putrinya dengan sayang


"Lanjutkan bunda" seru Viara


"Semenjak saat itu, bunda juga hancur nak, bunda juga berpikir apakah bunda tidak berhak bahagia di dunia ini? Apakah bunda tidak pantas bahagia bersama orang yang bunda cintai? Apakah bunda memang ditakdirkan hanya untuk menangis dan menderita?. Dan semua pertanyaan itu salah nak, sangat salah. Disaat hari-hari suram yang bunda jalani, ada seorang pria yang datang bagaikan malaikat di hidup bunda. Dia selalu ada dan menemani bunda disaat bunda jatuh dan terpuruk. Pria yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang hingga bunda melupakan rasa sakit itu. Memang saat itu bunda belum mencintainya, tapi karena cinta dan ketulusan yang dia tunjukkan pada bunda setiap saat, bunda mulai mencintai pria itu nak. Dialah kebahagiaan bunda, dialah pelangi setelah ribuan badai yang bunda lewati, dan dialah sumber kekuatan bunda untuk maju ke depan dan menyambut bahagia yang Tuhan takdirkan untuk bunda. Dan dia adalah pria hebat yang ditakdirkan Tuhan untuk bunda. Bunda sangat mencintainya nak, dan hanya namanya saja yang ada di hati bunda dari dulu, kini dan di hari kemudian. Dialah suami bunda sekarang sekaligus ayahmu" Ucap Hana meneteskan air mata bahagia dan berhambur memeluk Ayah Vian yang merangkulnya sejak tadi. Viara meneteskan air mata bahagia dan ikut berhambur memeluk ayahnya


"Terimakasih atas segalanya ayah, ayah memang suami sekaligus ayah terhebat bagiku dan juga bunda. Jadi makin sayang sama ayah. Viara bangga memiliki ayah terbaik seperti ayah" seru Viara memeluk ayahnya erat. Vian membalas pelukan kedua wanita hebatnya dan mencium kening mereka satu-persatu


"Sekarang Viara sudah mengerti kan nak?" Tanya Ayah Vian diangguki Viara sambil tersenyum


"Katakan pada wanita itu, bahagia bukan hanya berasal dari orang yang kamu cintai, tapi bahagia juga bisa berasal dari orang yang mencintaimu. Jangan pernah berpikir jika kita tidak layak bahagia, justru ada jalan lain yang jauh lebih indah yang disiapkan Tuhan untuk kita bahagia sayang" Ucap Bunda Hana sambil mengenggam kedua tangan Putrinya


"Iyah bunda, Viara janji akan selalu mengingat nasehat bunda pada Viara. Terimakasih ayah bunda" seru Viara senang


"Sama-sama sayang" balas Vian dan Hana serentak dan mengecup pipi putri kesayangan mereka


"Terimakasih sudah menghadirkan Orang-orang baik di sekelilingku Ya Rabb, aku berjanji tidak akan mengecewakan mereka semua dengan keputusanku nanti"

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2