
Setelah sampai di pos tentara, Pandu yang masih merasa kesal segera turun dari truk dengan wajah memerah menahan marah. Pandu melangkahkan kakinya sangat cepat dengan rahang mengeras, namun langkah Pandu terhenti ketika mendengar suara indah yang memanggil namanya
"Bang Pandu, tunggu dulu" panggil Viara lembut. Pandu membalikkan badannya dan beralih menatap Viara yang tengah berjalan kearahnya
"ada apa Bang, kenapa abang terihat kesal seperti ini. jangan marah-marah Bang, itu tidak baik untuk abang" Ucap Viara lembut sambil mengusap pipi Pandu. Seketika api amarah Pandu mereda digantikan dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Pandu merasa sangat nyaman dengan elusan lembut tangan Viara dipipinya
"Ini untuk abang" Ucap Viara tersenyum sambil menunjukkan kotak jam tangan yang dipegangnya
"Tapi dek"
"Siut... Adek mohon diterima yah bang, adek udah pilihkan jam tangan yang terbaik untuk abang selama 20 menit, jadi abang nggak boleh nolak yah" ucap Viara diangguki Pandu yang kembali tersenyum. Viara mulai mengambil jam tangan di kotak itu dan memakaikannya di pergelangan tangan Pandu
"Terimakasih yah dek" kata pandu senang
"Sama-sama bang, ayo kita ambil barang-barang yang dibeli tadi sama-sama yuk" ajak Viara mengenggam tangan Pandu agar berjalan mengikutinya. Bang Rama tersenyum senang melihat kejadian barusan, apalagi wajah Pandu yang kembali cerah dan bersemangat menurunkan barang-barang yang dibeli mereka tadi
"Ternyata Viara lah pemenang dihatimu bang" gumam Bang Rama ikut senang melihat Pandu yang tertawa bersama Viara
______
Karena perlakuan Viara tadi, Pandu selalu tersenyum dan tertawa sendiri di depan posnya. Pandu terus saja menatap jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangannya sambil terbayang wajah Viara di benakknya
"Apa ini Pandu, apa kau sudah gila, hei hei apa yang terjadi padamu" Ucap Pandu menepuk-nepuk pipinya dan kembali tersenyum mengingat Viara
"Apa aku telah jatuh cinta padanya, tapi bagaimana dengan gadis remaja yang juga mencuri hatiku. Tapi gadis remaja itu kekasihnya bang Andra, tidak mungkin kan aku mengambil kekasih sahabatku sendiri" gumam Pandu menghela nafasnya kasar
"Aku tanyakan saja kepada bang Zardan sekalian curhat tentang masalahku ini" gumam Pandu mulai mengetik pesan kepada bang Zardan di ponselnya
📩Bang Pandu
Assalamu'alaikum bang, apa kabar?
📩Bang Zardan Senior
Walaikumsalam kabarku baik Pandu, tumben lu chat gua, biasanya kontak gua cuman jadi peramai kontrak ponsel lu. Pasti ada maunya nih
📩Bang Pandu
Haha sorry bro, maklum banyak tugas selama ini. Bang ada yang pengen gua tanyakan nih, sekalian curhat
📩Bang Zardan Senior
Curhat? Pasti tentang cewek nih, yah kan, yah kan!!
📩Bang Pandu
Hehe Iyah bang
__ADS_1
Sambil menunggu balasan dari bang Zardan, Pandu melihat-lihat postingan teman-temannya di aplikasi ***********. Pandu tersenyum melihat teman-temannya dan juga bang Zardan yang berfoto bersama di depan Batalyon. Mata Pandu membulat sempurna melihat wajah pria yang menjadi komandan batalyon yang ikut berfoto bersama teman-temannya. Pandu memperbesar gambaran komandan batalyon itu dan benar saja, wajah komandannya begitu mirip seperti Viara
"Wajah komandan Vian mirip banget sama Viara, ehh tunggu" Pandu mulai mengingat saat-saat dia bercengkrama dengan Viara si gadis remaja di desa N 8 tahun yang lalu.
Pandu baru teringat jika Andra pernah mengatakan bahwa Viara adalah putri komandan yang bertugas di batalyon mereka bertugas. Gadis bermasker itu tinggal dan bersekolah di desa untuk menjaga neneknya. Saking terkejutnya Pandu, ponsel yang dipegangnya kini terjatuh ke lantai
"Astaghfirullah, apakah Viara ini adalah gadis remaja bermasker itu, tidak mungkin kan" batin pandu vemas
"Ahh tidak-tidak, tidak mungkin"
Ting
📩Bang Zardan senior
Hahha, katakan saja apa yang kau ingin katakan padaku, in syaa Allah gua bisa bantu
📩Bang Pandu
Bang, apa abang tahu putrinya Danyon yang bertugas di batalyon xxxxxx tempat kita bertugas bersama dulu?
📩Bang Zardan Senior
Putrinya Danyon, maksudnya Viara
📩Bang Pandu
📩Bang Zardan Senior
Iya yah, gua udah lama nggak lihat Viara di batalyon, biasanya dia main bareng anak-anak di asrama. Nanti gua tanyain deh ke Bu Danyon, kebetulan gua lagi di depan rumahnya nih, biasa ngobrol bareng danyon kalau malam santai
📩Bang Pandu
Yaudah deh bang, ditunggu yah informasinya
"Tidak mungkin kan, semoga Viara yang ini bukanlah Viara si gadis bermasker itu" harap Pandu dalam hatu
______
Karena malam ini sangatlah dingin dan banyak nyamuk, ila membakar obat nyamuk di kamar mereka. Viara yang sudah tertidur lelap tiba-tiba terbangun dan langsung merasakan sesak nafas karena menghirup asap dari obat nyamuk tersebut
"Uhuk... Uhuk... " Viara terbaruk-batuk dan beranjak mencari alat bantu pernapasannya
"Ya Allah dimana alat pernapasanku, aku sudah tidak tahan lagi uhuk.. Uhuk. " batin Viara memegangi dadanya yang terasa sesak.
Viara segera memakai maskernya dan berjalan keluar ke depan teras dengan langkah terseok-seok. Viara teringat jika dia melupakan alat bantu pernapasannya di meja teras rumah.
Pandu yang tengah duduk sendirian didepan pos jaga melihat ada seseorang didepan teras rumah dinas para guru. Pandu terus mengamati gerak gerik wanita itu seperti seorang keamanan yang mengamati maling
__ADS_1
"Akhirnya dapat juga" batin Viara senang melihat alat bantu pernapasan ditangannya. Mata Pandu membulat sempurna melihat Viara yang memakai masker di depan sana.
Sebulir air mata Pandu lolos dari matanya karena melihat wanita yang dirindukan dan selalu dicarinya kini tengah berdiri di depan sana
"Dek, itu?" Pandu semakin terkejut dibuatnya karena melihat Viara telah melepas maskernya sambil menempelkan sebuah alat di hidungnya
"Jadi... Itu"
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah" ucap Viara lega setelah nafasnya kembali normal dan teratur. Viara tak menyadari jika sejak tadi ada sepasang mata yang terus mengamatinya dari depan pos jaga para tentara. Viara yang kelelahan setelah perjalanan jauh tadi segera masuk dan mengunci pintu depan. Tak lupa Viara menyingkirkan obat nyamuk bakar dikamarnya dan mengantikannya dengan obat nyamuk semprotan. Setelah menyemprot ruang tengah dan kamar mereka, Viara merebahkan tubuh lelahnya di ranjangnya dan terlelap mengikuti kedua temannya yang sudah memasuki alam mimpi
_______
Ting....
📩Bang Zardan Senior
Bu Danyon barusan bilang jika putrinya tidak disini karena dia menjadi guru di wilayah Indonesia timur, sejak 2 bulan yang lalu
Tangan Pandu bergetar membaca isi pesan dari bang Zardan
📩Bang Zardan senior
Mengapa kamu bertanya tentang Viara? Apa kamu menyukainya bro??
📩Bang Pandu
Iyah bang, aku menyukainya tapi dia tak akan pernah menjadi milikku
📩Bang Zardan senior
Kenapa kamu berpikir seperti itu. Selama aku menjadi temannya Viara, Viara sama sekali tidak menceritakan padaku jika dia memiliki kekasih. Viara bahkan nggak mau punya pacar katanya,padahal banyak loh abang-abang yang naksir sama Viara. Jadi ini kesempatanmu untuk mendekati Viara
📩Bang Pandu
Panjang ceritanya bang, nanti akan ku jelaskan padamu
Setelah membalas pesan Bang Zardan, Pandu meletakkan ponselnya di atas meja dengan tangan yang bergetar hebat
"Viara, gadis remaja bermasker itu, dia disini" Guman Pandu jatuh terduduk di lantai
"jadi....aku kembali mencintai kekasihnya Andra" lirih Pandu menjatuhkan air matanya
"Tapi kenapa Viara tidak mengatakan sejak awal jika dia itu Viara, gadis bermasker itu. Kenapa dia sembunyi dari Andra, dia memberiku harapan sehingga aku mencintainya. Kupikir dia adalah Viara yang berbeda dengan gadis remaja itu.Tapi aku tidak bisa memilikinya karena dia itu kekasihnya Andra" lirih Pandu menangis dalam diam merasa remuk didalam hatinya
"Apa...apa aku salah jalan??"
Bersambung.....
__ADS_1