Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 35. Kebenaran Viara Yang Terungkap!!!


__ADS_3

"Jadi Viara, si gadis guru itu adalah Viara yang kucari selama ini?" Tanya Andra terkejut dan diangguki Dokter Citra sambil tersenyum. Andra menjatuhkan air mata bahagianya, ternyata kecurigaannya selama ini adalah benar. Viara yang dia cintai, gadis desa yang dia cari selama ini ada dan dekat bersamanya. Viara gadis remaja yang pernah menghabiskan waktunya beberapa hari di desa N sekarang selalu menghabisi waktunya bersamanya. Viara, sosok gadis yang dicari dan selalu ditunggu, sekarang ada disini bersamanya. air mata bahagia luluh dimata Andra menyadari semua kenyataan ini. Kecurigaannya ternyata benar, gadis guru itu yang selalu diselidiki Andra ternyata gadis remaja yang pernah mengungkapkan cintanya padanya delapan tahun yang lalu. Viara si gadis bermasker yang menjadikan Andra sebagai cinta monyetnya


"Jika dia adalah Viara dan dia tahu jika aku dekat dengannya, mengapa dia tidak mengatakannya padaku dokter, mengapa dia bersembunyi dariku? Aku sangat mencintainya dokter, mengapa dia tidak mengatakan padaku jika dia adalah gadis itu?" Tanya Andra berkaca-kaca


"bukannya tak mau mengatakan padamu jika dia adalah gadis yang kau cari. dia bukannya mau bersembunyi darimu. Setiap kali melihatmu dia ingin berlari memelukmu, dia ingin mengatakan jika dia adalah gadis bermasker yang menjadikanmu cinta monyetnya. Tapi dia tahan semua itu, bukan karena ingin bersembunyi darimu, tapi dia hanya ingin mengenal dirimu yang sebenarnya. Viara ingin melihat apakah masih ada cinta untuknya setelah kalian berpisah cukup lama dan tanpa adanya komunikasi sedikitpun. Dia ingin tahu apakah dihatimu hanya dirinya saja atau ada orang lain yang berhasil memasuki hatimu setelah berpisah cukup lama dengannya" tutur dokter Citra menjelaskan


"Tidak dokter, selama ini aku hanya mencintainya saja. Mencintai gadis penyelamatku selalu. Meksipun jarak kami sangat jauh dan kami tidak pernah komunikasi selama 8 tahun, namun hatiku ini hanya untuknya. Aku selalu merindukannya setiap saat, teringat akan ucapan dan kebaikan hatinya saat awal pertama kami bertemu. Aku lega mengetahui jika dia juga sama sepertiku, mencintai walau tak pernah lagi bertemu, selalu merindu meski waktu tak kunjung temu, dan setia mencintai satu nama saja didalam hati" Kata Andra sambil tersenyum yang dibalas anggukkan oleh dokter Citra


Sementara Pandu kembali menelan kekecewaan, hatinya begitu sakit hingga air mata ingin sekali lolos dari matanya. Dia tidak menyangka dia bisa sehebat ini mencintai seorang wanita yang hatinya sejak dulu memang untuk orang lain. Orang lain yang termasuk teman dan sahabat dekatnya. Sedangkan Asya yang duduk disamping Andra terus tertunduk menahan air matanya agar tidak tumpah. Orang yang dia cintai ternyata juga tengah mencintai orang lain sejak dulu. Dia ingin beteriak mengeluarkan sesak di dadanya, namun dia sadar sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menangis sejadi-jadinya


"Tunggu, lalu Siapakah wanita yang duduk disampingmu?" Tanya Dokter Citra pada Asya yang terus tertunduk sejak tadi


"Dia adalah wanita pilihan ibuku, dia yang akan dijodohkan ibuku sejak dulu denganku namun aku selalu menolak dan menundanya karena aku masih menunggu gadis bermaskerku. Aku hanya ingin bersama dan menghabiskan sisa umurku bersamanya dokter., itulah alasan aku selalu mencintai dan berusaha mencarinya selama ini" dokter Citra mengembangkan senyumannya mendengar ucapan Andra, sedangkan Asya yang tak kuat lagi menahan sakit hatinya menumpahkan air mata dalam diamnya


"Lalu, setelah bertemu dengan Viara,apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanya dokter Citra sekali lagi

__ADS_1


Andra tersenyum dan menjawab


"Aku akan menikahinya, bolehkan dokter"


Doooooor!!!!


Bagai ditembak mati, Pandu bahkan sampai memegangi dadanya yang terasa sangat sakit. Andra menyunggingkan senyumnya dan berlalu bersama dokter Citra untuk menemui Viara di ruang rawatnya, sedangkan Asya berlari keluar rumah sakit karena tidak sanggup lagi menerima kenyataan yang menampar hatinya


"Mengapa rasanya sesakit ini Ya Tuhan, aku sangat mencintainya tapi aku tak akan pernah bisa memilikinya, mengapa kau berikan perasaan ini padaku, aku tidak kuat Ya Rabb" lirih Pandu jatuh terduduk di lantai. Perwira yang tegas dan penuh wibawa kini menjatuhkan air matanya, tak mampu lagi membendung rasa sakit dan air mata yang menyatu menjadi satu dan menghancurkan hatinya perlahan-lahan. Dia begitu kuat mencintai, tapi kembali menelan pil kekecewaan.


Pandu menghapus air matanya dan dengan langkahnya yang gontai, dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dokter Citra menyusul teman-temannya di ruang rawat Viara.


"Hai dek, lama tak jumpa yah. Apa adek masih kenal sama abang?" Tanya Andra membantu Viara untuk duduk. Dokter Citra yang mengerti dengan kebingungan Viara tersenyum dan mengedipkan matanya pada Viara. Mengerti isyarat dokter Citra,Viara menyunggingkan senyumnya dan berhambur memeluk lelaki yang sangat dicintainya


"Abang hiks..hiks.. Adek sayang sama abang, abang kemana saja setelah dari desa adek, kenapa abang nggak kunjung datang dan menjemputku disana hiks... hiks.." Lirih Viara terisak dibahu Andra

__ADS_1


"Abang sudah berusaha mencarimu dek, tapi karena banyaknya tugas membuat abang tak kunjung menemukanmu. Tapi selama ini hatiku hanya untukmu dek, cinta dan kerinduan selama ini hanya untuk dirimu saja" ujar Andra membalas pelukan Viara dan mengusap kepalanya dengan lembut


"Adek nakal yah, kenapa adek sembunyi dari abang selama ini. Kenapa adek nggak kasitau abang jika kamu adalah Viara gadis bermaskerku. Ternyata guru matematika yang abang curigai sebagai Viara milik abang selama ini ternyata benar" seru Andra mencubit hidung Viara


"Hehehe, maaf yah bang, sebenarnya..." Ucapan Viara terputus karena Andra menempelkan jari telunjuknya di bibir Viara


"Abang udah tahu semuanya, sekarang tidak ada lagi yang akan mencegah kita untuk bersama. Sekarang kau akan menjadi milikku seorang, akan kudatangi kedua orang tuamu dan meminangmu tepat didepan mereka" Viara menganggukkan kepalanya sambil tersenyum bahagia dan kembali memeluk Andra


Pandu tersenyum getir mendengar ucapan tulus Andra pada Viara. Karena tak mampu menahan lagi, Pandu membalikkan badannya menjauhi ruang rawat Viara sambil menangis didalam hatinya. Ila berniat menyusul Pandu untuk menguatkan hati lelaki rapuh itu, namun bang Rama mencekal tangannya


"Biarkan dia sendiri dulu sayang, agar dia bisa menenangkan hatinya menerima kenyataan" Ucapan Bang Rama lembut. Ila menganggukkan kepalanya dan berhambur memeluk bang Rama.


"Tapi bagaimana dengan kak Asya bang?" Tanya Viara bersandar di dada Andra


"Adek tenang saja, Asya adalah gadis yang dijodohkan oleh ibu untuk abang karena pengen abang nikah secepatnya. Tapi abang sudah menemukan gadis yang baik dan menantu idaman bagi ibuku. Soal Asya nanti abang akan menjelaskan semuanya padanya, dia gadis yang baik pasti dia akan mengerti setelah mengetahui semuanya" kata Andra mengelus punggung Viara yang tersenyum bahagia didalam pelukannya

__ADS_1


"Semua penantian telah terbayar lunas, semua doa dan usaha telah terwujud dengan indah di waktu yang selalu di nanti. Aku dipisahkan darimu dalam waktu yang lama dan kembali dipertemukan dengan cara yang indah. Terimakasih Ya Tuhan"


Bersambung.....


__ADS_2