Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)

Di Ujung Penantian (Kekasih Sang Prajurit)
BAB 40. Lomba Memeriahkan HUT Desa S


__ADS_3

Sesampainya di lapangan yang berdekatan dengan balai desa, Viara dan Andra berpisah arah untuk menuju ke tempat pekerjaan masing-masing. Andra melangkahkan kakinya berlawanan dengan Viara menyusul personilnya yang sedang berjaga, sedangkan Viara menuju ke tendanya untuk bergabung dengan teman-temannya yang sedang menghias hidangan mereka dengan penuh semangat


"Hei kalian, kok masih berjaga? bukannya pertandingan Voly putra akan segera dimulai yah?" Tanya Andra pada personilnya


"Kami masih menunggu lombanya dimulai bang. Pertandingannya akan berlangsung setelah acara memasak para ibu-ibu selesai. Jadi selagi acara ibu-ibu masih berlangsung, kami menyibukkan diri dengan berjaga disini" tutur Bang Rama menjelaskan


"Iyah Danru, kami menyibukkan diri dengan berjaga sekarang agar ketika pertandingannya dimulai nanti, giliran para polisi yang berjaga disini" lanjut Bang Bayu


"ohh baiklah, kita ada berapa tim untuk mengikuti pertandingan Voly itu?" Tanya Andra kembali


"Ada dua tim bang, satu timnya bang Jaya (Tim serigala) dan satunya tim bang Pandu (Tim Jaguar). Diantara kita bertiga abang ada di timnya bang Jaya, sementara bang Rama ada di timnya bang Pandu" tutur Bang Bayu menjelaskan


"Terus kamu di tim mana bang?" Tanya Andra kembali


"Saya nggak ikutan bang, saya maunya jadi penonton yang super heboh diarea pertandingan" seru Bang Bayu sambil cengegesan. Bang Bayu memang salah satu anggota yang sangat cerewet dan super ceria di antara semua personil Andra, karena itulah Bang Bayu selalu berhasil menebar tawa dan candaan di pos jaga mereka


"Hahah Dasar!!!" Kata Bang Rama geleng-geleng kepala melihat tingkah rekannya itu


"Haha, pertahankan Bang. kalau begitu kalian lanjut berjaga yah, aku akan mengecek kondisi lapangan Voli nya dulu" Pamit Andra


"Siap Komandan" jawab keduanya serentak. Andra menganggukkan kepalanya dan berlalu menuju ke lapangan Voli


_____________


Sementara di tenda kelompok Viara, semua rekan-rekan guru yang tengah menata kue diatas meja berseru kegirangan melihat Viara yang baru saja datang


"Viara lihatlah, cantik kan hiasan yang kami buat?" Tanya Syifa senang. Viara beralih menatap brownies yang tersusun rapi diatas meja dan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Mata Viara berbinar sempurna melihat indahnya hiasan brownies tersebut yang bertuliskan HUT Desa S yang ke-50 diatasnya dan dipadukan dengan krim coklat sebagai alas yang menutupi semua sisi brownies tersebut. Hiasan krim di pinggiran brownies dipadukan dengan buah stoberi dan ceri semakin menambah keindahan brownies terebut


"Iyah, Cantik sekali" kata Viara berbinar senang


"Iyah kan, semoga menu kita yang satu ini menang" seru Syifa berbinar


"Iyah benar, tapi walaupun menu kita tidak memperoleh kemenangan dalam perlombaan ini, setidaknya kita sudah bekerja sama dan saling membantu untuk menciptakannya" kata Bu Elly mengungkapkan pendapatnya


"Dari perlombaan ini menang atau kalah itu sudah pasti ada. Tapi dibalik perlombaan ini kami tidak terlalu memikirkan kemenangan, karena yang hanya kami inginkan adalah kerjasama dan kekompakan sesama kita" lanjut Ila setuju dengan perkataan Bu Elly.


Viara menyinggung senyumnya dan berpelukan bersama rekan-rekannya


"Apapun yang terjadi, kita tetap satu tim" kata Viara diserukan oleh rekan-rekannya.


Selang beberapa saat, terdengar suara dari arah depan balai desa yang menyerukan agar setiap kelompok ibu-ibu membawa menu hidangan mereka ke depan untuk dinilai. Teman-temann Viara mulai memilih brownies yang paling cantik diantara keempat brownies tersebut dan membawanya ke depan bersama kelompok yang lain setelah kesepakatan bersama dalam memilih brownies.


Kini di depan meja yang ada di balai desa telah tersaji berbagai jenis makanan yang berbeda-beda tapi dengan satu bahan dasar. Yang akan menilai lomba memasak yang satu ini adalah pak kepala desa, Bu kepala desa dan ketua Adat.


Ketika Viara menoleh kesamping kiri dan kanannya, terlihat jika semua peserta di tiap-tiap kelompok merasa sangat tegang dan gugup ketika makanan mereka tengah di cicipi juri yang ada di depan sana. Ketika Viara beralih menatap teman-temannya, seketika Viara menyinggung senyumnya melihat tidak adanya rasa takut atau tegang dari wajah rekan-rekannya ketika brownies singkong buatan mereka telah di cicipi


Setelah mencicipi semua hidangan yang terdapat diatas meja, Pak Kepala desa beralih berdiskusi bersama istrinya (bu Kepala desa) dan ketua adat. Setelah berdiskusi untuk menentukan pemenang perlombaan memasak tersebut, Pak Kepala Desa berdiri dari duduknya dengan mic di tangannya


"Saya merasa senang melihat kerjasama dan semangat ibu-ibu dalam melaksanakan perlombaan ini. Rasa makanannya sangat beragam dan membuktikan kreativitas Ibu-ibu sekalian patut diacungi jempol. Ditangan saya sudah ada ketiga nama pemenangnya. Dan yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Tetap berusaha lebih keras lagi agar hasilnya lebih baik lagi" tutur Pak Kepala Desa


"Juara ketiga dimenangkan oleh kelompok tenaga keperawatan dengan hidangan bola-bola singkong, juara kedua dimenangkan oleh kelompok ibu RT dengan hidangan Lapis Singkong. Dan untuk juara pertama dimenangkan oleh........" Pak Kepala Desa sengaja menunda ucapannya untuk mengamati ekspresi para peserta

__ADS_1


"Semoga kita menang teman-teman" kata Syifa tegang diangguki rekan-rekannya. Kelima guru itu saling berpegangan tangan dengan telapak tangan mereka dibajiri keringat


" Juara Satu Lomba memasak antar kelompok ibu-ibu untuk memeriahkan HUT ke 50 Desa S jatuh kepada..... Kelompok Guru SD 1 dengan hidangan istimewa berupa brownies singkong " seru Pak Kepala Desa bersama Bu Kepala Desa


"Yaahh..... Alhamdulillah" seru para guru-guru rekan Viara meloncat kegirangan dan berpelukan satu sama lain.


"Ayo bagi para pemenang, disilangkan untuk mengambil hadiahnya" seru MC mempersilahkan. Mewakili kelima rekannya, Viara ikut maju keatas bersama para wakil dari ketiga kelompok juara pertandingan memasak pada saat itu


Sesampainya diatas panggung, Viara langsung menerima hadiah pemenangan lomba tersebut diantaranya Juara satu menerima beberapa set jenis peralatan memasak dan uang tunai sekitar enam juta rupiah, Juara kedua menerima satu set panci dan uang tunai sekitar tiga juta rupiah, dan juara tiga menerima satu set panci dengan uang tunai sekitar satu juta rupiah.


Setelah menerima hadiah dan melakukan foto bersama, Viara dan rekan-rekannya mulai mengangkat hadiah mereka dan membagikannya secara imbang dengan teman-temannya


"Teman-teman, peralatan ini kita simpan di tenda kita dulu, lebih baik sekarang kita meminta pertandingan Voli putra yang akan dimulai segera. aku dengar tim guru pria sekolah kita pemain pembukaan acara loh melawan SD negeri 2" saran Ila pada teman-temannya


"Benarkah, kalau begitu ayo kita kesana, tapi sebelum itu kita simpan dulu peralatan ini di tenda kita" Ajak Viara diserukan oleh rekan-rekannya. Setelah menyimpan peralatan hadiah mereka di tenda, keenam guru itu melangkah bersama ke lapangan Voli dimana pertandingan akan segera berlangsung sekarang.


Setelah acara pembukaan oleh kepala desa, kini para peserta yang bertanding sudah memasuki dua lapangan pertandingan. Viara yang tengah mendukung tim dari sekolahnya tertegun mengamati Andra dan rekan-rekannya yang bersiap memasuki lapangan. Viara menyunggingkan senyumnya dan berlalu mendekati Andra sebelum tim yang bernama serigala itu memasuki area pertandingan


"Abang... Abang ikutan lomba juga?" Tanya Viara yang berdiri tepat disamping Andra


"Iyah dek, abang juga pengen terlibat dalam memeriahkan HUT desa ini loh. Doakan abang semoga abang menang yah" kaya Andra lembut sambil mengusap pipi Viara


"Iyah abang sayang, semangat yah. Sekarang adek dukung rekan guru adej yang bertanding dilapangan sebelah. setelah itu adek akan kesini dan dukung abang" seru Viara antusias


"oke sayang, abang tunggu dukunganmu yah" Ucap Andra diangguki Viara sambil tersenyum.


Setelah Andra memasuki lapangan pertandingan bersama timnya, Viara berlalu ke lapangan sebelah untuk melihat dan mendukung rekan gurunya di pertandingan yang sedang berlangsung. Hari ini cuacanya sangat berawan jadi para penonton dan pemain tidak akan kepanasan terkena sinar matahari langsung


"Yeay Tim Bang Andra masuk Final" seru Viara kegirangan


"Syifa, Ila ayo kita ke lapangan sebelah yuk, disana pertandingan penentuan juara akan berlangsung. Rekan guru yang bertanding untuk meraih juara ketiga biar teman-teman guru yang lain yang akan akan mendukung mereka" Ajak Viara berseru kegirangan


"Ayo" jawab keduanya serentak dan mulai melangkahkan kakinya mengikuti Viara yang menarik tangan mereka.


"Kini kita telah sampai di puncak pertandingan. Kira-kira siapa yah yang akan membawa pulang piala pertandingan voli putra sore hari ini? daripada bertanya-tanya marilah kita sambut kedua calon juara kita!!!!!!" Seru MC mendapatkan tepukan tangan meriah dari para penonton


"Ini dia kita sambutan tim calon juara kita yaitu Tim Serigala!!" seru MC mengundang tim Serigala untuk memasuki area pertandingan. Viara tersenyum senang melihat Andra yang berjalan masuk ke lapangan dengan rekan-rekannya setimnya


"Semangat bang!!!" seru Viara dari pinggir lapangan. Andra mengangguk dan menunjukkan jempolnya pada Viara sambil tersenyum


"Ciee, dilirik pacarnya tuh" goda Syifa mendapatkan tawa dari teman-temannya


"hahah,tapi ngomong-ngomong siapa yah tim yang akan bertanding di kejuaraan Final hari ini?" Kata Viara bertanya-tanya


"Tim yang akan melawan Tim Serigala adalah tim yang hebat Viara, tim itu juga adalah tim favoritku" seru Ila kegirangan


"Tim Favorit......" kata Viara terputus karena MC kembali menyerukan sesuatu


"Mari kita sambut tim calon juara kita juga. Tim hebat dengan pemain-pemain berpotensi yang berhasil meraih nilai tertinggi di pertandingan sebelumnya. Mari Kita sambut Tim Jaguar...." Kata MC kembali mengundang riuh dari pada penonton.


"Tim Jaguar? bukankah......" kata Viara terputus karena Ila menarik tangannya sambil berseru kegirangan


"Iyah Viara, tim Jaguar. Tim dimana bang Rama termasuk anggotanya. lihatlah mereka didepan sana Viara" seru Ila melihat Tim Jaguar yang bersiap memasuki area pertandingan.

__ADS_1


Viara memutar pandangannya ke depan, seketika Viara terdiam menatap dua orang tim Jaguar yang berjalan masuk diikuti anggotanya dibelakang.


"Bang Pandu...." gumam Viara menatap Pandu yang berjalan bersama Bang Rama memasuki area pertandingan


"Aduh, siapa yang akan kudukung kalau begini" gumam Viara cemas. Viara sedikit bernafas lega karena Pandu belum menyadari kehadirannya


"Lebih baik aku pergi saya dan tidak mendukung tim manapun, sebelum aku kebingungan nanti. Lebih baik aku pergi sekarang dan datang kembali setelah pemenangnya ditentukan" gumam Viara berjalan mundur dari samping Ila. Ila yang tahu jika Viara akan pergi sekarang refleks menarik tangannya dan mencegahnya untuk pergi


"Mau kemana Viara? bukannya kamu yang ajakin kami kesini? lalu kenapa kamu pergi?" Tanya Ila


"a.. aku.. aku mau ambil sesuatu yang tertinggal" Ucap Viara menyangkal sambil gelagapan. Ila yang tahu jika Viara berusaha menghindar tetap menahan tangan Viara agar tetap disampingnya


"Semangat Bang!!! semangat tim Jaguar" Teriak Ila menyemangati dari pinggir lapangan. Semua anggota tim Jaguar beralih menatap Ila dan mengacungkan jempol padanya bersamaan, namun seketika jantung Viara berdegup kencang ketika tatapannya tak sengaja bertabrakan dengan salah satu personil tim Jaguar


Deg...


Viara beralih menatap tim Serigala dan membalas senyuman lelaki yang sangat dicintainya padanya. Viara menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan-lahan. Viara mendongkakan kepalanya dan beralih menatap salah satu personil Tim Jaguar yang juga tengah menatapnya. Viara menujukkan kepalan tangannya sambil tersenyum manis pada lelaki itu


"Semangat bang" batin Viara sambil tersenyum manis pada Pandu. Pandu mengangukkan kepalanya pada Viara sambil tersenyum dan kembali fokus dengan pertandingan


pertandingan pun berlangsung, disaat semua penonton di sampingnya termasuk Ila yang menyemangati Tim pilihannya, justru Viara hanya terdiam sambil mengamati jalannya pertandingan


"Hei Viara, kenapa diam?" Tanya Ila melirik sekilas kearah Viara di sampingnya dan kembali memperhatikan pertandingan yang sedang berlangsung


"Tidak Ila, aku hanya serius mengamati pertandingan, jadinya diam" sangkal Viara menujukkan senyumnya. Viara sengaja tidak mengeluarkan dukungan peda kedua tim yang sedang bertanding karena Viara tak mau mengecewakan hati dua pria yang sangat mencintainya dengan memihak salah satunya saja. Jadi Viara lebih memilih diam agar tidak ada yang tersenyum getir atau terluka


"Kamu tadi loh yang semangat ajakin aku kesini. giliran sudah disini, kenapa kamu bengong Viara? ayo dukung salah satu tim dong. lagipula kedua tim itu adalah teman-teman kita bukan?" kata Ila pada gadis yang masih terdiam di sampingnya


Viara yang akan menjawab pertanyaan Ila tak menyadari adanya bola voli keras yang terarah padanya. Menyadari hal itu, Pandu berlari kesamping dan menahan laju bola itu dengan lengan bawahnya agar bola itu tidak mengenai Viara. Karena pukulan yang dihadang nya sangat keras menyebabkan sedikit rasa nyeri ditangan Pandu. Namun ketika melihat wajah cemas wanita yang dicintainya yang sepertinya mengerti dengan rasa sakitnya membuat Pandu menujukkan senyumnya seolah berkata pada wanita itu aku baik-baik saja agar wanita itu tidak perlu khawatir tentang dirinya


Viara kembali tertegun dengan raut wajahnya yang cemas melihat tindakan Pandu yang kembali melindunginya barusan


"Terimakasih karena selalu sigap melindungiku setiap saat. Terimakasih bang Pandu" kata Viara dalam hati sambil tersenyum manis pada Pandu


"Ayo dong Viara, dukung salah satu tim yang bertanding di depan kita biar seru tahu" pinta Ila menggoyang-goyangkan tangan Viara


"Iyah deh iya" balas Viara menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan


"Ayo semangat abang, ayo abang... abang.. abang!!!" seru Viara dari pinggir lapangan


"btw itu abang siapa yah? kok nggak disebutkan namanya sih. kan semua anggota tim kita panggil abang, jadi abang siapa yang kamu maksud Viara?" Tanya Ila kebingungan dengan ucapan semangat Viara


"dukung abang tukang bakso kali" kata Syifa yang berdiri di samping kanan Ila


"nah Iyah, abang tukang bakso. Aku beli bakso dulu yah teman-teman, bye" seru Viara lekas berlari sebelum Ila menahan tangannya lagi


"Hei Viara!!! Viara" panggil Ila yang tak dihiraukan Viara. Viara terus berlari ke tenda mereka tanpa mengindahkan panggilan Ila


"Aku tahu alasanmu menghindar Viara" gumam Ila menatap punggung Viara yang semakin jauh. Ila terasa dan beralih menatap pertandingan di depannya


"Nanti setelah pemenangnya diumumkan, aku akan kembali ke tempat tadi. Aku tidak ingin membuat orang bersedih karena memihak satu pihak saja. Tapi semoga hasil dari pertandingan ini memuaskan"


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2