
Will kaget mendengar ucapan Bia, bukannya ia melepaskan Bia malah menatapnya dengan mata yang merah dan hatinya yang semakin mendidih. Jawaban Bia tidak bisa ia terima, Will bahkan memeluk Bia dengan erat. Mencengkram lengannya dan Bia merasa kesakitan. Tatapan tajam Will membuatnya takut, saat dia ingin melompat dari pangkuan Will, ia malah di tahan. Lalu Will kehilangan kendali, ia mencium bibir Bia dengan paksa. Bia pun mencoba menepis, tapi Will tetap saja mencumbu sampai membuatnya menangis kembali.
"Sayangku, aku tidak akan melepaskanmu malam ini" ucapan Will membuat Bia berkeringat dingin. Dia tidak bisa melakukan apa-apa, tubuh Will benar-benar menghimpitnya.
Will melepaskan ciumannya lalu dia berkata bahwa ciuman pertama Bia hanya untuknya dan ciuman pertamanya hanya untuk Will.
Mendengar kalimat itu, Bia seperti mengingat sesuatu. Tapi ia juga tidak paham apa yang di maksudnya dengan kalimat yang tidak asing ini.
Bia yang tadinya selalu memukul mukul badan Will, tiba-tiba berhenti. Entah kenapa ia merasa ada yang aneh setelah mendengar ucapan itu. Will yang merasa bahwa Bia menolaknya seketika bertanya-tanya dalam hati kenapa dia berhenti memukulku, apakah ucapanku membuatnya ingat sesuatu.
"Sayang???" Tanya Will tak tahu malu memanggil dengan kata mesra.
" Apa kamu mengingat sesuatu" tanyanya kembali.
"Siapa kau sebenarnya???" Tanya Bia lantang.
"Aku Willy San, apa kamu jatuh cinta kepadamu" jawab Will meledek Bia.
"TIDAK... tolong biarkan aku pergi" ucap Bia yang tidak ingin membahas sesuatu yang ia merasa sempat mengingat masa lalu.
Will sedih mendengar jawaban Bia yang selalu ingin menjauh darinya.
"Eeem sayaaang, aku cemburu jika kau berpacaran dengan Bryan. apakah kau bisa menjauh darinya untukku" tanya Will dengan semaunya.
"Untuk apa aku menjauh darinya, dia kekasihku" jawab Bia berbohong lagi.
"Tidak adil, aku duluan yang bertemu denganmu. Mengapa bukan aku yang menjadi pacarmu" ucap Will dengan wajah yang menggemaskan.
"Aku baru melihatmu disini, bagaimana kita bisa bertemu lebih dulu" jawabnya penasaran.
"Apakah kau lupa sayang. Di club kota, aku dulu yang menemukanmu bahkan menciummu" jelas Will.
Bia terkejut mendengar perkataan Will, ternyata dia pria brengsek yang menciumku di club. Mengapa aku tidak mengingat wajahnya. Dan mengapa aku begitu mudah di cium olehnya, Sialan. Bia menggerutu dalam hati.
"Ooh itu kau, pria mesum yang selalu menggangguku" jawabnya cepat.
"Aaah sayaang, bukannya kamu begitu menikmati ciuman kita di club. Mengapa sekarang marah kepadaku" ucap Will usil kepadanya.
"Sudah lepaskan aku, aku ingin kembali ke kamarku" Bia malu karena Will mengingatkan ciuman itu saat di club.
__ADS_1
"Wajahmu memerah, hahaaa. Aku tahu sebenarnya kau menyukaiku diam-diam hahaaaa" jawab Will merasa menang dan menertawakannya.
"Hiiissst, dasar tidak tahu malu" Bia mengutuk.
Will masih saja memangkunya, dan tidak melepaskan pelukannya, ia merasa nyaman jika Bia tetap ada di pangkuannya.
"Ayolah tuan Willy San, aku sudah mengantuk. Aku kesini juga hanya ingin mengambil dompetku" tanya Bia yang merasa dirinya sudah lelah dan ingin tidur.
"Oke aku akan melepaskanmu, tapi dengan 1 syarat !!!" tantangnya.
"APA???" Tanya Bia. Will kembali menatap mata Bia lalu berbisik di telinganya.
"Jauhi Bryan, atau aku akan nekat melakukan sesuatu kepadamu" jelasnya membuat Bia merasa bahwa dirinya sedang di ancam.
"Apa yang ingin kau lakukan kepadaku??" Tanya Bia sambil memandang wajah Will yang begitu tampan.
Saat Bia menatap Will, ia kagum dengan wajah sempurna yang di miliki Will. Lalu Will berkata lagi dengan ancaman yang menggetarkan tubuhnya.
"Aku akan menciumi bibirmu, membelai rambutmu, menggendong tubuhmu yang berat ini, lalu memeluknya dengan erat. Bahkan aku bisa melakukan sesuatu yang membuatmu tidak ingin berjauhan denganku" ucap Will usil membuat Bia takut.
"Tapi Bryan pacarku, bagaimana mungkin aku menjauhinya" jelas Bia bohong kembali.
"Aku tahu kau tidak mencintainya, karena aku tahu cinta sejatimu hanya untukku" jawaban Will membuat Bia muak.
Akhirnya Will menurunkan Bia dari pangkuannya. Ia memberikan dompet Bia, dan mengantarnya pulang ke kamarnya. Will yang melihat kamar Bia di jaga ketat oleh orang suruhan Bryan menjadi kesal, namun ia menghiraukan keberadaan mereka semua. Ia tetap melangkah mengantar Bia sampai di depan pintu kamar. Saat Bia ingin masuk ke dalam kamar, Will menarik tangannya membuat tubuh Bia berputar ke hadapannya.
"Sayang, ingat perkataanku tadi" ucap Will sambil menunduk tepat di depan wajah Bia.
Lalu Bia mundur dan hanya mengangguk pasrah. Bia langsung masuk ke kamar menutup pintu dengan cepat. Will yang melihat gugup di wajah Bia hanya tersenyum lebar dengan gaya kedua tangan di masukkan ke dalam saku celana tidur dan memasang wajah seramnya di depan pengawal Bryan. Kemudian berjalan menuju ke arah kamarnya kembali. Para pengawal yang melihat kejadian itu langsung melaporkan kepada Bryan dan Os.
Hari ketiga mereka di pantai Z. Sandra dan yang lainnya sedang bersantai di salah satu cafe di pinggir pantai dengan menikmati musik live yang mengasikkan. Sarah terlihat makin dekat dengan Os, Dona yang masih sibuk dengan handphone hanya bisa tersenyum sendiri mendapat pesan dari pacar brondongnya.
Sedangkan Sandra sudah duduk manis menunggu Bryan datang. Tak lama kemudian Bryan dan Bia sampai, Sandra muak dengan tingkah Bia yang selalu bersama Bryan.
"Kenapa bisa bersama Bryan??" Tanya Sandra sinis.
"Ooh tadi perpapasan, jadi sekalian jalan bareng kesini" jelasnya bohong.
Sebenarnya berapa menit yang lalu Bryan menunggu Bia di depan kamar, agar bisa ke cafe bersama. Bryan sudah mengetahui kejadian semalam yang membuatnya marah besar. Namun ia tidak ingin membahas itu dengan Bia sekarang.
__ADS_1
"Sudahlah Sandra, kau mulai lagi. Apa salahnya mereka jalan bersama, kau ini terlalu lebay" sahut Dona membela Bia.
"Ok, aku akan diam" jawab Sandra kesal dan berusaha mengontrol emosinya.
Bryan hanya tersenyum melihat tingkah persahabat mereka, ia duduk di samping Bia. Sesuai ucapannya, ia akan menjaga Bia dimanapun mereka berada. Bia yang menyadari keberadaanya hanya bisa terdiam seolah itu bukan masalah besar.
Mereka sibuk dengan handphone mereka masing-masing. Dari arah pintu masuk cafe terlihat Will bersama asisten Zen, Leo dan Sely yang akan menghampiri Bryan dan yang lainnya. Sely yang selalu merangkul tangan Will merasa dirinya sangat beruntung bisa berjalan bersama Will, walaupun dia tahu apa yang dia rasakan ini hanya boleh sebatas teman untuk Will.
"Pagi semua" sapa Leo kepada mereka. Mereka langsung menengok sumber suara itu.
"PAGI!!" jawab Sandra, orang pertama yang selalu merespon mereka dengan baik.
Bia yang melihat wajah Will merasakan ke tidak nyamanan, mata Will selara memberi kode kepadanya. Karena ia ingat ucapan Will semalam ia langsung membuang menunduk, tapi ternyata di pantau oleh Bryan. Ia yang melihat ke anehan itu, langsung mengeluarkan kalimat yang membuat Os terkejut.
"Sely, Aku kira kau sudah putus dengan Will" ucap Bryan tiba-tiba.
Will tertarik dengan respon Bryan, lalu ia langsung membalasnya dengan kata yang menohok.
"Sejak kapan kau memikirkan hubungan kami" jawab Will.
Bia mendengar perkataan Will, langsung mengangkat wajahnya menatap muak ke wajah Will.
Pria brengsek, semalam dia bisa berkata manis denganku seolah aku wanitanya sekarang dia berkata lain, rasanya aku ingin mengutuknya. Ucapnya dalam hati.
Will tersenyum melihat Bia yang mau menatapnya walaupun dalam hitungan detik.
"Aku malah ikut bahagia, jika kalian selalu menjadi pasangan" ucap Bryan sinis seolah tidak peduli dengan hubungan mereka lagi.
"Yaa aku akan selalu bersama Will, bukan begitu sayang???" jawab Sely langsung melihat Will dan Will hanya menggangguk menandakan iya. Sely merasa bahagia, ternyata Will masih mencintainya.
"Bolehkah kami bergabung bersama kalian" tanya Leo ingin mengalihkan pembicaraan mereka.
"Tentu saja boleh" jawab Sandra tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
Akhirnya mereka semua duduk bersama dengan kesibukkan mereka masing-masing. Mereka hanya saling tersenyum dan melemparkan pandangan kecuali Bia yang menunduk kembali karena ia malas melihat Will duduk persisi di depannya.
Mereka memulai percakapan, tapi Bryan hanya memperhatikan Bia saja. Lalu dia berkata dan berbisik di telinganya.
"Apa kamu bosan disini" tanya Bryan.
__ADS_1
"Iyaa, aku sangat bosan. Bawa aku melihat pantai" ajak Bia kepada Bryan.
"AYO.." Ucap Bryan membuat mereka semua menoleh.