
"BRYAN..." panggil Os sambil berlari menghampiri Bryan.
Mendengar Os berteriak, Bryan langsung menoleh. Ia yang sedang bersantai di bawah teriknya matahari spontan terkejut mendengar suara panggilan Os yang menggelegar.
"Why...??? Suaramu mengejutkanku Os" tutur Bryan yang syok dengan suara keras Os.
"Sebentar aku atur nafas dulu, huuuffft..."
"Aa...akuu , aku punya informasi penting" suara Os tersengal-sengal.
"Apa kau melihat setan Os, apa wanitamu selingkuh ??" tanya Bryan asal bicara.
"Ini tentang Bianca, sabar... Aku tarik nafas dulu" ucap Os.
"Ada apa dengan Bianca ??" Bryan langsung bangun dari rebahannya.
"Bi...Biancaaa, dia menghilang" ucap Os cepat.
"APAA ??" suara Bryan terdengar lantang.
"Sabar Bryan, aku belum selesai. Sabar !!!" Os sambil memegang dadanya yang sakit akibat lari di siang hari.
"Kau dapat informasi itu dari mana ?? Cepat Os katakan !!" Bryan mulai panik.
"Kan kau saja terkejut, apalagi aku. Sabar Bryan, sabar yaa nafasku susah di atur. Aku masih mengatur nafas, aku lumayan jauh berlari menghampirimu" Os banyak bicara.
"Aku tidak ingin mendengar ocehanmu, cepat katakan Bianca menghilang dimana ??" Bryan benar-benar tidak sabar ia sangat cemas.
"Zen memberitahuku, Bianca berdebat dengan Will. Dan dari semalam Bianca menghilang entah kemana ??" ucap Os.
"Brengs*ek kau Will !!!" Bryan menggepalkan tangannya.
"Aku harus kembali hari ini juga" Bryan pergi meninggalkan Os begitu saja, ia harus mengatur kepulangannya ke Indonesia untuk membantu menemukan Bia.
"Haduuuh, apa aku salah menceritakannya kepada Bryan ?? Maafkan aku Zen, tapi aku tidak bisa menahan cerita itu sendiri" Os merasakan ketakutan, ia takut jika Bryan akan kembali berkelahi dengan Will.
Lalu Os berlari lagi untuk menyusul Bryan yang sudah berjalan jauh meninggalkannya di pantai Pattaya sendiri. Ia pun akan mengikuti Bryan kembali ke Indonesia.
__ADS_1
Perjalanan kembali ke Indonesia dari Pattaya (Chonburi) memerlukan waktu sekitar 8 jam 10 menit. Karena Bryan tidak ingin terlalu lama di udara, akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan jet pribadinya. Bryan terlihat sedang berkemas, lalu teleponnya berdering ia langsung meraih handphonenya dengan cepat dan tanpa melihat siapa yang menelepon Bryan langsung mengangkatnya.
"Hallo..." ucap Bryan sambil membereskan barang-barangnya.
"Kau dimana ???" terdengar suara wanita, Bryan langsung melihat layar handphonenya dan ternyata itu adalah Sandra.
"Ohh, aku masih di hotel" jawabnya cepat.
"Masih ??? memangnya kau mau kemana ??" tanya Sandra.
"Aku akan kembali ke Indonesia, Bianca menghilang" ucap Bryan spontan membuat Sandra lompat dari ranjangnya.
"MENGHILANG ??? maksudmu menghilang bagaimana ??" tanya Sandra terkejut.
"Yaa menghilang, apa kau tidak tahu artinya menghilang ??" Suara Bryan terdengar ngotot.
"Aku juga akan ikut kembali ke Indonesia" jawab Sandra yang juga mencemaskan Bianca.
"Tidak usah, kau masih ada masalah dengan Keysa. Aku tidak ingin menambah masalah lagi di Indonesia" sahut Bryan.
"Pokoknya aku juga akan kembali ke Indonesia" Sandra tetap kekeh ingin ikut Bryan kembali ke Indonesia.
"Terserah kau saja" jawab Bryan langsung mematikan handphonenya.
Ia begitu terlihat panik, Bryan memikirkan Bianca membuat keadaannya tidak karuan. Barang yang seharusnya sudah selesai di kemas malah ia lempar ke sembarang arah dan terdengar suara teriakan Bryan yang begitu besar.
"Aaarrgghhhh...." Bryan menangis mengingat wajah Bianca.
"Kau membuatku marah Will, ternyata kau tidak bisa menjaga Bianca dengan baik. Kali ini aku tidak akan membiarkan Bianca bersamamu lagi" gumam Bryan dengan nada marah.
Lalu terdengar suara Os yang memanggil Bryan dari luar kamarnya, karena tidak ada jawaban Os langsung masuk tanpa mengetuk pintu dan begitu terkejutnya ia melihat isi koper Bryan sudah berhamburan dimana-mana.
"Bryan, ada apa denganmu ??" tanya Os dengan perlahan.
Bryan terlihat duduk di pinggir ranjangnya dengan kedua tangan memegang kepalanya sambil menunduk dan merintih menangis.
"Bryan..." panggil Os lagi memegang pundak Bryan.
__ADS_1
"Aku merasa bersalah Os, merelakan Bia bersama Will"
"Will lagi-lagi melantarkan wanita Os, semua omongannya tentang masa lalu mereka itu adalah omong kosong. Nyatanya Bia juga dia buang begitu saja" Bryan di kuasa dengan pikiran negatifnya.
"Sudahlah Bryan, kendalikan dirimu. Kita harus mencari Bia sebelum terjadi sesuatu dengannya" sahut Os.
"Jam berapa kita akan mengudara ??" ucapnya lagi.
Kemudian Bryan melihat jam tangannya dan mengingat ucapan Sandra yang juga akan kembali ke Indonesia bersamanya.
"1 jam lagi, setelah Sandra tiba disini" jawab Bryan.
"Sandra ??? Apa dia ikut bersama kita ??" Os lumayan terkejut.
"Yaa, dia memaksa ingin ikut" jawab Bryan singkat.
"Oke, ini salahku... Aku bersalah sudah bercerita kepadamu, dan sekarang Sandra akan ikut-ikutan mencari Bia. Haduuh, mampuslah aku" Os terlihat sangat panik.
Ia sangat paham dengan apa yang telah terjadi, jika Sandra kembali ke Indonesia maka masalah baru akan menghampiri mereka. Karena Keysa dan Darren masih memburu keberadaan Sandra, di tambah lagi Bianca menghilang karena berdebat dengan Will. Maka akan ada lagi perang yang kesekian kalinya, Os terlihat beberapa kali mengambil nafas panjang. Ia begitu panik, berusaha mengendalikan diri di depan Bryan. Ia tidak ingin tenaganya habis sebelum bertempur.
Lalu Bryan kembali memungut barang-barangnya yang telah berceceran dimana-mana, ia sudah bisa mengendalikan emosinya. Dan dalam pikirannya sudah banyak misi yang akan ia lakukan demi mendapatkan Bianca. Kali ini ia benar-benar tidak akan melepaskan Bianca untuk kembali bersama Will, ia berusaha lebih tenang. Ia akan mempersiapkan diri berhadapan langsung dengan Will, tidak ada toleransi apapun. Jika Bia berani mengambil langkah untuk pergi dan menghilang dari hadapan Will, maka sudah 100% ia yakini bahwa Bia tidak akan lagi mau kembali bersama Will.
Ini adalah kesempatan berharganya untuk bisa merebut Bia dari Will, jika dulu Will bisa melakukannya bersama Sely maka ia pun bisa melakukannya di masa sekarang. Apa yang sudah Will lakukan ia pun bisa melakukannya bahkan lebih dari itu.
Tak lama kemudian Sandra sampai di hotel Bryan, dengan membawa 2 koper di tangannya. Os kembali menarik nafasnya setelah melihat wajah Sandra dengan jelas, ia merasa sesak yang begitu dalam.
"Hai semuanya..." Sandra berjalan terburu-buru menghampiri mereka.
"Os ada apa denganmu ?? mengapa kau terlihat pucat ??" tanya Sandra.
"Aaah, tidak apa-apa" jawabnya singkat, ia dan Bryan melirik satu sama lain.
"Ayo Bryan..." ajak Sandra.
Melihat Sandra sangat bersemangat Bryan pun langsung berdiri dan membawa kopernya bersama Sandra keluar. Lalu di susul Os yang juga membawa kopernya keluar.
"Awalnya ada disini karena ingin liburan tapi malah berhadapan dengan masalah baru" gumam Os sendiri.
__ADS_1
Terlihat mereka sedang check out hotel, Sandra memandangi wajah Bryan dan melihatnya tidak banyak bicara. Ia merasa Bryan berusaha menahan amarahnya. Sandra tidak berani untuk mengajak Bryan berbicara, karena ia pasti akan mendapat jawaban yang tidak mengenakan. Jadi ia putuskan untuk menjaga lisannya sampai mereka tiba di Indonesia.