DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 20. UNDANGAN


__ADS_3

"Hai ladies, sedang apa kalian disini ???" pertanyataan Os benar-benar menyebalkan. Sudah jelas mereka berada di salon yang pasti sedang perawatan, Sarah langsung mengeluarkan nada tinggi.


"Apa kau tidak lihat, tulisan di depan itu sangat jelas. SALON, KAU TAHU FUNGSINYA SALON UNTUK APA HAH ???" Bia syok melihat Sarah begitu kasar.


Os membulatkan kedua bola matanya, ia pun syok mendengar ucapan Sarah.


"Iyaa maaf jika aku salah berbicara" Os langsung meninggalkan mereka dan membawa wanita yang ia kencani ke lantai atas.


"Hahaaa sabar Sar, aku mengerti perasaanmu" Dona tertawa dan mengelus punggung Sarah agar lebih mengontrol emosinya.


"Hahaha Sarah, apakah kau jealous ???" tanya Bia ikut tertawa.


"Tidaaakkk, semua pria brengs*k" Sarah kembali terbawa emosi. Bia dan Dona malah tertawa semakin keras.


Setelah kejadian itu, mereka bergegas pulang. Matahari telah tenggelam, menunjukkan waktu malam telah tiba. Mereka bertiga berdandan di rumah Bia, Sarah memakai gaun berwarna merah bercorak hitam, Dona memakai rok hitam dengan atasan putih dan Bia memakai gaun berwarna hitam keseluruhan yang ia beli tadi siang. Di padukan dengan make up flawless, terlihat begitu cantik dan menarik.


Bia memakai gaun mini berwarna hitam ini membuat kakinya terlihat jenjang, bak modelling Internasional.


"Dimana kita akan berpesta ???" tanya Bia sambil mengambil kunci mobilnya.


"Di club tengah kota, tempat terakhir dimana kau masuk bersama Sandra" jawab Dona.


"Sialan, tempat pertama kali aku bertemu pria gila itu" ucap Bia sambil berjalan masuk ke dalam mobil.


Sarah dan Dona kaget mendengar pernyataan Bia.


"Bia begitu membenci Will, bagaimana jika Will ada disana ??" kata Sarah kepada Dona dengan berbisik.


"Entahlah, aku juga bingung. Apa aku harus mengajak Joe kesana, untuk berjaga-jaga jika Will datang dengan Keysa atau si Sely mantan Bryan itu. Aduuuh mengapa aku yang deg degan" Dona mulai panik.


"Sepertinya itu ide bagus, ayo cepetan hubungi dia. Setidaknya Bia harus aman malam ini" Sarah ikut panik bahwa kepanikan mereka sangat luar biasa.


TIIIN TIIIINNNN suara klakson mobil.


"Hey ladies, sedang apa kalian disana ??? apa pestanya sudah selesai, mengapa masih disitu ???" teriak Bia yang melihat sahabatnya itu masih berdiri dan malah mengobrol di depan pintu gerbang.

__ADS_1


"Hahahaaa, pestanya mungkin akal membosankan" jawab Dona dengan asal berbicara.


Setelah mereka bertiga berangkat dan menuju club dimana Sandra dan Bryan sudah menunggu. Tak berselang lama mereka pun sampai, club itu terlihat sangat ramai.


"Apakah mereka mengundang banyak orang ???" tanya Sarah.


"Sepertinya begitu, banyak orang penting. Mungkin saja tamu undangan Bryan" jawab Dona.


"Apapun itu, aku tidak peduli dengan mereka semua. Ayo kita berpesta!!! " Ajak Bianca dengan semangat.


Sarah dan Dona menjadi makin khawatir, dan berharap Sandra tidak mengundang Bos barunya itu. Lalu mereka mengikuti Bia masuk, Bia terlihat menarik nafas terlebih dahulu.


Mereka bertiga masuk, terlihat begitu sangat ramai. Dan mereka menduga bahwa Bryan sudah memesan club itu secara khusus, hanya tamu undangan yang di perbolehkan masuk.


Sarah melihat Bryan sedang berbicara dengan seseorang, sepertinya itu salah satu tamu undangan. Dan Sandra sedang asik tertawa bersama para wanita. Sepertinya Sandra sudah menemukan teman barunya, mereka merasa sedikit kecewa. Namun, mereka tetap memasang wajah bahagia untuknya.


Bryan yang melihat kedatangan Bia, ia langsung mendatanginya.


"Hai, kenapa baru sampai ???" tanyanya.


"Hahaa, iyaa benar. Sepertinya pesta besar-besar yaa Bryan ??? Sandra sangat beruntung" ucap Bia.


"Aku juga bisa membuatkan pesta untukmu, jika kau menginginkannya" tutur Bryan, Bia merasa salah bicara.


"HAHAHA Bryan kau sangat baik, ayo kita nikmati pesta" Sarah langsung menarik tangan Dona dan Bia.


Sedangkan Bryan masih berdiri melihat Bia berjalan ke depan menghampiri Sandra.


"Haaiii, kalian baru sampai ???" Sandra menyambut mereka.


"Iyaa... ini pesta yang luar biasa, selamat yaa Sandra" ucap Sarah, lalu di susul Bia dan Dona memberikan selamat untuknya.


"Apa kita akan minum malam ini ???" tanya Sandra.


"Eemmm yaa sepertinya itu akan seru" jawan Bia.

__ADS_1


"Oya Bia, bagaimana kontrak itu apakah kau menerima tawaran Keysa ??" pertanyaan Sandra membuat Sarah dan Dona menelan salivanya.


"Iyaa tentu saja aku menerima tawaran itu, bukannya kau ingin kita berduet" ucap Bia.


"Iyaa dong aku ingin kita berduet, Heeeyyy liat itu bosku bersama calon bosmu. Mereka sangat cocok yaa !!" mendengar perkataan Sandra, Bia menjadi mendidih hatinya begitu sakit bahkan seluruh badannya ikut panas.


Kepanikan menyerang Sarah dan Dona, kemudian mereka mencoba menelepon Joe. Untuk bisa menjadi pasangan Bia malam ini. Namun sayangnya Joe tidak bisa bergabung dengan mereka. Sarah maupun Dona hanya bisa pasrah dengan situasi yang ada.


"Selamat malam tuan Willy San dan nona Keysa" sambut Sandra, yang ternyata mereka mengampirinya.


"Selamat malam" jawab Key sambil menggandeng tangan Will. Bia sama sekali tidak bisa menggerakan tubuhnya, bahkan ia masih membelakangi Will dan Key. Sarah sedih melihatnya.


"Bianca" panggil Key, membuat Will melepaskan tangan Key yang merangkul di tangannya.


Spontan Bia bisa menggerakkan tubuhnya dan berbalik untuk bisa menyapa Key.


"Selamat malam nona Keysa" sapa Bia, Will menatap wajah Bia dengan cemas.


"malam, Apa kau tidak mengenal Willy San ???" tanya Key yang heran, mengapa Will tidak di sapa Bia.


"Eeee, maaf nona Key. Saya baru melihatnya malam ini" ucap Bia sambil menundukkan kepalanya. Mendengar perkataan Bia, mereka semua menjadi syok termasuk Will. Dan Bryan yang baru ikut bergabung dengan mereka pun ikut terkejut mendengar ucapan Bia.


"Ohhh oke tidak masalah, aku perkenalkan dia adalah Willy San pemilik Dragon Star yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita. Dan Will ini Bianca, dia adalah model baruku. Aku memilihnya karena nilai jualnya sangat mahal di dunia modelling" penjelasan Key membuat Bia sedih, Will bisa merasakannya. Bryan yang melihat itu semua merasa bingung, dan juga bertanya-tanya Ada apa dengan Bia, mengapa ia bilang tidak kenal dengan Will. dan kenapa Will hanya diam saja.


"Selamat malam tuan Willy San" sapa Bia, membuat sahabat-sahabatnya bersedih.


Will hanya mengangguk, ia terus menatap Bia yang sedang menahan air mata. ia tidak tega melihatnya seperti ini, ada rasa penyesalan atas kejadian tadi siang yang membuat mereka bertengkar hebat.


"Will, apa kau ingin minum ???" tanya Key membangunkan lamunannya.


"Boleh" jawabnya singkat.


"Bia, apa kau baik-baik saja ??" tanya Sarah berbisik kepadanya.


"Iyaaah aku baik-baik saja, ayo kita minum" Ajak Bia, menjauh dari mereka.

__ADS_1


Bryan mengikuti Bia, ia mencoba bergabung bersamanya. Bryan tidak ingin Bia mabuk, perasaannya masih sama saat ia pertama kali bertemu Bia. Berapa hari kemaren ia mencoba melupakan Bia namun tidak bisa.


__ADS_2