
"Bryan, apa kabar ??" Sapa Darren, mereka sedang ada di club malam. Darren dan Bryan tak sengaja bertemu disana.
"Baik, kapan kau kembali Darren ?" ucap Bryan senang, mereka berjabat tangan dan berpelukan.
"Kemarin dan hari langsung ke kantor, apa kau sedang menunggu pujaan hatimu ?" tanya Darren penasaran sambil melempar candaan.
"Tepatnya wanita pemuas nafsu" bisik Bryan kepadanya.
"Hahaha, siapakah wanita itu ?? aku jadi penasaran, bisa-bisanya buat Bryan ketagihan hahahhhh" Darren tertawa lepas.
Tak lama kemudian Sandra pun datang menghampiri Bryan yang ada di meja bartender bersama Darren.
"Haaay sayang, maaf menunggu lama tadi aku ke rumah Bia dulu" ucap Sandra sambil mencium pipi kanan dan kiri Bryan.
"Tidak apa-apa, Bia kenapa ? apa dia sakit ?" tanya Bryan cemas.
"Aah tidak, hanya saja...." Sandra terkejut melihat Darren, ia tidak sadar bahwa yang di samping Bryan adalah Darren.
"Darren..." panggil Sandra
"Haay San, bagaimana kabarmu ??" tanya Darren yang memperhatian Sandra detail karena begitu berubah gaya pakaiannya.
"Baik dong, yaa Tuhan Darren aku merindukanmu" ucap Sandra gembira sambil memeluk Darren membuat Bryan bingung.
"Sayang, ini teman sekolahku. Teman tertampanku, yaa Tuhan aku tidak percaya akan bertemu denganmu lagi" jelas Bia masih tidak percaya.
"Oohh teman sekolahmu" jawab Bryan sambil menatap tajam ke Darren, dan Darren hanya terkekeh melihat ekspresi Bryan.
"Apa kau berkencan dengan Bryan ??" tanya Darren yang mengingat ucapan Bryan tentang pemuas nafsu.
"Yaa, Bryan teman kencanku. Kami berkenalan saat berada di gunung Z, bersama Bia dan yang lainnya juga" jelas Sandra, ia sengaja menyebut nama Bia di depan Darren dan ingin melihat respon Bryan.
"Bianca ikut naik gunung ?? apa aku tidak salah dengar ??" Darren terkejut.
"Iyaa dia ikut bersama kami, karena saat itu Bia baru putus hubungan dengan Joe" jelas Sandra lagi.
"Apa kau mengenal Bia juga Bryan ??" tanya Darren yang melihat Bryan hanya terdiam saat mereka membahas Bia.
"Iya kenal, dia gadis yang mandiri dan cantik" ucap Bryan memikirkan senyuman manis yang di miliki Bia.
"Lalu mengapa kau tidak malah berkencan dengan Sandra ??" tanya Darren penasaran.
Sandra yang mendengar ucapan itu langsung menoleh ke arah Bryan.
__ADS_1
"Karena Bia bukan wanita yang mudah di ajak kencan" jelas Bryan jujur.
"Hahahaa jadi Sandra kau wanita gampangan" Darren suka memprovokasi orang.
"Iiiihhh Bryan, apa aku seperti itu ?" tanyanya.
"Hahahaa sudahlah Sandra yang penting nyatanya aku sekarang bersamamu, itu kan yang kau inginkan" ucap Bryan
Setelah mereka selesai berbincang, mereka memesan minuman dan minum bersama untuk merayakan kepulangan Darren. Saat Sandra mabuk berat, ia beberapa kali ingin mencium Bryan namun ia selalu menghindar membuat Darren tertawa lepas.
"Bryan, ada apa denganmu ? katanya dia pemuas nafsumu ?" tanya Darren
"Entah mengapa aku jadi malas bersamanya" jawab Bryan
"Kau ini Bryan, membuat dia kecewa saja. Dia teman sekolahku, jika Bia mengetahuinya dia akan marah" tutur Darren.
"Bia ?? Apa hubunganmu dengannya, mengapa aku merasa kau menyukai Bia karena setiap mendengar nama Bia kau langsung menjawab dengan serius" Bryan curiga.
"Hahaa Dia masa laluku Bryan, cinta tak sampai. Tapi aku sampai sekarang masih setia menunggunya. Walau aku tahu dia hanya menganggapku teman saja" jelas Darren sambil memegang segelas minuman.
"Darren kau menyukainya ??" Bryan syok mendengar ucapan Darren.
"Iya, aku sangat sangat sangat menyukainya. Tapi ketampananku tidak bisa memikat hatinya" Darren merasa sedih, ia sudah mulai mabuk.
"Darren apa kau tahu alamat rumah Bia??" tanya Bryan.
"Tahu, mengapa kau menanyakan alamatnya ?" ucap Darren.
"Karena aku bingung harus kemana mengantar Sandra pulang. Sedangkan aku tidak tahu rumahnya Sandra" jawab Bryan beralasan.
"Aku akan menelepon Bia" ucapnya, Darren tidak suka Bryan menanyakan alamat rumah Bia.
Jam pukul 1 malam, Darren mencoba menghubungi Bia. Berselang 5 menit, telepon itu pun di angkat oleh Bia.
"Hallo..." terdengar suara serak Bia yang sudah tertidur pulas.
"Bi, apa kau sudah tidur ??" tanya Darren semangat
"Iyaa aku sudah tidur, kau dimana, mengapa begitu ramai disana ??" ucap Bia yang masih memejamkan matanya.
"Aku di club Bi, Sandra bersamaku dia mabuk" jelas Darren.
"Mengapa bisa bersamamu, bukannya dia pergi bersama Bryan" tanya Bia langsung membuka mata
__ADS_1
"Ya ada bryan juga disini, tapi dia tidak bisa mengantarnya pulang karena Bryan tidak tahu rumah Sandra" ucapnya.
"Astaga Darren, apakah aku harus menyusulnya kesana ??" tanya Bia yang sudah duduk di pinggir ranjang.
"Jika kau tidak keberatan, aku akan menunggumu disini" ucap Darren, membuat Bryan cemburu mendengar Darren begitu manja dengan Bia.
"Baiklah aku akan kesana, tunggu aku disana" tuturnya.
Bia langsung berganti pakaian, memakai hotpant levis dan switer putih. Ia menuruni tangga dengan cepat membuat Will terbangun dari tidurnya.
"Bianca... kau mau kemana ??" tanya Will di acuhkan olehnya. Bia berjalan terburu-buru lalu mengambil kunci mobil ia sedikitpun tidak menoleh ke arah Will.
Will yang merasa dirinya di acuhkan, langsung mengikutinya dan meraih tangan Bia dengan kuat.
"Hey Aku berbicara denganmu" ucap Will yang mencengkram tangannya.
"Will lepaskan tanganku, aku ingin menjemput Sandra di club. Dia bersama Bryan dan Darren disana, dia mabuk" jelas Bia yang mencoba melepaskan cengkraman Will.
"Aku akan mengantarmu" jawab Will
"Tidak usah, aku tidak ingin Darren melihatku bersamamu" tolak Bia.
"Kalau begitu kau tidak boleh pergi kemana-mana" ucap Will, Bia yang mendengar kata-kata itu menjadi marah.
"Will, mereka sahabatku. Aku tidak mungkin membiarkan Sandra mabuk seperti itu" jelas Bia memohon
"Kau boleh pergi asal bersamaku atau tidak pergi sama sekali" Will tetap dengan pendiriannya.
Bia menjadi tak berdaya, ia seperti terhipnotis dengan ucapan Will. Kemudian Bia menelepon Darren, dan Will meminta Bia untuk loudspeaker teleponnya.
"Hallo Darren..." ucap Bia cemas, lalu Will menatap tajam ke arahnya.
"Iyaa Bi, sudah sampai mana ??" tanya Darren dengan nada manjanya membuat Will begitu kesal.
"Aku tidak bisa kesana, aku akan menghubungi Dona. Biasanya di jam segini Dona masih ada di luar" jelas Bia membuat Darren kecewa.
"Baiklah kalau begitu, sampai bertemu besok pagi di kantor Bi. Good night" ucapnya. Will spontan mengambil hp Bia dan langsung mematikan teleponnya tanpa membalas salam Darren.
"Iiih Will, aku belum membalas salam Darren. Mengapa merampas seperti itu ??" tanya Bia.
"Aku tidak suka kau membalas salamnya, karena ingat kau milikku Bia" ucap Will begitu posesif membuat Bia menjadi malas bertengkar dengannya lagi.
Bia tidak menanggapi ucapan Will, ia langsung kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya. Will di buat bengong, Bia kembali dingin kepadanya.
__ADS_1