
Malam pun tiba, Zen menghubungi Dona meminta mereka untuk datang ke club dan di respon baik oleh Dona.
Kemudian Will menghampiri Bia di rumahnya, ia ingin mengajak Bia datang ke club bersama. Will bertekat ingin lebih terbuka dengan perasaannya, dan tidak mau memberi kesempatan kepada Bryan maupun Darren.
"Biaaa..." panggil Will yang sudah masuk ke dalam kamarnya. Bia ternyata sedang tertidur pulas.
"Aku ingin mengajakmu ke club bersama" ucapnya.
"Hmmm, kenapa mendadak begini. Aku mengantuk Will" jawab Bia.
"Dona sahabatmu akan berkencan dengan Leo" Will sengaja membuat Bia panik.
"Apaa??? Sejak kapan mereka ada hubungan??" Bia langsung terbangun, Will sangat paham dengan sifat peduli Bia.
"Ayoo... Ayoo kita kesana" ucap Bia sambil menarik tangan Will.
"Apa kau akan memakai pakaian seperti itu, gantilah dulu pakaianmu" suruh Will membuat Bia sadar melihat pakaian rumah yang ia kenakan.
"Hehee, Baiklah tunggu aku di bawah" jawab Bia dengan wajah malunya.
Sekitar 20 menit Bia turun dari kamarnya, Ia terlihat begitu cantik. gaun hitam yang ia kenakan membuat tubuh Bia menjadi begitu indah. Bia sengaja memakai gaun berwarna hitam karena ia ingin terlihat serasi bersama Will.
"Ayoo..." ucap Bia, Will terlihat begitu bahagia.
Namun saat mereka baru keluar dari rumah, orang yang memata-matai Bia muncul kembali. Ia memotret Will dan Bia, lalu menelepon seseorang untuk memberi kabar bahwa Bia sedang bersama seorang pria.
"Hallo bos, nona Bianca bersama seorang pria" ucapnya.
"Tetap awasi dia, dan kirimkan foto mereka" jawab orang misterius itu.
"SIAP BOS!!!" Sahutnya.
Pria itu mengikuti Bia dan Will, namun ia tidak dapat mengejar mereka karena mobil Will melaju dengan cepat.
Sesampainya mereka di parkiran, Will menelepon Zen. Ia ingin tahu siapa saja yang ada di dalam club, ternyata Bryan dan Darren sudah lebih dulu sampai. Will sudah siap untuk pertunjukkannya namun Bia tidak mengetahui tujuan Will yang sebenarnya.
"Bia... Apapun yang akan terjadi di dalam, berjanjilah untuk tetap bersamaku" ucap Will mengenggam tangan Bia.
"Ada apa Will, mengapa berkata seperti itu ??" tanyanya.
"Kau ingin aku membuktikan keseriusanku bukan ?? jadi jangan lepaskan tanganku" jelas Will memohon.
"Baiklah, jika itu maumu. Tapi Dona baik-baik saja kan ??" Bia malah mengkhawatirkan Dona, Will hanya tersenyum santai.
__ADS_1
Mereka turun dari mobil bersama, Will mengganteng tangan Bia dengan erat. Terlihat begitu serasi, banyak mata tertuju kepada mereka.
"Lihatlah pasangan itu, begitu romantis dan serasi" tunjuk salah satu pengunjung disana.
"Yaa tuhan, tampan sekali pria itu. apakah dia artis ?? dan wanita yang bersamanya, lihatlah begitu cantik. Aku iri melihat bentuk tubuhnya yang begitu indah" terdengar ucapan pengunjung yang lain.
Will dan Bia seperti magnet bagi para pengunjung disana, karena kedatangan mereka membuat club terlihat sangat ramai.
Akhirnya mereka masuk menghampiri Zen dan yang lainnya, Darren tertegun melihat Bia bersama Will. Ia mencoba berpikir jernih, bahwa apa yang ia lihat tidaklah benar. Lalu Bryan menjadi emosi, ia menahan amarah yang besar. Tangannya menggepal serasa ingin menghajar Will namun setelah melihat wajah Bia yang sedang tersenyum kepadanya, amarah itu tiba-tiba berkurang.
"Haiii Biaa..." Sapa Leo, mencium pipi kanan dan kirinya.
"Haii Leo, mana Dona ??" tanya Bia cepat, Leo langsung menatap ke Will.
"Mereka dalam perjalanan" sahut Zen menolong Leo.
Lalu Bia melihat Darren dan Bryan, mereka berdua menatap Bia begitu dalam. Bia sadar apa yang membuat Darren dan Bryan menatap seperti itu. Kemudian ia melepaskan tangannya dari genggaman Will, namun Will langsung menoleh dan mengingatkan Bia dengan janji yang sudah mereka sepakati.
"Biaaa..." ucap Will membuat Bia takut.
Lalu Darren menggeser badannya untuk mencoba berbicara dengan Bia.
"Bia apa kau baik-baik saja, mengapa kau bisa bersama Will ??" tanya Darren tetap berusaha berpikir positif.
"Darren, Bia adalah kekasihku" ucap Will tegas.
JLEEEEBBBBBB....
Darren dan Bryan langsung merasakan sakit di hatinya seperti ada sesuatu yang menusuk di dada.
Leo dan Zen hanya tertunduk, ia tidak menyangka bahwa obrolan mereka saat di cafe membuat Will begitu nekat.
"Hahaha kau jangan bercanda Will, aku tahu benar seperti apa Bia" Darren tetap berusaha tenang.
"Tanya saja Bia ?? Dia akan menjawab semuanya" ucap Will, malah membuat Bia berkaca-kaca. Ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, karena Bia tahu Darren begitu menyukainya bahkan sebelum Will hadir di dalam kehidupannya.
"Bia, apa yang Will katakan semuanya tidak benarkan ?" tanya Darren membuat hati Bia teriris bahkan Zen, Leo maupun Bryan ikut merasakannya.
"Darren, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Aku mohon, mengertilah. Kau yang lebih memahami keadaanku" jelas Bia malah membuat Will kecewa.
Tak berselang lama, sahabat-sahabat Bia datang.
"Haaaiiii semuanyaaa..." Sapa Sandra
__ADS_1
Membuat keadaan tegang itu menjadi sedikit cair.
"Haaiiii..." jawab Leo menyambut mereka.
"Waah Bia, kau sudah ada disini ???" Tanya Dona terkejut.
"Iyaa..." jawabnya singkat.
"Darren, aku merindukanmu..." ucap Sarah sambil memeluknya, hanya Sarah yang belum bertemu dengannya.
"Apa kabar Sarah ??" tanya Darren dengan nada tak bersemangat.
"Baik, kau kenapa Darren. Apa kau sakit, mengapa begitu lesu??" ucap Sarah
"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja" jawab Darren sambil menatap Bia penuh harapan.
Lalu sandra yang melihat Will menggandeng tangan Bia, tanpa berpikir panjang langsung mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.
"Biaaa, sepertinya kau sudah mengambil keputusan yang salah. Apa kau akan bersaing dengan Keysa, apa kau sudah kehabisan stok pria. Aku tidak akan membiarkan kau merebut tuan Will dari nona Keysa" ucapnya. Padahal dalam hati Sandra, ia tidak rela jika Will memilih Bia sebagai kekasihnya.
Mendengar ucapan Sandra, Sarah dan Dona malah membentak Sandra.
"SANDRAAAA, JAGA UCAPANMU. APA KAU LUPA BIA ADALAH SAHABATMU" ucap Sarah marah.
Suasana disana semakin panas, Will yang mengkhawatirkan Bia langsung menariknya dan membawanya pulang. Bryan dan Darren menjadi emosi, begitu juga dengan Sandra.
Akhirnya acara minum-minum mereka tetap berlangsung tanpa Bia dan Will. Bryan menahan amarah yang begitu besar, ia minum banyak membuatnya mabuk berat. Dan Darren masih dalam lamunannya.
Karena acara itu begitu singkat, Bryan melanjutkan sendiri di temani oleh Sandra. Mereka tak terkendali, Bryan merangkul Sandra seolah itu adalah Bia. Menciumnya dengan penuh gairah, kemudian membawanya ke hotel terdekat. Melampiaskan amarahnya bersama Sandra. Bryan membuka baju Sandra dengan kasar, ia seperti singa yang ingin memakan mangsanya, bahkan tangannya meraba ke dua gunung milik Sandra. Sandra berdesah panjang, kemudian tangan Bryan meraba ke bawah. Merasakan ada sesuatu di bawah sana, Bryan dengan kasar mendorong Sandra ke tembok. Dan membuat Sandra tidak berdaya.
"Aaahhh babyyyy, emm babyyyy" Sandra tak terkendali.
"Babyyyy, Aaahhh" Sandra seperti terbang melambung tinggi.
Bryan tidak berhenti sampai disitu saja, ia melepaskan c*lananya lalu berkunjung ke dalam sangkar Sandra. Bryan memompa tenaganya begitu kuat dan cepat. Sandra di buat lemas, ia merasakan setruman yang dahsyat.
Lalu Bryan terlintas pikiran jahat untuk merebut Bia dari Will.
"Aku bisa membuatmu puas malam ini, aku ingin Bia menjadi milikku. Apa kau bisa membantuku" ucap Bryan berhenti sejenak.
"Apapun yang kau inginkan, aku akan melakukannya. Ayo sayang lanjutkan lagi. Aku sudah tidak tahan" tutur Sandra.
Setelah mereka selesai dengan permainan ranjang itu, mereka langsung tertidur nyenyak.
__ADS_1
HAIIII SAYANGKU PENASARAN YAA SIAPA MATA-MATA ITU ??? AYO TEBAK SIAPAKAH DIA ?? KIRA-KIRA TAKDIR BIANCA AKAN SEPERTI APA YAA ?? OYA, DI EPISODE 30 KEATAS AKAN MENGURAS AIR MATA. MAMA DAN PAPANYA BIANCA AKAN MUNCUL YANG AKAN MEMBUAT WILL...... ???? TEBAK HAYO ๐ BANTU LIKE YANG BANYAK YAA READERS. TANPA KALIAN, SEMANGATKU LUNTUR ๐ SEMANGATIN AKU YAA READERS. TERIMA KASIH ๐ LOVE YOUUUU โค