
Pintu telah di buka oleh pembantu rumah Keysa, dan mempersilahkan Bryan untuk masuk. Kemudian terlihat Keysa menuruni tangga rumah dengan berjalan santai memakai pakaian tidurnya berwarna putih dan ia menyambut kedatangan Bryan dengan aura kebahagiaan.
"Hai Bryan, apa kabar ??? Bagaimana liburanmu ??" ucap Keysa.
"Ya beginilah Key, liburanku berantakan" jawabnya.
"Why ??? Apa yang membuat liburanmu berantakan ??" tanya Keysa yang masih tersenyum lebar.
"Karena ulah kekasihmu Will, apa yang sudah dia lakukan ?? Sampai-sampai Bianca menghilang" Bryan mulai melampiaskan kekesalannya.
"Menghilang ??? Are you sure ??" Keysa cukup terkejut.
"Sudahlah Key jangan pura-pura tidak tahu, bukankah kau sudah mulai berkencan lagi dengan Will" tutur Bryan.
"Hahaha, ternyata cepat juga sampai ke telingamu. Apa kencanku menghebohkan ???" Keysa malah merasa senang jika aibnya diketahui oleh Bryan.
"Sangat menghebohkan, seisi kantor Will mulai membicarakanmu" ucap Bryan yang tahu tentang kencan siang hari mereka.
"Wauu, ternyata seramai itu. Aib aku yang ini malah merasa senang jika banyak yang mengetahuinya" jawab Keysa dengan bangga.
"Ya karena kau ingin membuat Bianca pergi dari kehidupan Will" jelas Bryan ketus.
"Hahaha mengapa kau begitu pemarah Bryan, jadi apa yang membuatmu datang kemari ???" tanya Keysa.
"Aku hanya ingin menanyakan Bianca, apa kau mengetahui dimana dia berada ???" tanya Bryan sambil menyilakan kakinya.
__ADS_1
"Aku saja terkejut mendengar dia menghilang, bagaimana aku tahu keberadaannya" ujar Keysa sambil mengupas buah apel.
"Apa Darren ada di rumah ???" tanya Bryan.
"Jadi kau ini sebenarnya mencari siapa, Bianca atau Darren !!!" ucapnya.
Sebelum Bryan menjawab ucapan Keysa, terlihat Darren datang menghampiri mereka.
"Ada apa mencariku ???" ucap Darren yang ikut bergabung dengan mereka.
"Nah, kebetulan sekali yang di cari menunjukan batang hidungnya" tutur Keysa melempar senyum ledek kepada Darren.
"Ada apa Bryan, pasti kau pulang ke Indonesiqa karena Bianca ??" ucap Darren yang bisa menebak alasan Bryan pulang ke Indonesia.
"Ya, aku mengkhawatirkan Bianca. Apa kau sudah dapat kabar dimana Bianca berada ??" tanya Bryan mulai panik.
"Aku tidak tahu, mungkin saja Will mengetahuinya..." Darren membalikkan pertanyaan seolah membuat Bryan kebingungan dan mengiringnya untuk menemui Will.
"Apa kau gila, untuk apa aku bertanya dengan Will. Kan dia yang membuat Bianca menghilang, kau membuatku seperti orang bodoh" mendengar jawaban Bryan, Darren menahan tawa.
"Oya Darren kau sudah mengetahui kabar terpanas hari ini ???" tanya Bryan dengan senyum sinis melirik ke arah Keysa yang sedang memakan buah apel, membuat Keysa melototi Bryan dengan mata yang tajam.
"Kabar panas apa, to the point saja. Aku bukan peramal yang bisa menebak ucapanmu" jawab Darren yang juga sedang memakan buah apel milik Keysa.
"Sorry Key !!!" ucapnya yang masih menatap Keysa dengan mata hitamnya.
__ADS_1
"Keysa kemarin berkencan dengan Will di kantornya" ucap Bryan tanpa bersalah membuatnya mendapatkan tatapan tajam dari Keysa, karena ia tidak ingin Darren mengetahuinya tapi Bryan malah dengan santai membawa kabar itu kepada Darren.
"Key ?? apa benar itu ?? apa kau berkencan lagi dengan Will ?? apa kau sudah gila Key ?? Lalu Bia bagaimana ?? Kalau begini kau ingin menyuruhku membunuh Will Key ??" Darren mulai marah wajahnya memerah, ia merasa sakit di dadanya mendengar Will berkencan bersama Keysa karena Bia telah di sakiti oleh Will secara diam-diam.
"Sialan kau Bryan... !!!" umpat Keysa dan Bryan hanya tersenyum meledeknya karena ia akan mendapat tontonan gratis antara adik dan kakak bertengkar karena dirinya.
"Dengarkan aku Darren, aku tidak akan pernah merelakan Will bersama siapapun. Karena kami saling mencintai, Will tidak bisa hidup tanpa diriku begitu juga dengan sebaliknya. Hanya aku yang bisa membahagiakannya !!!" jelas Keysa menyulutkan api di hati Darren.
"Kau membuatku kesal Key, aku sudah merelakan Bia bersama Will. Tapi kakakku sendiri bertindak serendah itu, aku memang marah karena Will sudah menyakitimu tapi caramu ini tidak bisa dibenarkan Key !!!" wajah Darren terlihat sedih dan menahan amarah besar.
"Bukankah aku memudahkanmu untuk mendapatkan Bianca, sudahlah Darren jangan seperti anak kecil..." tutur Keysa tetap tidak ingin di salahkan.
Bryan hanya menyimak mereka yang sedang bersitegang, ia begitu menikmati pertengkaran Keysa dan Darren. Lalu kembali bersuara untuk membuat suasana menjadi lebih panas.
"Apa kau puas dengan kejantanan Will Key ?? Ternyata itu yang membuatmu bertekuk lutut di hadapan Will"
"Apa Will berencana ingin mempunyai anak bersamamu" mendengar ucapan Bryan yang memprovokasi ini membuat Darren semakin marah dengan Key.
"Wahhh, boleh juga perkataanmu itu Bryan. Mengapa aku tidak terpikirkan untuk mempunyai anak bersamanya" Keysa begitu senang ia mendapat inisiatif baru dari ucapan Bryan, membuatnya termotivasi untuk mempunyai keluarga kecil bersama Will. Ternyata ucapan Bryan malah di indahkan oleh Keysa.
"Pikiran bodoh, jangan pernah lagi untuk berpikir seperti itu Key !!!" ucap Darren yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi keluar meninggalkan mereka tanpa pamit.
Lagi-lagi Bryan tersenyum senang membuat Keysa mendapat masalah dari adiknya sendiri. Ia sengaja mengadu domba mereka untuk mencari keuntungan atas pertengkaran Keysa dan Darren. Dan melihat keseriusan Keysa tentang hubungannya bersama Will, ia yakin Bianca tidak akan mau lagi berdekatan dengan Will.
Bryan telah melihat dan mendengar sendiri pengakuan Keysa yang bersungguh-sungguh ingin menjalin hubungannya kembali bersama Will dan itu akan menguntungkannya untuk bisa mendapat Bianca dengan mudah tanpa harus bersaing lagi dengan mantan sahabatnya itu.
__ADS_1
Setelah kejadian yang tak terduga itu Bryan langsung pulang, lalu membiarkan Keysa terhanyut dalam hayalan barunya tentang hidup bersama Will. Kemudian ia melanjutkan lagi untuk mencari keberadaan Bianca di rumah Sarah dan Dona.