DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 19.PELURU


__ADS_3

Setelah kontrak perjanjian itu selesai di tandatangani Bia, ia langsung meminta Will juga untuk menandatanganinya. Bia tidak membaca kontrak itu sedikitpun, karena menurutnya apapun isinya tidak akan menguntungkan baginya.


"Jadi apa yang harus aku lakukan setelah ini" tanyanya kepada Will.


"Tidak ada, perjanjian ini hanya untuk mengikatmu saja agar tidak bisa berhubungan dengan pria lain. Dan adanya aku di sampingmu, setidaknya aku bisa menyelamatkanmu dari keangguhan Keysa" jelas Will.


"Ternyata kau sama saja seperti ibuku !!!" ucapnya sambil bangun dari tempat duduk dan berjalan untuk pergi dari apartment Will.


"Bianca, tunggu..." panggil Will.


Namun di abaikan Bia, ia tetap berjalan menuju lift dan turun ke lantai bawah. Will membiarkannya pergi. Sesampainya di bawah ia bertemu dengan Keysa. keysa yang melihat Bia juga disana, memanggilnya dengan cepat.


"Bianca..." teriak Key


Bia langsung menoleh ke arahnya, dan berpikir bahwa Key pasti ingin mengunjungi Will.


"Oh nona Keysa, senang bertemu denganmu disini" ucap Bia sambil menundukkan kepalanya dan tersenyum. Namun matanya masih terlihat bengkak sehabis menangis yang cukup lama.


"Sedang apa kau disini ??? dan Bagaimana kontrak kerja yang aku tawarkan kepadamu ???" tanya Keysa.


"Aku sedang menjenguk temanku disini, untuk masalah kontrak kerja aku akan segera menandatanganinya" jawabnya berusaha memasang wajah ceria.


"Baiklah, aku akan menunggumu besok pagi di kantor. sampai jumpa, karena aku sedang terburu-buru" tutur Key senang.


"Iyaa, sampai jumpa" jawabnya.


Sekitar setengah jam Bia menunggu taksi namun tidak ada satu pun yang lewat.


"Apartement macam apa ini, taksi saja tidak ada yang kemari" Bia kesal menungggu lama. Saat ia sedang menunggu taksi, ia malah melihat Bryan dan Keysa sedang berjalan bersama membuat hatinya merasakan rasa yang aneh. Begitu sesak di dada, karena ia tidak mau di lihat oleh mereka. Bia pun berlari menutupi badannya di balik pilar.


"Hiiih, dasar pria baj*ngan... Di depanku memasang wajah manis tapi ternyata dia menjijikkan" omelnya kesal. Bia benar-benar merasa di permainkan, terlintas di pikirannya untuk membalas semua perbuatan Will.


Will yang mendapat telepon dari asistennya, memberi tahu bahwa Bia masih ada di depan apartement sedang menunggu taksi. Mendengar kabar itu, Will meminta Zen untuk segera mengantar Bia pulang.

__ADS_1


TIIIINNNN TIIINNNN suara klakson mobil Zen.


"Nona Bia, ayo aku antar pulang" ajak Zen kepada Bia.


"Kau Zen yaa, asisten pria berengsek itu" mendengar ucapan Bia, Zen syok sekaligus tersenyum.


"Aayoo, apa kau akan berdiri disana terus. Disini tidak ada taksi masuk" jelasnya, lalu Bia langsung masuk ke dalam mobil.


Zen membawa Bia pulang, di perjalan Bia banyak bertanya dengannya.


"eemmm, apa kau sudah lama bekerja dengan pria gila itu ???" tanya Bia.


"Sudah lama, sejak ia berada di Indonesia. Dan Will ke Indonesia hanya ingin mencari wanitanya yang hilang" tutur Zen.


"Wanita yang hilang ??? siapa ??? apakah dia kekasihnya ???" Bia bertanya seperti menembakkan peluru bertubi-tubi.


"Hahaa Kau ini seperti wartawan saja... Yang pasti orang spesial di hatinya" jelas Zen membuat Bia kembali merasakan sesak di dada.


"Lalu apakah sudah menemui wanita itu ??? Dan apa hubungan dia dengan Keysa" tanyanya lagi.


"Belum, tapi yang aku dengar katanya wanita itu sangat keras kepala. itu sebabnya Will menjadi malas untuk mencarinya lagi" Zen mengetahui bahwa wanita yang di cari Will adalah Bia. Namun ia hanya ingin melihat ekspresi Bia, dan ternyata benar adanya. Bia benar-benar gadis yang keras kepala. Yang lebih menyakinkannya lagi, Bia juga menyukai Will. Namun Bia belum menyadari itu.


"Lalu dengan Keysa ???" tanyanya kembali.


"Keysa adalah mantan gebetan Will, mereka pernah berkencan bahkan tidur bersama. Will yang memutuskan hubungan mereka, tapi Key tetap ingin bersama Will" jelas Zen dan bergumam dalam hati Will maafkan aku jika aku harus membuka aibmu, aku menguji perasaan Bia untukmu.


"OH BEGITU, Tapi aku merasa Will masih menyukai Keysa. Hmmm baiklah" jawabnya sambil berpikir keras. Zen yang melihat mimik wajah Bia hanya tersenyum dan tertawa kecil.


Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah Bia.


"Terima kasih banyak Zen" Bia melempar senyuman.


"Sama-sama" balas Zen.

__ADS_1


Selang 5 menit Bia masuk rumah, Sarah datang menghampirinya.


"Bi.. Biancaaa.." panggil Sarah.


"Iyaa non Sarah, masuk non. Nona Bia ada di kamarnya" ucap bibi yang membukakan pintu rumah.


"Lagi tidur yaa bik ???" tanya Sarah


"Tidak non, baru pulang" jawab bibi.


"Oh begitu, iyaa sudah aku ke atas yaa bik" ucapnya.


Sarah ke kamar Bia, ia melihat Bia sedang tiduran di atas ranjangnya dengan memegang handphone di tangannya.


"Biaa... ada apa denganmu ???" tanya Sarah.


Bia langsung memeluk Sarah dan menangis, ia menceritakan semuanya dari ibunya yang ingin menjualnya sampai Will yang juga ingin membelinya. Bia hanya bisa berpikir negatif tentang Will, karena rasa sedih yang Will berikan menjadi alasan bahwa Will hanya memanfaatkannya saja.


Sarah terkejut mendengar itu semua, apa lagi Bia sudah menandatangi kontrak perjanjian dengan Will. Sarah menjadi bingung, apa yang di inginkan Will kepada sahabatnya itu. Jika Will benar-benar menyukai Bia mengapa harus ada kontrak seperti itu ??? Sarah bersedih.


"Sepertinya ajakan Sandra untuk pesta nanti malam tepat untuk kita bi, karena situasi dan kondisimu yang juga butuh hiburan" ucapnya.


"Baiklah, aku akan datang" jawab Bia.


Mereka pergi berbelanja dan ke salon untuk tampil maksimal, Sarah benar-benar sedih melihat keadaan sahabatnya yang terpuruk saat ini. Ia hanya ingin mengikuti kemana Bia pergi untuk bisa menghiburnya.


Mereka sampai di sebuah butik, disana Bia memilih pakaian yang sangat seksi. Sarah bingung harus berkata apa, ia tidak bisa melarangnya karena takut Bia akan menjadi sedih kembali.


"Lihat dress hitam ini, warnanya sama seperti masa depanku gelap" Bia memasang wajah sedih namun dengan senyuman.


"Bi, aku tidak percaya bahwa masa depanmu gelap. Aku yakin akan ada seseorang yang membawa lilin untuk menerangi jalan hidupmu" ucapan Sarah membuat Bia meneteskan air mata, lalu ia kembali tersenyum dan menghapus air matanya.


"Ayo, kita ke salon" ajak Bia dengan menarik tangan Sarah.

__ADS_1


Setelah mereka membayar baju yang di inginkannya, mereka pergi ke salon dan Sarah menelepon Dona untuk datang ke salon membantunya untuk bisa menghibur Bia yang sedang bersedih.


Lalu kemudian Dona datang, Sarah bercerita kepadanya tentang apa yang sedang di hadapi Bia. Di saat Bia sedang mencuci rambut di salon, Os datang bersama seorang wanita. Sarah yang melihat itu menjadi muak dengan Os, ia perpura-pura tidak mengenali Os.


__ADS_2