DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 39. MANSION


__ADS_3

"Waah Will jika Bia tahu perbuatanmu ini, maka aku yakin kau akan mendapatkan masalah besar" ujar Sarah.


"Playboy mu belum sembuh juga Will" sahut Leo.


"Kalau aku jadi Bia maka kau akan aku bunuh Will" sahut Dona dan langsung melirik Leo membuat Leo tersenyum tidak enak. Mereka sengaja memgumpat Will agar ia tidak mengulanginnya lagi.


"Aku melakukan itu karena Sandra yang menggodaku, aku juga pria normal. Aku kira dia itu Bia, aku tersadar setelah Keysa datang" alasan Will.


"Apa kau mabuk ??, sampai-sampai tidak bisa membedakan Sandra dan Bianca" jawab Sarah kesal.


"Hahaha mampus kau Will, Sarah benar-benar marah" ucap Dona.


"Tapi kan tidak terjadi sesuatu, hanya sempat meraba-raba saja" Will menjawab dengan polos malah membuat Sarah geram.


"Gilaa kau Will !!! Lihat saja nanti jika Bia sudah kembali bersama kami, akan aku laporan semua perbuatan kotormu" Sarah mengancam Will.


"Hahaha kau ini seperti monster, jika kau begini Zen akan kabur" Will malah menggodanya, ia sudah mengetahui perasaan Zen kepada Sarah.


Mendengar Will meledeknya, Dona dan Leo tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Sarah dan Zen tersenyum malu-malu.


"Oya aku sudah mendapatkan informasi tentang Bia, Bryan membawa Bia ke mansionnya, dan aku tahu tempat itu" jelas Will serius.


"Aku akan membantumu Will..." sahut Leo.


"Sekarang Keysa sangat membenci Sandra, biarkan mereka saling menjatuhkan. dan Joe sudah tidak lagi berharap kepada Bia, tinggal Darren yang belum tahu apa yang akan dia lakukan" jelas Will kembali.


"Lalu bagaimana kau akan membawa Bia pulang??" tanya Dona.


"Aku akan meminta bantuan kepada Sely, mantan kekasih Bryan. Aku tahu Bryan masih mencintainya, karena kesalahanku yang membuat Bryan tidak lagi bersamanya. Ini seperti unsur balas dendam yang ia lakukan kepadaku" Will merasa bersalah, karena ulahnya di masa lalu sekarang Will mendapatkan karma nya.


"Iyaa aku juga berpikir sama sepertimu, Bryan kehilangan arah karena dulu kau merebut Sely dari nya" sahut Leo.


"Apa perlu kita meminta bantuan kepada Os ??" tanya Zen.


Mendengar nama Os, Sarah langsung melirik tajam.


"Demi kebaikan Bia Sar, kau jangan menatap Zen seperti itu" ucap Dona.


"Terserah saja, aku akan mendukung kalian" jawab Sarah berusaha tidak kesal.


"Iyaa itu ide bagus, segera hubungi Os untuk kembali ke Indonesia" jawab Will, hatinya mulai merasa tenang.


"Aku dan Zen akan mengecek mansion Bryan terlebih dahulu, jika semua terlihat aman maka kita bisa langsung bertindak" jelas Will bersemangat.


"Oke..." jawab Leo.


Setelah pertemuan mereka, Will dan Zen langsung pergi untuk melihat keadaan sekitar di mansion milik Bryan. Lalu mencoba menghubungi Sely untuk meminta bantuan kepadanya.

__ADS_1


Malam telah tiba, Will dan Zen melewati mansion Bryan. Disana terlihat penjagaan yang begitu ketat, dan mereka membuat janji untuk bertemu Sely di ujung jalan tak jauh dari mansion.


Lalu Sely pun datang dengan mengendarai mobil Mercedez-Benz Cla 200 Amg berwarna merah, ia turun dari mobil lalu menghampiri Will dan Zen.


"Apa ada Will, mengapa kau menyuruhku kemari ??" tanya Sely yang masih belum tahu maksud tujuan Will.


"Aku ingin meminta bantuanmu" ujar Wil.


"Kau ingin aku melakukan apa, bukannya itu mansion Bryan ??" ucapnya.


"Iyaa ini berhubungan dengan Bryan, kau ingat gadis yang berada di pantai Z bulan lalu. Bryan menyekapnya, aku ingin kau membantuku untuk melihat keadaannya" jelas Will.


"Lalu apa hubungannya denganmu Will ??" tanya Sely ingin tahu.


"Dia adalah calon istriku, aku tidak bisa banyak cerita disini. Malam ini aku hanya ingin mendengar kabar Bia saja. Dan untuk kebebasannya kita menunggu Os kembali ke Indonesia" jelasnya lagi.


"Oke, aku akan coba masuk ke mansion Bryan" jawab Sely.


"Aku berhutang budi kepadamu" ucap Will yang berbicara dari dalam mobil, ia hanya membuka kaca mobil untuk berbincang bersama Sely dan Zen ada di samping Will.


Lalu Sely pun kembali ke mobilnya, ia mengklakson Will dan melaju kencang. Tepat di depan mansion Bryan, Sely membuka kaca mobilnya untuk berbicara dengan salah satu penjaga disana.


"Malam pak, Apakah Bryan ada di dalam ??" tanyanya.


"Malam nona Sely, tuan Bryan ada di dalam tapi tidak bisa di ganggu" jawab salah satu penjaga gerbang mansion Bryan.


"Tolong pak sampaikan kepadanya, ada hal penting yang ingin aku bicarakan" Sely mencoba meyakinkan penjaga itu.


setelah 15 menit kemudian, akhirnya Sely di perbolehkan masuk. Bryan menyambutnya di depan pintu mansion, entah kenapa hatinya kembali bergetar melihat Sely melempar senyum kepadanya.


"Sely..." panggil Bryan.


Sely berjalan menghampiri Bryan setelah selesai memarkirkan mobilnya.


"Haiii...Bryan apa kabarmu ??" Sapa Sely langsung mencium pipi kanan dan kiri Bryan.


"Baik..." Bryan terlihat begitu kalem.


"Apa aku boleh masuk ??" tanya Sely.


"Silahkan" jawabnya langsung mempersilahkan Sely masuk.


Sely melihat isi mansion Bryan yang tertata rapi, terlihat masih sama seperti dulu bernuansa Eropa. Karena ia sangat paham Bryan begitu mencintai Eropa, dan di tambah lagi ayah Bryan merupakan warga keturunan Finlandia.


"Apa yang membuatmu kemari ??" tanya Bryan.


Lalu Sely duduk, dan mencoba membuat Bryan untuk bisa mengerti setiap ucapan yang akan ia sampaikan.

__ADS_1


"Bryan, sini duduk di sampingku" ajak Sely sambil menepuk sofa di sampingnya.


Bryan pun menuruti Sely, mereka duduk berdekatan.


"Maafkan aku Bryan..." Sely memegang kedua tangan Bryan.


"Maafkan aku jika dulu aku meninggalkanmu, saat itu aku butuh bantuan Will. Aku bukannya tidak percaya denganmu, tapi aku malu kepadamu" ucapnya, Bryan menyikap perkataan Sely.


"Will menawarkan aku bantuan untuk mengurus semua kebutuhan ibuku yang sedang sakit keras dan aku menerimanya karena aku yakin kau pun tidak akan keberatan. Tapi ternyata aku salah, kau tidak menyukai tawaran Will. Dan kau begitu saja meninggalkan ku di saat aku membutuhkan sandaranmu" Sely sedih jika mengingat sikap Bryan yang tidak mau peduli dengannya di saat ibu nya Sely sedang sakit keras.


"Tapi kenapa aku tidak dilibatkan dalam urusan ibumu, itu yang membuatku kecewa" jawab Bryan.


"Aku sudah banyak merepotkanmu Bryan, sampai-sampai biaya kuliahku saja kau yang membayarkannya. Aku malu Bryan !!!" Sely menangis telah membuat Bryan kecewa.


"Lalu apa yang kau ingingkan ??" tanya Bryan tegas.


"Aku ingin kita seperti dulu lagi, aku sangat merindukanmu. Kau yang terbaik di hatiku"


"Aku tidak bisa tenang Bryan, rasa bersalahku selalu datang. Sampai akhirnya ibuku meninggal aku pun masih di rundung penyesalan, tidak ada tujuan lain saat itu. Hanya Will yang bisa membantuku" jelas Sely kembali.


Lalu Bryan melepaskan tangan Sely.


"Maafkan aku Sely, aku tidak bisa bersamamu lagi. Aku sudah menyukai wanita lain !!!" Bryan langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Apa wanita itu adalah Bianca"


"Bryan, kau dan Will bersahabat. Mengapa harus bersaing dengannya, jika Bianca mencintai Will maka apa hubunganmu dengannya ?? Kau bukan orang seperti itu, yang memaksa seseorang untuk mencintaimu. Will mencintai Bianca, mereka saling mencintai. Biarkanlah mereka bersama, apa yang kau dapatkan dari semua ini ?? coba jelaskan kepadaku ??" Sely membantu Bryan untuk membuka pikirannya.


Bryan terdiam, ia seperti mendapat tamparan keras. Lalu terdengar suara teriakan dari salah satu kamar, ternyata itu adalah Bia yang Bryan sekap di dalam kamar.


"Bryan suara siapa itu ??" tanya Sely terkejut, ia yakin itu adalah Bianca.


"Bukan siapa-siapa, jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi. Maka silahkan keluar dari sini" Bryan membuang muka.


"Kau mengusirku, baiklah aku akan pergi" ucapnya, namun bukannya ia berjalan ke arah pintu keluar, Sely malah berlari ke tempat dimana Bianca di sekap.


Sely kemudian berusaha membuka pintu yang kuncinya masih terpasang di pintu, ia melihat Bianca yang sedang duduk di bawah menyender di dinding. Begitu kasiannya Bianca, Bryan sangat kejam. Mata Bianca membengkak di sebabkan air mata yang keluar terus menerus, terlihat begitu menyedihkan.


"Bianca..." ucap Sely, Bianca langsung mengangkat wajahnya dan melihat seorang wanita yang ia kenali.


"Kau..." tuturnya.


Saat Sely mencoba membantu Bianca untuk berjalan keluar tiba-tiba Bryan datang.


"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI ???" Bryan marah besar.


"Kau jahat Bryan, Kau bisa membunuhnya" jawab Sely.

__ADS_1


"INI BUKAN URUSANMU !!!" Sahut Bryan.


"Aku akan melaporkanmu Bryan, kau sudah berubah" ucapnya, dan Bryan langsung menarik tangan Sely lalu memaksanya keluar dari Mansion.


__ADS_2