
Mereka berlima saling melirik melihat Bianca dan Bryan begitu mesra.
"eee Bi.. Biaaa" panggil Sarah dengan nada takut.
"Heem iyaa... " sahut Bia yang sedang asik tersenyum dengan Bryan.
Melihat mereka berdua sedang terhanyut dalam tatapan, Leo langsung bereaksi.
"Ehmm... ehmm... "Leo berdeham.
Lalu Bryan menoleh ke arah Leo.
"Ada apa Leo, apa kau sakit ??" tanya Bryan tanpa bersalah.
"Yaa, mataku sakit jika melihat orang bermesraan di depanku" protes Leo.
Bryan dan Bianca yang mendengar itu malah tersenyum dan tertawa.
"Oh, apa karena aku merangkul Bia seperti ini..." ucap Bryan yang juga mencium rambut Bia.
"Ow ow..." seru mereka berlima serentak melihat Bryan yang begitu menyayangi Bia.
"Jadi kalian berdua ada hubungan" Os menatap dengan tajam.
"Menurutmu bagaimana ?? " sahut Bryan tersenyum meledak Os.
"Aihh shits... Kau benar-benar berhasil brother" Os langsung meninju lengan Bryan, selara memberi ucapan selamat.
"Apa benar itu Bi ???" tanya Sarah memasang wajah senang.
__ADS_1
"Hmm, aku akan menikah dengan Bryan" jawab Bia malah mengagetkan mereka semua.
"Hahhh... Secepat ini !!!" ucap Dona membelalakan matanya.
"Iyaaa, kenapa secepat ini. Lalu bagaimana nasib Will ??" tanya Leo serius.
Zen yang selalu diam, akhirnya ikut mengambil kesempatan untuk berbicara.
"Aku mendukung kalian, biarkan Will mencari kesenangannya sendiri. Jika dia benar-benar mencintai Bianca, ia tidak mungkin membiarkan Bianca hilang berhari-hari seperti ini " jelas Zen membuat mereka semua terpukau.
Menurut mereka ucapan Zen ada benarnya, jika Will bersungguh-sungguh mencintai Bianca tidak ada yang namanya melantarkan dan membiarkan Bianca dalam kesulitan. Will sudah hilang akal, entah apa yang ia pikirkan sampai-sampai wanita yang dulu selalu ia cari kini malah di buang begitu saja. Dan dengan gila nya lagi, ia juga menanam benih di rahim Bianca.
"Luas biasaaa, sekali berucap jleb nusuk di jantung" tutur Leo sambil memegang dadanya.
Bryan hanya tersenyum, ia bahagia ternyata teman-temannya sangat mendukung hubungannya bersama Bianca.
"Apa kita akan berdiri disini saja ??? " tanya Dona yang sudah merasa lelah berbincang sambil berdiri.
Akhirnya mereka semua berjalan menuju ke Cottage untuk istirahat sejenak. Saat mereka sampai di kamar, Bia di cecer banyak pertanyaan oleh para sahabatnya itu.
"Bi, apa kau serius ingin menikah dengan Bryan ?? "
"Aku takut jika ini hanya akalanmu saja untuk menjauh dari Will" ucap Dona yang paling cemas.
Lalu Bia melempar senyuman kepada mereka mencoba menenangkan kekhawatiran Dona yang berlebihan.
"Tarik nafas dulu Dona, jangan panik begitu"
"Aku akan menceritakan sesuatu yang mungkin akan membuat kalian terkejut, sebenarnya aku tidak ingin memberitahukan ini kepada kalian. Tapi tanpa bantuan kalian aku tidak bisa menjaganya sendiri" ucap Bia dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Apa maksudmu Bi ?? " tanya Sarah yang sudah mempunyai firasat buruk.
Namun Dona masih terpaku diam menyimak kata demi kata yang dilontarkan oleh Bia.
Kemudian Bia, memegang tangan Sarah dan Dona. Ia menarik nafas dalam-dalam, lalu melihat wajah mereka sambil tersenyum lebar dengan air mata yang masih tertahan.
"Bi, jangan membuatku takut... " ucap Sarah kembali.
"Huufffttt..."
"Maafkan perbuatanku yang memalukan ini" Bia mulai meneteskan air matanya.
"Aa-aku hamil"
"Aku hamil anak Will... " seketika tangis Bia pecah.
"Biaaa, kau hamil. Kau benar hamil, Bi... Biaaa" Sarah pun menangis tak percaya.
"Kau jangan bercanda Bi, katanya ini hanya lelucon kan !!! " sahut Dona yang juga tak bisa percaya mendengar ucapan Bia. Namun melihat air mata Bia yang membanjiri wajahnya, membuat Dona langsung bisa menyimpulkan bahwa kabar buruk itu benar adanya.
"Maafkan aku, maafkan aku..."
"Aku tidak ingin Will mengetahui keberadaan anak ini, aku tidak mau jika nantinya dia juga menyiksa anakku. Maka aku putuskan untuk menerima Bryan dalam kehidupanku" jelas Bia semakin bersedih.
"Yaa Tuhan Bi, kenapa hidupmu selalu malang. Apa Bryan tahu tentang kehamilanmu ini ??" tanya Sarah.
"Ya, Bryan mengetahui ini semua. Bahkan dia orang pertama yang tahu kehamilanku" ucap Bia sambil mengusap air matanya.
"Aaah Biaaa... " Dona langsung memeluk Bia dengan erat, mereka menangis bersama dan berjanji untuk menjaga rahasia kehamilan Bia sampai nantinya Bia bisa menikah dengan Bryan.
__ADS_1
"Bryan begitu tulus denganmu Bi, aku kagum dengan cintanya. Dia mau menerima anak yang sedang kau kandung, luar biasa... Aku percaya Bryan akan membahagiakanmu dengan sepenuh hati" tutur Sarah tersenyum dengan berderai air mata.
Sarah tidak menyangka bahwa Will bisa menyakiti Bia sejahat itu, ia berjanji dengan dirinya sendiri bahwa ia adalah orang pertama yang paling membenci Will dan akan selalu menjauhkan Bia dari orang yang tak punya hati itu.