DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 40.SEKAP


__ADS_3

Melihat mobil Sely mendekati mobilnya, Will tidak bisa sabar untuk mendengar kabar Bianca. Ia langsung keluar dari mobil dan di susul Zen yang juga ikut keluar.


"Bagaimana Sely ?? apa yang kau lihat disana ??" ucap Will penasaran.


"Maafkan aku Will, aku tidak bisa membawa Bia bersamaku. Aku sangat kecewa dengan Bryan. Will... Bi...Bianca" Sely takut mengatakan keadaan Bianca yang sebenarnya.


"Bianca kenapa Sel, apa yang kau lihat ?? katakan yang sejujurnya Sel ??" tanya Will sambil mengguncang tubuh Sely.


"Tenanglah Will, biarkan Sely berbicara terlebih dahulu. Kau akan menyakitinya !!!" Zen mencoba mengendalikan Will.


"Bianca di sekap oleh Bryan, aku tidak bisa membantunya" jawab Sely menangis.


"APAAAA" tubuh Will langsung lemas.


"Maafkan Aku Will, aku sudah berusaha membantunya untuk keluar tapi Bryan tiba-tiba datang dan merebutnya dariku. Keadaan Bia sangat prihatin, matanya terlihat begitu membengkak. Aku yakin Bia menangis tanpa henti" jelas Sely menangis dan menutup mulutnya.


Seketika darah Will langsung naik sampai ke ubun-ubun, emosi Will memuncak tak terkendali. Tangannya mengepal dengan keras, urat di lehernya terlihat keluar menahan amarah yang besar.


"Will kontrol emosimu, kita harus mencari cara lain. Kita tunggu Os pulang terlebih dahulu, hanya Os yang bisa membantu kita. Setidaknya Os akan mengerti dengan situasi sulit seperti ini" jelas Zen menenangkan Will. Zen memegang lengan Will, ia merasakan tangan Will yang mengeras karena menahan amarah besar.


"Iyaa benar Will, hanya Os yang bisa membantu kita" sahut Sely merasakan perasaan yang bercsmpur aduk.


Malam semakin larut, akhirnya mereka pulang dan berpisah. Will tidak bisa tidur semalaman, ia memikirkan keadaan Bia. Zen yang melihat Will begitu murung langsung menghampirinya.


"Aku sudah mendapat kabar dari Os, ia akan segera pulang membantu Bia untuk keluar dari mansion Bryan" ucap Zen.


"Jam berapa Os akan tiba ??" tanya Will


"Mungkin sore Will, ia naik jet pribadi jadi tidak akan memakan waktu terlalu lama" jawab Zen.


"Baguslah..." jawab Will singkat.


Setelah perbincangan mereka, akhirnya Will bisa merasa sedikit lega mendengar Os akan membantunya. Ia berusaha untuk tidur, agar besok bisa mempunyai stamina yang kuat.


*pagi hari*


Bryan membawakan makanan untuk Bia, dan beberapa pakaian agar Bia mau mandi dan berganti pakaian. Saat ia masuk kamar Bia, ia melihat Bia sedang tertidur pulas dengan wajah yang begitu sembab. Bryan menatap Bia dengan senyuman, ia menyingkirkan rambut Bia yang menutupi wajah cantiknya itu. Ternyata sentuhan Bryan membuat Bia terbangun dan langsung mendorong Bryan dengan keras.


"Apa yang kau lakukan disini Bryan ??" tanya Bia marah.

__ADS_1


"Aku hanya membawakan makanan untukmu dan pakaian ganti. Mandilah lalu segera makan makananmu" jawab Bryan santai.


"Apa kau tidak punya hati Bryan, aku tidak menyangka kau akan memperlakukanku seperti ini" ucap Bia.


"Maafkan aku Bia, tapi aku tidak bisa kehilanganmu" ujarnya.


"Aku lebih baik mati, dari pada harus hidup bersamamu" Bia mengumpat.


"Biaaaa"


"Mengapa kau berbeda saat dekat denganku, apa istimewanya Will ??" Bryan sedih mendengar Bia berbicara kasar kepadanya.


"Will sudah menjadi penjagaku sejak aku masih kecil, jadi jika kau bertanya apa istimewanya Will maka jelas dia sangat istimewa di mataku" jelas Bia.


"Jadi kau sudah mengetahuinya ??" tanya Bryan terkejut.


"Apa kau juga sudah tahu masa lalu Will ??" tanya Bia balik, ia tidak menyangka Jika Bryan menutupi rahasia itu dari Bia.


Bryan memilih tidak menjawab pertanyaan Bia.


"Makanlah Bia, aku akan segera kembali" ucap Bryan.


Tak berselang lama, Keysa pun datang ke Mansion Bryan bersama Darren.


"Haaiii Bryan, bagaimana wanita pujaan hatimu itu" Keysa mengejek Bia.


"Dia ada di kamarnya" jawab Bryan.


"Sampai kapan kau begini Bryan, aku tidak bisa melihat Bia terluka. Mana kunci kamarnya ??" Darren tiba-tiba geram.


"Apa yang ingin kau lakukan, Bia milikku" sahut Bryan tidak suka.


"Dia bukan milikmu, jika Bia melakukan bunuh diri bagaimana ??? Apa kau akan bertanggung jawab, jangan macam-macam kau Bryan. Berpikirlah jernih, sialan !!!" umpat Darren serasa ingin menghajar Bryan.


"Darren benar Bryan, Bianca bisa melakukan bunuh diri jika kau terus mengurungnya. Keluarkan dia sekarang" jelas Keysa.


"Baiklah, tapi jangan coba-coba merebut Bia dariku" Bryan terlihat tidak beres, ia begitu posesif kepada Bia.


Mendengar ucapan Bryan, Darren menghiraukannya. Ia hanya ingin melihat Bianca baik-baik saja. Lalu terbukalah pintu kamar Bia, Darren masuk dan melihat kamar yang begitu berantakan. Ternyata Bia membanting dan membuang semua makanan maupun perlengkapannya. Darren menjadi kesal, ia merasa hatinya teriris.

__ADS_1


"Bia..." ucap Darren.


Lalu Bia melihat Darren yang masuk, ia langsung memeluknya dan menangis sejadi-jadinya.


"Darren, tolong aku... Tolong aku Darren..." Bia memegang baju Darren memelas memohon bantuan kepadanya.


"Bia, mengapa kau seperti ini. Aku akan membawamu pulang" Darren memberi janji kepada Bia.


Darren mencoba memapah Bia keluar kamar, tiba-tiba Bryan menghadangnya.


"eeeitttss mau kau bawa kemana Bia ??" tanya Bryan.


"aku akan membawa Bia pulang bersamaku" jawab Darren.


"Tidak bisa, aku yang mendapatkannya maka aku yang lebih berhak atas dirinya" jelas Bryan.


"Kau sakit jiwa Bryan, jika kau mencintainya seharusnya kau membebaskannya. Minggir jangan menghalangi aku" ucap Darren tidak peduli dengan perasaan Bryan.


"DARREEEENNNNN!!!!" Bryan menjadi marah.


Ia menarik tangan Bia dengan keras, membuat Bia terjatuh di lantai karena fisik Bia yang sedang lemah maka rentan tubuhnya untuk bisa terjatuh.


"BRYAN APA YANG KAU LAKUKAN!!!" Darren menjadi panas dengan sikap Bryan yang frontal.


Kemudian terjadilah adu jotos antara Bryan dan Darren, Keysa yang melihat mereka berkelahi menjadi geram. Mereka saling tonjok dan tendang, Sampai wajah mereka berdua babak belur.


"HENTIKAN...!!!!! SUDAH HENTIKAN, DARREN BRYAN !!" keysa mencoba melerai mereka dan Bia masih duduk terjatuh di lantai.


Akhirnya Keysa berhasil membuat mereka berhenti berkelahi. Darren ingin membantu Bia bangun dari lantai, tapi Bryan langsung menangkis tangan Darren.


"Ingat kau Darren, ini rumahku. Aku bisa saja mengusirmu dari sini, jadi bersikap baiklah. Jangan membuatku semakin gila" ucap Bryan yang berbicara sambil mengangkat tubuh Bia dan membawanya duduk di sofa putih miliknya.


Dengan hati-hati Keysa memberi kedipan mata ke arah Darren menandakan agar Darren menahan untuk tidak berbuat gegabah kembali.


"Apa yang ingin kau sampaikan kepadaku Bryan ??" tanya Key.


"Aku ingin memberi tahu masa lalu Will kepadamu" jawab Bryan.


"Tapi kau jangan syok jika mendengar alasan Will lebih memilih Bianca ketimbang kau"

__ADS_1


Bia cukup terkejut, ternyata Bryan akan membongkar identitas Will yang sebenarnya kepada Keysa.


__ADS_2