
"Dona, lihatlah ini... Aku mendapat pesan singkat dari mamanya Bianca" tutur Sarah.
"Pesan apa ??? coba lihat !!!" jawab Dona yang langsung mengambil handphone milik Sarah.
"Sarah, maafkan tante nak...
Tante harus kembali ke Swiss, papanya Will meminta tante untuk kembali pulang. Karena dia tidak bisa ke Indonesia untuk saat ini, sampaikan maaf tante untuk Bia. Tolong jaga Bia yaa nak, secepatnya tante akan kembali ke Indonesia bersama papanya Will" ucap Dona yang membacakan isi pesan dari Ny.Farida.
"Jadi tante Farida kembali ke Swiss, Aaahhh menyebalkan... Ini pasti karena Will yang membuat tante Farida tidak bedah di Indonesia" gerutu Sarah dengan wajah masam.
"Apa tante Farida tahu jika Bia menghilang ???" tanya Dona dengan mata melihat ke atas plafon menandakan ia sedang berpikir keras.
"Iyaa yaa, kira-kira tante Farida tahu tidak yaa jika Bia menghilang tiba-tiba. Coba deh aku balas pesannya"
"Eeehh, tapi jika tante Farida tidak tahu Bia menghilang. Nanti malah pertanyaan aku menjadi masalah baru" Sarah mengurungkan niatnya, ia berubah pikiran.
"Yaa jangan, pesan itu kau simpan saja. Nanti ketika kita sudah bertemu Bia baru kita sampaikan" jawab Dona mengingat Sarah.
Mereka berdua sedang bersantai menikmati cemilan yang berada di rumah Dona, mereka menunggu kabar dari Leo tentang perkembangan Bianca. Lalu terdengar bel pintu berbunyi, kemudian Dona bergegas berlari kecil dengan memakai hot pants dan tank top crop berwarna hitam.
TINGGG....
TOONGGGG....
TINGGGG...
TOOONNGGGG ....
"Yaa tunggu, sabaaar..."
"Siapa sih, pencet bel mulu.." gerutu Dona.
Lalu ketika pintu rumah di buka, Dona yang memasang wajah kesal langsung berubah tersenyum lebar dengan menunjukkan gigi putihnya.
"Hehee, Hai Bryan..."
"Aku kira kau tukang antar galon, hehee...." ucap Dona yang masih tersenyum tidak enak.
"Apa aku mirip tukang galon Don ???" tanya Bryan membalikkan ucapan Dona yang asal berbicara.
"Iiihhh, gitu saja marah. Ayo masuk..." seru Dona mempersilahkan Bryan masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Saat Bryan melangkah lebih dulu, terlihat Dona menepuk jidatnya seraya ia merasa bersalah atas ucapannya yang asal berbunyi.
Lalu Sarah melihat kehadiran Bryan, ia terpesona dengan ke tampanan Bryan yang tidak pernah pudar.
"Hai Bryan, apa kabar... ???" sapa Sarah yang dihampiri Bryan dan mendapatkan pelukan persahabatan darinya.
"Baik, kau terlihat gendutan Sar..." sahut Bryan.
"Iihhh Bryan kau membully ku, kau ini body shaming. Jahat sekali..." Sarah merajuk mendengar ucapan Bryan yang mengejeknya.
"Hahaha, tapi kau sekarang terlihat cantik Sar" Bryan membalik memujinya.
"Haduh Bryan, sayap Sarah belum tumbuh jangan kau puji. Dia bingung untuk terbang ke atas" ledek Dona yang mendengar pujian Bryan kepada Sarah.
"Terbang kan memang ke atas, memangnya ada yang kebawah" Ucapan Bryan malah membuat Sarah tertawa terpingkal-pingkal.
Dan Bryan pun ikut tertawa dengan puas, ia melihat ekspresi wajah Dona yang malu.
"Niatnya ingin ikut membully, eeeh malah dia yang kena bully. Malunya tuh disini Don" Tunjuk sarah ke arah pant*atnya membalas ledekan Dona.
Dona yang mendapat serangan balik hanya bisa tersipu malu dan pasrah mendengar Sarah menertawakannya.
"Awas kau Sarah..." ancam Dona singkat.
"Apa kau menyogokku dengan kacang ini Don ??" Bryan menunjukan kacang yang ada di tangannya, ia masih saja meledek Dona.
"Sudah lagi Bryan, aku sudah diam..." tutur Dona yang malas meladeni ledekan Bryan.
"Hahaha Oke Oke... Peace... Peace !!!" Bryan mengangkat tangannya bertanda mengajak berdamai.
"Oya apa yang membuatmu kemari Bryan ??" tanya Sarah ingin tahu.
"Aku merindukan kalian, apa kalian tidak merindukanku" alasannya tepat.
"Tentu rindu, apa lagi wajahmu tidak membosankan" jawab Dona menatap Bryan dengan tatapan aneh seolah ia berusaha ingin bercanda menggodanya.
"Aiihh kau ini Dona, ingin mencari mati rupanya !!!" Sarah memberi tatapan sinis mengingatkan Dona agar tidak kecentilan mengingat ia sudah mempunyai pujaan hati.
"Apa maksudmu Sarah, apa Dona sudah mempunyai kekasih ??" tebakan Bryan benar.
"Yaa, kekasih Dona adalah Leo. Mereka sepasang kekasih" jelas Sarah ketus, karena ia merasa iri dengan Dona yang sudah mempunyai kekasih.
__ADS_1
"What ??? Seriuosly ???" Bryan terkejut.
"Hadeh, kumat lagi..." ucap Dona yang akan mendapat bully-an lagi dari Bryan dan Sarah.
"Yaa, mereka jadian saat kau sedang asik menculik Bia..." Sarah mengingatkan Bryan tentang kejadian yang memilukan itu.
"Sorry..." jawab Bryan meminta maaf.
"Yang sudah sudah, kita benahi dari awal lagi" sahut Dona memenangkan Bryan.
"Apa kau kemari karena sudah mendengar Bia menghilang ??" tanya Sarah.
Bryan yang sedang mengunyah kacang bawang langsung berhenti, ia menaruh kacang bawang yang ada di genggaman tangannya. Dan mulai membicarakan topik yang serius kepada mereka.
"Ya, aku ingin mencari Bianca"
"Apa kalian sudah menemukan tanda-tanda keberadaannya ???" tanya balik Bryan.
"Belum, kami menunggu kabar dari Leo dan Zen. Namun sampai saat ini mereka belum mengabari kami" jawab Dona.
"Apa kalian tahu alasan Bia menghilang ???" tanya Bryan yang melirik ke arah Sarah dan Dona. Dan terlihat mereka berdua saling menatap memberi kode satu sama lain.
"Eeee, begini Bryan !! Sebenarnya sebelum Bia menghilang, kami ada di apartement Will. Rencananya kami akan makan malam bersama, tapi saat makan malam itu akan di mulai !!! Tiba-tiba Keysa dan Darren datang dengan alasan ingin membicarakan masalah kontrak kerja Bianca yang telah di bayar kontan oleh Will" ujar Dona dengan nada pelan.
"Lalu ???" tanya Bryan dengan cepat yang ingin mengetahui cerita selanjutnya.
"Setelah mereka pulang, Will mengajak Bia berbicara secara 4 mata di ruang kerjanya. Tapi tidak membutuhkn waktu lama, Bia keluar dengan air mata yang membasahi wajahnya dan keluar berlari dari apartement begitu saja" lanjutnya.
"Kami kira Bia akan pulang, tapi nyatanya sampai sekarang Bia menghilang" sahut Sarah memasang wajah sedih.
"Lalu apa yang sudah Will lakukan dalam upaya mencari keberadaan Bia ??" Bryan mulai terbawa emosi.
"Emmm, tidak ada Bryan !!! Will seperti tidak peduli, dia tutup telinga dan tutup mata" mendengar jawaban Sarah, Bryan merasakan panas di tubuhnya. Ia sangat marah dengan apa yang sudah ia dengar.
"Kurang ajar !!! Kalau begitu kenapa dia membuat lamaran yang menghebohkan media !!!" ucap Bryan yang sudah melihat kehebohan di sosial media beberapa waktu lalu.
"Entahlah aku juga tidak tahu..." sahut Dona.
Bryan benar-benar menahan emosi, wajahnya memerah ia rasanya ingin menghajar Will sampai mati.
"Sebenarnya aku malas membicarakan ke brengsekan Will kepada kalian, tapi rasanya aku tidak bisa menahannya lagi" seru Bryan yang akan membocorkan hubungan gelap Will bersama Keysa.
__ADS_1
"Ada apa Bryan ??? Kenapa saat kau berkata seperti itu jantungku berdetak dengan kencang" Dona merasakan perasaan tidak enak, ia merasa ucapannya yang sempat ia sampaikan kepada Leo akan menjadi kenyataan. Tapi bedanya bukan Bianca yang mengecewakan Will tapi Will lah yang akan menghancurkan hati Bianca.
"Will berkencan bersama Keysa !!!" ucap Bryan, membuat Sarah dan Dona serentak merasakan lemas di sekujur tubuh mereka.