DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 69. HAMIL??!!


__ADS_3

Sesampainya disana Dona, Sarah, Leo maupun Zen terlihat sedang duduk menunggu kedatangan Bryan. Lalu tak lama kemudian mereka melihat kedatangannya bersama Os, yang membuat Sarah memasang wajah kesal.


"Hai semuanya... " sapa Os akrab.


"Hai Os, apa kabarmu??" tanya Leo sambil memeluk Os dan Bryan.


"Baik... " jawab Os dengan tersenyum dan menatap Sarah begitu dalam membuat Sarah menjadi muak.


Setelah saling menyapa dan berpelukan satu sama lain, akhirnya perjalanan mereka dimulai. Bryan mengambil keputusan untuk tidak menaiki mobil offroad karena sengaja menyusuri jalan berharap bisa menemukan tanda-tanda keberadaan Bianca di setiap jalan yang akan mereka lalui.


Namun di perjalan terlihat Sarah yang selalu memasang wajah masam, ia merasa malas jika harus melihat Os yang selalu berada di dekatnya.


"Kenapa wajahmu di tekuk seperti itu Sar?? " ucap Dona sambil berbisik.


"Kau pura-pura lupa atau bagaimana Don, aku tidak nyaman jika Os ikut bersama kita" jawab Sarah dengan nada rendah.


"Sudahlah, kau jangan egois begitu. Os hanya membantu kita untuk menemukan Bianca" sahut Dona yang berusaha membuat Sarah menerima kehadiran Os.


"Ya sudah, tapi aku tetap tidak ikhlas jika dia ikut dengan kita" ucap Sarah sambil melirik ke arah Os yang juga melihat ke arah Sarah membuatnya makin tidak suka.


Bryan yang mendengar percakapan mereka dan berada tepat di belakang mereka langsung memberikan reaksi. Ia langsung mengalungkan kedua tangannya di pundak Sarah dan Dona.


"Hayo, apa yang sedang kalian bicarakan???" Bryan mengangetkan mereka berdua.


" Hihhh, Bryan tubuhmu berat. Singkirkan tanganmu...." seru Sarah yang masih kesal dengan Bryan.


"Jutek amat neng... "jawab Bryan langsung menurunkan tangangnya dari pundak Sarah.


"Kau membawa Os, jadi Sarah kesal denganmu" sahut Dona.


"Astaga, jadi karena Os kau bersikap dingin seperti ini Sar!!! Os sudah berubah, kasihanilah dia... Lihat badannya sekarang semakin kurusan, dia kurang perhatian" ucap Bryan berusaha membuat Sarah tersenyum.


"Bodo amat, dan ada apa denganmu?? kenapa sekarang kau banyak bicara. Apa kepalamu terbentur sesuatu??? " ucap Sarah yang berjalan di sebelah Bryan.


"Sialan... Apa kau ingin membenturkan kepalaku Sar" jawab Bryan malah di tertawakan oleh Dona, membuat Leo, Zen dan Os langsung menatap ke arah Dona.


"Hahahaa, sudah lagi. Kalian ini lihat-lihat tempat dulu jika ingin bercanda" sahut Dona untuk Bryan dan Sarah.


"Huusss, sayang ini hutan. Kenapa kau tertawa seperti itu" Leo langsung bereaksi mendengar dan melihat tingkah Dona yang berlebihan.


"Maaf sayang, ini Bryan dan Sarah malah bercanda. Aku jadi tidak bisa menahan tawa" jelas Dona yang takut dimarahi oleh Leo.


"Apasih yang kalian tertawakan?? " tanya Zen ingin tahu.


"Aaahh cuma masalah buaya di makan ayam, bukan apa-apa kok Zen heheee" jelas Sarah, membuat Bryan tertawa terpingkal-pingkal.


"Hahahaa.... Apa sih Sarah??? Sejak kapan buaya makan ayam, yang ada ayam di makan buaya" sahut Bryan tidak bisa menahan tawanya.


Karena mendengar ucapan konyol Sarah, akhirnya mereka pun tertawa terbahak-bahak. Dan menatap ke wajah Sarah yang memerah karena malu.


"ternyata Sarah lucu juga..." ucap Os spontan.


"Yang tadinya otakku beku sekarang langsung mencair" sahut Bryan dengan wajah yang terlihat bersemangat.


"Haissstt, Bryan... Jangan mulai lagi!!! " seru Sarah.

__ADS_1


Sekitar 1 jam mendaki gunung dengan jalan yang sangat apik dan di permudah dengan jalan yang dirawat membuat pejalan kaki menaiki gunung Z dengan cepat. Paping blok yang terpasang menyusun dari bawah ke atas sampai ke puncak gunung Z membuat perjalanan mereka tidak mendapat hambatan dan rintangan.


"Waaaah akhirnya..."


"Heemmm sejuk dan indah sekali" ucap Sarah membentangkan kedua tangannya dengan menghirup udara segar.


"Aku sangat merindukan gunung Z" sahut Dona.


"Kalau nanti kita menikah, aku ingin kita foto prewedding disini" sahut Leo sambil memeluk Dona dari belakang.


"Hadeeehhh, ngumbar kemesraan" seru Sarah yang melihat sahabatnya itu di peluk oleh kekasihnya.


"Leo...!!! "


"Kau membuat Sarah iri, tahan dulu... Kau mau peluk-pelukan jangan di depan Sarah. Nanti dia bisa-bisa asal bicara lagi, kasihankan buaya dimakan ayam Hahahaha... " Ledek Bryan membuat Os dan Zen serempak menoleh ke arah Sarah.


"Sialan kau Bryan..." Sarah mengambil batu dan melemparkannya ke tubuh Bryan.


"Hahahaa, kan galak dia. Kalian sih pelukan di depan Sarah" Bryan kembali meledeknya dan langsung berlari berlindung di belakang tubuh Zen karena takut akan di timpuk dengan batu yang lebih besar oleh Sarah.


"Awas kau Bryan... " ancam Sarah dengan wajah kesal.


Kali ini mereka tidak akan mendirikan tenda, melainkan tinggal di villa milik Leo dan Will. Mereka menaiki tangga lagi yang kurang lebih berjumlah 30 anak tangga.


Sesampainya di villa, mereka langsung menaruh tas ransel dan kemudian kembali turun untuk mencari jejak keberadaan Bianca.


"Aku duluan turun yaa... "ucap Bryan.


"Oke, aku akan menyusul..." jawab leo dengan suara keras dan melambaikan tangannya.


"Hei lihat, pria itu tampan sekali. Gemesin, iiihhh deketin yok " ucap salah satu pengunjung wanita disana yang terpesona dengan Bryan.


"Tidak ah, aku takut nanti tiba-tiba pacarnya nongol.... " jawab teman wanita itu.


"Huuuft cemen, yaa sudah aku akan menatapnya dari kejauhan saja" serunya.


Dan Bryan masih saja menoleh kesana kemari tanpa memperdulikan para wanita yang menatapnya dengan penasaran.


"Bi.... Kau dimana??? "ucap Bryan gelisah.


"Gimana Bryan, apa ada tanda-tanda Keberadaan Bia?? " ujar Os dari belakang menghampiri Bryan dan di susul Leo, Zen, Sarah dan Dona.


"Belum, aku jadi takut jika kita tidak bisa menemukan Bianca" jawab Bryan memasang wajah cemas.


"Kita harus yakin bisa menemukan Bia..." sahut Dona.


"Ya Bryan, harus optimis... Sekarang aku malah kesal dengan sikap Will, rasanya aku ingin risent saja dari perusahaannya" Zen pun ikut menyemangati Bryan dan kecewa dengan sikap Will yang membuat Bianca menghilang.


"Jangan Zen, kau tetap menjaga Will" jawab Leo.


Mendengar jawaban Leo, Zen membalas dengan anggukan.


"Huuuffftt, ayo kita berpencar.... Agar lebih cepat menemukan keberadaan Bia" Seru Sarah.


"Ide bagus, kita berkumpul disini lagi"jawab Os yang mendukung saran Sarah.

__ADS_1


"Ayo..." tutur Bryan berjalan menyusuri tenda-tenda para pengunjung.


Bryan, Sarah dan Os menyisir ke sebelah kiri lalu Dona, Leo dan Zen menyisir ke sebelah kanan tenda perkemahan para pengunjung gunung Z.


Tanpa Sarah sadari Os berada di belakang tubuhnya dan mencoba menjaga tubuh Sarah agar tetap seimbang karena jalan yang terlihat begitu terjang.


"Bryan... tunggu, iihhh itu jalan apa lari sih" keluh Sarah.


"Sudah kau pelan saja, kan ada Os bersamamu" mendengar ucapan Bryan, Sarah langsung berhenti sejenak dan ia langsung menoleh ke belakang untuk mengecek beradaan Os.


Dan benar saja apa yang ia lihat adalah Os bukan Zen. Karena yang ia kira di belakangnya adalah Zen. Ternyata dugaannya salah, tubuh Sarah langsung lemas ia seperti tidak kuat untuk melangkahkan kakinya.


"Ya Tuhan, aku berusaha menghindarinya tapi sekarang kau malah mengirimnya di dekatku" gumam Sarah sambil menepuk jidatnya.


Lalu terlihat Os sampai dimana Sarah sedang berdiri terdiam dan membisu.


"Sarah... "


"Kau kenapa, apa kakimu keram??? " tanya Os khawatir.


" Eeehh tidak, aku hanya lelah saja" jawab Sarah canggung.


"Apa kau ingin istirahat??? "


"Kita bisa istirahat disini... " tutur Os yang melemparkan senyumnya.


"Emm boleh..." Sarah terlihat bingung dan canggung.


Mereka akhirnya istirahat sejenak di pinggir gunung Z dan menatapi pemandangan yang berada di depan mereka. Lalu Bryan tetap menyusuri satu persatu tenda yang berada disana. Ia juga menanyakan kepada pengunjung dengan menunjukkan foto Bianca berharap mereka ada yang pernah melihat wajah Bianca di gunung Z.


"Maaf, apa kalian pernah melihat wanita ini disini?? " tanya Bryan yang sudah lelah berjalan namun ia tetap tidak putus asa.


"eee... Wanita ini seperti tidak asing, coba kau lihat foto ini " ucap salah satu pengunjung dan bertanya kepada teman disampingnya.


"Manaa, iya yaa tidak asing..." jawabnya.


"Coba sini aku lihat"


"Eeeh, bukankah ini wanita yang 3 hari lalu berada disamping tenda kita" sahut teman mereka yang lain.


"Oya, benar ini wanita yang sedang bersedih itu. Apa kau kekasihnya?! " tanyanya.


"Aku sahabatnya... " jawab Bryan dengan senang hati.


"Ohh, sahabatnya!!! Aku kira kekasihnya, karena dia sedang hamil. Dan menurut pengakuannya bahwa dia telah dihamili oleh kekasihnya" jelas pengunjung itu membuat sekujur tubuh Bryan bergemetar.


"HAMIL??? " Bryan Syok.


" Iyaa dia sedang hamil, baru 5 minggu usia kehamilannya" jawabnya lagi.


"bagaimana kalian tahu dia sedang hamil???? " Bryan masih tidak percaya mendengar pernyataan mereka.


"Karena aku seorang bidan, wanita itu selalu mengeluh sakit kepala dan merasa mual. Awalnya aku pikir dia sedang tidak enak badan karena ingin demam, tapi ternyata setelah aku cek dan menceritakan terakhir kali dia haid itu membuatku yakin jika dia sedang hamil muda" jelas teman pengunjung itu.


Wajah Bryan memerah sedih dan menahan marah dengan keadaan yang menyakitkan.

__ADS_1


"Lalu dia sekarang dimana???" tanya Bryan.


__ADS_2