DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 24. KESAL


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba, Will menjemput Key di kantornya. Saat ia sampai di depan ruangan Key, ia melihat Bia sedang berjalan bersama Darren dan terlihat begitu akrab. Will menjadi kesal melihat mereka saling melempar candaan dan tertawa bersama.


Darren yang melihat Will sedang berdiri di depan pintu ruangan Key langsung menyapanya.


"Hai Will..." Sapanya sambil melambaikan tangan ke arah Will.


Bia mendengar Darren memanggil nama Will langsung terdiam dan menoleh ke belakang melihat Will sedang menatap ke arahnya. Kemudian Darren mengajaknya untuk menghampiri Will sambil mengandeng tangannya, Will semakin kesal dan menahan amarah.


"Apa kau ada janji dengan Key ?" tanya Darren


"Iya aku ada janji dengannya" Jawab Will datar


"Oya perkenalkan ini Bianca, model baru yang akan bergabung dengan project kita nanti" jelas Darren


"Bia..." Ucapnya berjabat tangan dengan Will


"Will..." jawab Will. Membuat ia semakin kesal, ternyata Bia ingin mereka tidak mengenal satu sama lain.


Kemudian Key keluar dari ruang kerjaannya, melihat Will sedang berbincang dengan Darren dan Bia.


"Will... mengapa tidak masuk, dan kapan kau datang ?" tanya Key


"Baru saja" jawabnya singkat


"Darren, apa aku tidak salah lihat ? kau bersama Bia, apa kau mencoba merayunya ?" Key terkejut melihat adiknya begitu akrab dengan Bia.


"HAHAHA... Bia ini teman sekolahku, untuk apa aku merayunya. Tanpa aku rayu Bia sudah mengerti aku" jelas Darren terlihat bahagia


" Apa benar itu Bia ? mengapa aku tidak tahu jika kalian berteman saat di sekolah dulu" Key penasaran membuat Will semakin kesal melihat perbincangan mereka


"Iya, Darren teman pria satu-satunya dalam hidupku. Dan menghilang dengan tiba-tiba" jawab Bia sambil menyender di bahunya, Will melototi Bia.


"Baiklah, jadi kalian sedang reunian yaa. Oke aku tidak akan mengganggu kalian" ucapnya ambil memeluk tangan Will.


Will masih terlihat begitu kesal, ia terdiam dengan kedua tangannya yang ia masukkan ke dalam saku celana.


"Will, kita makan siang dimana ?" tanya Key


"Tempat biasa saja" jawabnya kembali singkat


"Ayo sayang, kami duluan yaa" ajak Key


"Jangan berkelahi" Ucap Darren bercanda


Bia sinis melihat Will begitu menikmati kebersamaan bersama Key, ia tiba-tiba merasa gerah. Lalu Darren mengajaknya ke restaurant dekat kantor, ia ingin menghabiskan waktu bersama Bia. Ia juga menanyakan kabar Sarah, Sandra dan Dona. Dan dengan hati-hati ia menanyakan juga kabar Joe lalu ia terkejut mendengar Bia sudah putus dengan Joe.

__ADS_1


Setelah selesai makan siang, Bia dan Darren kembali ke kantor.


"Darren, aku ingin menemui Key dulu. Ada yang ingin aku tanyakan ?" ucap Bia


"Baiklah ayo aku antar" ucap Darren


Betapa terkejutnya mereka, saat memasuki ruangan Key. Mereka melihat Key dan Will sedang berciuman. Key yang duduk di atas meja kerja dengan kedua tangannya melingkar di bahu Will yang berdiri di hadapannya membuat mereka dengan mudah melihat adegan ciuman itu.


"Uuupsss, Sorry" ucap Darren sambil menutupi mata Bia dengan tangannya.


Mendengar suara Darren, mereka langsung berhenti. Will menoleh ke belakang dan jantungnya berdetak dengan cepat. Bia ada di situ melihat kebejatan dirinya.


"DARREN !!!" ucap Key kesal


"Ya ya, lanjutkan saja lagi. Kami salah masuk ruangan, Will jangan malu begitu. Aku sudah sering melihat adegan yang lebih panas dari ini" jelas Darren mengejek dengan sengaja.


Bia melihat wajah Will menjadi jijik, ia muak dengan kelakuan Will.


"Maaf nona Key dan maaf tuan Will, aku tidak mengetuk pintu terlebih dahulu. Sekali lagi maaf..." ucap Bia sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa Bia, seharusnya Darren sudah memberi tahumu. Dia sengaja ingin mempermalukanku" ucap Key masih kesal dengan Darren


"HAHAHA, Bia kau akan terbiasa dengan pemandangan seperti ini. Key dan Will sama-sama gila" ejek Darren lagi.


"Sudahlah Darren, aku tahu kau sedang bahagia bersama Bia. Tapi jangan aku yang kau tumbalkan" balas Key.


"Will, maafkan aku. Bia tadi ingin bertemu Key, tapi aku lupa memberi kode untuknya" ucap Darren.


"Kode ? mengapa harus pakai kode ?" tanya Will


"Kode bahwa kau sedang bersama Key, hehee" jawab Darren usil


"DARREN !!!" Key semakin kesal


"Maaf kalau begitu, aku pamit keluar" ucap Bia spontan membuat Will begitu menderita.


Kejadian konyol itu membuat Bia menahan kesal dan marah, ternyata aku disini hanya di suruh menyaksikan kelakuannya saja ucapnya dalam hati.


Setelah Bia selesai melakukan pemotretan disana, ia kemudian berganti pakaian untuk segera pulang. Darren menunggunya di lobby.


"Bi, aku antar pulang yuuk" ajak Darren


"Aah lain kali saja, aku harus menemui seseorang dulu. Aku tidak ingin merepotkanmu" ucap Bia.


"Baiklah, hati-hati di jalan. See you.." ucapnya

__ADS_1


"See you too" jawab Bia


Darren meninggalkan Bia di lobby, lalu Bia langsung mengambil hpnya untuk menghubungi Will.


Will yang mendengar hpnya berdering langsung melihat dan mengangkatnya.


"Hallo Bi" ucap Will


"Iyaa hallo... Will aku akan pulang ke rumahku, jadi jangan menggangguku. Dan aku menelponmu karena aku menghargai kontrak perjanjian yang sudah aku tandatangani denganmu" jelas Bia


"Oke" jawab Will singkat, ia senang Bia mengabarinya walaupun hatinya sedang khawatir atas ulah yang ia perbuat bersama Key tadi siang.


Sesampainya Bia di rumah, ia langsung membersihkan tubuhnya. Selesai ia mandi, Bia langsung turun untuk makan malam bersama bibi Wiwi.


"Bik, rumah aman kan aku tinggal" ucapnya


"Ya ampun non, cuma 2 hari saja sudah khawatir" jawab bibi


"Hehee, yaa siapa tahu ada penyelinap yang masuk" ucap Bia


"Tidak ada non aman" jawab bibi.


Tak berselang lama, bel rumah berbunyi. Bibi Wiwi segera melihat dan membuka pintu.


"Eeeh mas Willy, masuk mas" ucap bibi, Bia langsung menoleh.


"Terima kasih bik" jawab Will tersenyum


"Will, mau apa kau ke rumahku" tanya Bia


"Bukankah kita ada kontrak" jawab Will mencoba menggoda Bia


"Kontrak itu hanya berlaku di jam kerja, bukan di jam malam seperti ini" jelasnya.


"Apa kau tidak membaca isi kontraknya. Biar aku jelaskan, rumahmu jadi rumahku. Apartementku bebas kau kunjungi karena kau selalu terikat denganku" ucap Will membuat bibi Wiwi tertawa


"Bibi..." panggil Bia


"Iyaa non, maaf bibi tinggal yaa" ucap bibi pamit dan masih tersenyum mendengar pernyataan Will.


"Menyebalkan.." Bia beranjak dari meja makan dan pergi ke kamarnya lalu di ikuti oleh Will.


"Iiihh Will, pergi sana. Jangan bilang kau juga akan tidur 1 ranjang bersamaku" ucap Bia kesal.


"jika kau menginginkannya, maka aku akan menurutimu" jawab Will mencoba merayu Bia.

__ADS_1


__ADS_2