DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 22. LAPAR


__ADS_3

Lalu di tempat lain, Bryan menemani Sandra dan melihat Keysa yang begitu kesal. Ia tidak tahu mengapa Keysa terlihat kesal, karena rasa penasarannya Bryan menghampiri Keysa.


"Key, mengapa kau sendirian ?? Dimana Will ??" tanyanya.


"Dia meninggalkanku begitu saja, dan tidak bisa di hubungi" jelas Key dengan wajah yang menahan amarah.


"Apa kau sudah menelepon Zen ??" tanyanya kembali.


"Sudah, dan dia hanya bilang Will sedang ada tamu" tutur Key.


"Tamu ???" Bryan berpikir untuk bisa mencerna ucapan Will. Dan benar saja, ia langsung kaget dengan apa yang ia pikirkan. Bryan langsung berlari menuju hotel yang tidak jauh dari club dimana pesta Sandra di rayakan.


Secepat Mungkin ia berlari, sesampainya di depan kamar hotel. Ia membuka pintu dan melihat Zen sedang duduk di sofa kamar. Betapa terkejutnya Bryan melihat Bia tidak ada di kamar itu.


"ZEN, APA YANG WILL LAKUKAN KEPADA BIA!!!" Emosi Bryan meledak.


Ia memegang kerah baju Zen, seakan ingin meninjunya.


"Will membawa Bia" jawab Zen singkat.


"Kurang ajar!!! Apa yang dia inginkan dari Bia, mengapa dia selalu mengganggu milikku" ucap Bryan. Zen yang mendengar perkataannya hanya bisa tersenyum sinis, membuat Bryan makin emosi.


"Apa aku salah berbicara, sampai kau tersenyum tidak enak seperti itu" tanyanya.


"Kau bilang Bia milikmu, Apakah Bia menerimamu ???" tanya balik Zen.


"Yang aku tahu, Will selalu mengambil milikku" jelas Bryan.


"Kau salah Bryan, dan jika kau bertingkah seperti ini kau akan kalah... Pesan yang harus aku sampaikan kepadamu, bahwa Bia tidak boleh di miliki oleh siapapun kecuali olehnya. Karena Bia wanita yang Will cari sejak lama" mendengar penjelasan Zen, Bryan makin penasaran dengan Bia dan Will.


"Hahahaa, kita lihat saja Zen. Apakah Bianca akan menerima Will, yang aku lihat dia sangat membenci bosmu itu" tutur Bryan.


"Sudahlah Bryan, lebih baik kau kembali bersama Sely. Biarkan Will bahagia bersama Bianca, jangan menggali kuburanmu sendiri. Aku takut akan mempengaruhi perusahaanmu" Ancam Zen.


"Aku jatuh cinta kepada Bianca, dan aku tidak akan semudah itu untuk menyerah" Ucap Bryan. Zen yang mendengar itu merasa khawatir kepadanya, mau bagaimanapun juga Bryan adalah sahabatnya sejak kuliah dulu.


"Terserah kau saja, tapi aku sudah mengingatkanmu. Bianca gadis yang Will cari, bukan karena kecantikannya saja tapi karena dia adalah cinta pertama Will. Aku dan kau sudah sangat mengenal Will, dan aku berharap kau harus mengalah untuk urusan Bianca" Jelas Zen berharap Bryan mau melepaskan Bia.

__ADS_1


"Aku tetap dengan pendirianku, sampaikan kepada Will jangan sampai dia lengah. jika dia lengah, aku akan menikahi Bianca" ucapnya membuat Zen tersulut emosi.


"BRYAAAANNNN" teriak Zen membangunkan Sarah dan Dona. Bryan yang melihat Zen emosi, malah meninggalkannya begitu saja.


"Ada apa sih ribut-ribut ???" tanya Sarah yang masih pusing karena minuman yang memabukkan itu.


"Tidak ada apa-apa" jawab Zen datar.


Dona terkejut melihat Zen ada di kamar mereka.


"Hey, sedang apa kau disini ???" tanya Dona yang sudah sadar.


"Jika kalian sudah sadar, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu. Bianca baik-baik saja dan berada di apartement Will, kalian jangan cemas" jelas Zen membuat Sarah sadar dan lompat dari tempat tidur.


"APAAAAA???" Ucap Dona.


"Oya 1 lagi, untuk masalah hotel sudah di bayar oleh Bryan. Jadi kalian bisa melanjutkan tidur" ucapnya lagi.


Setelah Zen selesai menjelaskan semuanya kepada Sarah dan Dona, ia langsung meninggalkan mereka. Kembali ke apartement untuk menceritakan apa yang telah terjadi antara Dia dan Bryan.


"Yaa tuhan, apa yang terjadi dengan Bianca ??" ucap Sarah cemas.


Tak memakan waktu lama, mereka langsung check out dari hotel itu. Sarah mencoba menghubungi Bia, tapi tak mendapat respon. Dan mencoba berulang kali, akhirnya di respon namun bukan suara Bia yang terdengar di telepon melainkan suara Will.


"Hallo Bi, kau dimana ??" Sarah panik.


"Bia baik-baik saja, jangan khawatir. Aku akan menjaganya" jawabnya. mendengar suara Will, Sarah bergemetar takut dan sekaligus lega. kepanikannya mulai memudar, ia langsung memberi tahu Dona.


Kemudian Zen mendatangi Will, ia memberi tahu tentang ancaman Bryan untuk Will. Mendengar semua cerita Zen, emosi Will memuncak. Setelah Zen pulang, Will kembali lagi ke kamarnya. Ia memikirkan cara kotor untuk bisa menaklukan Bia, karena hanya jalan itu yang bisa membuat Bia bersamanya.


Saat Will sedang memandanginya, tiba-tiba Bia terbangun di jam 3 subuh. Will bingung harus bagaimana, di saat ia ingin bersembunyi Bia memanggilnya.


"WILL" panggil Bia dengan teriak.


Will langsung membalikkan tubuhnya dan memasang wajah lucu.


"Kau sudah bangun ???" sambil tersenyum menunjukkan gigi putihnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan kepadaku, apakah kontrak perjanjian itu sudah berlaku" ucap Bia yang mengingat perjanjian kontrak Will.


Will langsung memanfaatkan perjanjian itu.


"Iya sudah berlaku, aku akan mulai melindungimu dari Key dan membantu melunasi hutang ibumu" jawab Will dengan emote menggemaskan.


"Terserah kau saja, Aku lapar Will"ucapnya manja, Bia ternyata bangun di jam 3 hanya karena perutnya yang lapar.


"Kau lapar ??? baiklah aku akan pesankan makanan" jawab Will.


Bia beranjak dari tempat tidur, dan melihat isi lemari pakaian Will. Ia mengambil kemeja berwarna putih dan memakainya. Karena Bia begitu risih dengan gaun mininya, Will yang melihat itu semua merasa senang. Ia berpikir bahwa Bia nyaman dekat dengannya, sampai pakaiannya pun mau di pakai olehnya.


"Will, bolehkah aku memakai kemejamu yang ini ???" tunjuk Bia meminta izin.


"Pakai saja..." jawabnya tersenyum.


Setelah makanan datang, Bia langsung menyantapnya. Will hanya melihat Bia dari meja kerjanya yang berdekatan dengan meja makan. Ia tidak ikut makan bersama, ia sedang membuka laptop melihat email masuk yang memberi informasi tentang kecelakaan 10 tahun yang lalu.


Will begitu serius, sampai-sampai Bia yang berada di sampingnya pun ia tidak mengetahuinya. Bia sempat membaca email masuk di laptop Will, bahwa informan itu menyebut nama dengan inisial H. Spontan Will terkejut langsung menutup laptopnya.


"Bianca..." panggilnya.


"Email apa itu ??" tanya Bia penasaran.


"OH itu, ada pengusaha yang memberikan aku tander" jawab Will bohong.


Tanpa mereka sadari, tingkah mereka seperti pasangan suami istri.


"Apa kau sudang menghabiskan makananmu ??" tanya Will sambil memutar kursinya menghadap ke wajah Bia.


Bia menjadi grogi, mereka saling menatap satu sama lain. Tiba-tiba Will sengaja batuk, ia takut khilaf jika terlalu lama menatap mata Bia.


"Eee sudah sudah habis" jawab Bia salah tingkah.


"Apa kau tidak tidur Will ???" tanyanya.


"Sebentar lagi aku akan tidur, lalu kau mengapa tidak tidur juga" ucap Will.

__ADS_1


"Baiklah aku akan tidur juga, kau tidur di sofa dan aku tidur di kasurmu" atur Bia, Will hanya tersenyum.


Akhirnya mereka beristirahat di tempat yang sudah Bia atur.


__ADS_2