DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 28.AIR MENGALIR


__ADS_3

Setibanya Bia di kantor, ia langsung ke ruangan ganti untuk memakai pakaian yang sudah di siapkan. Lalu menuju studio photo, dan ternyata disana sudah ada Sandra yang akan menjadi partner modelnya.


"Sandra, kau sudah datang. Bagaimana keadaanmu ??" tanyanya, mengingat Sandra semalam mabuk bersama Bryan dan Darren.


"Yaa, aku baik-baik saja" jawab Sandra singkat sambil merapikan pakaiannya. Bia sedikit kecewa mendengar ucapan Sandra yang ketus.


"Apa sudah siap para modelku" ucap fotografer yang bernama eden.


"Iyaa aku siap" jawab Sandra


"Iyaa sudah siap" jawab Bia juga.


Mereka berdua berpose cantik terlihat begitu menarik, Bia yang memakai pakaian seksi membuat lekuk tumbuhnya terlihat lebih menonjol dan begitu sangat sempurna.


"Aku suka dengan bentuk tubuhmu Bianca" ucap eden, membuat Sandra menjadi gerah.


"Terima kasih eden" jawab Bia yang juga memperhatikan ekspresi Sandra.


Lalu mereka melanjutkan foto shoot yang ke-2, dengan pakaian yang berwarna senada. Sandra mulai bisa mengimbangi Bia, ia merasa berpuas diri. Dan terlihat Darren sedang berdiri di depan pintu masuk studio, ia memperhatikan mereka dengan serius. Sesekali ia melempar senyuman kepada Bia, namun hanya mendapat lirikan darinya.


Kemudian keysa datang, melihat Darren yang begitu serius menatap ke arah Bia.


"Darren... ada angin apa yang membuatmu ke kemari" ucapnya.


"Aku hanya ingin melihat Bianca bergaya di depan kamera" jawab Darren polos.


"Apa kau menyukai ??" tanya Key curiga.


"Dia masih cantik sepertu dulu" Darren berkata sambil tersenyum menatap Bia, Key hanya menggelengkan kepalanya melihat adik yang ia sayangi sedang jatuh cinta.


"Oke, baiklah aku tidak akan mengganggu konsentrasimu" ucap Key langsung masuk menemui Bia dan Sandra.


Darren masih fokus berdiri dan menatap Bia dengan melipatkan kedua tangannya. Lalu tak lama dari itu Will datang melihat hasil pemotretan mereka yang bertujuan hanya ingin melihat Bianca seorang. Will menyapa Darren, menepuk bahunya.


"Darren, mengapa kau berdiri disini ??" tanya Will melihat mata Darren yang hanya fokus ke depan menatap Bia yang sedang berpose.


"Aah apa, aku.. aku sedang melihat pekerjaan mereka" jawab Darren terbata-bata.


"Oh, begitu" ucap Will singkat.


Lalu Will meninggalkan Darren begitu saja, ia tidak suka cara Darren menatap Bia.


"Haaaiii Will..." Sapa Key langsung mencium pipi kanan dan kiri Will. Wajah Bia langsung masam, ia menjadi tidak semangat berpose.


"Bia, ada apa denganmu ?? mengapa wajahmu terlihat lesu ?? berapa menit yang lalu kau begitu semangat bahkan hasil pemotretannya luar biasa" ucap eden.


Darren yang mendengar eden berkomentar tajam kepada Bia, ia langsung masuk menghampiri mereka.


"Eden, apa yang kau ucapkan ? Bia model profesional, mungkin saja moodnya berubah karena dia sedang sakit" jelas Darren membela Bia.

__ADS_1


Will dan Keysa yang sedang sibuk melihat laporan project mereka. Seketika langsung menoleh, mendengar protes Darren yang begitu keras.


Will melihat ke arah Bia, terlihat Darren sedang memegang tangannya. Spontan Will menghampiri mereka lalu Keysa pun ikut menghampirinya.


"Ada apa ini ??" tanya Will.


"Eden mengkritik wajah Bia yang lesu, dan aku tidak suka itu. Bia sedang Sakit, jadi wajar tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah" protes Darren.


"Kau sakit Bia ???" tanya Key sambil memegang lengan Bia.


Will lagi-lagi menatapnya, ia tidak bisa memperlihatkan perhatiannya kepada Bia di depan mereka. Karena pasti akan memancing masalah jika Will melakukan itu.


"HAH !! Eee iyaa aku sedang tidak enak badan, mungkin kurang tidur saja" jawab Bia, mendengar ucapannya Darren langsung mengambilkan minum dan meminta salah satu asistennya untuk membawakan kursi untuk Bia.


Keysa hanya tersenyum melihat kelakuan adiknya memperlakukan Bia begitu spesial.


"Eden, apa bisa di tunda besok untuk shoot selanjutnya ??" tanya Keysa.


"Sepertinya bisa, aku akan mengatur jadwalku besok. Oya, titip salam untuk Darren. Dia begitu mencemaskan Bianca" tutur Eden yang seorang fotografer internasional.


"Baiklah, nanti aku akan menyampaikan salammu" jawab Key sambil melihat Darren yang masih perhatian dengan Bia.


"Will, apa komentarmu tentang Bia dan Darren ?? Sepertinya mereka cocok" ucap Key.


"Entahlah, aku tidak jago dalam menilai hubungan orang" Will malas membahas mereka.


Sandra yang melihat Bia begitu di istimewakan, langsung berakting di depan mereka.


"Apa yang kau ucapkan Sandra, mengapa perkataanmu begitu menyakitkan??" ucap Darren tidak suka.


"Hahaha Darren, tapi memang itu kan kenyataannya" tutur Sandra.


"Aku benar tidak enak badan, apa boleh aku izin hari ini Darren ??" ucap Bia.


"Mengapa tidak boleh, perusahaan ini milikku. Kau bisa masuk dan keluar kapan saja" jelas Darren membuat Sandra semakin kesal.


Tiba-tiba Bryan datang, memasuki ruang pemotretan.


"Haiiii semuanya, apa kita akan foto keluarga ??" mendengar suara Bryan, mereka semua langsung menoleh.


Bryan menghampiri Bia yang sedang bersama Sandra Dan Darren, kemudian Bryan dan Keysa berdiri lumayan jauh dari mereka langsung datang ikut menghampirinya.


"Biaaaa, ada apa denganmu?? apakah kau sakit ??" tanya Bryan cemas.


"Tidak apa-apa, aku hanya kurang istirahat saja" jawabnya.


"Sayang, apa kau ingin menjemputku ??" tanya Sandra yang sudah memeluk tangan Bryan.


"Eee aku hanya ingin bermain saja kemari, aku merindukan Darren" Bryan mencari alasan.

__ADS_1


Will memperhatikan mata Bryan yang mencuri-curi pandangan ke arah Bia, ia yakin Bryan ada janji dengan Bia yang membuat dia datang ke perusahaan Keysa.


"Tuan Will, apa aku bisa pulang cepat ??" tanya Sandra meminta izin.


"Silahkan nona Sandra, pekerjaanmu hari ini sudah selesai" jawab Will.


"Baiklah, karena Bryan sedang mengunjungi Darren. Maka aku akan pulang sendiri" ucap Sandra.


"Byee semuanya" ucapnya lagi.


"Byeeee...." jawab mereka semua.


"Darren hari ini kau ada rapat dengan para investor, dan aku akan melihat projek di selatan. Jadi jangan kemana-mana, karena ini rapat penting untuk perusahaan kita" tutur Keysa menegaskan Darren.


"Oke, baiklah..." jawabnya.


"Biar aku saja yang mengantar Bia pulang" Bryan langsung menawarkan diri untuk menjaga Bia.


"Iyaa sudah, aku titip Bia denganmu. Jangan sampai kau buatnya menangis" Darren melemparkan candaan membuat Bia tersenyum senang.


Setelah Keysa dan Darren meninggalkan mereka, akhirnya hanya Will, Bryan, Bia dan beberapa karyawan yang tersisa di ruangan itu. Barulah Will berani mendekati Bia lebih dekat.


"Apa kau masih lemas, jika iya aku akan membawamu ke rumah sakit ??" pertanyaan Will membuat Bryan mengeluarkan senyuman sinis.


"Will, jangan belaga sok perhatian. Mengapa setelah Key dan Darren pergi, kau baru berani membuka mulutmu" Bryan mengeluarkan bahasa yang tajam.


"Aku tidak ingin berdebat denganmu Bryan" jawab Will yang tetap fokus menatap Bia.


"Bia akan bersamaku, dan aku tidak akan membiarkan Bia bersamamu" tegas Bryan.


"Biaa, ayo pulang bersamaku!!!" Will mengulurkan tangannya ke arah Bia.


"Biaa, ayo aku antar kau pulang" sahut Bryan.


Melihat mereka merebutkan hati Bia, beberapa karyawan yang masih ada di dalam studio itu pun mulai bergosip. mereka menatap dengan tatapan tidak suka, mereka berkata bahwa Bia hanya menjadi benalu di perusahaan Darren. Mendengar samar-samar pembicaraan mereka, Bia langsung meminta Will dan Bryan berhenti berdebat.


"Bryan, aku akan pulang bersamamu ?? tapi tolong tinggalkan aku bersama Will sebentar saja" ucapnya. Mendengar permintaan Bia, Bryan langsung menjauh dari mereka untuk menunggu mereka selesai berbicara.


"Will, aku tahu dirimu berhak atas aku karena kontrak perjanjian itu. Aku tidak peduli dengan kelakuanmu bersama Keysa, tapi aku juga menjadi malas akhir-akhir ini. Aku mohon denganmu, bisakah kau rubah isi kontrak perjanjian kita. Aku sangat berterima kasih karena kau beralasan ingin melindungiku, tapi Will aku menjadi sakit setelah melihat keysa bersamamu. Jadi aku tidak mau lagi merasakan itu, berjanjilah untuk berubah isi kontrak kita. Aku akan bekerja keras untuk bisa mengembalikan semua uang Keysa yang ibuku pinjam, dan aku akan bisa terlepas darimu" jelas Bia menyesakkan dada.


Will malah duduk, menatap Bia lebih dekat.


"Bia, alasanku ingin bersamamu bukan karena hutang ibumu saja. Tapi karena aku memang benar-benar mencintaimu, apa kau lupa dengan janjiku kepadamu ?? Aku harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu agar membuatmu percaya kepadaku. Aku yang seharusnya memohon kepadamu, bersabarlah. Tetaplah berada di dekatku, jika aku mengacuhkanmu saat aku bersama Keysa itu karena aku sedang bersandiwara. Aku tidak ingin mereka tahu kedekatan kita. Sampai aku membuatmu percaya 100% kepadaku. Apa kau mau bersabar Bia, aku mohon !!!" ucap Will terdengar begitu tulus.


"Baiklah, lagi pula waktumu tinggal beberapa bulan lagi untuk membuktikan itu semua. Aku sekarang menjadi penasaran, apa yang ingin kau buktikan kepadaku" ucap Bia.


"Aku akan pulang bersama Bryan, karena aku sudah janji akan makan siang bersamanya. Setelah kita selesai berbicara, jangan lagi berdebat dengan Bryan. Aku ingin seperti air mengalir yang apa adanya, lagi pula kau lebih menang banyak dari mereka" ucap Bia lagi, mendengar ucapannya Will langsung terlihat bahagia.


Suka tidak Suka, Will merelakan Bia pulang bersama Bryan. Bia memberikan senyuman hangat kepadanya.

__ADS_1


Dan berkata "Aku mencintaimu" Bia membalas lagi dengan senyuman.


__ADS_2