
Pagi hari telah tiba, matahari bersinar begitu cerah. Bryan bangun lebih pagi, ia sangat bersemangat untuk menyongsong hari-hari barunya bersama Bianca. Ia bergegas mandi, terlihat bibirnya yang selalu tersenyum lebar. Saat ia sedang mandi, terdengar ketukan pintu di kamarnya.
Tuukk...
Tuuukk...
"Yaa, sebentar" teriak Bryan dari kamar mandi.
"Pagi sekali housekeeping ini!!! " gerutu Bryan sambil mengusap rambutnya yang basah.
Bryan pun selesai mandi, ia hanya memakai celana boxer dan handuk putih yang melingkar di lehernya.
Ckrek...
bunyi tuas pintu, ia membuka pintu dan ingin tahu memarahi housekeeping yang sudah mengganggu waktu mandinya.
"Pagi Bryan... " ucap Bia memasang wajah cantiknya dan tersenyum begitu manis.
"Biaaaa..." Bryan terkejut, ia memperhatikan pakaian Bia dari atas ke bawah yang terlihat begitu cantik.
"Aku baru saja mau menyusulmu" seru Bryan tersenyum dan menyukai pakaian yang dikenakan oleh Bia.
"Tapi aku sudah disini, ayo kita sarapan... " Sahut Bia.
"Sebentar aku pakai pakaian dulu" ucapnya langsung berlari ke dalam dan mencari baju yang senada dengan warna baju Bia.
Bianca pun ikut masuk ke kamar Bryan, ia duduk di sofa kamar sambil memperhatikan Bryan yang terlihat sibuk dan kebingungan. Lalu ia berdiri menghampirinya, mencoba membantu mencari pakaian yang akan dikenakan oleh Bryan.
"Sini aku bantu"
"Eemm ini saja, warna bajunya sama seperti bajuku" ucap Bia yang seolah bisa membaca pikiran Bryan.
Lalu Bryan tersenyum kembali dan mengecup rambut Bia. Ia bergegas memakai pakaian di kamar mandi, wajahnya begitu bersinar memancarkan aura kebahagiaan yang tiada tara.
Bianca memakai blouse berwarna biru tua bermotif bunga lili dan celana hot pants berwarna coklat muda. Kemudian Bryan memakai kaos berwarna biru tua dan celana pendek berwarna senada dengan celana Bianca. Mereka pasangan yang serasi, sampai-sampai pakaian pun harus senada.
__ADS_1
Setelah Bryan selesai memakai pakaiannya, ia bercermin lalu merapikan rambutnya dengan sisir. Bianca kembali berdiri menghampiri Bryan, lalu dengan lembut ia membantu merapikan rambut Bryan dan mencium bau rambut Bryan yang sangat wangi.
"Heeem, wangi sekali. Aku suka baunya" ucap Bia sambil merapikan rambut Bryan.
Bryan yang mendapat pujian, hanya tersenyum menatap wajah Bia. Lalu ia menggendong Bia dan mendudukannya di atas meja TV.
"Aku sangat bahagia Bi, bisakah kau mencintaiku dengan tulus" ucap Bryan serius menatap kedua bola mata Bia.
"He'em, saat ini juga aku akan mencintaimu dengan tulus" jawab Bia tersenyum manis.
Bianca pun menatap kedua bola mata Bryan lalu wajah mereka semakin mendekat. Tangan Bryan membelai rambut Bianca yang terurai, kemudian menahan kepala Bianca dan perlahan memejamkan mata. Bibir mereka saling bertemu, Bryan mengecupnya dengan lembut dan dibalas dengan Bianca yang juga mengecup bibir Bryan dengan hangat. Mereka tenggelam dalam ciuman di pagi hari.
Setelah selesai pemanasan di pagi hari, Bryan dan Bianca pergi untuk sarapan pagi. Disana sudah ramai para tamu dan pengunjung, mereka menikmati beberapa buah dan roti. Perasaan Bryan begitu nyaman berada didekat pujaan hatinya, ia selalu tersenyum lebar kepada siapapun yang mengenalinya. Seolah ia memberi aura positif untuk mereka.
"Bryan, apa disini menyediakan susu ?"
"Aku ingin susu, karena aku tidak minum jus di pagi hari" ucap Bia.
"Akan aku pesankan, tunggu disini dulu" jawabnya yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan tak lupa mencium kening Bianca.
Bianca hanya tersenyum mengangguk, dan merasakan kehangatan yang diberikan oleh Bryan.
"Ini dia susunya, silahkan tuan putri..." ucap Bryan melempar kedipan genit.
"Terima kasih... "Jawabnya tersenyum malu.
Mereka pun melanjutkan sarapan, dan Bryan kembali menatap wajah Bianca yang begitu cantik dan menawan.
"Jam berapa mereka turun gunung ??" tanya Bia.
"Mungkin siang hari, apa kau sudah siap?? " tanyanya sambil mengelus jari tangan Bia.
"He'eem, aku siap" sahut Bia yang selalu tersenyum manis.
Kemudian setelah selesai sarapan, mereka pergi untuk menikmati keindahan pantai Z. Bryan memakai kacamata hitamnya, ketampanan Bryan banyak menarik pengunjung wanita disana. Bianca tiba-tiba memasang wajah cemberut, ia tidak suka jika Bryan menjadi pusat perhatian para wanita.
__ADS_1
Sadar bahwa Bianca kesal, Bryan pun langsung memeluk Bianca dari belakang.
"Aku tahu kau cemburu"
"Jangan khawatir, aku hanya milikmu" ucap Bryan yang suka mencium rambut Bianca.
Mendengar ucapannya, Bianca langsung mencubit tangan Bryan.
"Auww, sakit... " Bryan menyeringai kesakitan.
"Ternyata, cubitanmu sakit juga" ucapnya meledek.
"Apa mau aku cubit lagi ?? " tangan Bia sudah mengambil ancang-ancang ingin mencubit Bryan kembali.
" Ampun, ampun... "
"Dari pada mencubitku lebih baik menciumku" seru Bryan.
"Bryan... " sahut Bia langsung menoleh.
"Ya iyaa, ampun..."
"Ciumnya nanti kalau sudah bobo bareng" ucapnya sengaja membuat Bianca marah agar ia menoleh menatap tajam kepadanya.
Bryan langsung memasang wajahnya sejajar dengan wajah Bianca. Kemudian Bianca menoleh mendengar ucapan Bryan yang mengejutkannya itu. Dan bibirnya bersentuhan dengan bibir Bryan yang sengaja ia pasang agar bisa mendapatkan ciuman dari Bianca.
"Iihh, Bryan... " terdengar suara manja Bia.
Lalu Bryan melepaskan pelukannya dan berlari di pinggir pantai bersama Bianca yang juga Mengejarnya.
Tanpa mereka sadari Darren memperhatikan ruang gerak mereka dari kejauhan. Darren tiba di pantai Z di pagi hari, ia hanya ingin mencari keberadaan Bianca. Tapi kenyataannya Bianca sudah bersama Bryan.
"Ternyata Bryan lebih dulu menemukanmu Bi"
"Aku ikut bahagia jika kau juga bahagia" gumam Darren yang berdiri memperhatikan mereka.
__ADS_1
Darren ternyata terlambat menemukan Bianca, tapi ia tidak berkecil hati. Karena cintanya untuk Bianca akan selalu ada sampai kapanpun. Ia tidak akan mengganggunya, selagi Bianca masih tersenyum bahagia.
"Aku pulang Bi, jaga dirimu baik-baik" Darren berbicara sendiri, ia pamit pulang dari kejauhan dan sekarang akan fokus menjaga bibi Wiwi yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.