DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 6. BOHONG


__ADS_3

Akhirnya semua para tamu dan pengunjung mulai beristirahat di tenda mereka masing-masing, hanya ada beberapa yang masih di luar tenda menikmati malam yang dingin. Berita besar hubungan Bia dan Will menggegerkan mereka semua seperti tiupan angin kencang.


Will yang berada di Villa paling atas memegang segelas minuman beralkohol berdiri di balkon melihat ke bawah dimana tenda para tamu dan pengunjung berdiri. Leo menghampiri Will, menemaninya minum sambil berbincang.


"Apa yang terjadi Will, siapa gadis itu ??? Mengapa aku baru melihatnya ???" Tanya Leo yang melihat kejadian tersebut.


"Dia yang ada di masalaluku, aku hanya menyapanya" jawab Will memikirkan Bia.


"Kau menciumnya, kapan ciuman berubah menjadi sapaan ???" Leo bertanya sambil berfikir keras.


"Ayolah, aku hanya tidak bisa menahan diri. Jangan berfikir bahwa aku akan menyakitinya" jawab Will.


"Tapi nyatanya Will, kau sudah mempermalukan gadis itu bahkan tangannya pun melayang ke pipimu" ucap Leo menyadarkan Will yang sudah melampaui batas.


"Bukannya aku sudah membuat pengumuman bahwa gadis itu adalah kekasihku" jelas Will.


"Iya kau emang sudah membuat berita heboh, tapi apa kau yakin gadis itu akan menyukaimu" tanya Leo.


"Aku akan membuat dia mengingat siapa diriku dan aku tidak akan membiarkan dia menyukai pria lain" ucapannya langsung membuatnya sadar bahwa ada mantan sahabat yang sedang mendekati Bia.


Malam semakin larut, namun Bia dan Bryan masih berada di luar tenda. Bia tertidur dengan menyender di bahu Bryan setelah lelah menangis, Bryan pun menikmati malamnya bersama Bia dan pengawal Bryan memberikan selimut untuk Bia.


Ia mengangkat tubuh Bia ke dalam tenda yang sudah di sediakan oleh para pengawal, di letakkan tubuh Bia perlahan lahan namun tiba-tiba Bia mengigau dan berkata " jangan tinggalkan aku sendiri" Bia memegang tangan Bryan begitu erat. Mau tidak mau Bryan pun berada di dalam tenda bersama Bia, ia menatap wajahnya lalu tersenyum dan mengecup dahi Bia.


Matahari mulai bersinar cerah, Os mencari Bryan dan ia terkejut melihat Bryan dan Bia tidur bersama. Para pengawal tidak berani membangunkan bosnya, karena takut jika bosnya itu akan marah besar kepada mereka. Os perlahan menoel kaki Bryan.


"Bryan bangun" ucap Os dengan suara pelan.


Ia pun terbangun dan langsung melihat ke arah Bia lalu menoleh ke Os dan berkata "SSuuutttt jangan berisik".


Bryan perlahan menarik tangannya yang di jadikan untuk alas kepala Bia, dan keluar tenda mengendap endap untuk menemui Os.


"Bagaimana keadaannya??? " tanya Os.


"Syok, tapi aku rasa dia sudah baik-baik saja" jawab Bryan.


"Syukurlah, Sandra dan lainnya ingin bertemu Bia tapi aku mencegahnya. Aku membuat alasan bahwa Bia aman bersama panitia wanita disini" jelas Os khawatir.


"Oke, aku akan sama memberi penjelasan seperti itu. Tapi aku tidak bisa memaksa Bia berbohong" ucap Bryan.


Tiba-tiba Bia keluar dari tenda dan ia sudah menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Aku juga akan berbohong" sahut Bia mengagetkan Bryan dan Os.


"PAGI" ucap Bryan menyapa.


"Pagi...." balas Bia tersenyum.


"Bagaimana tidurmu, apakah nyenyak???" Tanya Os penasaran.


"Iya sangat nyenyak" Bia tersenyum lebar.


Os melirik ke arah Bryan dan di balas lirikan sinis oleh Bryan, Os hanya tersenyum menahan tawa dan bahagia melihat Bryan tersipu malu.


"Apakah ingin sarapan ??" Tanya Bryan kepada Bia.


"Nanti saja, aku hanya ingin bertemu mereka. Mereka pasti mengkhawatirkanku" jawab Bia.


"Ayo aku antar..." ucap Bryan.


Os terus-terusan memandang Bryan dengan pandangan yang meledek.


Will bangun lebih pagi, ia kembali membaur bersama tamu undangan. Lalu ia menatap Bia yang sedang berjalan dari arah kirinya bersama Bryan dan di ikuti Os, Bryan menoleh ke arah Will dan dengan spontan menggenggam tangan Bia. Bia pun kaget namun secepat mungkin ia menyadari bahwa apa yang di lakukan Bryan semata-mata untuk melindunginya dari pria sialan itu.


Will memanas, Bryan memberikan senyuman sinis kepadanya. Bryan mengenggam erat tangannya, dan Bia sedikitpun tidak menoleh ke arah Will. Mereka berjalan menjauhi Will dan melangkah ke tenda dimana para sahabat Bia berada.


"Apa kau baik-baik saja " ucap Sarah.


"Iya aku baik-baik saja" jawab Bia.


Namun Sandra melihat Bryan mengganteng tangan Bia, ia yang melihat Sandra dengan tatapan yang tajam langsung melepaskan tangan Bryan dengan cepat.


"Bi, apakah kamu mengenal Willy San itu???" pertanyaan Dona kepada Bia membuat Bryan terdiam.


"Tidak, tapi entah kenapa jika aku melihat wajahnya mengingatkanku pada seseorang" jawab Bia sambil berfikir.


"SIAPA???" Tanya Os spontan, mewakili Bryan.


"Entahlah, seperti teman kecilku di masalalu. Temanku sudah pindah ke luar negeri tidak mungkin kalau itu dia. Sifatnya sangat berbeda dia lebih pendiam sedangkan orang mesum itu sangat liar dan namanya juga berbeda bahkan aku dengar dari ayahku dia sudah meninggal." jelas Bia sambil berfikir.


" sudah meninggal???" Tanya Bryan terkejut.


" iyaa, sudah meninggal..." jawab Bia.

__ADS_1


" Orang Mesum!!!!" tanya Sarah membuat Bryan tidak bisa bertanya lebih banyak lagi.


" Iyaa, kenal juga tidak main nyosor saja. Aku benci sekali dengannya, wanita lain mungkin bisa dia perdaya tapi tidak dengan aku" jawab Bia dengan hati yang marah.


Bryan merasa puas dengan jawaban Bia.


"Sayang, kamu kemana semalam kenapa menghilang??" ucap Sandra mengalihkan pembicaraan.


Sandra sambil memeluk tangan Bryan.


" Aaaaah, aku bertemu dengan temanku ia juga tamu disini jadi aku menginap di tendanya" jawab Bryan merasa risih dengan Sandra.


" Tapi kenapa pagi ini bisa bergandengan tangan dengan Bia??" Tanya Dona membuat suasana menjadi tegang.


" Oh, itu tadi ada Will jadi Bia meminta bantuan dengan Bryan untuk melindunginya. Benar kan Bia ?" Jawab Os spontan.


" hahaha Iyaaa, aku minta supaya Bryan berpura-pura menjadi kekasihku agar si mesum itu tidak lagi menggangguku" ucap Bia sambil melirik Bryan.


Bryan yang mendengar penjelasan Bia merasa senang, karena Bia pun tidak menolak jika ia menggandengnya. Terlebih lagi Bia mengatakan menjadi kekasihnya, yang membuat Bryan menjadi berharap.


"Oh oke deh, lain kali jangan dengam Bryan yaa bi dengan Os saja" kata Sandra posesif.


"Helloooow, siapa kau Sandra mengatur atur Bryan" jawab Sarah yang terlihat cemburu jika Sandra menyebut nama Os.


"Sudah sudah, aku tahu kalian sedang jatuh cinta jadi jangan karena aku kalian bertengkar. Aku tidak ingin jadi orang ketiga di antara kalian" penjelasan Bia membuat Bryan tidak semangat, sedangkan Os merasa hatinya berbunga-bunga saat Sarah membelanya.


"Luar biasa, kita jauh-jauh kesini hanya untuk bertengkar" ucap Dona kesal.


"Oya Bia, apakah kau sudah mendengar tentang pengakuan Willy San semalam" Dona sengaja mengganti topik pembicaraan.


"Pengakuan apa ??? Aku tidak tahu " Bia menjawab sambil melirik sahabatnya itu.


"Bianca Smith adalah kekasih Tuan Willy San, dan di umumkan secara resmi oleh Will" jelas Dona sambil menatap kagum.


"HAH, KEKASIH ????" Bia syok.


Bryan yang tadi nya sedang menunduk langsung bereaksi memandang wajah Bia.


"Sabar bi, itu hanya untuk menyelamatkan gosip panas. Apalagi seorang Willy San yang terkenal dengan julukan tuan playboy atau bisa di bilang pangeran ranjang mencium seorang wanita di depan umum, tidak mungkin bisa benar-benar jatuh cinta.


"Dia hanya melindungimu " jawaban Sandra membuat Bryan makin kesal.

__ADS_1


Sepertinya Sandra mulai ingin membalas Bia dengan kata-kata yang tidak menyenangkan, Bryan langsung refleks melepaskan tangan Sandra yang melingkar di lengannya. Jelas saja perlakuan Bryan membuat Sandra semakin curiga.


"Hahaha, aku tidak peduli dengan pria mesum itu " Bia berusaha tegar setelah mendengar jawaban Sandra.


__ADS_2