DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 77.MANTAN KEKASIH


__ADS_3

Bia pun menuruti kemauan Bryan, ia masuk dan di ikuti bibi Wiwi yang dari tadi berdiri menyimak pertingkaian Bia bersama Will.


"Bi, Biaaa aku belum selesai Bi. Biaaa !!!" panggil Will.


"Kau harus ingat Bryan, Bia bukan milikmu, tapi milikku sampai kapanpun Bia akan selalu menjadi milikku" ucap Will dengan suara keras.


Saat ia mencoba untuk masuk, Darren langsung menghalangi Will. ia tidak mengizinkan Will masuk ke dalam rumah karena akan mengganggu ketenangan Bia.


"Pergi dari sini Will, kau tidak dibutuhkan lagi oleh Bia" seru Darren mengusir Will untuk pergi dari rumah Bia.


"Awas kau Darren, aku akan membuka semua kartumu !!!" ancam Will sambil menunjuk ke wajah Darren.


Kemudian Will pergi meninggalkannya dan langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


"Selamat menikmati kemalanganmu Will" gumam Darren tersenyum sinis.


Setelah Will pergi, Darren pun masuk dan bergabung bersama mereka.


"Apa Will sudah pergi ?? " tanya Bia berjalan menghampiri Darren.


"Sudah, Will sangat marah" jawab Darren.

__ADS_1


Dan Bia langsung memeluk Darren, lalu menangis di pelukannya. Bryan yang melihat itu, hanya bisa terdiam dan tidak bisa marah atau pun melarang Bia karena Darren adalah salah satu sahabat sekolah Bia.


Darren pun merasakan perasaan yang tidak enak, ia tidak ingin Bryan salah paham kepadanya. Tapi saat ia ingin mencoba melepaskan pelukan Bia, Bryan dengan cepat berkata pelan kepada Darren untuk tidak melepaskan pelukannya.


"Tidak apa-apa, jangan kau lepas" ucap Bryan pelan yang juga di lihat oleh bibi Wiwi.


Bibi Wiwi sangat terharu, ternyata non Bia di kelilingi orang-orang yang sangat mencintainya. Dan bonusnya lagi, semua pria yang ada di sekitar Bia adalah orang-orang hebat dan tampan-tampan.


Setelah Bia sudah merasa baikan, Darren pun memegang kedua lengan Bia dengan kedua tangannya dan menatap ke arah wajah Bia dan terlihat matanya begitu bengkak.


"Apa kau sudah lega, hmm" ucap Darren.


Bia menjawab dengan menganggukkan kepalanya sambil mengusap air mata dan tiba-tiba Bia tersenyum tertawa.


"Kata siapa kau jelek, Bianca tidak bisa jelek" jawab Darren membuat suasana kembali cair.


Mendengar ucapan mereka, Bryan merasa lega. Ia sedikit demi sedikit mulai memahami sifat Bia, lalu Bia menoleh ke arah Bryan dan kembali duduk bersamanya.


"Maafkan aku, yang memeluk Darren tanpa seizinmu" Ternyata Bia sadar akan kesalahannya, membuat Bryan menjadi kagum.


"Tidak apa-apa, aku sangat mengerti persahabatan kalian" sahut Bryan rendah hati, ia tersenyum dan mencium pundak Bia.

__ADS_1


Darren yang melihat keromantisan mereka juga ikut tersenyum senang. Ia mengikhlaskan Bia bersama Bryan, dan akan selalu ada untuknya jika Bia membutuhkannya.


"Aku pulang Bi, besok pagi sebelum ke kantor aku mampir kesini" ucap Bryan pamit pulang.


"Aku juga pulang Bi... " sahut Darren.


"Yaa, bangunkan aku jika belum bangun" ucapnya kepada Bryan.


"Siap boss..." jawab Bryan membuat Bia tersenyum manis. Lalu menanggapi ucapan Darren.


"Ya Darren, terima kasih banyak sudah menjaga bibi Wiwi" ucap Bia.


"Yaa, tidak usah berterima kasih. Karena sekarang bibi Wiwi menjadi ibu angkatku dan akan menjadi tanggung jawabku" jelas Darren langsung menoleh ke arah bibi Wiwi yang sedang berada di dapur.


"Waah, kabar baik..."


"Apa benar itu bik??? " tanya Bia membuat bibi Wiwi bergegas menghampiri mereka.


"Iya benar non, ceritanya panjang. Nanti bibi ceritain non" sahut bibi dengan semangat.


"Oke deh bik..." jawab Bia begitu bahagia.

__ADS_1


Akhirnya Bryan dan Darren pulang untuk beristirahat. Di dalam pikiran Bryan, ia memikirkan ucapan Will yang akan mengambil kembali Bia darinya. Ia melihat Will menjadi aneh, tingkahnya seperti orang yang tak beraturan. Sangat beda dengan Will yang dulu ia kenal, membuat dirinya menjadi cemas akan keadaan Bia yang sedang mengandung.


Lalu tiba-tiba handphonenya berdering, ia melihat panggilan dari Sely mantan kekasih Bryan yang juga menjadi mantan kekasih Will.


__ADS_2