
"Zen... Zen..." panggil Will dengan wajah kesal, namun Zen tetap melangkah keluar meninggalkan mereka berduaan.
"Ada apa sayang, kan sudah ada aku" sahut Keysa.
"Lebih baik kau bekerja saja Key, aku bisa mengurus diriku sendiri" Will terlihat jengkel.
"Tidak, aku akan tetap disini. Aku tidak ingin ada seseorang yang datang mendekatimu lagi" ucap Keysa mengingat Bianca begitu tidak suka.
"Siapa yang kau maksud ?? Apa Bia?! "
"Memangnya kenapa jika Bia datang kemari, apa urusanmu ??" tanya Will kesal
Mendengar ucapan Will, Keysa malas menjawabnya ia tidak ingin bertengkar di saat Will sedang sakit. Apalagi mereka sedang berada di rumah sakit.
"Sudahlah Will tidak usah di bahas, apa kau ingin makan buah. Aku kupaskan yaa" Key mencoba berbicara manis.
"Tidak usah, aku hanya ingin tidur... " Will langsung merebahkan tubuhnya untuk tidur karena ia sedang tidak ingin berbicara dengan Keysa.
Lalu di tempat lain, terlihat Bianca bersama Bryan sedang menikmati cemilan sambil menonton film. Bianca sudah mulai nyaman berada di dekat Bryan, hari-harinya mulai berubah dan semakin bersemangat. Ia juga mulai merasakan perubahan dengan tubuhnya, ada hal yang tidak biasa ia rasakan di dalam perutnya.
"Ada apa ?? " tanya Bryan melihat Bia mengelus perutnya.
__ADS_1
"Entahlah, aku merasakan hal yang berbeda saja di dalam perutku. Ini jadi pengalaman pertamaku" jawab Bia tersenyum.
"Jangan banyak melakukan aktivitas, aku tidak mau jika dirimu dan si calon bayiku kenapa-kenapa... " sahutnya menggemaskan.
"Bryan terima kasih banyak sudah mau menjagaku dan anakku" Bia terlihat terharu mendengar ucapan Bryan.
"Sudah dong jangan menangis, apa ibu hamil itu cengeng yaa" ledek Bryan membuat bia tersenyum lebar.
"Ya non, jangan nangis. Kasian dedek bayinya nanti ikut sedih juga. Harus happy non" sahut bibi Wiwi yang mendengar percakapan mereka dari dapur yang tak jauh dari ruang tengah.
"Ya tah Bik, memangnya seperti itu?? " tanya Bia yang belum punya pengalaman.
"hmm, aku baru tahu..."
"Oya bik, kapan kita ke dokter?? " tanya Bia.
" Kok sama bibi Wiwi, kan ada aku sayang" sahut Bryan dengan cepat dan membuat Bia kaget mendengar Bryan memanggil Bia dengan panggilan sayang.
"Kenapa, kok bengong?? " tanya Bryan.
" Aah tidak... " jawab Bia.
__ADS_1
"Apa kau terkejut mendengar aku memanggilmu sayang...??" ucap Bryan.
"Ya lumayan terkejut hehee" jawab Bia.
"Mulai sekarang kau akan terbiasa mendengar panggilan sayang dariku" Bryan langsung mengecup kening Bia, membuat bibi Wiwi bahagia.
Mereka sangat begitu manis, dan Bryan ternyata bisa menjadi pria romantis. Bibi Wiwi sudah tidak sabar menunggu pernikahan mereka, ia ingin setiap hari melihat keromantisan Bia dan Bryan. Dan berharap tidak ada lagi masalah baru yang menghalangi pernikahan mereka. Walaupun ia tahu ada seseorang yang selalu menginginkan majikannya itu.
Saat bibi Wiwi sedang memandangi mereka, handphonenya berdering dan bibi Wiwi langsung mengangkat telepon itu.
"Hallo... " ucap bibi Wiwi.
"Iya, dengan saya sendiri. Ada apa yaa pak ??"
"HAH APA ?? " bibi Wiwi syok mendengar pernyataan seseorang yang sedang meneleponnya.
Bryan dan Bianca pun langsung menoleh mendengar bibi Wiwi berbicara dengan nada cukup tinggi, lu mereka menatap bibi Wiwi dengan cemas.
" Ada apa dengan bibi Wiwi?? "tanya Bia kepada Bryan.
"Ayo kita cari tahu" jawabnya dan mereka melangkah menghampiri bibi Wiwi.
__ADS_1