
Sesampainya bibi Wiwi di rumah Bia, ia terkejut melihat rumah yang sangat kotor. Bahkan debu-debunya begitu tebal, ia menduga Bianca tidak tinggal di rumah itu.
"Mas Darren, rumah non Bia kotor sekali"
"Saya harus membersihkannya dulu, lebih baik mas Darren pulang. Banyak debu mas, tidak baik untuk kesehatan" bibi Wiwi mulai perhatian dengan Darren.
"ini hanya debu bik, tidak apa-apa" jawab Darren.
"Oya, ngomong-ngomong non Bia tinggal dimana mas ???" tanya bibi sambil memegang sapu di tangannya.
"Di apartement Will..." sahutnya.
"Owalah di tempat mas Will toh..." ucap bibi Wiwi sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Darren membantu bibi Wiwi membereskan rumah Bia yang penuh dengan debu, terlihat kemistri mereka seperti anak dan ibu. Banyak candaan yang mereka lontarkan, Darren merasakan kenyamanan jika berada di dekat bibi Wiwi. Ia benar-benar merindukan sosok seorang ibu di kehidupannya, sekarang ia bisa merasakan ketenangan dan mungkin ini awal Darren bisa melepaskan Bianca. Karena yang ada di pikirannya adalah bisa merasakan sosok kasih sayang seorang ibu di diri bibi Wiwi. Dan jika ia masih berperang dengan perasaannya untuk mendapatkan Bia maka ia akan kehilangan kasih sayang dari bibi Wiwi. Tapi jika ia merelakan Bia bahagia dengan yang lainnya maka ia akan bisa selalu dekat dengan bibi Wiwi.
Darren mengucap dalam hatinya untuk menganggap Bianca sebagai adik yang harus ia jaga dan sayangi. Ia tidak akan lagi berani mencintai Bia seperti dulu, karena itu akan merusak masa depan yang akan ia rencanakan.
Lamunan Darren tersadarkan dengan handphone yang terus berdering.
"Mas Darren, handphonenya bunyi terus" ucap bibi Wiwi, yang mendengar handphone Darren begitu berisik.
"Oh yaa bik..." Darren cepat-cepat merogoh kantong celananya.
Lalu Darren melihat nama Joe dalam panggilan itu.
__ADS_1
"Joe..." ucapnya.
"Hallo Darren, apa kau bersama Keysa ?? Dia susah sekali dihubungi" tutur Joe menanyakan Keysa.
"Tidak, aku di rumah Bia. Mungkin dia sedang di kantor" jawab Darren membuat Joe ingin tahu alasan Darren berada dirumah Bia.
"Kau sedang apa di rumah Bia ??? Bukankah rumah itu sudah kosong ?" ucap Joe menaruh curiga.
"Eee, yaa aku hanya membereskan rumah Bia. Rumahnya kotor sekali Joe, aku sedang menyuruh seseorang membereskannya" Darren beralasan, ia tidak ingin menyebut nama bibi Wiwi di depan Joe.
"Oh begitu, oya apa kau sudah mendengar kabar bahwa Bryan kembali ke Indonesia bersama Sandra" ucap Joe.
"Hah, apa iyaa ?? Kapan mereka kembali ke Indonesia ??" tanya Darren terkejut.
"Sepertinya hari ini, katanya mereka akan mencari Bia. Sandra sangat mengkhawatirkan Bia..." jelas Joe sengaja menyebut nama Bia untuk memprovokasi Darren agar tidak menyakiti Sandra.
"Sudahlah Darren, jika Bia tahu kau membenci Sandra maka ia tidak akan mau bertemu denganmu" Joe kembali meyakini Darren.
"Lihat nanti saja, jika tidak ada yang ingin kau sampaikan lagi maka aku akan mematikan teleponnya" ucap Darren dengan nada ketus.
"Oke, lusa aku juga akan kembali ke Indonesia"
"Bye bro..." ucap Joe.
"Bye..." jawab Darren telepon pun langsung mati.
__ADS_1
Darren terlihat masih memegang handphonenya, ia berpikir untuk mencari cara memberitahu Bia bahwa bibi Wiwi sudah kembali. Tapi ia masih bingung, karena handphone Bia masih tidak aktif. Lalu terlintas di pikirannya untuk merekam bibi Wiwi dan mengirimnya ke alamat email Bia. Ia yakin Bia akan membuka pesan emailnya itu.
Lalu setelah selesai merekam bibi Wiwi, ia dengan cepat mengirim video dengan isi pesan yang begitu pilu.
Bianca maafkan aku, karena aku kau terpisah dari bibi Wiwi. Lihatlah video ini, sekarang bibi Wiwi sudah kembali ke rumahmu. Bibi Wiwi agak kurusan Bi, aku tidak memberinya makan 3 hari. Jadi cepatlah pulang, jika tidak aku akan kembali menyiksanya hehee...
Aku merindukanmu...
Darren masih terlihat membantu bibi Wiwi, ia tanpa sadar mendapat pesan balasan lewat email dari Bia. Sekitar 1 jam kemudian, Darren baru mengecek handphonenya. Dan betapa terkejutnya ia melihat video Bia yang sedang duduk di pinggir pantai. Lalu ia membaca isi pesan Bia Kau yang terbaik Darren, terima kasih sudah menjaga bibi Wiwi untukku. Aku merasa lega bisa melihat bibi Wiwi kembali, aku kira aku tidak akan bisa melihatnya lagi tapi berkat dirimu aku bisa melihat senyum bibi Wiwi. Hahaha... Kau begitu jahat Darren, awas yaa aku akan membalaskan dendam bibi Wiwi.
Darren tersenyum gembira dengan mata berkaca-kaca, ia langsung duduk dan membalas email Bia kembali.
Jika kau ingin membalasku, maka cepatlah pulang. Atau aku yang menjemputmu...
Dengan cepat Bia pun membalas email Darren lagi.
Aku belum bisa kembali Darren, tapi secepatnya aku pasti akan kembali. Tolong jaga bibi Wiwi untukku, dan jangan buat onar hahahaaa...
Darren lagi-lagi tersenyum lebar membaca pesan email dari Bia, membuat bibi Wiwi juga ikut tersenyum kagum. Karena ia mempunyai hutang budi dengan Darren yang sudah menyelamatkan hidupnya.
Lalu Darren berusaha membalas pesan Bia lagi, berharap Bia mau mengatakan dimana ia berada.
Oke, aku akan menunggumu...
Tapi sekarang kau dimana Bi ???
__ADS_1
Darren menunggu email masuk, namun tidak ada satupun yang ia terima. Bia tiba-tiba menghilang lagi, tapi Bia meninggalkan jejak dengan mengirimkan video saat di pantai. Darren berpikir keras untuk bisa mengetahui keberadaan Bia hanya dengan melihat video yang telah Bia kirim kepadanya. Lalu ia bertanya dengan bibi Wiwi, berharap bibi Wiwi bisa memberikan jawaban yang membuatnya puas.