DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 33. TERUNGKAP


__ADS_3

LANJUTAN BAB 31


Bia yang mendengar ucapan Will langsung terdiam, badannya langsung terlihat kaku. Ia takut jika ucapan Will akan menjadi kenyataan.


Kemudian Will membawa Bia pergi jauh. Mereka menghabiskan waktu 2 jam perjalanan untuk sampai ke Villa milik Will, yang menurutnya itu tempat yang aman untuk ia bisa menceritakan semua masa lalunya bersama Bia.


Will membukakan pintu mobil Bia, setelah terbuka Bia malah mencoba lari ia ingin kabur dari Will. Melihat Bia berlari, Will pun mengejarnya. Ia berhasil menangkap Bia, ia langsung memeluk erat Bia dengan kedua tangannya yang melingkar di perut Bia.


"Lepaskan aku Will, aku mohon" ucap Bia merengek, ia menangis ketakutan.


"Aku tidak akan melepaskanmu" ucap Will yang berbicara di daun telinga Bia dan ia memeluknya dengan erat.


"Dengarkan aku Bia, aku akan menceritakan masa lalu kita dan masa lalu orangtua kita" Will berbicara sambil memutar badan Bia ke hadapannya.


"Jika masa lalu ibuku tidak bisa bertahan dengan orang yang ia cintai, maka untuk masa depanku aku tidak akan membiarkannya hancur begitu saja" tutur Will kembali.


Setelah Bia lebih tenang, Will membawa Bia ke sebuah Villa. Ia memberikannya segelas minum, lalu duduk di sebelah Bia sambil menarik tangannya dan menggengamnya. sesekali ia mengelus wajah Bia dan berusaha tersenyum agar Bia bisa terlihat tenang.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, harus bercerita dari mana. Tapi emosionalku sudah tidak bisa terkendali melihatmu berada di dekat Bryan dan Darren"


"Bianca, apa kau ingat dengan sahabat kecilmu yang bernama Max.." Ucap Will, Bia langsung mengangkat wajahnya dan menatap kedua bola mata Will.


"aku adalah Max. Max mu masih hidup"


DEG..


Badan Bia langsung lemas.


"Tapi Bia, kita bukan saudara kandung. Sebelum ibumu menikah dengan ayahku, ibumu sudah menikah dengan pria lain dan mempunyai 1 anak. Yaitu kau Bianca...!!!" Will menelan salivanya menahan diri dan menatap Bia yang mengeluarkan air mata dalam tatapan sedihnya.


"Bia percayalah padaku, mengapa aku sangat menyayangimu. Terlepas perbuatan ibumu kepada ibuku, aku tidak peduli. Ternyata takdir menginginkan kita bersatu. Bia aku tidak berbohong, inilah cerita yang sebenarnya. Dan alasanku melindungimu adalah ini. Bia apa kau ingat pertama kali kita bertemu di taman dekat rumahmu. itu karena ibuku menyuruhku untuk mengajakmu bermain, walau ibuku sudah di sakiti oleh ibumu. Tapi ia tidak ingin membalasnya dengan rasa sakit, ia bahkan mengajarkanku untuk menjaga dan menyayangimu. Bia bicaralah, jangan buat aku takut" ucap Will yang masih menggenggam erat tangan Bia bahkan tangan Bia ia elus-eluskan di pipinya dan menciuminya berkali-kali.


"Maafkan aku, jika aku baru sekarang memberitahumu yang sebenarnya. Ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, jadi aku harus mencari tahunya terlebih dahulu. Bia, kaulah alasanku untuk kembali ke negara ini. Ayah sambungku membantu semua kebutuhanmu, saat kecelakaan mobil itu aku harus di operasi. Karena wajahku mengalami luka serius, jadi wajar jika kau tidak bisa mengenaliku saat ini." jelasnya lagi.


"Bia, aku sudah mencarimu kemana-mana. Aku sangat merindukanmu, ayah sambungku pernah bercerita bahwa ibumu tidak memperdulikanmu karena rasa sakit yang ayah kandungmu berikan. Jadi kau hanya sebagai pelampiasan amarahnya saja, itu sebabnya ayahku membawa ibumu pindah ke luar negeri. Karena sebenarnya mereka semua bersahabat. Seperti aku dan Bryan, dan seperti kau dan Sandra. Aku tidak ingin takdir seperti itu terulang lagi. cukup orang tua kita yang mengalaminya. Bia, bicaralah jangan buat aku takut" Will benar-benar takut dengan Diamnya Bia.

__ADS_1


Will mencoba untuk tidak meneruskan ceritanya, ia harus menahan beberapa rahasia lagi. Karena keadaan Bia syok, ia harus menenangkannya terlebih dahulu.


"Acaa ??" panggil Will lembut dengan sebutan nama Bia saat masih kecil dulu.


Mendengar Will memanggilnya dengan nama Aca, Bia langsung memeluk Will dengan erat dan tangisnya pun pecah. Akhirnya Will pun menangis, air mata yang ia tahan tidak bisa ia bendung. Will balas pelukan Bia lalu membelai rambutnya dengan lembut.


"Mengapa kau tinggalkan aku ?? aku tidak punya siapa-siapa saat itu, ibuku kejam dan ayahku hanya diam saja. Tapi ternyata ayahku itu bukan ayah kandungku"


"Hanya kau yang selalu ada untukku. Saat aku mendengarmu pindah dan mengalami kecelakaan, hidupku langsung seperti orang mati. Sampai akhirnya ibuku mengasingkan aku di kota yang jauh dan meninggalkanku begitu saja.. huuuhuuuhuuu" Bia menangis, sampai terdengar begitu sesak.


"Sekarang aku tidak akan meninggalkanmu, aku akan selalu ada untukmu. Berkat ibuku, aku mengenalmu. Ibuku seperti mempersiapkan jodoh untukku, walaupun dia tahu kau adalah anak dari wanita yang merebut suaminya. Tapi ia tetap menyuruhku untuk mendekatimu. Aku sangat bersyukur takdir berpihak kepadaku" ucap Will yang masih memeluk dan memegang kepala Bia mengelus rambutnya berulang-ulang.


Setelah mereka selesai berpelukan, Will mengantar Bia untuk beristirahat di kamar yang sudah ia siapkan. Lalu meninggalkan Bia sendiri di kamarnya, Will menelepon Zen untuk mengurus penerbangannya bersama Bia. Will ingin membawa Bia jauh dari mereka semua, ia tidak ingin moment bersama Bia di hancurkan oleh orang-orang yang ingin merebut Bia darinya. Will meminta kepada Zen, untuk mengabarkan Sarah dan Dona. Agar mereka tidak cemas dengan keadaan Bia, dan menyuruhnya untuk merahasiakan keberadaan Bia dan Will. Karena ia yakin, mereka akan mencari Bia dengan cara apapun. Dan Keysa akan bertindak semaunya.


Will yang sudah mengetahui dalang di balik kecelakaannya bersama Bia, menjadi lebih berhati-hati karena pria itu juga berobsesi dengan Bia bahkan pria itu mendapat dukungan dari mama Bia yaitu nyonya Farida Smith. Nyonya Farida mendapatkan sejumlah uang, pria itu adalah Joe, mantan kekasih Bia.


Joe memberikan uang kepada nyonya Farida dengan cuma-cuma. Hanya karena ia ingin mendapatkan Bia dan menjadikan istri. Will dengan mudah mendapatkan semua informasi tentang Joe karena ia tahu Joe adalah pria licik.

__ADS_1


__ADS_2