
"Bryan, apa kau benar-benar mencintaiku???" pertanyaan Bia membuat Bryan menoleh.
Lalu Bryan terdiam sejenak, kemudian ia menjawab dengan hati yang berdebar seperti baru pertama kali mengutarakan isi hatinya.
"Aku jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama, dan sampai detik ini perasaanku tidak pernah pudar sedikit pun" jelasnya yang duduk di samping Bianca.
"Apa kau ingin menganggap anakku ini seperti anakmu juga???" tanya Bia kembali sambil mengelus perutnya.
"Ya, tentu aku akan menganggap anak yang ada di perutmu ini adalah anakku" jawab Bryan dengan semangat dan ikut mengelus perut Bia.
"Maka, nikahi aku Bryan" ucapan Bia seperti petir di malam hari, yang menyambar sangat cepat membuat tubuh Bryan bergetar begitu dahsyat.
"Are you sure baby??? " tanya Bryan mencoba meyakinkan dirinya.
"Yes, i'm sure !!! " jawab Bia dengan senyuman manisnya.
"Seriously, I don't like joking Bi... " Bryan kembali memantapkan ucapan Bianca dan terlihat mata Bryan yang memerah terharu.
"I'm not kidding Bryan, I'm serious !!!" sahut Bia dengan tegas.
Mendengar jawaban demi jawaban yang di lontarkan oleh Bianca, Bryan pun langsung memeluk Bianca dengan erat. Ia menangis terharu dan langsung mengucapkan sesuatu di telinga Bianca.
"Secepatnya kita akan menikah"Bisik Bryan.
Bianca menangis di pelukannya, ia tidak menyangka akan hidup bersama Bryan. Di dalam pikirannya, hanya ini jalan satu-satunya untuk bisa menjauh dari Will. Walaupun hatinya berkata lain, tapi ia akan tetap melanjutkan hidupnya dengan orang yang mungkin lebih mencintainya dari apapun dan dirinya mencoba untuk membuka hati untuk Bryan walau tidak seperti ia mencintai Will.
__ADS_1
Karena malam terasa semakin dingin Bryan mengajak Bianca pergi ke Cottage tempat dimana ia menginap.
"Disini dingin sekali, ayo kita masuk" ucap Bryan dengan lembut dan Bia langsung menganggukkan kepala dengan bibir yang tersenyum manis.
Mereka akhirnya pergi menuju Cottage, lalu Bryan memesan satu kamar lagi untuk Bianca.
"Aku tidur dikamar itu, dan ini kamarmu" tunjuk Bryan.
"Ya, tapi aku harus mengambil barang-barangku dulu di cafe" jawab Bia.
"Tidak usah, nanti aku menyuruh orang saja untuk mengantarkan itu semua" Bryan mengusap lembut pipi Bia.
"Baiklah" jawabnya.
"Siapkan dirimu, besok kita akan menunggu Leo dan yang lainnya" tutur Bryan dan Bia langsung menganggukkan kepalanya.
Di dalam hatinya ia sangat paham bahwa Bia belum mencintainya, tapi Bryan tidak menyerah ia akan membuat Bia jatuh cinta kepada dirinya.
Sesampainya Bryan di kamar, ia langsung mengirim pesan kepada Sandra bahwa Bianca sudah aman bersamanya.
Dan kemudian di pikirannya terbesit untuk mencoba menelepon Will. Ia ambil handphone, mencari nomor kontak Will dan meneleponnya.
Teleponpun tersambung, Bryan hanya ingin mendengar suara Will setelah meninggalkan Bia begitu saja.
"Hallo... " ucap Will terdengar suara ramai.
__ADS_1
" Ya hallo, apa kau di club Will??? " tanya Bryan yang terganggu dengan suara bising di belakang Will.
" YAA, ADA APA KAU MENELEPONKU??? " Will menjawab dengan suara keras.
"Aku ingin menanyakan kabar Bianca, apa kau bersama dia??" Bryan sengaja mengetes kejujuran Will.
"YAA BIANCA BERSAMAKU" sahut Will bohong, lalu terdengar suara wanita di dekat Will.
"Sayang ayok, aku sangat ingin... Aku sudah mabuk sayang" tutur wanita itu.
Bryan yang mendengar suara wanita itu langsung tersenyum sinis, ia tak menyangka ternyata Will masih menjadi pria brengsek seperti dulu.
"Sutttt, diam aku sedang menerima telepon" ucap Will menyuruh wanita itu untuk diam.
"Ada apa Will, apa Bia mabuk??? " tanya Bryan kembali.
"HAHAHA APA URUSANMU BRYAN, SUDAHLAH JANGAN MENGGANGGU KAMI" ucap Will tertawa.
"Sayanggg... " terdengar suara wanita itu lagi dengan manja.
Bryan yang mencoba mencermati suara wanita itu sepertinya tidak asing di telinganya kemudian terdengar lagi berulang-ulang dan Bryan langsung bisa menebak suara siapa itu.
"Kau jangan menipuku Will, betapa buruknya dirimu. Puaskan saja wanita yang bersamamu itu " ucap Bryan terbawa emosi yang muak dengan tingkat Will yang menjijikan itu.
"APA MAKSUDMU??? " tanya Will marah.
__ADS_1
"Suatu saat nanti kau akan menyesal Will, jaga Keysa baik-baik jangan sampai Darren membunuhmu" jawab Bryan langsung mematikan teleponnya.
Will yang mendengar ucapan Bryan menjadi sangat marah dan tidak terima dengan kalimat yang sudah Bryan lontarkan kepadanya.