DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 65.SEMANGAT


__ADS_3

Kemudian terlihat Zen sedang kebingungan mencari Will di apartment Will.


"Will...." panggil Zen mencari keberadaan Will.


"Dimana dia ?? Kenapa tidak ada di apartmentnya ??" gumam Zen yang sedang berjalan kesana kemari menyusuri di setiap ruangan mencari Will yang tidak bisa ia temukan.


"Sial, apa dia ke club" ucap Zen menduga-duga.


Lalu Zen buru-buru pergi mencari Will di club, ia yakin Will berada disana. Karena seharian ini Zen susah sekali untuk bisa bertemu dengannya. Sebab Ia sibuk membantu Leo dan yang lainnya mencari keberadaan Bia.


Zen yang terlihat begitu cemas langsung bergegas menancap gas mobilnya menuju club malam.


Sesampainya di parkiran ia melihat mobil Will sudah berada disana, dan ternyata benar dugaannya. Lalu Zen berlari mencari Will, ia takut jika Will sedang mabuk bersama para gadis malam karena akan mengundang banyak wartawan dan paparazi.


Zen melihat ke kiri dan ke kanan, berjalan mencari secara perlahan lalu melewati pengunjung yang terlihat begitu ramai. Kemudian ia menemukan Will berada di sofa VVIP duduk sendirian sedang menikmati minuman dan terlihat banyak botol minuman yang tersedia di mejanya.


"Will..." panggilnya sambil menghampiri Will.


Namun Will tidak menjawab karena suara musik yang begitu berisik, ia sedang memejamkan kedua matanya sambil merendangkan kedua tangannya di atas senderan sofa.


"Will..." panggilnya lagi.


"Astaga, playboy ini pasti mabuk" ucap Zen.

__ADS_1


"Will..." Zen berusaha menggoyangkan tubuh Will.


Lalu perlahan kedua mata Will terbuka, dan menarik tangannya dari senderan sofa. Ia kemudian duduk santai dan kembali mengambil gelas yang berisikan wine.


"Ada apa Zen ??" Ucap Will yang tidak ingin memperlihatkan wajahnya.


"Kau yang ada apa Will ??" Tanya Zen balik.


"Apa kau tidak mencemaskan Bia ?? Apa kau sudah yakin akan meninggalkan Bia begitu saja ??" Zen membuat Will berhenti menuangkan minumannya.


"Will, aku membawa kabar buruk untukmu"


"Sandra sudah kembali ke Indonesia, dan dia kembali bersama Bryan" ucap Zen, lalu mata Will terbuka lebar setelah mendengar nama Bryan.


"Yang harus kau ketahui Will, alasan mereka kembali ke Indonesia adalah mencari keberadaan Bia" Zen berbicara seperti menyerang bertubi-tubi.


"Bia sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, jika kau masih seperti ini maka kau akan kehilangan Bia selama-lamanya" tuturnya kembali mencoba menyadarkan Will yang masih saja terdiam.


Will terlihat begitu frustasi karena kebodohannya yang telah melakukan kesalahan bersama Keysa, menjadi alasannya mabuk saat itu.


"Sadarlah Will, ayo kita pulang. Besok kita harus mencari Bia, sebelum Bryan menemukannya" Zen terus-terusan berbicara.


Lalu kemudian Will bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan dengan tubuh yang sempoyongan.

__ADS_1


"Sini aku bantu..." ucap Zen mencoba memapah Will namun di tolak olehnya.


Zen yang melihat perlakuan Will yang tidak seperti biasanya, ia langsung berpikir keras, ia menduga bahwa ada sesuatu yang telah terjadi. Ia langsung membuntuti Will dari belakang, dan terlihat beberapa kali Will menabrak pengunjung di club itu.


Setelah sampai di parkiran, Zen dengan cepatnya mengambil alih kursi pengemudi. Ia tidak ingin jika Will membawa mobil dengan keadaan mabuk.


Beberapa kali Zen mengajak Will berbicara di mobil, namun Will menghiraukan setiap ucapan Zen yang terlontar dari mulutnya.


Kemudian sampailah mereka di apartment Will, dan baru disanalah Will mau di bopong oleh Zen. Mungkin karena beberapa ucapan Zen bisa menyadarkannya.


Hari itu menjadi hari yang menyedihkan untuk Will, karena nafsunya membuat masalah baru akan muncul.


Kejadian di hari itu juga menjadi bukti bahwa mereka semua menyayangi Bianca melebihi apapun kecuali Will yang hanya memikirkan nafsu birahinya saja.


----------------"-----"-----------------------


Pagi pun tiba, namun cuaca terlihat sedang mendung membuat pagi hari menjadi sangat gelap dan dingin.


"Hari ini aku harus bisa menemukan Bianca !!!" ucap Bryan yang sudah siap untuk mencari Bia dengan memakai jaket berwarna biru tua, dalaman kaos berwarna hitam, celana levis berwarna hitam dan sepatu berwarna putih. Terlihat begitu tampan, dan keren.


Bryan sangat antusias, ia akan memulai mencari petunjuk selanjutnya yang berada di rumah Keysa. Karena Bryan sedikit mendapat kabar burung dari bawahannya tentang hubungan gelap Keysa bersama Will.


Ia membawa mobilnya dengan kecepatan yang begitu tinggi ia melaju sangat cepat, dan saat sampai di kediaman Keysa, Bryan melihat mobil Darren sedang terparkir disana. Karena yang Bryan tahu, Darren tidak terlalu suka tinggal di rumah itu karena banyaknya kenangan bersama ibunya. Namun kali ini berbeda, Bryan bertanya-tanya dalam hatinya dan kembali berjalan untuk mengetuk pintu rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2