
"Kau tahu cerita awal tujuan Will datang ke Indonesia untuk apa ??" ucap Bryan.
"hmm aku tahu, dia mencari seseorang yang telah hilang" jelas Keysa.
"Apa kau tahu siapa yang Will cari ??" tanyanya sambil memperhatikan Bia yang sedang duduk di sampingnya.
"Tidak !!!" jawab Key singkat.
"Yang Will cari adalah Bianca" ucap Bryan.
"HAHAHA, apa kau sudah gila Bryan. Mana mungkin Wanita samp*h ini" Keysa mengumpat Bia.
"Key..." panggil Darren tidak suka jika Keysa selalu mengumpat Bianca.
"Apa buktimu jika Bia adalah orang yang selama ini Will cari ??" tanya Darren tidak percaya.
"Aku memang tidak ada bukti, tapi aku berkata seperti ini untuk membuat Keysa menjaga Will agar tidak bersama Bia" jelas Bryan membuat Bia bersedih, ternyata Bryan masih saja jahat kepadanya.
"Untuk masalah Will, aku akan segera mengurusnya. Bersabarlah, dan tugasmu jaga baik-baik dia jangan sampai dia mati bunuh diri. Bersikaplah baik Bryan, agar dia bisa mencintaimu" ucap Key dengan senyum sinis, lalu ia dan Darren pergi meninggalkan mereka.
Kemudian Bryan fokus kembali dengan keadaan Bia yang memprihatinkan, ia mengingat ucapan Keysa agar bisa bersikap baik dan mendapatkan cinta Bia. Bryan membawa Bia ke rumah sakit milik keluarganya ia tidak ingin Will mengendus keberadaan mereka.
Bryan duduk jongkok menghadap ke wajah Bia, dengan kedua tangan yang setengah merentang memegang pinggiran sofa.
"Bia, aku akan membawamu ke rumah sakit. Maaf jika sikap aroganku membuatmu seperti ini" Bryan langsung menggendong Bia. Ia membawanya dan menaruhnya di dalam mobil duduk di samping Bryan.
Bryan mengendarai mobil Bugatti Chiron berwarna hitam. Saat Bryan di jalan ia berpapasan dengan mobil Bugatti La Voiture Noire berwarna merah pekat milik Will, sedangkan Leo dan Zen mengendarai mobil Rolls Royce berwarna putih. Mereka tidak sadar jika saling berpapasan, Will yang menyetir sambil melamun tidak melihat jika Bryan baru saja melewatinya. Will ingin menjemput Bia di temanin Os, Leo dan Zen.
"Sepertinya aku melihat mobil Bryan.." ucap Os kepada Leo.
"Apa Bugatti Chiron berwarna hitam ??" tanya Leo.
"Iya, itu mobil Bryan" jawab Os sambil memegang kendali setir.
"Apa kita harus memutar balik Os ??" tanya Leo lagi.
"Kita coba ke mansion dulu, siapa tahu Bryan meninggalkan Bia di rumah sendiri" jawab Os sambil menginjak gas mobil melaju dengan cepat mengejar mobil Will.
Sesampainya mereka di mansion, Os turun untuk bertemu dengan salah satu pengawal Bryan. Dan benar saja Bryan tidak ada dan Bia sudah di bawa olehnya. Will pun membuka kaca mobilnya, agar bisa mendengar apa yang sedang Os bicarakan dengan pengawal Bryan.
"Will, Bia sudah tidak ada di mansion. Bryan membawanya pergi..." tutur Os.
"Brengsek..." ucap Will sambil memukul setir mobil.
"Apa mereka tahu kemana Bryan pergi ??" tanya Zen yang duduk di sebelah Will.
__ADS_1
"mereka tidak tahu, tapi katanya Bia terlihat pucat dan Bryan menggendongnya" jelas Os lagi.
Will menggenggam keras setir mobil, wajahnya merah emosi yang tertahan sampai mengertakan gigi nya.
"Aku akan masuk ke Keysa, kali ini hanya dia yang bisa membantuku" Will mengambil jalan terakhir.
Mereka pun bergegas pergi dan mengatur rencana lagi untuk bisa membuat Bryan keluar dari persembunyiannya. Will meminta Zen untuk bergabung bersama Leo dan Os. Ia ingin langsung menemui Keysa seorang diri.
"Key kau dimana ??" tanya Will di telepon.
"Aku di rumah Will, ada apa ??" Key bertanya balik.
"Aku ingin mengunjungimu" ucap Will dengan nada lembut.
"emmm baiklah Will, aku menunggumu" jawab Key, ia begitu senang Will akhirnya datang sendiri tanpa harus ia minta. Keysa bergegas mandi untuk menyambut kedatangan Will yang selalu ia nanti.
20 menit kemudian terlihat Will masuk menghampiri Keysa yang sedang duduk bersantai di pinggir kolam renang.
"Waaah Will, aku begitu terkejut melihatmu kemari" ucap Key sambil memegang segelas minuman.
Lalu Keysa berdiri menghampiri Will dan kedua tangannya melingkar di atas pundak Will.
"Apa kau merindukanmu Will ??" goda Key yang ingin mencium Will namun di tolak oleh Will.
"Aku ingin sebuah kesepakatan Key" ucap Will.
"Bantu aku membebaskan Bia, dan kau mendapatkan apa saja yang kau mau" jelas Will.
"Apa saja... ???" tanya Key lagi sambil berjalan dan memegang pundak Will.
"Iya apa saja..." jawab Will singkat.
"Jika aku ingin kau menjadi milikku selamanya, bagaimana Will??" Key kembali menggoda Will sambil memegang wajahnya.
"Apakah kau akan mengabulkannya, aku akan membuat Bia kembali pulang tapi kau menjadi milikku" Key memberi penawaran.
Will sudah bisa menebak isi kepala Key, ia akan merencakan sesuatu yang luar biasa saat Bia sudah bisa kembali pulang.
"Baiklah, aku akan menjadi milikmu. Tapi Key apa kau bisa mengurus Sandra yang selalu menggangguku" Will akan mengadu domba Key dan Sandra.
"Sandra urusan mudah bagiku" jawab Key. Lalu ia melingkarkan lagi kedua tangannya dan mencoba mencium Will kembali. Key begitu agresif namun Will hanya terdiam tanpa berkutik mendapat ciuman dari Key.
Will berhasil mengendalikan Keysa walau harus memakai cara murahan, tapi ia tidak peduli. Jika ia harus melompat ke jurang pun akan ia lakukan. demi menyelamatkan Bia yang sangat ia cintai.
Malam telah berganti, Keysa menghampiri Bryan untuk melihat kondiri Bia dan ada di rumah sakit. Dan terlihat Bia sudah lebih baikan, Keysa melempar senyum kepadanya, membuat Bia mengerutkan keningnya. Bia curiga ada yang tidak beres dengan sikap Keysa kepadanya.
__ADS_1
"Bryan apa kau akan membawa Bia pulang ??" tanyanya.
"Sepertinya iya, karena Bia tidak betah berada di rumah sakit" jawab Bryan.
"Ok, aku akan membantumu sampai ke mansion" ucap Key dengan senyumnya yang licik.
Bryan akhirnya membawa Bia pulang, beriringan mobil bersama Keysa. Dan Keysa sudah menghubungi Will bahwa Bia akan di bawa pulang ke mansion oleh Bryan.
Saat para penjaga membuka gerbang mansion yang begitu tinggi dan kokoh, mobil Bryan pun masuk di susul mobil Keysa di belakangnya dan ternyata mobil Will dan Os pun ikut berada di belakang mobil Keysa yang sudah mengikuti mereka sejak tadi.
Penjaga yang melihat itu tidak curiga, karena mereka kira Will dan Os sudah mendapat izin untuk masuk bersama Bryan.
Bryan yang membukakan pintu mobil Bia dan hendak menggendongnya tiba-tiba mendapat tendangan dari samping. Ia terjatuh dan melihat Will sudah berdiri di depannya.
"Kau benar-benar mengujiku Bryan !!!" ucapnya.
"Bangunlah dan bertarung denganku" ajak Will.
Bia yang melihat Bryan, dan Bryan pun menatap wajah Bia. Ia sengaja memberikan tatapan tak berdaya agar Bia bisa iba dengannya.
"WILL..." panggil Bia
Will langsung menoleh, dan menghampirinya.
"Biaa, kau tidak apa- apa. Aku akan membawamu pulang" ucap Will.
Lalu Os, Zen dan Leo pun menghampiri Bryan, Os mengulurkan tangan memberi bantuan Bryan yang terjatuh.
"Terima kasih Os" ucap Bryan.
"Bryan, hentikan ini semua. Jika kau benar mencintai Bianca maka buktikan dengan sikap yang normal, dan aku akan senang melihat kau bisa bersikap sportif" Os mencoba menasehati Bryan.
Setelah Will selesai memindahkan Bia ke mobilnya, ia menghampiri Bryan kembali. Dan Keysa hanya melihat pertengkaran mereka dari dalam mobilnya saja.
"Bryan, jika kau berani menyentuh Bia ku lagi. Maka tamat hidupmu" ancam Will memegang kerah baju Bryan.
"Bia bukan milik siapa-siapa, aku tidak percaya dengan kisah 2 sejoli jika tanpa ikatan pernikahan. Jadi aku masih berhak memilikinya" jelas Bryan sambil melepaskan tangan Will yang memegan kerah bajunya.
"Bedebah kau Bryan, aku akan lihat seberapa hebat kau di mataku" jawab Will kesal.
Karena Os, Zen dan Leo tidak ingin melihat Will dan Bryan berkelahi lagi maka mereka membawa Will untuk segera pulang bersama Bia.
# Akhirnya Will bisa kembali bersama Bia, tapi itu hanya sementara. Karena gantian Will yang akan di rebutkan oleh 3 wanita cantik. Siapakah mereka ??? tetap stay di novelku yaa readers 😘
__ADS_1