DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 13.IKAT RAMBUT


__ADS_3

Pagi telah tiba, hari ke-4 mereka berada di pantai Z. Will bangun lebih awal menikmati kopi di coffee shop pinggir pantai, di temani Zen. Mereka sedang membahas pekerjaan yang akan di laksanakan bersama Keysa, mantan gebetan Will yang mempunyai ambisi besar untuk bisa mendapatkan hatinya. Terlihat ia begitu serius, membuka profil perusahaan milik Key. Dari arah kiri terdengar suara keramaian canda tawa di pintu masuk, ternyata Bia dan para sahabatnya bersama Bryan. Mereka ingin bersantai sambil berbincang di temani segelas kopi, Bia yang menyadari bahwa di coffee shop itu juga ada Will tiba-tiba berubah mood. Namun ia tetap duduk bersama dengan yang lainnya. Bia menoleh ke arah Will, memperhatikannya yang sedang serius bekerja. Sayangnya Will tidak mau menoleh ke arah Bia.


"Ada apa Bi, apa yang kau lihat??" Tanya Sarah.


"Aaah tidak, aku hanya melihat-lihat saja" jawabnya bohong.


"Oh kau memandang Willy San yaa Bi. Mengaku saja!!!" ucap Sarah meledek lalu mencubit pinggangnya.


"Hahaa, untuk apa aku memandangnya. Memangnya dia siapa ???" jawab Bia spontan dengan suara lumayan keras membuat mereka langsung menengok ke arahnya. Dan membuat Will mendengar ucapan Bia, lalu menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Ada apa Bia ???" Tanya Os.


"Tidak apa-apa, kami sedang bergosip saja hehee" sahut Sarah cepat.


Kali ini Sandra tidak mau kalah lagi dari Bia, ia duduk mendekati Bryan dan memakai pakaian yang begitu seksi memperlihatkan pahanya yang mulus dan baju yang seperti kekurangan bahan itu. Sandra lalukan agar bisa membuat Bryan jatuh cinta kepadanya. Namun ternyata di abaikan oleh Bryan, ia tetap fokus mengaduk kopi sambil memberikan roti kepada Bia. Dona yang melihat itu semua merasa geli dan kasihan, sebab apa yang di lakukan sahabatnya itu malah di acuhkan oleh pria tampan yang lebih memilih Bia.


"Bryan, kriteria wanita seperti apa yang kau sukai ???" Tanya Dona memancing lirikan tajam Sandra.


"Aku menyukai tipe seperti Bia" jawabnya membuat kopi yang Bia minum tersembur keluar dari mulutnya, untung di depan Bia tidak ada siapa-siapa hanya meja yang menjadi kotor.


"Aduuuh maaf, maaf... aku akan meminta lap kepada pelayan" ucap Bia langsung beranjak dari tempat duduk.


Will yang mendengar pembicaraan itu hanya bisa diam dan fokus dengan dokumen yang sedang ia baca. Bia berjalan ke meja kasir melewati meja Will, ia menengok ke meja Will sebentar lalu fokus ke depan lagi agar tidak menarik perhatian Will.


"Maaf mas, bisa minta tolong bersihkan meja di ujung sana" ucapnya sambil menunjuk kepada salah satu pelayan.


Setelah itu ia mencari kamar mandi untuk membersihkan noda di bajunya karena terkena sedikit cipratan kopi.


"Sepertinya benar, aku harus mulai menjauhi Bryan. Jika Sandra benar-benar menyukainya maka aku harus menjaga jarak" celotehnya sendiri sambil membersihkan baju.


Bia tidak ingin persahabatannya hancur hanya karena seorang pria, kemudian Ia memikirkan syarat yang Will berikan. Bia bercermin dan berkata "Mungkin ini yang terbaik".


Kemudian Bia kembali ke mejanya, ia melihat Sandra tidak ada dan melihat ke meja Will pun sudah kosong.


"Sandra pergi kemana ??" Tanya Bia.


"Dia mengejar Will pergi" jawab Bryan santai.


"Haaah, ada urusan apa dia dengan pria itu??" tanyanya lagi.

__ADS_1


"Zen asisten Will tadi menghampiri meja kami, dan bertanya apakah ada yang bergabung dengan dunia modelling. Lalu Sandra dengan semangat menjawab dirinya adalah model" jelas Os.


"Oh begitu..." Bia sambil mengangguk-angguk dengan ekspresi wajah cemas.


"Oya kapan kalian akan pulang??" Tanya Bryan.


"Hari ini karena aku harus menyelesaikan tugas kantor" jawab Dona.


" Iya, Dona harus kembali ke pekerjaannya, lalu aku harus mulai masuk kuliah kembali" jawab Sarah juga.


"Lalu Bia??" Tanya Bryan yang ingin tahu kegiatan Bia.


" Aku akan kembali bekerja " jawab Bia sambil mengunyah roti.


" Karena para ladies akan kembali beraktifitas, bagaimana kalau kita juga pulang??" Sahut Os.


"Kenapa tidak, aku akan mengantar Bia pulang" Jawab Bryan membuat Sarah dan Dona saling melirik ke arah Bia.


"Aaah tidak usah, aku akan bersama mereka saja. Aku akan mendapat masalah jika Sandra tahu, bukan begitu sarah. Iyaa kan Dona ???" Ucapnya sambil memainkan alis ke arah sahabatnya memberi kode.


"Apakah kau lupa janji malam itu??" ucap Bryan.


"Hahaaaa, janji bahwa Bryan mendekatiku karena ingin mencari tahu tentang dirimu"jawab Bia asal, agar Sandra tidak cemburu lagi kepadanya.


Bryan yang mendengar jawaban Bia, menjadi kesal. Mereka yang juga mendengar tepuk jidat melihat kekonyolan sahabatnya itu.


"Seriously baby??" Tanya Sandra sambil memeluk tangan Bryan.


Di bantu oleh Os untuk mengalihkan pembicaraan.


"Waaah Sandra berita apa yang ingin kau sampaikan kepada kami??" Tanya Os.


"Oya aku akan memberikan kejutan kepada kalian, perusahaan Willy San ingin bekerja sama denganku sebagai model mereka dan akan tampil bersama Keysa model yang terkenal dengan body seksinya itu" jelas Sandra dengan gembira.


"Kabar bahagia, berarti akan ada pesta perayaan untuk keberhasilan Sandra" jawab Bryan tersenyum sambil melihat Bia.


Bia yang mendengar itu malah memijat dahinya dan merasa ini akan menjadi masalah baru. Sedangkan yang lainnya tampak senang akan ada pesta yang di berikan Bryan untuk Sandra.


"Ohhh.. baby, thank you" ucap Sandra sambil memeluk Bryan.

__ADS_1


Bryan menerima pelukan Sandra untuk membuat Bia menjadi cemburu.


Siang harinya, mereka berkemas untuk pulang. Bryan dan Os pun ikut pulang karena akan bekerja kembali setelah 5 hari berlibur.


Setelah mereka kembali ke rumah masing-masing, Bia mendapat sebuah buket bunga dari orang tidak di kenal. Ia memanggil bibi Wiwi, dan bertanya siapa yang memberikannya bunga.


"Bik, bibi... Siapa yang kirim ini??" Tanya Bia sambil memegang bunga berwarna merah.


"Oh itu non, dari mas Joe" jawab bibi.


"Ngapain sih bi, kan aku sudah pernah bilang jangan menerima apapun dari Joe" ucapnya kesal.


"Bibi sudah nolak non, tapi malah di taruh di kursi depan. Mas Joe juga nanyain non Bia. Yaa bibi jawab saja non Bia lagi ke luar negeri" jelas bibi Wiwi.


"Iyaa sudah bi, aku mau istirahat. Lain kali di tolak saja" ucapnya berjalan menaiki tangga untuk beristirahat ke kamarnya.


"Baik non" jawab bibi sambil menunduk.


Bia merebahkan tubuhnya, begitu lelah setelah 5 hari liburan. Banyak cerita yang ia dapat, sampai bertemu Bryan dan Will memberikan cerita yang rumit. Bia membuka kuncir rambutnya, lalu ia teringat ikat rambut yang ia pegang. Bia tersenyum mengingat Will merapikan rambutnya dengan ikat rambut itu.


"Siapa dirimu sebenarnya, mengapa setelah dia meyakinkanku aku menjadi begitu percaya" ucapnya sambil memandang atap langit.


"Ting ting" terdengar suara pesan masuk dari hp Bia.


Sayang, nanti malam aku ingin berjumpa denganmu. isi pesan singkat yang ternyata dari Joe, mantan Bia.


"Iiiih kenapa dia selalu menggangguku" Bia yang membaca pesan itu merasa mauk karena setelah mereka putus hubungan namun masih saja di ganggu dengannya.


Bia menelpon Sarah "Hallo Sar, dimana???"


"Iya di rumah dong bi, baru berapa menit kita bersama. Sekarang malah bertanya dimana aku" Sarah yang bingung dengan tingkah Bia.


"Heheee, iyaa maaf. Aku ingin bercerita, Joe menggangguku. Dia ingin bertemu denganku" keluh Bia.


"Jika kau ingin pergi maka harus bersamaku" ucap Sarah.


"Baiklah, 3 jam lagi aku akan menjemputmu" Sarah langsung mematikan Teleponnya. Ia kemudian membalas pesan Joe.


Ok, di tempat biasa aku akan kesana. isi balasan Bia.

__ADS_1


__ADS_2