
Langit terlihat begitu cerah, Bia bersama Ny.Farida sedang menikmati teriknya matahari. Bia begitu bahagia, wajahnya memancarkan aura positif, bahkan senyumnya membuat Will terhipnotis. Ia masih tidak percaya bahwa Bia ada di hadapannya, kemudian Will berjalan menghampiri mereka dengan memegang segelas kopi di tangannya.
"Sepertinya cuaca hari ini cukup cerah, apa kau ingin jalan-jalan ??" tanya Will kepada Bia.
"Tidak, aku malas keluar. Aku tidak ingin meninggalkan mama sendirian" jawab Bia.
Will langsung melirik Ny.Farida meminta bantuan agar Bia ingin pergi bersamanya.
"Pergilah sayang, mama akan meminta Dona dan Sarah untuk menemani mama disini" ucap Ny.Farida membuat Will tersenyum lebar.
"Tapi ma.." ucap Bia langsung di potong oleh Will.
"Sayang, ayoklah apa kau tidak ingin berkencan denganku. Lagi pula apartemen ini aman..." sahut Will cepat.
"Baiklah... Aku mandi dulu" jawab Bia malas, Will langsung mengajak Ny.Farida untuk toss tangan. Ny Farida ikut terbawa hati Will yang sedang berbunga-bunga.
30 menit kemudian, Bia pun sudah siap dengan kaos berwarna putih, rok hitam dan rambut yang terurai panjang.
Will kembali tersenyum, ia tidak bisa berhenti bersyukur atas kebahagiaan yang telah hadir di kehidupan barunya. Will bersumpah dalam hati bahwa ia tidak akan menyakiti Bia ataupun membuatnya menangis. Sekarang jantungnya berada pada Bia, jika jantung Bia berhenti bernafas maka jantungnya pun akan ikut berhenti bernafas.
"ma, aku pergi dulu. Mama mau nitip apa ??" ucap Bia yang sedang membuka kulkas.
"Mama sedang rindu rujak, apa kau bisa membelikannya untuk mama" jawab Ny.Farida.
"Emm, sepertinya menggiyurkan... Baiklah aku akan keliling mencari rujak spesial untuk mama" sahut Bia.
"Hati-hati yaa kalian..." ucap Ny.Farida sambil memegang koran.
"Yaa ma..." jerit Bia yang membuat Will geleng-geleng kepala.
"Kita mau kemana Will ?? apa harus yaa keluar apartemen, aku masih trauma" ucap Bia kepada Will yang sedang berjalan di koridor apartemen.
"Aku hanya ingin berduaan denganmu, semenjak mama ada di apartemen waktu kita berkurang" jawab Will.
"Yaa tapi kan aku masih trauma Will..." sahut Bia kembali
__ADS_1
"Tidak ada yang berani menyentuhmu lagi, jika itu terjadi maka aku akan langsung membunuhnya" jelas Will membuat Bia terharu.
Bia memasang wajah imutnya, membuat Will ingin segera memangsanya kembali.
"Sayaang, wajahmu jangan seperti itu. kau membangunkan saudaraku" ucap Will polos.
"Hahaha ada apa dengan wajahku, apa ada gambar porno di wajahku" sahut Bia tertawa membuat Will kesal, lalu mereka tiba di parkiran dan segera mengendarai mobil untuk melakukan liburan pendek yang Will inginkan.
Percakapan mereka berlanjut di perjalanan, Will mencoba membicarakan komitmen kepada Bianca.
"Sayaang..." ucap Will begitu halus.
"Hmmm..." jawabnya biasa.
"Apa hanya hmmm..." Will sedikit protes
"Ada apa denganmu, mengapa hari ini hatimu sangat sensitif" Bia merasa Will sedikit aneh.
"Jika besok aku mati, apa kau akan menangisiku" ucapan Will menggetarkan tubuh Bia.
"Jangan bercanda, ini tidak lucu. Aku tidak suka leluconmu" jawab Bia marah.
Bia terlihat berkaca-kaca ia tidak bisa menahan air matanya, setetes demi setetes air mata itu pun keluar membasahi wajah cantiknya.
"Aku pun akan ikut mati bersamamu..." Bia langsung menoleh ke Will dan Will pun ikut menoleh lalu tersenyum.
"Apa kau ingin menua bersamaku, Bianca..." Will kembali mengucapkan kata-kata yang membuat Bia bergetar.
"Will..." ucap Bia dengan mata merah.
Will kembali menoleh dan hanya tersenyum manis, ia menunggu jawaban Bia.
"Jika aku saja tidak bisa hidup tanpamu, bagaimana bisa aku menua sendiri tanpamu Will. Tentu aku ingin menua bersamamu, bahkan aku pun ingin mempunyai anak bersamamu" jawab Bia lancar tanpa banyak berpikir membuat Will menjadi puas dengan ucapan Bia.
"Terima kasih sayang, aku menjadi yakin bahwa kau benar-benar mencintaiku" ucap Will sambil mencium tangan Bia.
__ADS_1
Kemudian mereka berhenti di suatu tempat dengan pemandangan laut yang indah. Tanpa fasilitas, dan terlihat begitu alami hanya ada beberapa orang yang sedang bermain air disana. Bahkan Will pun melihat ada yang sedang melakukan foto prewedding di pinggir laut.
"Sayang, lihatlah disana ???" tunjuk Will.
"Mereka sangat serasi, dan pemandangan disini indah untuk jadi objek pemotretan" jawab Bia.
"Apa kau juga ingin kita melakukan foto prewedding disini ??" tanya Will membuat Bia langsung menoleh cepat.
"Prawedding ??" sahut Bia dengan muka terkejut
"Yaa, prewedding. Mengapa wajahmu menjadi tegang ??" ucap Will meledek Bia.
"Aaah tidak, memangnya kenapa dengan wajahku" Bia mulai panik.
"Sayang..." Will langsung memegang kedua tangan Bia dan langsung menurunkan tubuhnya.
"Aku begitu mencintaimu, bahkan kau lah yang membuat aku masih ada di dunia ini. Aku tidak bisa kehilanganmu, jika aku di suruh menyerahkan hartaku untuk mendapatkanmu maka aku akan rela memberikannya. Sayang, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku. Karena jika itu terjadi maka hidupku akan berhenti, aku sangat mencintaimu"
"Sayang !!! Menikahlah denganku"
DEGG... Jantung Bia tiba-tiba berdetak dengan kencang.
"aku akan berusaha membahagiakanmu, aku berjanji akan selalu ada untukmu bahkan tidak akan membuatmu bersedih. Aku ingin mempunyai keluarga bersamamu, memiliki anak yang begitu lucu dan menggemaskan. Aku ingin menghabiskan hidupku bersamamu, menua bersamamu sampai waktunya aku pulang bertemu dengan ibuku"
"Aku ingin semua hidupku tentang dirimu, aku tidak ada tujuan lagi selain dirimu" ucap Will membuat Bia menangis terharu.
"Bangunlah Will, jangan seperti ini" jawab Bia.
"Aku menunggu jawabanmu" Mata Will sudah berkaca-kaca ia tetap berusaha tersenyum.
"YES I DO !!!" jawab Bia langsung menangis deras.
"YEESSS, THANK YOU... THANK YOU HONEY" jerit Will langsung berdiri memeluk Bia dan mengangkat tubuh Bia.
Mereka begitu bahagia, sampai-sampai banyak pasang mata yang melihat tingkah mereka. Dan ada beberapa orang yang bisa menebak bahwa Will sedang mengungkapkan isi hatinya karena yang mereka lihat Will berlutut di depan Bia lalu tak lama dari itu Will berdiri dan menggendong Bia. Mereka ikut bahagia, karena kebahagiaan mereka mungkin saja akan menular pada pasangan yang sedang berada di laut tersebut.
__ADS_1
Kemudian Will menurunkan Bia dan memegang wajahnya lalu mencium Bia begitu hangat. Mereka terbawa suasana hati sampai-sampai semua mata tertuju kepada mereka, bahkan photografer yang sedang melakukan pemotretan disana dengan cepatnya mengambil gambar Will dan Bia yang sedang berciuman. Ia mengezoom gambar, dan betapa terkejutnya dengan apa yang ia lihat. Ia sangat mengenal Willy San CEO terkenal dan tertampan dan melihat gadis yang bersama Will, Ia pun tidak asing, karena wajah Bia sudah beberapa kali tampil di majalah dan media sosial karena kontrak kerjanya di perusahaan Keysa.
Ia akan membagikan momen bahagia itu kepada para wartawan, karena ia yakin Will tidak akan keberatan dengan apa yang akan ia lakukan. Momen indah itu akan menjadi trending no.1 terpanas dan teromantis. Bahkan perusahaan Will akan kedatangan banyak tamu, mereka akan memberikan ucapan selamat untuk Will yang sudah memenangkan hati seorang gadis. Dan julukan playboy untuknya bisa terlepas dan hilang begitu saja.