DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 37. BERKELAHI


__ADS_3

Selesai mereka berbincang, Zen pulang lebih awal lalu di perjalanan ia menelepon Will.


"Tuan, bagaimana selanjutnya ??" tanya Zen.


"Kau atur jadwal kepulanganku" ucap Will.


"Baik tuan" jawabnya.


30 menit sebelumnya, Bia mendapat telepon dari Ny.Farida.


"Hallo mah ??" Bia merasa senang karena sudah lama ia tidak mendengar suara mamanya.


"Bianca kau dimana ??" tanpa basa basi Ny.Farida langsung menanyakan keberadaan Bia.


"Aku...eee" Bia melihat ke arah Will yang sedang duduk santai di sofa.


"ada apa ??" tanya Will dengan suara pelan.


"mamaku.." jawabnya, membuat Will terkejut ia langsung menghampiri Bia dan duduk di sebelahnya. Kemudian Bia melanjutkan pembicaraannya bersama Ny.Farida.


"Bianca, kau dimana ?? kenapa tidak menjawab" terdengar suara bernada tinggi dari Ny.Farida.


"Aku di Turki mah" Bia tidak bisa bohong.


"AKU INGIN KAU HARI INI PULANG KE INDONESIA, ATAU AKU AKAN MENDAPATKAN MASALAH KARENA ULAHMU YANG SUDAH MEREPOTKAN BANYAK ORANG" jelas Ny Farida marah.


"Tapi mah..." jawab Bia terpotong.


"JIKA KAU TIDAK PULANG HARI INI, MAKA AKU TIDAK AKAN MENGANGGAPMU SUDAH MATI. DAN JANGAN PERNAH BERHARAP UNTUK BISA MENEMUIKU !!!" ancam Ny.Farida membuat Bia menangis. Telepon pun langsung di putus oleh Ny.Farida.


Lalu Will menenangkan Bia dan memeluknya.


"Will kita harus pulang hari ini juga" ucap Bia terisak.


"Biaa, kita belum bisa pulang hari ini" Jawab Will dengan nama lembut.


"Will aku mohon..." Bia memohon kepada Will, melihat Will begitu rapuh akhirnya ia mengabulkan keinginannya.


"Baiklah, jika itu maumu" Will menarik nafas dengan terpaksa.


Perjalanan dari Istanbul ke Indonesia membutuhkan 11 jam 20 menit, sore itu pesawat mereka langsung take off.


Pagi harinya mereka landing dengan lancar, Will merasakan udara pagi dengan perasaan yang bercampur aduk. Sebelumnya ia tidak pernah merasakan takut dengan siapapun, tapi ketika kakinya menginjak Indonesia rasa takut di dirinya tiba-tiba muncul. Will mencemaskan Bia, ia turun dari pesawat dengan memegang tangan Bia berjalan bersama.


Ketampanan Will lagi-lagi menarik hati para pramugari yang sedang berjalan berlalu lalang di bandara, di tambah kaca mata yang ia gunakan menambah daya tarik Will. Bia langsung memberikan ekspresi kesal.

__ADS_1


"Sayang.." panggil Will melihat wajah Bia cemberut.


"Heyy ada apa ?? apa kau masih sedih??" tanya Will yang tidak paham.


"Lihat tuh..." ucap Bia singkat.


Lalu Will menoleh dan melihat ke arah para pramugari dengan kaca mata yang ia turunkan di hidung.


"Hahaha, kau cemburu" Will tertawa senang.


"Menurutmu??" jawab Bia masih kesal.


"Sayang, aku sudah berubah setelah bertemu denganmu. Hanya kau yang ada di hatiku, apa kau masih ragu dengan cintaku" jelas Will.


"Tidak, aku percaya" jawab Bia ketus.


"Oke aku akan memakai topeng saja, biar kau tidak cemburu lagi"Will mencoba menghibur Bia.


Namun Bia malah mencubit pinggang Will, lalu mereka tersenyum dan tertawa bersama. Tak lama kemudian Zen datang menjemput mereka dengan di kawal beberapa mobil bodyguard.


Sesuai intruksi yang di berikan Will kepada mereka untuk menjaga ketat Bia agar tidak dapat di sentuh oleh siapapun. Tapi ternyata kepulangan mereka sudah terendus oleh Joe dan Bryan. Mereka berdua punya rencana licik untuk merebut Bia dari Will. Dalam mobil yang terpisah Bryan dan Joe mengintai keberadaan Bia.


Saat mobil yang Will dan Bia tumpangi melaju cepat di jalan, tiba-tiba mobil Joe menghadangnya. Ia dan para pengawalnya turun, lalu di susul mobil Bryan dan para pengawalnya yang juga ikut turun. Bia syok melihat mereka semua, Will yang sudah melihat mereka langsung turun bersama para pengawalnya.


Terjadilah perkelahian yang sengit. Saat Joe sedang berkelahi dengan Will, Bryan mengambil kesempatan untuk menghampiri Bia. Ia mengetuk kaca mobil, meminta Bia untuk membuka pintu. Di saat itu Bia bingung, tapi melihat Bryan memasang wajah yang sedih Bia pun membukanya.


Bryan langsung memeluk Bia, terlihat beberapa kali ia mengelus rambut dan memegang tangan Bia lalu mengecek seluruh tubuh Bia.


"Bia kau tidak apa-apa, aku merindukanmu" Bryan memeluknya kembali namun Bia hanya terdiam.


Lalu ia melihat Will sedang berkelahi dengan Joe, tiba-tiba ia menjerit meminta Joe menyudahi perkelahian itu. Dengan waktu yang bersamaan Will menoleh mendengar suara Bia berteriak, membuat ia lengah dan mendapat pukulan keras dari Joe lalu tersungkur di aspal.


Betapa sakitnya Bia melihat Will jatuh tersungkur, Bia ingin mencoba menolong Will, berlari dengan cepat tapi Bryan berhasil meraih Bia dan menahannya dengan memeluk peluknya. Zen yang saat itu sedang berkelahi dengan salah satu pengawal Bryan, mendengar jeritan Bia ia langsung menoleh dan melihat Will sudah terjatuh bahkan Joe masih saja menghajar Will dengan keras. Zen langsung berlari dan dari jauh ia sudah menyiapkan kaki-kakinya untuk menendang perut Joe. Akhirnya Joe pun terpental, Zen langsung menolong Will yang sudah tidak sadarkan diri. Saat Zen ingin menolong Bia dari cengkraman Bryan, ia sudah tidak bisa menemukannya. Bryan membawa Bia pergi, dan di susul Joe yang juga ikut pergi.


"Will... Will" panggil Zen berulang-ulang.


"Cepat kita bawa ke rumah sakit" ucap Zen yang berbicara dengan pengawal Will yang selamat.


"Sisanya urus mereka yang sudah mati, jangan sampai meninggalkan jejak" ucap Zen kembali.


Zen begitu mencemaskan Will, dalam perjalanan ia menelepon Leo. Meminta Leo untuk segera datang ke rumah sakit X, dengan cepat Leo langsung menghampiri mereka dan di susul Sarah dan Dona yang juga di minta Zen untuk menjaga Will saat Zen dan Leo mencari keberadaan Bia.


Kemudian Bryan membawa Bia ke suatu tempat, disana sudah di tunggu Keysa, Darren dan Joe.


"Bryan, lepaskan aku. Ternyata seperti ini sifat aslimu" ucap Bia berusaha melepaskan diri dari pelukan erat Bryan.

__ADS_1


"Bia aku hanya ingin menyelamatkanmu" jawab Bryan.


Tiba-tiba Darren berlari menghampiri Bia.


"Biaaaaaa" Darren langsung menarik Bia dan memeluknya.


"Darren, apa yang kau lakukan disini ??" tanyanya.


"Bia aku merindukanku" Darren mengalihkan pertanyaan Bia


"Sayang..." Joe memanggil Bia.


"Cuuuiiiih, menjauh dariku Joe" Bia membenci Joe.


Keysa terkejut melihat perlakuan Bia kepada Joe, lalu ia berjalan cepat. Saat sampai di hadapan Bia dan ia langsung menjambaknya.


"Ja*l*anggg, berani-beraninya kau meludahi rumahku" ucap Key marah.


Darren, Bryan dan Joe syok melihat Keysa menjambak rambut Bia.


"Key, lepaskan tanganmu"Bryan tidak terima.


"Wanita murahan seperti dia tidak berhak untuk ada di rumahku" Key meradang.


"Dia tidak seperti itu Key, lepaskan tanganmu" Darren mencoba menarik tangan Key.


"Kau yang ja*l*ang..." sahut Bia, ternyata Bia berani melawan Key.


Lalu tiba-tiba...


PLAAAKKKK


Keysa menampar Bia dengan keras, kau sama seperti ibumu sama-sama wanita tidak ada harga dirinya Bia memegang pipinya dan marah mendengar ucapan Keysa, ia tidak terima jika orang tuanya di hina.


"Apa yang kau lihat ******, HAH ??" Keysa memprovokasi Bia.


"Ibumu itu hanya gila harta," Key mengumpatnya lagi.


Bia mengepalkan tangannya, lalu saat Key membalikkan badannya Bia langsung mendorong dan menerjangnya. Terjadilah jambak-jambakan, beberapa kali Bia berhasil mencakar, menjambak dan menendang Key.


Bryan dan Joe langsung melerai perkelahian mereka, Bia langsung tertawa puas.


"HAHAHAHA, JIKA AKU JA*L*ANG MAKA KAU RATUNYA JA*L*ANG HAHAHAA" Bia tertawa.


Tubuh Darren di buat tidak bisa bergerak, ia melihat orang yang ia cintai berkelahi dengan kakak yang sangat ia sayangi. Darren tidak bisa mengambil keputusan harus berpihak kepada siapa, lalu ia pergi meninggal mereka begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2