DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 12. MONSTER KECIL


__ADS_3

"WILL, WILLY SAN..." teriak Bia di acuhkannya.


Tidak ada yang bisa membantu Bia karena mereka berdua jauh dari tempat keramaian.


"Astaga, apa aku harus mengikuti ke inginannya" celotehan Bia yang sudah mulai frustasi.


Bia berlari di laut untuk mengejar Will, jaraknya makin dekat dengan Will lalu ia berteriak kepadanya lagi


"OKE OKE , AKU AKAN MENURUTIMU. KITA BICARAKAN SEMUA INI, JANGAN MELAKUKAN HAL BODOH. HEEEEEYYYYY, ASTAGA WILLY SAN BERHENTI!!!" Bia teriak terus-terusan.


Lalu ia mencoba berbicara lagi dengan nada yang lebih pelan.


"Apakah kau tidak malu jika semua teman-temanmu tahu atau para wanita yang mengidolakanmu juga tahu kalau kau ingin bunuh diri hanya karena wanita sepertiku ini" ucapnya merayu Will.


"Heeeey, berhenti jika kau masih saja terus berjalan maka aku juga akan mengikutimu sampai tenggelam dan mati. Aku tidak kuat jika harus menanggung perbuatanmu sendiri" ucapnya asal.


Willy menoleh ke belakang, dengan tatapan yang tajam.


"Kau ingin lihat pembuktianku bukan ? Maka aku akan membuktikannya" jawab Will.


"Aku percaya, ayo kita ke tepi pantai..." ajak Bia.


"AAUUUWWW" tiba-tiba Bia menjerit kesakitan.


"ADA APA ???" ucap Will berbalik dan berlari menghampirinya.


"Kakiku... sepertinya terkena monster laut" jawab Bia.


" Apa itu monster laut ???" Tanya Will bingung sambil menghampirinya.


Will memapah ke tepi pantai untuk melihat luka di kaki Bia.


"Monster kecil yang ada di laut" jelas Bia membuat Will bingung ia masih berpikir keras tentang monster kecil yang di maksud Bia.


Mereka sampai di tepi pantai, Will menggendongnya dan melihat kaki Bia.


"Sepertinya ini tidak serius, ini hanya ulah karang" Ucap Bia sambil mngecek kakinya, Will kembali bingung.


"Aku tidak mengerti sama sekali tentang ini, ayo kita ke dokter saja" ajak Will.


"Tidak usah, aku bisa mengatasi ini" jawabnya.

__ADS_1


" Aku akan membantumu" ucap will.


"Hmmm" jawabnya singkat.


Bia memandang Will dengan heran, ia tidak menyangka bahwa semua ini akan terjadi bahkan lebih rumit jika ia benar-benar di cintai oleh seorang CEO seperti Will. Di hatinya masih ada rasa keraguan, sebab ia tahu sepak terjang Will di mata para wanita sangatlah di agungkan. Ia yakin pasti akan banyak bahaya yang akan datang jika ia menerima CEO tampan ini. Bia berusaha baik kepada Will, agar perbuatan gila yang baru saja terjadi tidak terulang kembali.


Setelah kakinya di perban, mereka melanjutkan topik pembicaraan di ujung selatan pantai Z yang jauh dari pantauan Bryan dan yang lainnya. Duduk di tepi pantai dengan minuman kaleng yang di beli oleh Will. Mereka berdua sudah berganti pakaian karena pakaian mereka basah kuyuh, semua itu di sediakan oleh salah satu pengawal Will.


Terlihat Bia yang berulang kali menepis rambutnya karena tiupan angin kencang membuatnya begitu risih. Will yang melihat itu langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian mengikat rambut Bia dengan ikat rambut yang ada di tangan Bia. Seketika Bia terkejut, namun ia tidak bisa menolaknya. Ia malah tersipu malu dengan perlakuan Will yang begitu manis.


Setelah Will selesai mengikat rambut Bia, ia kembali duduk dan menatap Bia dengan tersenyum.


"Apakah kau bisa menerima permintaanku, untuk membatalkan hubunganmu dengan Bryan???" Ucap Will mencoba berbicara terlebih dahulu.


"Berikan aku alasan, mengapa aku harus melakukan itu" tanya Bia.


"Yang pertama karena Bryan mantan sahabatku, aku tidak suka jika wanita yang aku sukai berdekatan dengannya. Lalu yang kedua aku ingin kau hanya menjadi milikku" jelas Will.


"Tapi dia sekarang kekasihku" jawabnya bohong.


Will mencoba memegang kedua tangan Bia, menatapnya dalam-dalam dan sambil mengucapkan kalimat yang membuat Bia merasa nyaman.


"Dengarkan aku baik-baik, mungkin aku di matamu bukan pria yang baik. Banyak cerita yang tidak pantas tentang diriku, namun kau harus paham jika di balik keburukanku itu ada trauma yang membuat aku menjadi seperti sekarang ini"jelas Will serius.


"Hmmm, aku akan mencobanya pelan-pelan"jawab Bia yang masih meneliti ucapan Will, dan masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Ia tidak bisa mengerti mengapa ada di situasi yang sulit ia pahami.


"Mengapa aku sampai seperti ini kepadamu ?? Karena kamu orang terpenting di masa laluku" ucapnya mencoba perlahan membahas masa lalu.


"Masa lalu ??? Ada apa dengan masa lalumu, apa hubungannya denganku" tanya Bia bingung yang masih tidak mengerti.


"Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, tapi ada sesuatu yang harus aku selesaikan terlebih dahulu. Setelah waktunya tiba, kamu akan mengerti dan akan mengingat masa-masa dulu kita pernah bersama" Jelas Will dengan mata yang berkaca-kaca.


Ternyata semua penjelasan Will di terima baik oleh Bia, ia merasa bahwa Will memang bersungguh-sungguh. Hanya saja ada hal yang membuat memorinya menarik ke belakang dimana Will berkata tentang masa lalu. Bia mengingat hal terpenting di masa lalunya hanya ada seorang sahabat yang bernama Max, yang ia tahu bahwa Max telah meninggal setelah pindah ke luar negeri karena mobil yang Max tumpangi bersama kedua orangtuanya terguling dan masuk ke jurang. Sejak itu ia tidak pernah tahu tentang Max dan keluarganya, hanya lewat cerita ayahnya bahwa Max meninggal dalam kecelakaan.


Bia menerka-nerka apakah Will adalah Max, tapi mana mungkin orang yang sudah meninggal bisa kembali lagi.


Will mengantar Bia kembali ke sahabat-sahabatnya, ternyata disana sudah di tunggu Bryan dan yang lainnya. Bryan yang melihat mereka berjalan, langsung menghampiri Bia. Terlihat para sahabat Bia juga ikut menghampirinya.


"Biaaa, kau tidak apa-apa???" tanya Bryan.


Bia yang mendapat pertanyaan dari Bryan menengok ke wajah Will, seolah takut jika mereka akan memukul Will. Melihat tatapan Bia, Will hanya mengangguk kepadanya memberi isyarat untuk segera bergabung dengan mereka kembali. Setelah Will mengantarnya, ia langsung berbalik dan meninggalkan Bia bersama Bryan dan yang lainnya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja"jawab Bia.


"Lalu kenapa dengan kakimu??" Tanya Sarah serius melihat Bia berjalan pincang.


"Oh ini aku tadi berlari di tengah laut, ternyata ada monster kecil di dalam laut jadi kakiku tergores. Tapi tidak apa-apa" jelas Bia.


"Aku akan menggendongmu" ucap Bryan membuat Sandra terkejut.


"Aaah tidak usah, aku bisa berjalan sendiri" jawab Bia cepat sambil melihat wajah Sandra yang kesal.


"Biar aku bantu memapahmu" sahut Dona langsung di jawab dengan anggukan kepala.


Banyak hal yang ingin Bryan tanyakan kepada Bia, namun melihat kondisi Bia sepertinya tidak mungkin untuk bisa membahas topik pembicaraan. Mereka semua juga tidak ingin bertanya tentang apa yang di lakukan Will, yang terpenting Bia sudah kembali kepada mereka.


Will melihat dari kejauhan, mencoba merelakan Bia berada di dekat Bryan. Ia akan menahan sampai waktu itu tiba, dimana Bia bisa menerima cerita masa lalu mereka dengan ikhlas.


Hari semakin gelap menunjukkan waktu untuk mereka beristirahat, Bia dan yang lainnya sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing. Bia masih mengingat perkataan Will, dan menjadi pertanyaan besar baginya.


Ada apa dengan masa lalu ku dan Will ?? Bukankah sebelumnya kami tidak saling kenal. Kalimat itu yang selalu ada di isi kepalanya, membuat Bia menjadi sakit kepala. Tiba-tiba ia mendengar suara gagang pintu kamar bergerak. Dan benar saja ada orang yang mencoba masuk ke kamarnya tanpa izin. Ketika Bia lihat ternyata itu adalah Bryan.


"Bryan...!!! Apa yang kau lakukan di kamarku???" Tanya Bia terkejut.


"Aku hanya memastikan jika dirimu baik-baik saja" jawabnya santai.


"Bagaimana bisa kamu masuk seperti maling" ucap Bia kesal.


"Maaf Bia, aku hanya ingin berbicara denganmu" jawabnya.


"Oke, apa yang ingin kau bicarakan ??" Tanya Bia sambil berpikir bahwa Bryan ini menjadi begitu nekat kepadanya bahkan melebihi Will.


"Emmm, aku ingin tahu apa saja yang Will lakukan kepadamu?? Aku sangat mengkhawatirkanmu" ucap Will.


"Oh itu, tidak ada. Dia tidak melakukan apa-apa kepadaku" Jawaban Bia membuat keraguan kepadanya.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan keluar. Maaf jika sudah mengganggumu" ucap Bryan sambil berjalan keluar kamar.


"Oya Bryan, tolong jangan seperti itu lagi. Aku menjadi takut jika kau masuk tanpa seizinku" pesan Bia menohok.


"Ya aku janji tidak akan melakukannya lagi" ucapnya kemudian tersenyum, lalu berjalan keluar meninggalkan kamar Bia.


Dan Bia berucap sungguh lancang, mengerikan.

__ADS_1


Bryan mendapat akses keluar masuk kamar Bia karena ia salah satu investor besar di pantai Z, maka tidak heran jika ia bisa masuk ke kamar Bia tanpa memerlukan izin dari Bia.


__ADS_2