DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 9. KAMAR 304


__ADS_3

Tidak tahu malu, sudah punya kekasih masih saja menggangguku Bia menggerutu dalam hati.


Will yang menyadari tatapan sinis Bia langsung perlahan melepaskan tangannya dari pinggang Sely. Seolah ia takut dengan tatapan tajamnya.


Tak lama kemudian, Bryan dan yang lain menghampiri Bia karena mendapat kabar dari orang suruhan Leo bahwa Bia mencari mereka.


"Bii, aku kira kamu sedang sakit" ucap Sarah cemas.


"Aku baik-baik saja, hanya tadi aku sedang mandi" jawabnya berbohong.


Bryan yang menatap Bia dengan cara yang berbeda, membuat Will kesal.


"Haiii Bryan!!!" Sapa Sely membuat Bryan menengok dan terkejut karena ia tidak sadar dengan adanya Sely di pesta itu.


"SELY" panggilnya syok.


"Apa kabar ? Aku tadi sore baru sampai disini, ini dadakan karena Leo baru saja mengabariku" jelas Sely.


Leo sengaja mengundang Sely secara khusus untuk memberi kejutan kepada Will sebagai wanita spesial, bukannya Will yang terkejut dengan ke datangan Sely tapi malah Bryan yang merasa bahwa ini ada yang tidak beres.


Bia dan sahabatnya yang lain melihat situasi ini menjadi bingung. Os pun memberi kode kepada mereka bahwa Sely itu adalah mantan Bryan yang di rebut oleh Will. Melihat keadaan menjadi canggung dan terlihat sensitif, Bia langsung menarik tangan Bryan untuk pergi dari sana.


"Ayo Bryan kita kesana saja" ucap Bia seakan ingin menyelamatkan Bryan tadi suasana yang menegangkan.


Mereka membiarkan Bryan pergi bersamanya. Walaupun Sandra sangat kesal dengan cara Bia membawa Bryan tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu Mereka berusaha menikmati pesta bersama-sama tanpa Bryan dan Bia. Will menahan amarah yang sangat besar sampai ia mabuk berat, mengingat Bia dengan mudah menarik tangan Bryan di depan matanya.


Di tepi pantai, Bia mulai menghibur Bryan. Ia seperti punya hutang budi karena pernah di hibur di saat ia merasa sedih.


"Are you ok ???" Tanya Bia sambil duduk di tepi pantai.


"Yeaah, Thank you " jawabnya singkat tidak bisa berkata banyak atas apa yang ia lihat.


"Aku tahu rasanya di khianati, kita bisa saling berbagi" ucap Bia membuat Bryan tersentuh. Mereka duduk sambil memandangi laut dengan angin yang cukup kencang.


Setelah mereka berdua saling bercerita, Bia menguatkan Bryan membuatnya merasa lebih tenang dan nyaman berada di dekat Bia. Mereka saling menatap satu sama lain melempar senyuman, tapi entah kenapa suasana terasa sunyi seolah angin dan ombakpun ikut mendukung.


Bryan yang setengah mabuk karena pengaruh alkohol merasakan perasaan yang aneh, jantungnya berdetak lebih kencang. Ia menatap mata Bia, lalu melihat bibir Bia seolah ingin sekali menciumnya. Namun Bryan mengontrol diri untuk tidak melakukan itu, Bia kemudian bersandar di bahu Bryan dengan tangan di lipat di kakinya membuat Bryan makin tidak terkendali.

__ADS_1


Ia menoleh ke arahnya seraya tidak menolak, mata mereka kembali saling bertemu. Hembusan angin semakin kencang, Bia pun lebih mendekat ke badan Bryan. Tatapan dalam itu merubah segalanya, bibir Bryan mencoba mendekati kening Bia. Ia mencium keningnya. Tangan Bryan memegang kepala Bia seolah memberi syarat bahwa ia akan menjaganya dengan baik. Mereka saling melempar senyuman.


"Apa ini tanda bahwa kita berhubungan??" Tanya Bryan berharap lebih.


"Yaa hubungan teman dekat" jawaban Bia malah membuat Bryan sedikit menolak.


"Tapi aku tidak ingin menjadi teman dekatmu, aku ingin lebih dari teman" ucap Bryan serius.


"Sebenarnya aku belum pernah mempunyai teman dekat, mungkin semua ini bisa di mulai dari teman dekat dulu" jelasnya.


"Tolonglah mengerti, aku tidak ingin membuat kesalahpahaman antara aku dengan Sandra" jelasnya lagi.


"Maksudmu aku ada hubungan dengan Sandra ???" Tanya Bryan kesal mendengar jawaban Bia.


Ternyata perasaan Bryan masih begitu sensitif, membuat hatinya gampang tersinggung.


"Bukan begitu maksudku, oke oke akan aku tarik lagi ucapanku tadi" jelas Bia yang melihat mood Bryan tiba-tiba berubah menjadi malas untuk berbicara lebih banyak lagi.


Entah Bia juga bingung hubungan apa yang baru saja mereka jalani, karena di hatinya hanya ada rasa kasihan kepada pria tampan malang ini. Tapi kedekatan mereka membuat sedikit rasa sayang Bia kepada Bryan yang baru saja ia kenal.


"Bia, maaf jika dalam hubungan dekat kita ini aku akan terlalu posesif terhadapmu. Jika kamu tidak nyaman, bisa memberi tahuku" ucap Bryan mengagetkan Bia.


Bryan dan Bia akhirnya masuk kembali bergabung menikmati pesta bersama sahabat-sahabatnya. Bryan mencari keberadaan Will dan Sely, namun ia tidak menemukannya hanya terlihat Leo yang sedang bercumbu dengan seorang wanita seksi.


Bia yang merasa kedinginan karena angin laut, meminum segelas alkohol untuk menghangatkan tubuhnya. Sahabat-sahabat Bia sedang tertawa terbahak-bahak, mereka mabuk berat karena terlalu banyak minum yang di sugukan oleh Leo dan Os. Bia yang melihat mereka menjadi takut jika mereka akan di ganggu oleh pria hidung belang.


"Os, bagaimana ini ?? mereka mabuk, aku takut terjadi sesuatu" ucapnya cemas.


"Tenang saja aku akan mengurus mereka, kau nikmati malam ini dan aku akan mengantarkan mereka satu persatu" jawab Os yang juga mabuk, namun masih bisa mengontrol diri.


"Tapi ingat Os jangan memanfaatkan keadaan" ucapnya lagi.


"Ok siap boss..." jawab Os dengan senyuman manisnya.


Os meninggalkan Bryan dan Bia, hingga mereka hanya berdua kembali menikmati minuman yang memabukkan itu.


"Apa kamu suka minum??" Tanya Bryan.

__ADS_1


"Tidak, aku mencoba menghangatkan badanku saja" jawab Bia yang sudah mulai oleng karena tidak terbiasa meminum minuman beralkohol.


"Tapi kamu terlihat mabuk" ucap Bryan sambil merangkul pinggangnya menjaga agar Bia tidak jatuh.


"Oke, aku akan berhenti " jawabnya.


"Sini, biar aku saja yang meminumnya" ucap Bryan merebut gelas Bia.


Bryan yang tidak ingin Bia mabuk berat, membuat dia terus minum minuman yang ada di gelas Bia.


Karena waktu sudah larut malam, mereka pun pulang ke kamar masing-masing dengan keadaan mabuk. Tanpa Bia sadari dompetnya tertinggal di Cottage aula, ia yang tadinya sudah ingin tidur malah mencari handphone yang tidak bisa ia temukan. Dan akhirnya keluar kamar kembali untuk mencari dompetnya tanpa di temani siapa-siapa.


Acara pesta masih berlangsung sampai subuh, Bia mencoba mengingat ingat dimana dompet itu berada dengan keadaan kepala yang pusing dan mual karena alkohol.


Will yang melihat Bia berjalan sendirian, memperhatikannya dari sofa. Will baru kembali bergabung setelah ia di rayu oleh Sely untuk berhubungan intim namun ia menolaknya.


Will mengerti apa yang Bia cari, ia memanggil pelayan dan bertanya apa ada yang menemukan sesuatu dan ternyata pelayan itu mengetahui dompet Bia, mereka menemukannya. Lalu ia menyuruh pelayan untuk memberi tahu Bia bahwa dompet itu sudah di temukan dan berada di kamar 304, kamar dimana Will menginap. Bia yang mendengar ucapan pelayan langsung menuju kamar tersebut, tanpa ia sadar bahwa itu adalah kamar Will.


Will yang sudah dulu berada di kamarnya menunggu ke datangan Bia. Tak lama, terdengar suara ketukan pintu. Ia membuka pintu dan terlihat Bia sedang berdiri dengan kepala tertunduk.Kemudian Will langsung menarik tangannya ke dalam kamar. Tarikan itu membuat Bia menabrak badan Will, ia langsung di rangkul dalam pelukannya. Karena ia sedang mabuk dengan kepala yang sangat sakit, maka ia tidak kuat untuk melepaskan pelukan Will. Bia melihat wajah Will dan terkejut, ternyata ia masuk dalam perangkapnya.


Ia meronta dan menjerit namun tangan kekar Will membekap mulutnya lalu menggendong ke atas kasur. Bia meneteskan air mata, pikirannya kacau bahkan sampai memikirkan "apakah aku akan di bunuh".


Will memangkunya, mencoba melepaskan tangannya pelan-pelan dari mulut Bia. Ia tidak tega melihat air mata Bia berjatuhan, ia mengusap air mata itu lalu berkata "Aku hanya merindukanmu".


"Please don't be afraid of me (tolong jangan takut kepadaku)" ucap Will sambil menatap wajahnya.


Bia mencoba mengontrol emosi, dan kemudian dia menghapus air mata.


"Tolong lepaskan aku" Bia memohon, namun Will masih saja menatap matanya.


Mereka sama-sama mabuk, Bia hanya takut akan terjadi sesuatu jika ia terlalu lama di kamar pria mesum ini.


"Oke aku akan melepaskanmu, tapi aku ingin kau menjawab 1 pertanyaan??" Tanya Will.


"Apa???" Jawabnya singkat.


"Apakah Bryan mengganggumu" ucap Will.

__ADS_1


"Dia kekasihku" jawab Bia bohong agar Will tidak mengganggunya lagi.


__ADS_2