
"Dasar playboy, keluar dari kamarku Will..." bentak Bia
"ini juga kamarku, apa kau lupa lagi dengan isi kontraknya Bi" jelasnya.
"Hiissst, menyebalkan. Lalu apa yang harus aku lakukan Will" ucap Bia kesal.
Will berjalan mendekati Bia, ia menatap dengan serius.
"Aku hanya ingin kau bisa menuruti apa mauku, jangan menolak karena semakin kau menolak, gairahku bisa semakin tinggi" ucapnya yang sudah berada di hadapan Bia. Ia memegang leher Bia dan mengelusnya secara perlahan.
Seketika tubuh Bia bergetar, bulu kuduknya berdiri merasakan sentuhan yang Will berikan. Ia tidak bisa berkutik, di dalam pikirannya ia ingin menolak tapi hati dan tubuhnya memberikan sinyal sebaliknya bahkan ia ingin merasakan lebih dari itu.
"Apa kau menginginkan sesuatu sayang ?" tanya Will berbisik di daun telinga Bia.
Bia tetap terdiam, matanya perlahan memejam. Will puas dengan ekspresi yang Bia keluarkan, ia yakin bahwa Bia memang menyukainya.
Will me*g*cup leher Bia dengan lembut, terdengar suara ******* dari Bia. Will yang mendengar itu malah membuatnya tidak bisa mengendalikan diri, badannya merasakan aliran listrik yang dahsyat.
Di saat mereka berdua sudah mulai tenggelam, tiba-tiba pintu kamar Bia di ketuk keras oleh bibi Wiwi. DAMN!!! gairah mereka langsung turun. Bia spontan mendorong badan Will.
"Iyaa bik, ada apa ?" ucapnya, membuat Will terkekeh melihat raut wajah Bia.
"Ini non, ada non Dona dan non Sandra" jelas bibi
"Oya bik, nanti aku akan turun" ucap Bia.
Bia langsung melihat cermin, memastikan keadaannya baik-baik saja setelah kejadian konyol itu.
"Jangan mengikuti aku ke bawah tuan Willy San, aku tidak mau mereka melihat kau ada di rumahku" gertak Bia
"Baiklah tuan putri, aku akan menunggumu disini. Jangan lama-lama yaa sayang" ucap Will menggodanya kembali, Bia yang mendengar itu malah merasa takut jika Will akan semakin jauh melakukan sesuatu kepadanya.
"Dasar playboy, aku hampir saja masuk ke perangkapnya" ucap Bia sambil berjalan menuruni tangga.
"Bi, lama sekali sedang apa kau di kamar ?" tanya Dona
Bia menatap bibi dengan tajam, namun bibi langsung menggelengkan kepalanya seraya memberi kode bahwa bibi tidak memberi tahu mereka tentang Will.
"Hahaha, aku tadi sedang beristirahat. Kepalaku sakit karena seharian kerja" ucap Bia
__ADS_1
"Wah, hari ini kau sudah mulai bergabung bersama Keysa" sahut Sandra
"Iyaa begitulah, loh kemana Sarah. Mengapa dia tidak ikut ??" tanya Bia
"Sarah sibuk dengan kuliahnya" jelas Dona
"Ooo, ada apa ? seperti ada yang ingin kalian sampaikan ??" tanya Bia lagi.
"Darren, apa kau sudah tahu tentang kedatangannya" ucap Dona.
"Sudah, dan aku juga baru tahu jika Darren adiknya Keysa" jelas Bia.
"Hah, adiknya Keysa ?? Kenapa kita baru mengetahuinya" ucap Sandra terkejut.
"Aku juga kaget mendengar itu, tapi nyatanya Darren benar adiknya Keysa. Bahkan dia pimpinan di perusahaan Zigaz" jelas Bia kembali.
"Berarti itu akan melancarkan kariermu disana Bi" ucap Dona
"Entahlah, aku tidak mau jika pekerjaanku disana malah menjadi bebanku. Karena kita sama-Sama tahu, Darren menyukaiku dan aku rasa saat ini dia masih menyukaiku" ucap Bia, di dengar oleh Will yang dari tadi berdiri di anak tangga.
"Aku kira kau tidak mengetahui itu Bi, ternyata kau sudah tahu jika Darren sejak lama menyukaimu" ucap Sandra
"Aku tahu saat dia meninggalkan kita secara mendadak, karena sahabatnya David yang menceritakan itu semua kepadaku" Bia mikirkan sesuatu yang menakutkan.
Will tersenyum mendengar ucapan Dona.
"Bi, bagaimana hubunganmu dengan Will ??" tanya Dona membuat Sandra ingin tahu.
"Hubungan apa yang Bia lakukan bersama Will ??" tanya Sandra tidak suka.
"Hahaha, Dona kau salah sebut nama. Seharusnya kau tanya hubunganku dengan Joe, sejak kapan aku dekat dengan Will. Lagi pula masalah di pantai Z, kami hanya ada kesalahpahaman saja. Dompetku di curi orang, dan aku menampar Will. Padahal dompet itu ada di karyawan cottage, jadi tidak ada yang namanya hubungan. Bukan begitu Dona" Bia memedipkan kedua matanya ke Dona.
"Iyaa, aku salah sebut nama. Mungkin karena pesona Will yang membuat aku susah melupakannya" alasan Dona.
"OH, seperti itu. Aku kira kau ada hubungan dengan bosku. Lagi pula, Keysa tidak akan membiarkan wanita lain berdekatan dengan Will. Dia sangat kejam" ucap Dona menakut-nakuti mereka.
"Hahaha, hal yang konyol jika aku melakukan itu. Will bukan tipeku, walaupun kalian memuja-mujanya tapi aku sama sekali tidak tertarik dengannya" ucap Bia keras, agar Will bisa mendengar ucapannya.
Namun Will hanya menunggingkan senyumannya.
__ADS_1
"Sudah larut malam, pulanglah besok kita bertemu di tempat biasa" ucap Bia seolah mengusir mereka pulang.
"Oke baiklah, malam ini kau sedikit berbeda Bi. Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku" sahut Dona curiga.
"Haiiihh, kau ini aku mengantuk. Apa salah aku berkata seperti itu" jelas Bia.
"Ya ya, kami pamit pulang. Sandra juga akan bertemu dengan Bryan malam ini" ucap Dona.
"Ya aku ada kencan dengannya, aku sudah rindu tidak melakukan sesuatu dengan tubuhku" jawab Sandra.
"Apa kau berhubungan s*x ??" tanya Bia.
"Iya tentu saja Bi, itu kenikmatan yang luar biasa dan bisa bikin membuatmu ketagihan" jelas Sandra.
"Kau bersama Bryan melakukan itu ??!!!" Bia syok
"Yaa dengan siapa lagi, aku sudah melakukan 1 kali bersamanya saat selesai pesta acaraku kemarin. Dan sekarang aku menjadi ketagihan ingin melakukannya lagi, Bryan lumayan jago di atas ranjang." jelas Sandra tanpa malu membeberkan perbuatan kotornya.
Will yang mendengar itu menjadi sangat senang, Bia akhirnya mendengar sendiri tentang keburukan Bryan.
"Bia apakah kau terkejut, apa kau belum pernah melakukan itu bersama Joe ???" tanya Sandra penasaran.
"Keparawananku masih utuh San, aku tidak seperti yang kau pikirkan" ucap Bia kesal mendengar pertanyaan Sandra.
"Sudah-sudah, ayo kita pulang San. Kau ini benar-benar keterlalu, Oya Bia jangan lupa besok kita bertemu. Bye bi, mimpi yang indah" Dona pergi sambil menarik Sandra agar mereka tidak bertengkar kembali.
Setelah mereka pulang, Bia berpikir keras ia heran mengapa Sandra menjadi seperti itu, ucapannya sangat membuatnya tersinggung. Tiba-tiba Will datang menghampirinya, ia langsung meraih pinggul Bia membuatnya terkejut.
"Apa yang kau pikirkan sayang, sahabatmu sandra sedang jatuh cinta. Jadi jangan di ambil hati" ucap Will yang sudah merangkul Bia dan mengecup pipinya.
"Iiihh Will, apa yang kau lakukan ? bersikaplah sopan kepadaku" Bia semakin kesal
"Bukankah kau menyukai sikapku yang seperti ini" jawabnya
Bia mengingat kejadian di kantor tadi siang, lalu berkata "Aku bukan Keysa Will" Bia langsung melepaskan diri dari rangkulannya dan Will terkejut.
"Kau datang ke rumahku dengan semaumu, Oke memang kita ada perjanjian kontrak. Tapi apa aku juga harus melihat kelakuanmu dengan Keysa, menjijikan" Bia melampiaskan amarahnya dan berlari ke kamar sambil menangis, Bia membanting pintu lalu menguncinya rapat-rapat agar Will tidak bisa masuk kembali.
"BI... BIANCAAAA" Panggil Will, ia menjadi bingung.
__ADS_1
"Apa aku salah berucap, mengapa aku selalu salah di matanya" Will berbicara sendiri.
Akhirnya Will tidur di sofa ruang tengah, ia tidak ingin membiarkan Bia tinggal sendiri tanpanya. Suka tidak suka, Bia harus mengikuti apa mau Will, Bia terikat kontrak perjanjian dengan Will. Ia melakukan itu untuk mengawasi Bia dari orang yang selalu memata-matai Bia mencari tahu siapa dalang yang sebenarnya. Dan menjaganya dari ke aroganan Keysa karena Ibunya menjual bakat Bia kepada Keysa sebagai hutang piutang.