DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 45. MAKAN MALAM


__ADS_3

Pagi hari telah tiba, Dona dan Leo terlihat sedang bersama. Mereka baru saja ingin check out dari hotel, saat waktu yang bersamaan mereka melihat Sandra terburu-buru dengan membawa dua koper di tangannya.


"Bukankah itu Sandra ??" tanya Leo.


"Iyaa sayang, itu Sandra. Sedang apa dia disini... ??" sahut Dona.


"Apa dia menginap bersama Bryan ??" tanya Leo lagi.


"Aaah tidak mungkin, lihat saja dia sendirian dan wajahnya begitu tegang" jawab Dona.


"Jika dia ingin pergi, baguslah... Memudahkan Will untuk bersama Bia" sahut Leo.


Setelah mereka melihat Sandra pergi, Leo ingin mengajak Dona bertemu Bia bersama Sarah. Karena selama ini sahabat Bia hanya bisa melihatnya melalui video call saja.


Akhirnya mereka menjemput Sarah terlebih dahulu. Sesampainya di apartemen Will, mereka berlari dan menjerit memeluk Bianca dengan kencang.


"aaahhh Bia, aku merindukanmu..." ucap Sarah.


"Iyaa aku juga sangat merindukanmu.." sahut Dona, mereka bertiga berpelukan erat.


Melihat kehangatan mereka, Leo mencoba menghibur Will.


"Aaahhh Will, aku juga rindu kepadamu. peyuuuk mau peyuukk" Leo juga berlari menghampiri Will dan langsung di tangkis, lalu satu tangan Will menutup wajah Leo.


"Menjijikan... pergi sana" jawab Will tidak selera.


"Hahahaa, menggemaskan..." tutur Bia tertawa.


Ny.Farida yang melihat mereka begitu lucu, langsung ikut tertawa.


"Tanteee ...." ucap Sarah dan Dona memeluk Ny.Farida.


"Apa kabar kalian...?" tanya Ny.Farida.


"Baik dong tante, aku senang melihat tante kembali" ucap Dona manja.


"Yaa, tante jangan pergi lagi. Kan sebentar lagi tante akan menjadi nenek" jawab Sarah mengagetkan Will dan Bia.


"Sarah..." Bia tersipu malu.


"Ya tante, sepertinya kita harus cepat menikahkan mereka. Aku takut Will tidak bisa mengontrol kejantanannya" sahut Leo membuat Will memukul kepalanya.


"Sialan kau" ucap Will.


Mereka semua tertawa bersama, mendengar celotehan Leo yang begitu mengocok perut. Di sela-sela obrolan mereka, Dona langsung mengingat apa yang tadi pagi ia lihat bersama Leo.


"Bia, tadi pagi aku melihat Sandra berada di hotel B" ucap Dona membuat suasana menjadi fokus.

__ADS_1


"Sedang apa kau di hotel itu ??" Sahut Sarah ingin tahu.


"Hehehee aku bersama Leo disana" jawab Dona jujur.


"Berarti kau yang harus di nikahkan secepatnya... Ternyata kau rutin membuat anak bersama Dona" Will balik menyerang Leo.


Mendengar ucapan Will yang kasar, Bia langsung melangkah menghampirinya dan menyewer telinga Will.


"AAWWW... sakit sayang, jangan disini jika ingin itu..." Will kembali berkata konyol.


Dan lagi-lagi mereka tertawa, sungguh menggemaskan melihat hubungan Will dan Bia. Kemudian Leo melanjutkan ucapan Dona.


"Yaa, kami melihat Sandra membawa koper dan sangat terburu-buru. Apa dia akan meninggalkan Indonesia ??" tebak Leo benar.


Mereka berpikir masing-masing, dan Will pun ikut berpikir mengenai Sandra. Karena yang ia tahu Sandra begitu terobsesi kepadanya, dan dengan mudahnya Sandra pergi.


Mereka masih terus saja membahas Sandra dan mencari jawaban atas apa yang akan Sandra lakukan.


Di saat mereka asik berbincang, Will mengirimkan pesan ke seseorang untuk mencari info tercepat mengenai Sandra. Lalu hanya 5 menit, Will sudah mendapatkan kabar burung tersebut.


Setelah ia membaca pesan balasan dari seseorang itu, ia langsung menatap Bia.


"Ada apa ??" tanya Bia yang paham dengan tatapan Will.


"Yaa, Will ada apa ?? Mengapa kau terlihat syok ??" tanya Leo.


"APAAAA ???" Sahut mereka bersama.


"Sandra memukul Keysa sampai babak belur, dan sekarang Keysa di rawat di rumah sakit" jelas Will yang lebih memikirkan Bia saat itu.


"Waah Sandra hebat, untuk masalah ini aku mendukung Sandra hahaha" jawab Dona.


"Jadi ini alasan Sandra kabur dari Indonesia" ucap Leo.


"Dari mana kau tahu jika dia akan kabur ??" tanya Sarah.


"Dia membawa dua koper besar di tangannya, kemana lagi jika tidak kabur ke luar negeri" jelas Leo.


Ny.Farida hanya diam mendengar pembicaraan mereka yang begitu serius. Namun, ia melihat wajah Will yang tidak baik-baik saja.


"Will anakku.. ada apa ???" tanya Ny.Farida


"Tidak ada apa-apa ma" jawabnya, dan Bia menenangkan Will.


"Sayang, aku akan baik-baik saja. Sandra melakukan itu pasti ada alasannya. Jangan khawatirkan aku" Bia melempar senyuman agar Will sedikit rileks.


"Aku hanya takut jika terjadi sesuatu kepadamu, duniaku akan runtuh jika mereka menyakitimu lagi" jawab Will sedih.

__ADS_1


"Mengapa kau terlihat lemah sayang, bukankan Willy San ku adalah pria tangguh" tutur Bia.


"Ya Will, mereka kan balas dendamnya kepada Sandra. Dan mereka juga sudah tahu jika Bianca dan Sandra tidak bersahabat lagi, jadi jangan kau khawatirkan Bia." jawab Leo.


"Yaa Will, Bianca biar mama saja yang menjaganya. Lagi pula papamu akan segera datang ke Indonesia. Kau begitu lemah untuk urusan Bianca, nanti musuhmu mudah menjatuhkanmu !!" ucapan mama di respon positif oleh Will.


"Baik ma, aku tidak akan berpikir yang macam-macam lagi" jawab Will berusaha tersenyum.


Bia langsung memeluknya, membuat Leo, Dona dan Sarah menjadi kembali senang.


"Aaahhh pengen di peyuuk juga cayaang..." ucap Dona manja, yang sudah merentangkan tangan ke arah Leo.


"Iiihh... Singgirkan tanganmu. Membuat aku iri saja" jawab Sarah langsung menepis tangan Dona. Leo tertawa, ia begitu terhibur melihat keseruan di apartemen Will.


Begitu nyaman suasana disana, mereka seperti membentuk keluarga baru dan berharap moment indah itu tidak ada yang merusaknya atau menghancurkannya.


Mereka akan makan malam bersama, terlihat begitu ceria. Dan Will diam-diam menghubungi Zen untuk segera ke apartemennya, agar Sarah mempunyai pasangan dan tidak mengganggu Leo dan Dona lagi.


Ting...


Tongggg..


Suara bel berbunyi, Will meminta tolong kepada Sarah untuk membukakan pintu.


"Sarah, tolong bukakan pintu" ucap Will.


"Biar aku saja yang membuka pintu" sahut Bia langsung di beri kode kedipan oleh Will, dan Bia mengerti maksudnya.


"Will, aaa..." ucap Zen terhenti saat ia melihat Sarah yang membukakan pintunya.


"Sarah..." panggil Zen terkejut.


"Zen..." Sarah pun terkejut.


"Zen masuklah, kita akan makan malam bersama. Cepatlah kemari !!!" terdengar suara Will dari dalam.


Zen pun masuk melewati Sarah, ia merasa canggung saat pertama kali melihat mata Sarah yang begitu bulat dan hitam. Seperti ada energi di tubuhnya yang membuat hatinya berdetak aneh. Kemudian ia melemparkan senyum kepada mereka semua, dan Leo yang tadinya menahan tawa tiba-tiba dengan kerasnya melepaskan tawanya.


"HAHAHAA, Will kau begitu cerdas. Ternyata ini kode kedipanmu untuk Bia, kejutan yang luar biasa !!!" Ucap Leo mencairkan kecanggungan Zen.


"Brengs*ek kau Will" umpat Zen.


"Aku sangat risih Zen, melihat Sarah begitu posesif kepada Dona. Jadi aku harus mengundangmu secara spesial malam ini" jelas Wil, Sarah begitu ingin menghajar Will.


"Sorry Sar !!!" ucap Will memohon maaf.


Akhirnya mereka sudah mempunyai pasangan masing-masing, dan terlihat sangat harmonis. Bia tersenyum kepada Will, dan mengucapkan "thank you" Lalu Will membalas senyuman dengan wajah tampannya kemudian mengelus-elus jari tangan Bia dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2