
Akhirnya mereka beristirahat, kamar Bryan bersebelahan dengan kamar Bia. Ia meminta kepada semua pengawalnya menjaga kamar Bia 24 jam, karena ia yakin bahwa Will akan mencoba menemui Bia di kamarnya.
Cottage yang berada di pantai Z itu di penuhi pemandangan yang indah, hanya tamu penting yang di perbolehkan menginap di cottage khusus itu. Kamar Bia di pilihkan khusus oleh Bryan dengan keindahan alamnya. Ia membuka jendela kamar melihat keadaan di luar. Melihat para pengunjung pantai Z sedang menikmati teriknya matahari, begitu sangat ramai dan terdengar suara musik yang membuat ia ingin bergabung di luar bersama para pengunjung.
Ternyata saat Bia keluar kamar, Bryan sedang tidak ada di kamarnya yang membuat pengawal Bryan tidak bisa mengabarkan secara langsung kepadanya. Bia tidak mengajak para sahabat untuk bersantai di pinggir pantai, ia hanya berjalan sendiri menikmati hembusan angin laut sambil merapikan rambutnya yang menutupi wajah cantiknya.
Will yang melihat pemandangan itu menjadi kagum terpana memandang ke arah Bia dari kejauhan, ia duduk di kursi cafe outdoor yang berada tak jauh dari bibir pantai. Ada rasa ingin menghampirinya namun ia sadar bahwa karena perbuatannya semalam membuat Bia membenci dirinya, ia urungkan untuk mendekati Bia. Ia hanya bisa memandang dari kejauhan saja.
" Apakah kau akan menerimaku jika kau tau siapa aku ??" Ucap Will sambil memperhatikan Bia berjalan sendiri di bibir pantai.
Di hati Will ada rasa ingin memberi tahu yang sebenarnya, tapi ia bingung harus mulai dari mana untuk memulai topik pembicaraan. Bahkan apakah Bia bisa menerima jika masa lalu itu terungkap di masa sekarang.
Semenjak Will bertemu dengannya lagi, hati ia sering berdebar tidak karuan entah apa itu ia pun tidak mengerti. Karena setelah tragedi 12 tahun yang lalu ia tidak pernah merasakan perasaan sedih ataupun sakit lagi. Tapi setelah melihat sosok gadis yang ia yakini bahwa Bianca adalah orang terpenting di masa lalunya ia menjadi pria yang lemah.
Langit terlihat gelap bertanda matahari telah tenggelam, jam menunjukkan pukul 20.30 WIB. Pesta yang di adakan Leo akan segera di mulai. Terdengar suara ketukan pintu di kamar Bia, ia sedang merebahkan tubuhnya karena lelah sehabis berjalan di pinggir pantai tadi sore.
Rasa malas yang begitu besar membuat ketukan pintu itu terus menerus terdengar, bahkan ketika sahabat-sahabatnya sudah siap dengan gaun pantai mereka, Bia masih saja di atas kasur.
"TOK TOK TOKKK" suara ketukan pintu.
"Biii, ayo kita bergabung bersama Bryan dan Leo" ucap Sandra sambil mengetuk pintu berulang kali.
Sandra terlihat cantik dengan gaun mininya, ia tidak sabar ingin bertemu Bryan dan memperlihatkan kecantikan yang di milikinya.
"Apa dia ketiduran yaa ??" Tanya Dona memakai celana hotpans berwarna hitam bertank top merah menggoda.
"Aah tidak mungkin, aku yakin ini hanya akal-akalan dia saja untuk menghindar dari tuan Willy San" jawab Sandra.
__ADS_1
"Biii, kalau memang kau tidak ingin menghadiri pesta itu maka kami akan meninggalkanmu" ucap Sarah dengan nada yang sedikit besar. Ia memakai long dress pantai, yang berdandan maksimal agar bisa di lirik oleh Os.
Setelah mereka bertiga berusaha memanggil Bia dan di hiraukan olehnya, akhirnya mereka pergi ke pesta tanpa Bia. Ia hanya bisa melihat dari jendela, begitu ramai pesta yang di adakan Leo. Rasa ingin menghadiri pesta itu hilang karena kejadian kemarin malam yang membuat ia malu di depan banyak orang.
Di aula cottage terlihat Will bersama Leo sedang berbincang dengan para tamu, Will yang gemar memakai kemeja lengan panjang berwarna hitam itu selalu terlihat menarik di depan para tamu undangan maupun para pengunjung. Apalagi di mata para wanita, Will seperti vitamin untuk mereka.
"Apakah kau sudah siap dengan pesta wanita malam ini Will" ucap Leo menggodanya.
"Aku akan siap jika itu menarik" jawabnya biasa.
"Wanita yang 1 ini aku datangkan khusus untukmu" kata Leo sambil senyum mengejek.
"Ok, aku akan lihat seberapa liar dia di atas ranjang" jawabnya lagi dengan lantang.
Kemudian terlihat Bryan dan Os memakai kemeja putih dengan gaya tangan kanan Bryan di masukkan ke saku memegang segelas minuman dengan rambut yang begitu rapi, sedang berbincang bersama tamu saling melempar canda yang membuat malam itu penuh dengan tawa. Sandra, Sarah dan Dona mulai memasuki aula. Mereka mencoba bergabung bersama Bryan dan Os.
"Sayang kau sangat tampan malam ini" ucap Sandra yang membuat mereka merasa muak dan geli.
"Iiihh Dona... Lebih baik sana cari pria untuk bisa menemanimu malam ini. Agar tidak menggangguku lagi" balas Sandra ketus.
"Aku tidak perlu mencari, nanti juga datang sendiri" jawab Dona santai.
"Heeeyy ladies, apakah malam ini kalian akan terus bertengkar??" Tanya Os.
"Tdaaak, aku ingin menari berdansa dan bersenang senang" jawab Sandra yang sangat menyukai pesta.
Bryan yang sadar bahwa Bia tidak ada dalam pesta itu melihat kesana kemari. Sarah yang melihat Bryan menjadi paham, dan ia langsung memberi jawaban yang membuat Bryan tidak semangat untuk berpesta.
__ADS_1
"Oh iyaa, Bia tidak bisa hadir. Sepertinya dia sedang tidak enak badan" alasan Sarah sambil melihat wajah Bryan yang tiba-tiba berubah.
"Tidak masalah, mungkin dia lebih baik di kamarnya" jawab Bryan sambil berfikir.
Acara puncak pesta malam itu telah di mulai, suara musik yang tadinya alunan romantis berubah menjadi Disc Jockey yang di datangkan langsung dari Belgia. Suara teriakan dimana mana seakan menandakan acara akan menjadi spektakuler, semua para pelayan mulai menyebar menawarkan minuman alkohol yang akan menemani mereka menari dan berjoget sambil bersenang tertawa bersama-sama. Ternyata suara musik DJ itu membuat Bia tidak tahan untuk berdiam diri di dalam kamarnya saja.
Bia yang juga menyukai pesta, memaksakan diri untuk keluar dan bergabung dengan mereka. Lampu yang tadinya terang di Cottage aula itu menjadi gelap hanya di sinari lampu DJ yang berkelap kelip. Bia memberanikan dirinya untuk melangkah dengan memakai dress mini berwarna hitam dengan rambut terikat kuda dan make up yang begitu anggun di wajahnya. So beautiful!!!.
Kehadiran Bia di pesta itu menarik perhatian banyak pria, khususnya Leo yang sedang bercengkrama dengan para gadis. Leo langsung menepuk pundak Will yang sedang memeluk pinggang seorang wanita.
Will merespon dengan menoleh, ia melihat Bia dengan penuh rasa kagum. Tapi perasaan ingin menghampirinya, sementara di tahan karena ia harus memikirkan cara terbaik agar bisa mendekat dengan Bia secara alami tanpa paksaan.
Bia menatap Will dengan jutek, ia terus mencari sahabatnya melihat kesana kemari tapi tidak juga menemukan mereka. Karena kebingungannya membuat Leo menghampiri dirinya.
"Haiii... Bianca kan ???" Sapa Leo.
"Eee iyaa" jawab Bia singkat.
"Mari ikut denganku" ucap Leo.
"Tidak, terima kasih. Aku mencari sahabat-sahabatku" jawabnya.
"Nanti aku akan menyuruh orang untuk mencari mereka, aku tidak ingin jika kau di ganggu oleh pria hidung belang" ucap leo membuat Bia takut dan mengikutinya untuk bergabung bersama Will.
Will terus menatap wajah Bia, namun tidak di balas olehnya. Ia masih melihat kesana kemari.
"Haaiii, siapa namamu??" Tanya wanita yang sedang di rangkul oleh Will.
__ADS_1
"Bianca..." jawab Bia kembali singkat.
"Perkenalkan Aku Sely, kekasih Will" ucapnya membuat Bia langsung melototi Will.