
Di rumah sakit terlihat Darren selalu menemani Keysa yang terbaling lemah.
"Key, aku tidak akan membiarkan siapapun bahagia di atas penderitaanmu !!!" ucapnya sambil memegang tangan Keysa.
"Darren bagaimana keadaan Keysa ??" tanya Bryan yang baru saja datang.
"Key mengalami luka parah di hidung, tapi sudah mulai membaik" jawab Darren.
"Syukurlah..." sahut Bryan yang tidak bisa melupakan kejadian malam itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi Bryan, mengapa Keysa bisa bersama Sandra ??" tanya Darren serius.
"Yang aku tahu Keysa memintaku untuk membawa Sandra, dan dia memindahkan Sandra di ruang sebelahku berada" jawab Bryan.
"Lalu apa yang mereka bicarakan, sampai Sandra bisa melakukan perbuatan keji seperti itu" sahut Darren yang mulai emosi.
"Entahlah, sepertinya ada rahasia di antara mereka" jawab Bryan.
Darren terdiam sejenak, ia berpikir untuk mencari tahu apa yang sudah Keysa katakan kepada Sandra.
"Darren..." panggil Bryan.
"Apa kau masih mencintai Bia ??" tanyanya langsung membuat Darren tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Aahh Bia... Aku juga tidak tahu, apa hati ini masih mencintainya. Sepertinya aku akan mengalah, kau dan Will sangat mencintai Bia. Cintaku tidak bisa berkorban sekeras itu, Bia pantas mendapat pria yang tangguh. Dan yang pasti itu bukan aku" jelas Darren terlihat lesu dan putus asa.
"Aku yakin akan ada wanita yang tulus mencintaimu" ucap Bryan sambil menepuk pundak Darren.
Ada sedikit rasa lega yang Bryan rasakan setelah mendengar ucapan Darren, ia sangat paham jika Darren mempunyai perasaan cinta kepada Bia yang susah di ungkapkan. Walaupun Darren berkata mundur tapi ia yakin Darren akan selalu mencintai Bia.
"Aku pamit pulang, kabari aku jika kau memerlukan sesuatu" ujarnya.
"Thanks Bryan" jawab Darren yang langsung bersalaman.
Setelah ia keluar dari rumah sakit, ia mencoba menelepon Sandra namun tidak mendapat jawaban. Teleponnya tidak tersambung, sepertinya Sandra sengaja mematikan telepon atau Sandra telah mengganti nomor teleponnya.
"Sial... Kau dimana Sandra ??" Bryan menggerutu sendiri.
"AAAAAAAAA..." Jeritnya di dalam mobil sambil memukul setir mobil
Apakah Bryan juga akan mundur ?? Hatinya merasakan sesak. Andai pria yang ada di masalalumu adalah aku, betapa bahagianya aku bisa memilikimu Bia !!!! ucapnya dalam hati.
Bryan masih terjebak dalam dilema, tak berselang lama handphonenya berdering. Ia melihat nomor baru di layar handphonenya, panggilan pertama ia abaikan lalu terdengar lagi panggilan masuk. Karena merasa terganggu ia langsung mengangkatnya.
"Hallo..." ucap Bryan malas.
"Bryan..." jawabnya.
__ADS_1
"Sandra ?? apa ini kau ??" tanya Bryan yang paham dengan suara Sandra.
"Yaaa, ini aku. Aku meninggalkan Indonesia, aku takut Bryan" jawab Sandra yang terdengar sedih.
"Apaa?? lalu dimana kau sekarang ??" Bryan merasa cemas.
"Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, aku hanya ingin mengabarimu. Berjanjilah untuk tidak membahas aku di depan Darren atau Keysa" ucap Sandra.
"Oke, aku tidak akan mengatakannya"
"Apa kau baik-baik saja ??" tanya Bryan.
"Yaa aku berusaha baik-baik saja, jangan khawatirkan aku. Ada masalah yang harus aku pecahkan, sebelum Bia mengetahuinya" tutur Sandra membuat Bryan penasaran.
"Ada apa dengan Bia ?? masalah apa yang kau maksud " tanyanya kembali.
"Untuk saat ini aku belum bisa memberitahumu, tapi aku pasti akan membutuhkan bantuanmu" jawab Sandra.
"Baik, secepatnya hubungi aku" tutur Bryan. Kemudian telepon pun mati, Sandra berjanji akan menghubungi Bryan 2 hari lagi.
Tiba-tiba urat kepala Bryan menjadi kencang, masalah apa lagi yang akan terjadi. Dari cara Sandra berbicara di telepon, ia merasa ada masalah besar yang akan mereka hadapi. Dan tindakan Sandra pergi dari Indonesia, menjadi salah satu masalah besarnya. Jika Darren mengetahui itu, ia yakin kiamat akan datang menghampiri Sandra.
Bryan lalu menghubungi Os, sahabat yang selama ini selalu ada untuknya. Dan terakhir kali ia melihat Os saat Bia berada dalam sekapannya.
__ADS_1
#mohon maaf readers, author cuma up 1 ini. Di karenakan sedang sakit demam 😢 mohon doanya agar cepat pulih dan bisa kembali up 🙏