DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 58.BERTENGKAR


__ADS_3

"Aku hanya tidak suka melihat wajahnya berpura-pura baik di depanku, kalian tahu tidak saat Bryan menyekapku. Keysa habis-habisan mengumpatku, ia belaga sok cantik dan sok suci" jelas Bia kesal.


"Aku bisa memahami itu, tapi kau harus mengontrol amarahmu" ucap Dona.


"Aku ingin menguping pembicaraan mereka, ayo kita bergabung" sahut Sarah memotong pembicaraan mereka.


"Ayo..." ajak Dona, lalu diikuti Bia yang berjalan paling belakang.


Dona duduk disamping Leo, ia melempar senyuman kepadanya dan dibalas dengan Leo. Ia juga tersenyum dan memegang tangan Dona dengan erat. Berusaha menyimak pembicaraan mereka dengan tenang dan mendengar setiap nada bicara Will. Karena Leo harus siaga mendampingi Will, setiap ucapan akan terlihat emosional Will. Namun yang ia lihat, Will masih begitu tenang bahkan bisa lebih bersahabat.


Kemudian Bia duduk bersampingan dengan Sarah dan Zen, mereka di sofa sudut yang jaraknya tak jauh dengan yang lainnya. Tapi masih bisa mendengar pembicaraam mereka dengan jelas.


Keysa menatap Bia membuat Will sadar dengan kehadiran Bia di tengah pembicaraan mereka.


"Oya Key bagaimana keadaanmu ??" ucap Will sengaja mengalihkan Keysa yang selalu menatap Bia dengan sinis.


"Aahh, baik... Aku sudah bisa kembali beraktifitas" jawab Key sedikit kaget.


"Syukurlah..." sahut Will lalu melirik ke arah Darren yang hanya diam membisu.


"Darren apa kau sakit ?? Kau tidak seperti biasanya" ucapnya lagi.


Darren langsung mengangkat wajahnya, dan melihat wajah Will dengan tatapan tajam.


"Ya, aku hanya kelelahan saja" jawab Darren membuat Bia bereaksi.


"wajahmu terlihat pucat" Ucapan Bia sontak membuat Will menoleh, dan membuat Keysa tersenyum sinis.


"Kau sangat baik Bianca, disaat kau bersama Will kau masih memperdulikan orang lain" Keysa sengaja memprovokasi Will, membuat Leo ikut berbicara.


"Bukankah Darren bersahabat dengan Bianca ?? Jadi wajar jika dia peduli dengan Darren" sahut Leo, mendengar ucapan Leo, Dona langsung memahaminya. Dan ia pun ikut mengomentari ucapan Keysa.


"Yaa, Bia sangat dekat dengan Darren... Jadi Bia mengkhawatirkan kesehatan Darren. Aku dan Sarah juga mencemaskan Darren, yaa kan Sarah ???" lirik Dona tajam kepada Sarah.


"Eee iyaa, Darren terlihat pucat. Kau harus ke dokter" sahut Sarah cepat.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja" jawab Darren.


"Kau sangat beruntung Darren mempunyai sahabat yang perhatian denganmu" ucap Will.

__ADS_1


"Apa kau ingin diperhatikan juga Will" tutur Key kembali memanas.


"Ada aku yang setiap hari menemani Will" ucap Bia sambil berjalan menghampiri Will. Mendengar jawaban Bia, Will begitu bahagia karena ternyata Bia mau membalas ucapan Keysa.


Lalu terlihat Keysa menggertakan giginya menahan emosinya kepada Bia. Kemudian Keysa teringat sesuatu, tentang Sandra yang telah menyakiti pembantu Bianca bernama bibi Wiwi.


"Oya Bianca, apa kau sudah mendengar sesuatu tentang Sandra ??" ucap Keysa menarik tatapan Will dan Zen.


"Apa maksudmu ??" tanyanya.


"Sudahlah sayang, jangan kau ambil pusing. Keysa hanya ingin membuatmu kesal saja" Will sengaja membuat Bia mengabaikan ucapan Keysa.


"Apa perkataanku terdengar begitu kesal, aku yakin kau sudah mengetahui sesuatu Will" Keysa mulai mengadu domba, lalu gantian Zen yang mulai mengambil tindakan.


"Key, apa ada lagi yang ingin kau bicarakan. Jika tidak, lebih baik kau membawa Darren ke dokter. Lihatlah wajahnya sangat pucat" Zen mengeluarkan suaranya, Leo langsung menoleh. Ia mengerutkan dahi, seperti membaca gerak gerik Zen yang mencurigakan. Karena ia merasa bahwa Zen ingin menutupi sesuatu, tapi ia tidak tahu apa yang Zen tutupi.


"Aku sependapat dengan Zen, aku takut jika Darren akan pingsan disini" sahut Sarah membantu Zen.


Will tersenyum lebar mendengar Sarah ikut membela Zen, ia akhirnya mengerti bahwa Sarah bisa menjadi pasangan yang baik untuk Zen.


"Baiklah, sepertinya kedatanganku bersama Darren sudah mengganggu ketenangan kalian malam ini"


"Aku hanya ingin memberitahu Bianca bahwa di balik kebahagiaannya itu ada seseorang yang menderita" ucapan Keysa membuat Will emosi.


Lalu Keysa yang paham dengan tatapan Will langsung terdiam, ia menjaga agar tidak berdebat dengan Will karena ia masih menginginkan Will bisa kembali bersamanya lagi.


"Oke, aku pulang..." ucap Key langsung memeluk Will dengan paksaan dan melirik ke arah Bianca.


"Hiisstt..." Bia mendesik kesal.


Lalu Darren menghampiri Bia, dan ia juga memeluknya dan mengucapkan sesuatu di telinga Bia.


"Aku menyayangimu" ucap Darren yang hanya di dengar oleh Bia dan Darren. Namun membuat Will menjadi marah dengan sikap Darren yang tidak bisa menghargainya.


Bia terlihat bengong mendengar Darren mengucapkan dua kalimat di telinganya itu, lalu Sarah langsung menepuk pundak Bia.


"Bi... Apa yang Darren katakan ??" tanya Sarah.


"Ohh... Bukan apa-apa" jawabnya.

__ADS_1


Setelah Keysa dan Darren pulang, mereka kembali melanjutkan makan malam bersama namun dengan suasana yang begitu canggung. Leo menarik Zen ke balkon, meminta penjelasannya tentang apa yang baru saja terjadi. Dan Will hanya terdiam mengingat cara Darren kepada Bia yang membuatnya kecewa, kemudian Sarah dan Dona menyiapkan makanan diatas meja makan sedangkan Bia malah memainkan handphonenya dengan serius.


"Bia, bisakah kita berbicara !!!" ucap Will.


"Apa ada yang penting ??" tanya Bia.


"Yaa, kita bicara di ruang kerjaku saja" sahut Will, Sarah dan Dona yang melihat mereka sedang berbincang langsung merasa cemas.


Will berjalan diikuti Bia dibelakangnya, lalu Will menutup pintu ruang kerja dengan rapat agar teman-temannya tidak bisa mendengar obrolannya dengan Bia.


"Ada apa Will ??" tanya Bia.


"Aku ingin menanyakan sesuatu, tapi aku harap kau bisa berkata jujur" Will terlihat begitu serius.


"Yaa, ada apa Will ??" tanyanya lagi.


"Apa kau mencintai Darren ??" tanya Will.


"Haha... Kau bercanda Will" Bia menganggep ucapan Will hanya lelucon saja.


"Tidak aku serius, aku merasa ada yang aneh denganmu. Atau sebenarnya kau tidak pernah mencintaiku" Will berkata dengan hati yang terluka.


"Will, mengapa kau bisa berpikir seperti itu. Kau bisa lihat bagaimana aku mematahkan ucapan Keysa di depanmu" jelas Bia.


"Itu saja tidak cukup, aku seperti tidak ada gunanya di matamu. Dan cintaku seperti bertepuk sebelah tangan" Will mengatakan isi hatinya yang gelisah.


"Kau mengatakan itu karena sikap Darren kepadaku, apa karena itu Will ??" Bia mulai bernada marah.


"Bukan hanya Darren saja, kau juga sama jika di depan Joe dan Bryan. Apalagi kau hampir menyusul Joe di Singapura, aku seperti tak di anggap olehmu" Will merasa kecewa.


"Kau hanya memikirkan maumu saja, tanpa memikirkanku. Coba kau rasakan menjadi diriku Will, aku hanya ingin bersikap adil kepada semuanya" sahut Bia.


"Adil katamu ?? jika kau ingin adil mengapa kau menerima lamaranku, aku merasa kau selalu mencari masalah denganku Bianca..." Will mulai keras.


"Will..."


"Apa aku tidak salah dengar, kau bilang aku selalu mencari masalah" tutur Bia syok.


"YAA, AKU SUDAH CAPEK MENGHADAPI SIKAPMU... AKU MERASA KAU TIDAK INGIN KEHILANGAN MEREKA YANG MENCINTAIMU" ucap Will langsung mendapat tamparan keras di pipinya.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu Will, jika kau ingin hubungan kita berakhir maka jangan membawa orang lain di masalah ini" jawab Bia sangat marah.


Bia kemudian keluar meninggalkan Will sendirian di ruangannya, dan kemudian pergi dari apartement Will. Mereka yang melihat Bia pergi tanpa pamit telah menduga bahwa Bia dan Will sedang bertengkar hebat.


__ADS_2