
"Sandra!!!" ucap mereka dengan nada serempak.
"Apa yang kau lakukan disini ??" tanya Will tidak suka.
Wajah Sandra tertunduk pilu, ia merasa bahwa mereka akan menamparnya bahkan menjambaknya. Ia tahu Will masuk sakit saat dirinya sedang berada di rumah sakit yang sama, karena ia sedang mengantar mamanya untuk berobat. Dan tanpa sengaja melihat Will sedang di pindahkan ke ruang rawat inap, Sandra memberanikan diri untuk menjenguk Will dan mengucapkan maaf atas apa yang pernah ia lakukan. Ia juga ingin kembali baik-baik saja bersama para sahabatnya.
"Sandra jawablah, apa yang kau lakukan disini??" tanya Zen begitu lembut.
"Eemm, aa-aku ingin meminta maaf dengan kalian semua. Aku tidak sengaja melihat Will di pindahkan ke ruangan ini, jadi aku langsung masuk saja kemari" jelas Sandra masih dengan wajah takutnya.
Dona yang merasa iba dengan Sandra langsung menghampirinya dan memeluk Sandra begitu erat, mereka menangis bersama. Dona sangat merindukan Sandra, ia tidak tega melihat sahabatnya itu memasang wajah takut. Mereka dulunya seperti tom and jerry, yang suka berkelahi tapi saling membutuhkan.
"Will, terimalah maafnya... " ucap Leo yang juga tidak tega.
"Entahlah, kali ini aku belum bisa menerima maafnya. Tapi rasa kesalku sedikit berkurang" jawab Will.
Sandra dan Dona tersenyum mendengar ucapan Will yang melegakan hati Sandra. Lalu tiba-tiba Will mengingat sesuatu, ia ingat bahwa Sandra dulu adalah mantan partner ranjang Bryan. Ia menyipitkan matanya dan menatap Sandra dengan penuh harapan.
__ADS_1
"Aku bisa saja memaafkanmu, tapi kau harus membuat Bryan kembali lagi bersama dirimu" ucapan Will benar-benar mengagetkan mereka semua. Mereka tidak menyangka bahwa Will akan berpikir licik seperti itu, bahkan menggunakan Sandra yang jelas-jelas sudah mau berubah.
"Apa kau gila Will ?? "tanya Dona marah
"Yaa kan hanya tawaran saja" jawab Will santai.
"Aah parah kau Will, apa kau tidak bisa menghargai seorang wanita. Kau ingin menggunakan Sandra sebagai senjatamu, apa akalmu sekarang tidak sehat ?? " Leo pun ikut marah dengan pemikiran Will yang sudah gila.
"Maafkan aku Will, jika maafku kau salah artikan. Maka aku tidak akan lagi meminta maaf kepadamu" sahut Sandra.
"Oya, aku sangat bahagia melihat Bryan bisa bersama Bia. Karena aku percaya Bryan mampu membahagiakan Bia dengan tulus" jelas Sandra membungkam mulut Will.
"Kau keterlaluan Will... " ucap Leo juga meninggalkan Will dan tersisa Zen yang harus menjaga Will dengan rasa terpaksanya.
"Apa ucapanku salah Zen, mengapa mereka marah denganku ??" tanya Will seperti tidak ada rasa bersalah.
"Aku rasa kepalamu terbentur Will" jawab Zen tajam.
__ADS_1
Will malah kemakan omongan Zen, ia memegang kepalanya, mencoba mengecek apa ada tanda sakit di kepalanya.
Setelah obrolan mereka di rumah sakit, Dona dan Leo kembali ke rumah. Dan Sandra pun melihat kondisi mamanya lalu setelah itu mereka pulang.
Dan Zen mencoba menelepon Keysa, ia sengaja mengabarinya agar bisa bertukar waktu untuk bisa menjaga Will dengan baik.
Setelah Zen mengabari Keysa, sekitar 1 jam kemudian Keysa pun datang dengan beberapa buah dan roti yang sudah ia beli khusus untuk sang pujaan hati.
"Sayaaanggg...." ucap Keysa dengan ekspresi wajah cemas.
Will terkejut melihat Keysa datang, ia langsung menoleh ke arah Zen dengan tatapan tajamnya.
"Sorry Will... " jawab Zen dengan tersenyum memperlihatkan giginya.
"Apa yang sakit sayang, kenapa kau tidak mengabariku. Untung saja Zen menghubungi ku"
"Aku syok mendengar kau jatuh dan tidak sadarkan diri" ucap Keysa begitu berisik.
__ADS_1
"Zen, kau sudah bisa pergi sekarang. Aku akan menjaga Will 24 jam" ucapnya lagi.
"Oke baiklah, Will aku pergi dulu. Dan semoga cepat pulih" Zen meledek Will.