DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 7. KACA MATA HITAM


__ADS_3

Setelah perbincangan itu, mereka kembali ke tenda masing-masing untuk berkemas dan mulai turun gunung. Namun mereka tidak akan jalan kaki untuk menuruni gunung Z, mereka di sediakan mobil offroad oleh panitia pesta tentunya semua itu adalah perintah Will dan mereka tidak mengetahui itu.


"Bi, menurutku Bryan cocok denganmu" ucap Sarah sambil menunggu mobil offroad tiba.


"Aaah tidak, Sandra menyukainya " jawab Bia.


" Tapi menurutku Bryan menyukaimu" tegas Sarah, berharap Bia bisa bahagia. Karena Sarah bisa menilai bahwa Bryan pria yang tepat untuk Bianca.


"Sudahlah Sarah, terlalu cepat mencari pengganti Joe. Tenang saja aku tidak akan kembali kepada Joe" jawab Bia sambil memeluk Sarah untuk menyakinkannya.


Sedangkan di tempat lain, Will dan Leo sedang menikmati keindahan pantai Z di bawah teriknya matahari. Mereka duduk santai dengan memakai kaca mata hitam, ketampanan mereka menarik perhatian para wisatawan disana.


"Will, aku sudah menyediakan wanita khusus untuk di acara pestaku nanti" ucap Leo sambil memandang laut Z yang begitu indah.


"Wanita mana yang kau undang???" Tanya Will sambil memainkan tabletnya.


"Tunggu saja kejutan dariku" jawab Leo dengan senyuman tajam.


"Aku tidak ingin pilihanmu" ucap Will menolak.


"Ya aku tahu, karena kau sedang menggoda wanita yang bernama Bianca. Apa istimewanya dia Will, apa kau hanya bermain-main saja dengannya ???" ucap Leo memberi jawaban.


"Dia sangat istimewa bagiku, bahkan melebihi apapun dan dia bukan mainan tapi dia akan menjadi istriku" jawab Will yang masih memainkan tabletnya dengan serius.


"Istri??? Apakah seserius itu Will. Bagaimana dengan Key" tanya sahabatnya serius.


Will langsung berhenti mengetik tabletnya, menengok ke wajah Leo dengan tatapan marah.


"Key hanyalah boneka masa laluku, jadi dia tidak berhak atas diriku" jawabnya tegas.


"Oke Will, terserah apa katamu tapi lihatlah itu wanita idamanmu sudah sampai bersama Bryan. Dan aku terkejut melihat pertemukan yang seperti ini". ucap Leo yang kaget mengetahui bahwa Bianca mengenal Bryan.


Will langsung menoleh ke kanan dan benar saja lagi-lagi Bianca bersama Bryan dan teman-temannya.


Lalu terdengar percakapan dari arah mereka.


"Waaah ini benar-benar surganya dunia" ucap Dona tersenyum gembira.


"Iyaa aku kali ini melihat pantai yang benar-benar indah dan warna air lautnya biru bersih sekali" sahut Sarah.

__ADS_1


"Rasanya menemukan kedamaian disini" ucap Bia tersenyum sambil memejamkan mata.


Bryan menatap wajah Bia dengan tersenyum lebar.


"Ayo, aku akan membawa kalian ke penginapan terlebih dahulu" ucapnya.


Namun ketika mereka ingin pergi ke penginapan, ada empat mata yang sedang memperhatikan kedatangan mereka. Ternyata itu adalah Will dan Leo. Mereka sedang berbincang, kemudian berbalik melihat kedatangan Bryan dan yang lainnya. Will melangkah ke arah mereka di ikuti Leo dari belakang.


"Kali ini aku tidak akan membiarkan Bryan merusak moodku" perkataan Will mengejutkan Leo.


Ia berjalan dengan cepat untuk menghampiri Bryan.


"Sepertinya tuhan akan berpihak kepadaku lagi Bryan" ucapannya mengagetkan Bryan dan yang lainnya langsung menengok ke arah Will.


"Aaah Willy San, senang berjumpa denganmu" sambut Sandra tersenyum menyapa sambil mengulurkan tangan kepadanya.


"Senang berjumpa denganmu juga nona"balasnya.


"Panggil aku Sandra" ucap Sandra kembali.


Bia yang melihat Sandra menjadi begitu marah.


"Bisa-bisanya dia malah mengobrol dengan pria mesum ini" Bia menggerutu sendiri.


"Bryan, apakah kau baik-baik saja" tanya Will kembali kepada Bryan yang hanya memperhatikan Bia, membuat Will semakin kesal.


"YAA DIA BAIK-BAIK SAJA!! Kau apa kabar ?" Jawab Os mengalihkannya.


"Terlihat sangat baik, kapan kau tiba di Indonesia Os ??" Tanyanya.


"Baru seminggu di Indonesia"jawab Os.


Sarah dan Dona hanya bisa bengong melihat para pria tampan ini berkumpul. Tanpa mereka sadari Bia akan berjalan meninggalkan mereka yang sedang berbincang. Namun langkahnya berhenti setelah Will menangkap tangan Bia dengan cepat.


"Mau kemana sayangku ????" Tanya Will kepada Bia.


Mendengar Ucapan Will membuat hati para sahabat Bia bergetar, mereka yang mendengar suara Will memanggil Bia dengan sebutan sayang mereka bahwa Will benar-benar menyukai Bia.


"Lepaskan tanganku" ucap Bia kesal sambil menarik tangannya yang masih di genggam oleh Will.

__ADS_1


Bryan yang melihat kekonyolan itu langsung menghampirinya.


"Will kau tidak bisa memaksanya seperti ini" Bryan membantu Bia melepaskan tangannya. Will pun melepaskan tangan Bia.


"Akhirnya kau berbicara juga" jawab Will seperti memancing kemarahan Bryan.


"Apa yang kau inginkan???" tanya Bryan.


"Aku hanya menyapamu dan ingin bertanya kenapa kau bisa bersama kekasihku" ucap Will.


Lagi-lagi ucapannya membuat para sahabat Bia terpesona. Seistimewa inikah Bia, sampai di puja-puja oleh seorang Willy San. Beruntung sekali Bia. Kata-kata itu berputar-putar di pikiran mereka.


Benar adanya, keberadaan Will membuat para sahabat Bia ikut terhipnotis dengan ketampanan maupun postur tubuhnya yang mempesona.


Aku bukan kekasihmu, carilah wanita lain yang lebih ingin bersamamu" Bia merespon dengan ucapan yang tajam membuat Will menatap dalam, kata-katanya begitu menusuk di hati Will.


Bryan yang juga mendengar ucapan Bia merasa puas dan tersenyum.


"Eeeeeh sudah sudah, kita sudah berkumpul lagi bersama Bryan dan Os di tambah para wanita cantik ini. Jadi pasukan kita menjadi sempurna. Jangan ada lagi perdebatan, bukan begitu nona???" ucap Leo bertanya kepada Sandra.


" Yaa tentu saja..." jawabnya spontan.


Ternyata ucapan Leo di hiraukan oleh Bia, ia langsung meninggalkan mereka tanpa pamit, di susul Sarah dan Dona lalu kemudian Sandra yang selalu menempel dekat dengan Bryan dan Os. Will yang melihatnya pergi begitu saja merasa hatinya hancur padahal rasa seperti ini ia belum pernah merasakannya sama sekali, sakit begitu sakit.


Setelah mereka meninggalkan Will dan Leo begitu saja, mereka sampai di Cottage dimana mereka akan menginap.


Bryan memberikan kunci kamar kepada Bia, ia ingin jika kamar Bia berdekatan dengan kamarnya agar bisa terpantau dengan baik. Bryan tipikal pria pecemburu sama seperti Will, menurutnya jika apa yang ia miliki terganggu atau di rampas oleh orang lain maka ia akan mempertahankan kecuali jika yang di pertahankan meminta untuk di lepaskan maka Bryan akan melepaskannya. Ia memesan kamar untuk Bia dan sahabatnya secara khusus namun mereka tidak menyadarinya.


"Aku sudah memesan kamar untuk kalian, 1 orang 1 kamar jadi 4 kamar istimewa untuk kalian" jelas Bryan.


"Kenapa tidak 1 kamar atau 2 kamar saja" jawab Bia.


"Aku sengaja memesannya, tolong jangan di tolak" ucap Bryan memohon.


"Tidak masalah, aku bisa mandi lebih lama tanpa mengantri" jawab Dona tanda menerima pemberian Bryan.


"Oh oke, kalau begitu aku juga jangan di ganggu jika tidur lebih lama..." sahut Sarah juga.


" Tapi sayang, apakah kamarku berdekatan dengan kamarmu ??" Tanya Sandra sambil memegang tangan Bryan dengan genit.

__ADS_1


"Tentu kamar kalian berdekatan dengan kamarku" ucapnya cepat.


" Terima kasih banyak Bryan " ucap Bia membuat Bryan tersenyum lebar, wajahnya begitu tampan.


__ADS_2