DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 38. KEKASIH BARU


__ADS_3

Will mendapatkan perawatan serius, ia belum juga sadarkan diri. Dokter memberi tahu Zen bahwa Will harus segera operasi karena tulang belakang Will mengalami keretakan.Cideranya sangat parah, membuat Zen dan yang lainnya khawatir.


Saat di ruang operasi Will bermimpi bertemu dengan ibunya. Zen berjalan di sebuah stasiun, lalu ibunya memanggil.


"Max..." panggilnya, Will langsung menoleh ke belakang.


"Ibu..." jawabnya, mereka berdiri berjauhan. Saat Will mencoba berjalan mendekati ibunya, ia malah berjalan mundur menghindari Will.


"Tetap disitu anakku, jangan kemari" ucapnya.


"Tapi aku merindukanmu ibu, aku ingin bersamamu" jawab Will.


"Tidak sekarang anakku, bangunlah tugasmu belum selesai. Aku akan membuatkan susu untukmu, ayo bangun nak" ucapnya, ia membangunkannya dari koma.


Tiba-tiba Will terbangun dari komanya.


"Syukurlah Will kau sudah sadar" ucap Leo.


"Dimana aku ??" tanyanya.


"Kau ada si rumah sakit, dan baru selesai di operasi Will" ujar Sarah.


"Bia, mana Biancaaa ??" tanyanya sambil mencari keberadaan Bia.


"Dia akan baik-baik saja, tenanglah Will" Dona mencoba menenangkannya.


Tiba-tiba Will ingin turun dari ranjang.


"Aaaah..." jerit Will kesakitan.


"Will kau baru saja di operasi, kau belum pulih" Sahut Zen.


"Tapi bagaimana dengan Bianca, aku takut mereka akan melakukan sesuatu dengannya" Will gelisah.


"anak buahku sedang mencari tahu keberadaan mereka, bersabarlah Will" ucap Leo, ia begitu kasihan melihat sahabatnya menjadi tak berdaya seperti ini.


Lalu tak berselang lama, Sandra pun muncul untuk melihat keadaan Will.


"Tuan Willy, bagaimana keadaanmu ??. Yaa tuhan, mereka benar-benar keterlaluan" ucapnya.


Sarah dan Dona begitu malas mendengar ucapan Sandra, mereka yakin Sandra ada maksud lain datang menjenguk Will.


"Mengapa kau bisa tahu kami ada disini ??" tanya Dona ketus.


"Iiih, aku kemari bukan untuk bertemu dengan kalian. Tapi ingin menjenguk tuan Willy San, BOSKUUU" jawab Sandra juga ketus.

__ADS_1


"Terima kasih Sandra" jawab Will.


"Baiklah, aku pamit pulang duluan. Kabarin aku jika terjadi sesuatu" ucap Leo kepada Zen.


"Iyaa aku juga pulang yaa Will, semoga cepat pulih" sahut Dona.


Sarah menatap Zen, dan Zen pun menatap Sarah canggung. Lalu ia juga pamit pulang kepada Will.


"Will semoga cepat sehat, aku besok akan kemari lagi. Bye Will" Sarah pun pamit pulang, lalu Zen mengejarnya untuk mengantar Sarah pulang.


Hanya ada Will dan Sandra di ruangan itu, Will diam membisu melamunkan Bia yang jauh darinya.


"Tuan Will..." Sandra menyentuh pundak Will membangunkan lamunannya, lalu Will menoleh kepadanya.


"Apa kau memikirkan Bianca ??" tanya Sandra.


"Apa kau mengetahui keberadaannya ??" Will balik bertanya.


"Emmm, aku akan memberitahu keberadaannya. Tapi dengan syarat !!!" ucap Sandra.


"Apaa itu ??" tanyanya.


"Aku bukan wanita yang munafik yang tidak tergoda dengan ketampananmu, aku ingin kau menjadi milikku" syarat Sandra.


"Apa hanya itu ??" tanya Will.


"Baiklah nona Sandra, aku setuju dengan syaratmu" Will berusaha menerima syarat Sandra.


"Cepatlah pulih tuan Willy San, kita akan membicarakan ini lagi setelah kau keluar dari rumah sakit" bisik Sandra di telinga Will.


Will hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Beberapa hari setelah Will di rawat, akhirnya ia di perbolehkan pulang. Zen membawa Will pulang ke apartement dan memintanya untuk mengundang Sandra. Mendengar pernyataan Will, Zen kaget ada apa dengan Will ?? kenapa dia malah mengundang Sandra, apa dia sudah melupakan Bianca ucap Zen dalam hati.


2 jam kemudian Sandra datang ke apartement Will, ia meminta Zen untuk meninggalkan mereka berdua. Zen semakin cemas dengan keadaan Will, ia langsung keluar meninggalkan mereka. Lalu Zen menghubungi Leo dan yang lainnya, Zen mempunyai firasat buruk dengan keputusan Will yang ingin bersama Sandra.


Di apartement Will mendengarkan semua informasi yang di bawa oleh Sandra, ia menjadi paham bahwa Joe sudah tidak menginginkan Bia bersamanya lagi tapi Bryan lah yang menjaga Bia 24 jam. Bahkan Darren, tidak bisa mengambil keputusan karena Key membenci Bia. Darren ada di situasi gantung, jadi untuk saat ini yang menjadi penghalang Will adalah Bryan.


Setelah mereka selesai berbicara, Sandra dengan cepatnya mengambil kesempatan itu. Ia duduk dengan belahan paha yang terangkat, lalu menggeser tubuhnya mendekati Will. Ia meraba kaki Will, lalu pindah ke dada Will yang bidang. Merasakan panas di tubuhnya, Sandra benar-benar ingin menjama Will. Namun Will tidak merespon Sandra sama sekali ia tetap terdiam, tapi karena Will sedang merindukan Bia. Tiba-tiba ia membayangkan Sandra adalah Bia, Will menoleh lalu mencoba mencumbunya. Dan tangannya berjalan meraba ke buah dada Sandra, saat ingin melakukan itu terdengar ketukan pintu yang begitu keras.


TOOKKK...


TOOKK...


TOOOKKK..

__ADS_1


Will pun tersadar, lalu menyudahi perbuatan yang menurutnya itu salah. Ia berjalan membuka pintu, dan tengtingtong...


"Keysa..." panggil Will.


"Bagaimana kabarmu ??" Key menorobos masuk.


"Baik" jawab Will singkat.


"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI ??" tanya Kesya yang melihat Sandra sudah membuka setengah bajunya.


"Aku adalah kekasih Will" jawabnya dengan pede.


Lalu Keysa berjalan menghampiri Sandra, ia menarik tangannya dengan kasar dan menyuruhnya keluar dari apartement Will.


"Keluar kau dari sini" ucap Key.


"Keysa apa yang kau lakukan..." sahut Will.


"Aku hanya ingin membuang sampah dari sini" jawab Key marah.


"Sayang, jelaskan kepadanya. Bahwa kita ini adalah sepasang kekasih" Sandra langsung memegang tangan Will meminta perlindungan.


Will terlihat bingung, tapi demi Bia ia harus mengiyakan ucapan Sandra.


"Iya dia adalah kekasih baruku"ucap Will.


"WILL ???" Key terkejut.


"Hahaha, apa kau sudah dengar itu nona Keysa" Sandra berani meledek Keysa.


"Perempuan sialan, tunggu saja kau nanti" Key mengumpat.


Akhirnya Keysa pergi begitu saja dan Will juga meminta Sandra untuk pulang dengan alasan ia tiba-tiba merasakan sakit di kepalanya. Dan ingin istirahat, ia tidak ingin di ganggu dengan siapa-siapa. Setelah mendengar pernyataan Will, Sandra pun pulang. Walaupun ia tidak jadi berhubungan badan dengan Will tapi ia begitu senang bisa mempermalukan Keysa di depan Will.


Tak lama Sandra dan Keysa pulang, Will pun keluar untuk bertemu dengan Leo. Saat ia mengetahui keberadaan Leo, ternyata disana sudah ada Zen, Dona Dan Sarah. Will cukup terkejut, mereka menatap Will dengan tatapan tajam seperti ingin mengintrogasi Will yang sehabis bertemu dengan Sandra. Mereka khawatir Will sudah melupakan Bia, dan melampiaskan hasratnya bersama Sandra.


"Will apa kau baik-baik saja ??" tanya Leo.


"Yaa aku sudah sehat, memangnya kenapa ??" Will terlihat polos.


"Apa kau sudah tidur bersama Sandra" ucap Dona spontan.


"Iyaa apa kau sudah melupakan sahabat kami Bia ??" Sarah ketus.


"Sorry Will, aku tidak bisa menahan rahasia itu" sahut Zen membocorkan kedatangan Sandra kepada mereka.

__ADS_1


"Iyaa aku hampir saja melakukan hubungan itu bersama Sandra" jawab Will tetap polos.


"APAAA???" mereka terkejut menjawab dengan serempak.


__ADS_2