
"Will, apakah kita akan lama disini ??" tanya Bia, mereka sudah sampai di Istanbul Turki.
"Sepertinya begitu" ucapnya sambil membuka koper.
Terlihat Bia sedang memandang keluar jendela hotel, ia memikirkan pekerjaannya. Melihat Bia sedang berdiri melamun di depan jendela, Will menghampirinya lalu merangkulnya dari belakang.
"Apa yang sedang kau pikirkan hmmm ??" Ucap Will sambil mencium pundak Bia.
"Aku memikirkan pekerjaanku, seperti ada beban berat di pundakku" jawabnya. mendengar ucapan Bia, Will langsung mengangkat kepalanya.
"Apaa ??? kau membicarakanku, apa bebanmu itu kepalaku yang ada di pundakmu " ucap Will meledek, ia terlihat lucu bahkan membuat Bia tertawa kecil.
"Hehee, aku serius Will. Aku baru saja bekerja, tapi aku malah berada di Turki" jawab Bia.
"Untuk masalah pekerjaanmu, aku sudah memikirkannya. Aku akan membayar hutang mama mu dan mengganti rugi perusahaan Key" jelasnya.
Lalu Bia memutar badannya dan menatap Will dengan tatapan mata yang teduh.
"Heyyy... Aku sudah berjanji bukan, aku akan menjagamu. Jangan pikirkan aku, kau berhak bahagia" Will mengecup keping Bia lalu mereka berpelukan. Bia merasakan pelukan yang hangat dan begitu nyaman.
Setelah itu, Will mengajak Bia untuk berbelanja karena Bia tidak membawa baju sama sekali.
"Ayo kita belanja, kau butuh pakaian seksimu" Will mulai bercanda lagi.
Bia melototi Will dan tersenyum lebar.
Kemudian mereka sampai di toko pakaian setelah berjalan cukup jauh dari penginapan. Mereka berbelanja di toko baju INSEUL beralamat di Kadıköy Istanbul Turki. Bia suka berbelanja di toko yang ramai pengunjung, barang disana menurut Will harganya murah namun Bia menyukainya.
Kadıköy adalah kawasan perumahan bernuansa santai yang berada di pesisir pantai sisi Asia Istanbul. Kawasan ini terkenal dengan pasar ikan yang ramai serta pasar yang menjual berbagai produk lainnya, seperti piza Turki, minyak zaitun, remis kerang, dan banyak lagi. Bangunan dengan seni jalanan penuh warna ini berada di jalan melengkung dan menjadi lokasi butik indie, kafe keren, dan restoran Anatolia. Pemandangan dari kawasan pesisir pantai Moda membentang dari sepanjang Laut Marmara hingga cakrawala di kawasan Sultanahmet.
Jadi jika pakaian disana murah di karenakan menjadi kawasan ramai pengunjung wisatawan luar negeri. Dan Will sengaja memesan hotel dekat pantai karena ia sangat menyukai pantai dan ia pun yakin Bia juga menyukai pantai.
"Aku lapar, ayo kita makan..." ajak Bia manja.
"Ayo..." jawab Will.
"Makanan apa yang enak disini ??" tanyanya sambil berjalan di pinggir jalan bersama Will.
"Ada Borek, Sarma, Baklava, Lahmacun dan masih banyak lagi. Kau mau yang mana ??" Jelas Will sambil menghitung dengan jarinya.
"Yang enak yang mana ??" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Aku suka Lahmacun dan Baklava, apa kau juga mau itu ??" ucap Will.
"Boleh, ayo jalan lebih cepat Will" Bia berjalan lebih dulu dan Will yang berada di belakang Bia hanya bisa tersenyum melihat tingkah Bia yang menggemaskan.
Akhirnya mereka sampai di Restaurant terdekat, mereka memesan makanan sesuai menu yang Will pilihkan. Bia terlihat sangat lahap, sepertinya ia benar-benar kelaparan gumam Will dalam hati.
"Setelah ini aku akan mengajakmu makan Dondurma" Will ingin membawa Bia makan es krim khas Turki.
"Apa itu ??" Bia sambil mengunyah makanannya.
"Es krim Turki, kita akan membelinya di ujung sana" Tunjuk Will ke arah Barat Restaurant.
"emmm baiklah aku habiskan dulu makananku" jawab Bia membuat Will begitu bahagia.
Kemudian mereka berjalan ke arah Barat, Will memesankan Dondurma untuk Bia. Mereka duduk di pinggir trotoar jalan yang sudah tersedia kursi dan meja, Bia begitu menikmati Dondurma.
"Waah enak sekali, aku pasti akan merindukan Dondurma ini" ucap Bia.
"Kapanpun kau bisa memakannya" jawab Will sambil mengelap es krim yang ada di bibir Bia.
Bia langsung terdiam melihat perlakuan Will yang begitu hangat, sekarang Bia mulai mengagumi Will.
"Aaahh lelah sekali, kakiku keram Will. Seperti ada sesuatu di betisku" tuturnya sambil memegang betis kaki.
Will kembali melempar senyuman, ia langsung menghampiri Bia dan memijat kaki Bia.
"Sini..." ucap Will yang sudah meraih kaki Bia.
"Aah Will sakit, tidak usah" jawab Bia.
"Tidak apa-apa" sahutnya, Bia begitu menyukai senyum yang di miliki Will terlihat sangat manis dan tampan.
Mereka terbawa suasana, tatapan Bia sangat dalam membuat Will membalas tatapannya. Kemudian ia mendekati tubuh Bia, hujan pun turun begitu deras serasa langit ikut mendukung hubungan mereka.
Will tidak bisa menahan diri, ia memejamkan matanya mendekati bibir Bia lalu menciumnya dengan begitu mesra. Bia ikut tenggelam dalam kecupan Will, akhirnya mereka saling membalas ciuman hangat itu. Jantung mereka memompa lebih cepat, tiba-tiba ciuman Will pindah ke leher Bia. Lalu membaringkan tubuh Bia, kemudian terjadilah hubungan yang Will inginkan. Bia tidak menolak, ia menerima Will untuk melakukannya.
Bia yang masih perawan membuat Will merasa takut jika ia akan menyakitinya.
"Jika ini sakit, maka aku akan menyudahinya" ucap Will yang sudah berada di atas tubuh Bia.
"Jangan, aku akan mencoba menahannya" jawab Bia yang sangat menginginkannya.
__ADS_1
Lalu Will perlahan memasukinya, terdengar suara Bia yang merintih kesakitan. Will tidak tega melihat Bia menjerit, tapi Bia sangat menginginkannya. Kemudian ia mulai lagi, perlahan demi perlahan Bia mulai merasakan sentuhan itu walaupun masih terasa sakit namun Bia menikmatinya.
"Will, aku ingin kencing. Seperti ada yang ingin keluar" ucapnya.
"Keluarkan sayang" jawab Will.
Tiba-tiba tangan Bia meraba ke tubuh Will, membuat Will sesuatu yang tak tertahan. Sentuhan Bia bagaikan setruman di tubuhnya.
"Sayang ayo keluarkan" ucap Will sudah tidak bisa menahan diri.
"Emmm, aku sudah pipis Will" jawab Bia, membuat Will senang lalu dalam hitungan detik Will pun menyemburkan benihnya ke dalam kantong rahim Bia.
"Aaah sayaaang" ucap Will tuntas.
Will mengecup kening Bia, lalu mereka kembali berciuman. Setelah selesai melakukannya, Bia tertidur lelap di pangkuan tangan Will sambil memeluknya tanpa selehai busana 1 pun hanya di selimuti dengan selimut. Will merasa lega, sekarang Bia sudah bisa menerimanya bahkan hubungan mereka sudah sangat jauh.
Kring Kring...
Terdengar suara telepon, Will langsung mengangkat telepon tersebut.
"Hallo..."ucapnya.
"Will kau dimana ??" Tanya Leo.
"ada apa Leo ?? apa kau memata-mataiku" ucap Will.
"Apa ada Bia di sampingmu" jawab Leo.
"Iyaa" Will langsung paham, ia mengangkat kepala Bia perlahan dan menarik tangannya yang menjadi bantal untuk Bia. Lalu ia berjalan menjauh, sambil memakai celananya.
"Apa yang membuatmu meneleponku Leo ??" tanyanya.
"Will, aku mendapat kabar dari orang kepercayaanku. Bahwa Bryan memberikan saham Jepangnya kepada Key dengan jaminan Bia harus segera pulang" jelas Leo.
"Oh begitu, biarkan saja. aku akan mengurusnya, tunggu aku menikahi Bia terlebih dahulu. Baru setelah itu kami akan segera pulang ke Indonesia" jawab Will tenang.
"Tapi Will kau harus bergerak secepatnya, aku takut Key merencanakan sesuatu" Leo mengkhawatirkan mereka.
"Kau tenang saja, terima kasih atas informasinya" Will berpikir untuk menikahi Bia dalam waktu dekat.
"Hati-hati Will, kabari aku secepatnya" ucap Leo lalu teleponpun terputus.
__ADS_1